Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 81 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Allena dan Aziel saat ini sudah berada dalam aula SMAN Nasional. Disana juga sudah ada murid-murid lainnya yang sedang latihan untuk ikut berpartisipasi dikegiatan acara nanti.


Terlihat Airin dan Zee sedang melakukan latihan cheerleaders bersama para member lainnya. Sementara untuk Tessa gadis itu sedang latihan untuk mengikuti lomba bola takraw. Disana juga ada ada Alexa dengan kedua sahabatnya Chika dan Hera yang juga ikut latihan.


"Gimana Len, lo ikut latihan cheerleaders juga nggak?". Tanya Zee ketika gadis itu sudah mengahampiri Allena yang sedang bersama Aziel.


Allena menggeleng, "Nggak". Jawab Allena.


Zee langsung memasang wajah prihatin, "Yaa.. gue paham sih. Jadi lo beneran nggak ada ikut kegiatan apapun Len?". Tanya Zee lebih memastikan lagi.


Pasalnya mereka sudah membicarakan hal ini. Tapi sepertinya Allena benar-benar tidak akan ikut berpartisipasi apa pun dalam acara kegiatan tersebut.


Allena tidak menjawab, hanya memberikan tatapan tanpa ekspresi pada Zee. Namun tiba-tiba saja Zee mendekat kearah Allena dan memperhatikan bibir Allena dengan serius.


"Eh, bentar-bentar! Ini bibir lo kenapa Len? Kok kaya bengkak gitu". Ucap Zee sambil terus memperhatikan bibir Allena.


Allena yang merasa seperti diciduk langsung merapatkan bibirnya sambil menggeleng. Gadis itu lalu melirik kearah Aziel disampingnya yang hanya terlihat santai seperti tidak terjadi apa-apa.


Allena kemudian kembali menoleh kearah Zee, "Gua kesana dulu". Ucap Allena cepat. Gadis itu lalu berjalan menuju lapangan basket yang ada di aula besar itu.


Aziel yang melihat Allena pergi menaikan sedikit sudut bibirnya. Pria itu kemudian menyusul Allena meninggalkan Zee yang terlihat kebingungan sendiri.


"Itu dua orang kenapa sih?". Ucap Zee sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Zee kemudian beranjak pergi dari sana masih dengan dalam keadaan kebingungan karena kedua sejoli tadi.


Sementara Allena, gadis itu terlihat mengambil bola basket dalam sebuah box besar yang diletakan dipinggir lapangan.


Allena kemudian kembali masuk lapangan yang terlihat tidak ada murid-murid yang latihan, sebab saat ini mereka masih beristirahat karena habis latihan tadi.


Allena lalu melepas tas punggung kecilnya dan juga jaket jeans yang dikenakannya, kelantai. Sehingga membuat gadis itu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang ramping bak gitar spanyol akibat kaos yang dikenakannya agak ketat melekat ditubuhnya. Ditambah lagi Allena memakai celana jeans ketat yang panjang menampilkan lekuk kakinya yang jenjang.


Allena memang mempunyai body yang terbilang cukup bagus dikalangan remaja sepertinya. Bahkan murid-murid pria yang ada di aula itu kini semuanya tertuju pada Allena saking body goalsnya tubuh Allena yang mereka lihat.


Saat Allena melempar bola ke ring, tiba-tiba Aziel muncul lalu melompat menangkap bola tersebut ditangannya.


Allena yang melihat itu hanya memandang Aziel yang mulai berjalan mendekat kearah Allena sambil memegang bola basket yang ditangkapnya tadi. Aziel kemudian kini sudah berada dihadapan Allena sambil memutar bola basket itu di jari telunjuknya.


Sementara murid-murid yang ada disana hanya melihat pemandangan antara dua sejoli yang menjadi idola di sekolah besar itu. Mereka penasaran apa yang akan terjadi diantara Aziel dan Allena.


"Lumayan". Ucap Aziel tiba-tiba pada Allena.


Aziel kemudian memandangi Allena yang hanya menatapnya datar, "Gimana kalau kita taruhan?". Ucap Aziel lagi dengan ekspresi yang tak dapat diartikan.


"Kalau gua yang menang, lu harus mau ngedate ama gua setelah acara kegiatan ini selesai". Sambung Aziel.


"Kalau gua yang menang?". Tanya Allena cepat sambil membalas tatapan Aziel.


Aziel menaikan sudut bibirnya ketika mendengar pertanyaan Allena, "Kalau lu yang menang, lu boleh minta apa aja ama gua. Gimana?". Ucap Aziel.


Allena yang mendengar itu mendekat perlahan dan berdiri dihadapan Aziel, "Oke deal. Gua terima tantangan lu". Ucap Allena dengan berani, sambil melipat kedua tangannya kedepan dadanya dan memberikan tatapan sengit kepada Aziel.


Aziel berdengus meremehkan, "Oke, kita mulai sekarang". Ucap Aziel kemudian.


Kedua orang itu kemudian bersiap-siap berdiri ditengah lapangan untuk memulai taruhan.


Para murid-murid yang ada disana segera memenuhi sisi lapangan untuk menjadi penonton pertandingan taruhan tersebut.


Terlihat para murid-murid itu berteriak-teriak memberikan dukungan kepada idola mereka masing-masing.


Allena terlihat semakin seksi dengan rambutnya yang awalnya tergerai dan kini sudah dia kuncir sembarangan. Membuat murid-murid yang menonton pertandingan dua orang itu semakin bersorak heboh kegirangan melihat Allena.

__ADS_1


"Siap-siap kalah Baby !". Desis Aziel pada Allena sambil merangkul pinggang ramping Allena sebentar berjalan melewati gadis itu.


Aziel kemudian memangil Setya untuk menjadi wasit pertandingan antara dirinya dan Allena.


Sementara murid-murid ciwi yang menonton semakin histeris dan heboh karena perlakuan Aziel pada Allena.


"Kyaaa... gue juga mau digituin dong sama Pak Ketua.


"Omo omo!! Bisa gila gue lihat mereka berdua.


"Gue juga mau dong dipeluk sama Aziel.


"Aziel sama Allena kok cocok banget sih, kyaaa.. nggak kuat gue.


Sementara dikerumunan murid-murid itu terlihat seorang wanita yang menatap kesal kearah lapangan dengan mata nyalang. Gadis itu terlihat menatap kesal kearah Allena dengan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.


"Waahh.. nggak bisa lo biarin tuh Re. Makin mesra aja Aziel sama cewek itu". Ucap salah satu teman Regina.


Ya benar saja, wanita tadi adalah Regina. Saat ini gadis itu sedang bersama teman-temannya juga ikut latihan untuk kegiatan acara nanti.


"Kalau gini terus Re, bisa-bisa tuh adik kelas ngerebut Aziel dari lo. Masa lo biarin gitu aja Re". Ucap teman Regina yang satunya lagi.


"Lo harus ngelakuin sesuatu Re, jangan mau kalah lo sama cewek yang namanya Allena itu. Iya nggak". Ucap teman Regina yang satunya lagi.


"Setuju gue. Masa lo mau ngalah gitu aja Re, nggak ada perlawanan". Ucap yang satunya lagi.


Regina terlihat semakin mengepalkan kedua tangannya dengan kuat menahan emosi. Benar bagi Regina. Dia tak boleh kalah oleh Allena. Bagaimanapun dia sudah menyukai Aziel dari dulu, dan dia tidak boleh membiarkan Allena merebut Aziel darinya.


"Kalian tenang aja, gue pasti bakal lakuin sesuatu ke cewek sok kecakepan itu. Gue nggak bakalan biarin dia rebut Aziel dari gue. Nggak akan pernah".


"Lihat aja, tu cewek pasti bakalan nyesel karena udah berpikir mau ngerebut Aziel dari gue. Emang sialan tuh cewek, kurang ajar". Umpat Regina yang memang sudah sangat marah menahan emosi saat ini.


Regina memang sudah sangat tak suka kepada Allena. Gadis itu berpikir Allena akan merebut Aziel darinya, dan itu membuatnya semakin kesal. Padahal ini mah, Aziel kali yang udah tercandu-candu sama Allena. Iya nggak para readers๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…


Banyak yang meneriaki nama Aziel, tidak sedikit pula yang meneriaki nama Allena.


"Allenaaa... semangat.... masukin bolanya yooo...!!". Teriak Zee yang juga menonton pertandingan taruhan itu.


"Wooo... Allenaaa.... ayoo... masukin bolanya". Timpal Tessa yang juga ikut-ikutan.


Terdengar suara dukungan dari para penonton seperti pertandingan serius saja.


Terlihat Allena akan memasukan bola ke ring, "Ya iya ya ya.. masukin bolanya Len, lo bisa Len ayoo...". Teriak Tessa yang tegang melihat Allena dan...


"Yaa... yeeess...gooall.. bolanya masuk.. yoo Allena... hebat.... besti gue tuh wuuhh..". Teriak Tessa yang semakin heboh ketika Allena berhasil memasukan bola basket ke ring lawannya yaitu Aziel.


Sementara Airin dan Zee berjingkrak-jingkrak kegirangan bersama sambil bergandengan tangan.


"Yees.. berhasil wuuu". Girang Zee dan Airin bersamaan sambil saling menubrukan badan bersama.


Sedang Aziel yang melihat Allena berhasil memasukan bola hanya tersenyum miring, "Boleh juga". Ucap Aziel saat dia sudah berhadapan dengan Allena.


"Tapi ini baru permulaan, lu akan lihat permainan yang sebenarnya". Sambung Aziel sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Allena.


Sementara Allena, gadis itu hanya memandang pergerakan Aziel. Dia tak ingin banyak bicara.


"Ayo Baby, kemari! Ambil bolanya kalau bisa". Ucap Aziel yang mendrible bola ditangannya dengan sebelah tangannya lagi seperti gaya mengajak Allena untuk maju.


Allena kemudian maju berusaha untuk mengambil bola, dan hap..


"Siap-siap lu ngedate ama gua". Ucap Aziel.

__ADS_1


Dengan cepat Aziel menghindari Allena dari samping dan langsung memasukan bola kedalam ring dan goal..


Suara teriakan dan tepuk tangan dari penonton semakin keras dengan kemenangan yang diraih oleh Aziel dengan skor 15 - 10.


Suasana di aula itu menjadi sangat ramai akibat para penonton yang histeris dan heboh melihat pertandingan taruhan itu.


Sementara Aziel mulai mendekat kearah Allena yang tengah berdiri ditengah lapangan sambil memandangnya tanpa ekspresi.


"Gimana?". Ucap Aziel yang saat ini sudah berdiri dihadapan Allena dengan sambil memegang bola basket ditangannya.


Allena mengangkat kepalanya memandang Aziel yang lebih tinggi darinya, "Ya mau gimana lagi? Sesuai taruhan kan". Jawab Allena santai.


Aziel menaikan sebelah sudut bibirnya, "Bagus. Gua pegang janji lu. Ingat, lu harus mau ngedate ama gua". Peringat Aziel.


Allena menghela nafas, "Hmm". Hanya itu jawaban Allena.


Sementara Aziel mulai semakin dekat kearah Allena lalu sebelah tangannya dia angkat, merangkul pinggang Allena dengan lembut dan langsung memajukan kepalanya mencium puncak kepala Allena hingga beberapa detik. 'Bagaimanapun lu milik gua sekarang. Nggak akan pernah gua biarin siapapun ngerebut lu dari gua. Siapapun itu'. Batin Aziel masih dengan posisinya.


Aziel bahkan tidak mempedulikan murid-murid yang sedang menonton karena perlakuannya pada Allena.


"Shi*t, Bang*sat tuh cewek!!". Umpat Regina yang melihat pemandangan didepannya yang membuatnya naik pitam.


"Aghh". Regina kemudian pergi dari sana tak ingin melihat hal yang membuatnya semakin emosi.


Teman-teman Regina kemudian menyusul wanita itu dan ikut pergi dari sana.


Sementara murid-murid lainnya yang melihat interaksi Aziel dan Allena hanya menatap histeris hingga ada beberapa mulut mereka yang menganga memandang tak percaya.


Mereka semakin dibuat histeris dan heboh semakin heboh banget. Di aula itu bahkan dipenuhi dengan suara histeris murid-murid itu.


Sementara Aziel kemudian mulai melepas lalu mundur satu langkah. Pria itu kemudian menaikan sebelah alisnya sambil memandangi Allena dengan senyum smirk khas dirinya.


Sedetik kemudian Aziel berbalik lalu pergi meninggalkan Allena menuju kerumunan teman-temannya yang juga berada disisi lapangan.


Sementara Allena hanya memandang Aziel yang berjalan membelakanginya. Allena kemudian menghela nafas lalu berbalik melangkahkan kakinya menuju sisi lapangan lainnya dimana Allena meletakan barang-barangnya tadi. Disana sudah ada ketiga sahabat wanitanya Zee, Tessa, dan juga Airin.


"Kyaa.... yaampun Allena, lo ada hubungan apa sama Kak El sebenarnya ha? Ngomong cepetan sama gue. Jujur sama gue Allena, astagaa...!!". Zee terlihat begitu sangat heboh ketika Allena sudah berada disana.


"Lo pacaran sama Kak El? Iya Len? Jujur Len, jujur". Sambung Zee lagi yang tak sabaran.


Allena tak menjawab. Gadis itu hanya meraih jaketnya pada Tessa lalu memakainya. Lalu memakai juga tas punggung kecilnya.


"Len, jawab Len. Lo jangan buat gue mati penasaran kaya gini. Lo ada hubungan apa sama Kak El? Jujur Len, sama gue". Ucap Zee lagi. Gadis itu memang sangat penasaran dengan hubungan antara Allena dan Aziel. Apa lagi melihat perlakuan Aziel tadi pada Allena, membuat Zee menaruh curiga kepada kedua sejoli itu.


"Udah, nggak usah bahas itu. Kita pulang sekarang, gua cape mau istirahat". Ucap Allena. Gadis itu tidak ingin membahas masalah hubungan antara dirinya dengan Aziel.


Sementara ditempat Aziel, pria itu terlihat berbincang-bincang dengan sekumpulan teman-temannya.


"Widihh... gercep juga lo El, gimana tuh sama Alexa? Kasihankan kalau lo anggurin, mending buat gue aja. Iya nggak". Ucap salah satu teman Aziel dengan gaya petakilannya.


"Iya El, masa lo embat semuanya. Bagi-bagilah buat kita juga". Timpal salah satu teman Aziel lagi.


Aziel menggeleng heran melihat tingkah teman-temannya itu, "Udah berapa kali gua bilang ke kalian semua, kalau gua sama Alexa itu nggak ada hubungan apapun apalagi sampai pacaran-pacaran kaya gitu. Kalian mau ambil, silahkan! Gua nggak peduli ama tu cewek.


"Yang terpenting cuman satu. Kalian semua jangan pernah berani-beraninya ganggu Allena, kerena cewek itu cuman milik gua. Kalau sampai diantara kalian ada yang berani ganggu Allena, abis kalian ama gua". Ancam Aziel pada teman-temannya itu, membuat mereka tak berani membantah perkataan Aziel. Mereka semua memang tak berani kepada pria itu.


"Kita ke markas sekarang! Ya, kunci motor gua". Sambung Aziel sambil meminta kunci motornya pada Setya yang juga ada disana.


Setya kemudian memberikan kunci motor Aziel.


"Berangkat!". Ucap Aziel dengan menaikan tangannya memberi kode kepada teman-temannya.

__ADS_1


Mereka semua kemudian bergegas mengikuti perintah Aziel dan beranjak pergi dari aula SMAN Nasional.



__ADS_2