Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 86 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana pementasan seni akan dimulai di SMAN Nasional. Banyak sekali yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari kelas 10 hingga kelas 12.


Setelah pertandingan yang telah selesai dua hari lalu. Kini ada acara pementasan seni yang akan diadakan sebagai acara kegiatan terakhir. Terlihat antusiasme dari para murid-murid yang mengikuti kegiatan tersebut.


Namun hingga sampai saat ini Manaf tak pernah menunjukan batang hidungnya. Pria itu benar-benar tak ikut serta dalam kegiatan apapun. Bahkan tak pernah mengabari sahabat-sahabatnya.


Pernah Manaf diajak oleh sahabat-sahabatnya itu untuk ikut berkumpul, tapi dia menolak dengan alasan sibuk banyak urusan.


Bahkan Manaf melarang mereka untuk tida mengunjungi dirinya biar Gamma sekalipun. Manaf benar-benar menjauh dari mereka.


Acara pembukaan pentas seni pun dimulai dengan dipandu oleh salah satu anggota OSIS SMAN Nasional.


Dan kini terlihat ke-6 bersahabat itu sudah berada dibelakang panggung. Mereka akan menampilkan pertunjukan teater bersama teman-teman sekelas mereka dengan mengambil cerita yang berjudul Putri Salju dan Apel Beracun.



Dalam pertunjukan tersebut Zee berperan sebagai Putri Salju dan Alvian yang berperan sebagai Pangeran. Sedang Tessa dan Allena tidak ikut andil dalam pertunjukan tersebut.


Terdengar suara teriakan histeris dari para penonton saat adegan dimana Alvian mencium Zee untuk membangunkannya dalam cerita Putri Salju tersebut. Adegannya seperti Alvian benar-benar mencium bibir Zee yang semakin membuat para penonton heboh histeris dan bertepuk tangan meriah.


Benar-benar pertunjukan yang bagus dari kelas tersebut.


Setelah itu ada juga Alexa yang menampilkan solo dance. Penampilan gadis itu terlihat sangat keren dengan gerakan-gerakan dance yang dibawakannya. Ternyata Alexa sangat pandai dalam dance. Semua penonton yang melihat itu terus betepuk tangan akan penampilan Alexa yang memukau.


Selama penampilan dari semua yang tampil, ada para murid-murid yang menyaksikan dan ada juga yang melakukan kegiatan labscare.


Kegiatan labscare dipentas seni itu adalah membantu membersihkan area pementasan dari sampah. Labscare ini juga dibagi menjadi tiga sesi, yaitu sesi pertama yaitu pada jam 09.00 - 11.00. Sesi kedua jam 11.00 - 13.00, dan terakhir sesi ketiga jam 13.00 - selesai.


Jika waktu telah habis, murid-murid yang mengikuti labscare tersebut harus menyetorkan sampah tersebut dan meminta tanda tangan dari penanggung jawab labscare, Pak Trisno.


Banyak sekali para murid-murid yang ikut dalam kegiatan acara ini. Ada beragam penampilan yang mereka tampilkan. Setiap penampilan pasti banyak sekali sorakan dari para penonton yang menyaksikan.


Dan kini saatnya kita hampir tiba dipenghujung acara. Kali ini yang tampil adalah anggota band SMAN Nasional yang dianggotai Aziel, Setya, Brayen dan dua orang lainnya.


Mereka tampil sangat bagus dan keren dengan membawakan lagu ciptaan mereka sendiri.


Aziel bernyanyi sambil bermain gitar elektriknya. Setya dengan drum kitnya. Brayen dengan keyboardnya, dan dua yang lainnya gitar bass dan piano.


Aziel memang bagus saat bernyanyi. Dengan suara serak-serak basah khasnya, Aziel mampu memukau para penonton yang ada disana. Lagu ciptaan mereka juga sangat bagus dan enak didengar ketika dinyanyikan.


Anggota band itu sudah seperti menjadi bintang saat ini.


Setelah selesai tampilpun tidak ada yang berhenti bertepuk tangan dan bersorak untuk mereka.


Apalagi Aziel sangat tampan dan keren yaampun dengan ikat kepala yang membuat rambutnya jadi tuing-tuing sendiri setiap kali dia bergerak berlebihan. OMGG!!...


"Dan kini kita sudah sampai diacara penampilan terakhir. Apakah kalian tahu siapa yang akan tampil saat ini....". Seru pembawa acara dengan menggunakan mikrofon sehingga membuat suaranya menggema diseluruh aula.


Para murid-murid yang mendengar itu langsung saja saling melirik satu sama lain bertanya-tanya dengan wajah kebingungan.


Pasalnya mereka mengira bahwa penampilan grub band tadi adalah penampilan terakhir diacara.


Aziel dan yang lainnya saja sampai bingung sendiri dan melirik satu sama lain kebingungan.


"Lah, siapa yang bakal tampil lagi El? Bukannya kita yang terakhir ya?". Ucap Setya menoleh kearah Aziel.


"Gua nggak tau juga". Jawab Aziel sambil menaikan kedua bahunya.


Saat ini mereka berada disisi panggung.


"Nahh.. pasti kalian nggak taukan siapa yang bakal perfom terakhir. Iya kan iya kan?". Ucap pembawa acara itu lagi yang membuat para penonton penasaran.


"Siapa Kak? Kita pengen tau nih, iya nggak teman-teman". Seru salah satu murid yang berdiri dari duduknya.


"Iya woyy mana nih, tunjukin sekarang. Kita udah nggak sabar". Teriak salah satu penonton yang ikut berdiri dari kursinya.


Para murid-murid yang menonton mulai bersorak tak sabar ingin melihat siapa yang akan tampil.


"Oke oke tenang! Kalian tenang dan gue bakalan panggil yang bakal tampil terakhir untuk kita. Sebelum itu kalian duduk dulu, Oke". Ucap pembawa acara itu.


"Nahh ini dia gue panggilin sekarang juga. Kalian pasti bakalan tau deh siapa. Dan ini diaaa...". Pembawa acara menjeda kalimatnya.


"Allena dan Alvian dari kelas 10 IPA 1!!". Seru pembawa acara itu dengan antusiasnya.


Para murid-murid yang mendengar itu langsung saja mendongak kearah pintu masuk panggung untuk melihat kedua orang itu.


"What?". Teriak Zee yang sudah berada dikursi penonton jajaran depan.


Disana juga ada teman-temannya yang lainnya.


"Allena sama Alvian? Bakal tampil?". Zee terlihat membulatkan matanya kearah panggung dan sudah berdiri dari kursinya.


Terlihat tampang tak percaya dari wajahnya. Teman-teman sekelasnya yang juga ada disana bahkan tak percaya dengan apa yang terjadi.


Mereka mengetahui bahwa Allena tidak akan ikut berpartisipasi dalam acara apapun. Tapi apa ini, gadis itu akan tampil. Bahkan Alvian juga ada disana.

__ADS_1


Sementara Aziel yang berada disisi panggung dan mengetahui Allena akan tampil hanya memandang Allena yang mulai naik keatas panggung sambil membawa gitar.


Disana juga ada Alvian yang yang ikut naik keatas panggung sambil membawa biola.


Allena kemudian duduk dikursi yang sudah disediakan untuknya yang diletakan ditengah-tengah panggung dengan sambil memegang gitar, juga ada mikrofon untuk bernyanyi dihadapannya.


Disampingnya ada Alvian yang berdiri sambil memegang biola dan juga ada microfon didepannya.


"Nahh ini dia yang bakalan perfom terakhir untuk kita saat ini. Siap-siap kalian semua akan terhipnotis dengan penampilan mereka malam ini". Ucap pembawa acara.


"Kalian berdua udah siap?". Tanyanya kepada Allena dan Alvian.


"Siap". Jawab Alvian dengan pasti.


"Yaudah kita mulai aja sekarang ya. God job, oke!". Ucap pembawa acara itu meyakinkan kedua orang itu.


Pembawa acara itupun pergi meninggalkan Allena dan Alvian yang akan tampil. Kini tersisa mereka berdua diatas panggung.


Allena menatap kedepan memperhatikan para murid-murid yang kelihatan mulai tak sabaran dari atas panggung. Sepertinya mereka ingin mengetahui aksi mereka.


Allena kemudian menoleh kearah Alvian yang juga menoleh kearahnya. Mereka lalu mengangguk bersamaan.


Allena lalu menarik nafas dalam.


1 detik


2 detik


3 detik


Terdengar Allena mulai memetik gitarnya dengan lembut.


Hmm..mmm..mmm


Hmm..mmm..mmm


Allena mulai bernada sambil terus memainkan gitarnya.


Gadis itu mulai bernyanyi dengan gitarnya dengan diringi Alvian yang juga mulai memainkan biolanya dengan halus.


Allena menyanyikan lagu dari Grub Band Andra and the BackBone yang berjudul Sempurna


Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah


Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu


Allena terus bernyanyi dengan penuh penghayatan. Petikan gitarnya yang halus mampu menyeimbangi dengan suara yang begitu merdu.


Ditambah lagi permainan biola Alvian yang begitu harmonis, menambah kesan melow nya susana di aula itu. Alvian begitu lihai mengeringi Allena bernyanyi.


Murid-murid yang ada disana bahkan diam menyaksikan performa kedua orang ba bintang punggung itu. Bahkan guru-guru yang juga ada disana ikut takjub dengan penampilan keduanya.


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna...


Sempurna...


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sayangku kau begitu


Sempurna...


Sempurna...

__ADS_1


Allena selesai bernyanyi. Petikan gitarnya berhenti disusul oleh Alvian sebagai penutup.


Prok Prok Prok..


Prok Prok Prok..


Tepukan tangan dari para penonton memenuhi ruangan setelah berakhirnya penampilan dari kedua orang itu. Benar-benar pertunjukan yang luar biasa.


Allena dan Alvian benar-benar bisa membuat para murid-murid terkejut sekaligus takjub dengan penampilan mereka. Sahabat-sahabat mereka saja sampai tak percaya dengan apa yang mereka persembahkan.


"Woo.. Woo.. gebetan gue tuh Allena! Allenaaa... I Love You sayangku. Lo hebat!". Teriak Adrian dikursi penonton.


Para murid-murid yang mendengar penuturan Adrian sontak saja menyoraki pria itu dengan keras karena terlalu PD(Percaya Diri).


HUUUU......!! KEPEDEAN LO JADI ORANG!!


JANGAN MIMPI WOYY!! BANGUN!!


Begitulah sorakan para murid-murid untuk Adrian. Guru-guru yang melihat hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Adrian.


Pria itu memang terkenal dengan julukan pembuat onar di sekolah dengan sahabatnya Gerald yang sama-sama mendapatkan julukan tersebut. Duo Pembuat Onar(Kata Tessa)😂


Sementara Aziel yang sedari tadi berada disisi panggung terus melihat Allena dari tempatnya. Ada sedikit tarikan dari sudut bibirnya setelah melihat dan mendengar performa gadis itu.


Ternyata gadisnya itu memiliki bakat dalam bernyanyi dan bermain musik. Sungguh Aziel semakin penasaran dengan Allena. Ternyata masih belum ada yang dia ketahui tentang gadis cantik blasteran itu.


Saat sedang seriusnya memperhatikan Allena, pria itu mulai menyadari sesuatu.


Aziel melirik keatas dan melihat lampu penerangan yang digunakan sebagai pencahayaan terlihat bergoyang-goyang, dan lampu itu tepat diatas Allena dan Alvian.


Kedua orang itu masih berada diatas panggung karena para penonton meminta Allena dan Alvian untuk membawakan satu lagu lagi untuk mereka.


Aziel terus melihat kearah lampu pencahayaan yang mulai bergoyang-goyang dan sepertinya akan jatuh.


Sementara Allena mulai bernyanyi kembali dengan gitarnya dan juga iringan biola dari Alvian.


Para penonton sepertinya tidak menyadari hal itu karena terlalu fokus kepada Allena dan Alvian yang mulai perfom lagi.


Tiba-tiba...


"AWAS...!!". Teriak Aziel yang tiba-tiba muncul berlari kearah Allena dan Alvian mendorong kedua orang itu dengan kuat hingga terpental kearah lain panggung dan...


BRUKK..!!


Terlihat Aziel yang sudah terbaring tengkurap dengan sudah tertimpa lampu pencahayaan dibelakang punggungnya.


Sontak saja kejadian tersebut berhasil membuat orang-orang yang ada di aula menatap kaget dan histeris.


Kejadian yang begitu naas menimpa Aziel. Mereka tidak mengetahui kejadian seperti itu akan terjadi. Terlihat para murid-murid dan juga guru-guru berlari menuju keatas panggung pensi.


Allena yang melihat Aziel sudah tergeletak dalam keadaan seperti itu langsung membulatkan matanya kaget.


Alvian pun ikut kaget dan tak menyangka dengan apa yang terjadi. Kejadiannya begitu cepat. Alvian tak mengira Aziel akan melakukan hal seperti itu untuk menolong dirinya dan juga Allena.


"EL....!!". Teriak Allena histeris. Dengan cepat Allena beranjak berlari menghampiri Aziel. Disusul Alvian.


Gadis itu berusaha mengangkat lampu pencahayaan yang cukup berat itu dari atas badan Aziel, begitupun Alvian yang ikut membantu.


"EL...kkhh!". Allena terus berusaha memindahkan lampu itu.


Setelah berhasil Allena mendekati Aziel mengangkat kepala pria itu diatas pangkuannya. Aziel terlihat berbaring miring.


"El.. El.. Aziel!!". Panggil Allena pada Aziel yang masih terlihat sadarkan diri namun sudah lemah.


Allena menampar-nampar pelan wajah Aziel, "El.. bangun! Bangun Aziel!". Terlihat Allena yang mulai menitikan air mata, "El.. Hiks..". Allena terus memegang kepala Aziel dipangkuannya dengan menangis.


"Len...". Suara parau Aziel, "Gua nggak kenapa-napa kok, tenang aja. Jangan nangis!". Suara Aziel begitu lemah. Pria itu merasakan sakit yang luar biasa dipunggungnya.


"Hiks.. hiks.. Kita ke rumah sakit ya El, hiks..!". Ucap Allena kemudian.


Gadis itu lalu menoleh kearah orang-orang yang mulai berlari kearah mereka, "Kalian semua cepat kemari. Tolongin Aziel!". Teriak Allena dengan air matanya yang sudah membasahi wajahnya. "Cepat!!". Teriak Allena sekali lagi.


Allena kemudian kembali menoleh kearah Aziel, "Sabar ya". Ucap Allena dengan air mata yang terus keluar.


Aziel tidak menjawab, pria itu hanya memegang tangan Allena yang menangkup wajahnya. Matanya mulai terpejam sedikit.


Darah terlihat keluar dari belakang punggung Aziel yang langsung membuat bajunya penuh darah berwarna merah.


Petugas yang sudah ada disana segera mengangkat Aziel menggunakan tandu. Aziel terlihat berbaring miring. Bajunya sudah dipenuhi oleh darah.


Dengan cepat para petugas membawa Aziel turun panggung dan keluar dari aula. Allena kemudian mengikuti para petugas itu disusul sahabat-sahabatnya Allena, lalu Setya dan Brayen yang juga ikut.


Para petugas itu kemudian membawa Aziel menuju rumah sakit.


__ADS_1


__ADS_2