
Kini keempat orang itu sudah berada di Taman Safari. Selama mereka berjalan-jalan di taman itu, Papah Robert dan Mommy Tiara selalu berjalan berdampingan dengan saling bergandengan bak ABG.
Sementara di belakang kedua orang itu ada Allena dan Louis yang juga jalan dengan saling berdampingan namun tidak saling bersentuhan sedikit pun. Keduanya bahkan jaga jarak seperti dikarantina saja.
Allena terus memandangi kedua orang tuanya di depan sana dengan tampang datarnya. Tidak ada yang tau apa yang sedang dipikirkannya.
Meskipun mereka terlihat jalan bersama hanya dengan berempat, tapi jangan salah di Taman Safari itu menyebar anak buah suruhan Papah Robert untuk berjaga kalau-kalau saja nanti ada yang berbuat jahat dengan mereka.
Mungkin para pengunjung yang lainnya tidak akan menyadari hal itu karena para anak buah yang dipekerjakan Papah Robert memakai baju santai tidak seperti biasanya yang selalu memakai pakaian berwarna hitam. Itu juga dilakukan agar tidak mengganggu ketenangan para pengunjung lainnya, juga agar mereka tidak menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung yang berdatangan.
Disana Papah Robert dan Mommy Tiara sangat berbahagia dan bersenang-senang. Sementara Allena, gadis itu hanya diam sembari melihat-lihat apa saja yang ada di Taman Safari itu.
Allena lalu menyalakan ponsel yang ada di genggamannya. Kemudian mengabadikan foto yang terlihat dimana Mommy Tiara mencoba memberi makan seekor panda dengan dibantu Papah Robert. Kedua orang tua itu terlihat sangat bahagia. Dan tanpa sadar seulas senyum terbit di bibir Allena. Gadis itu masih fokus memotret juga merekam kebersamaan orang tuanya.
"Ehem ehem, tumben gue lihat lo senyum". Tegur Louis di samping Allena.
Seketika Allena melirik sinis ke arah Louis, "Kenapa? Masalah?". Kemudian kembali fokus dengan ponselnya.
"Nggak, nggak masalah kok. Cuman tumben aja gitu gue lihat lo senyum kaya gitu". Sahut Louis.
Allena seketika menghentikan aktivitasnya lalu segera mematikan ponselnya, "Hmm". Gumam Allena tak peduli.
Louis hanya menggeleng sembari berdengus lucu melihat tingkah Allena, pria itu kemudian berkata, "Lo mau coba kasih makan juga?". Tanya Louis.
"Nggak usah". Jawab Allena.
"Kenapa?
"Males. Nggak penting". Kemudian Allena mulai berjalan ingin melihat ke tempat lain juga.
Louis yang melihat Allena pergi segera menyusulnya.
Takutnya tuh bocah hilang, karena Allena ini jarang banget jalan-jalan bareng keluarganya. Kalau hilang gimana. Nyusahin nanti😂
Setelah puas berjalan-jalan, melihat-lihat keanekaragaman yang ada di Taman Safari, kini keempat orang itu sudah berada di salah satu restoran dekat taman. Restoran itu memang restoran yang di kelolah oleh Mommy Tiara. Mereka kemudian duduk di meja besar dengan saling berhadap-hadapan.
"Kamu mau pesan apa Sayang?". Tanya Mommy Tiara ke arah Allena.
"Terserah". Jawab Allena datar.
Mommy Tiara hanya tersenyum, "Yasudah biar Mommy yang pesenin ya". Ucap Mommy Tiara akhirnya.
Selama menunggu pesanan datang, ketiga orang itu saling berbincang-bincang. Sedang Allena, gadis itu hanya diam mendengar obrolan mereka tanpa berniat ikut nimbrung sedikit pun.
Tiba-tiba...
"Hai Om, Tante!". Sapa Aziel yang muncul dari arah lain.
Membuat mereka semua langsung menoleh ke arah Aziel. Begitupun Allena yang sekilas bertemu pandang dengan Aziel sebelum pria itu kembali menoleh ke arah kedua orang tua Allena.
"Eh kamu... sepertinya Tante mengenalimu Nak, kamu...
"Aziel Tante!". Imbuh Aziel cepat.
"Ah iya Aziel. Kamu teman sekolahnya Allena kan? Yang waktu itu datang ke rumah bareng teman-temannya Allena yang lainnya?". Tebak Tante Tiara mengingat-ingat.
"Iya Tante". Sahut Aziel dengan tersenyum sopan.
"Kamu datang sama siapa kesini Nak? Kamu sendirian?". Tanya Mommy Tiara.
"Nggak kok Tan! Aziel dateng bareng temen-temen Aziel". Jawab Aziel sembari menunjuk ke arah geng motornya yang berkumpul di sisi restoran tak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Ohh gitu. Kalau gitu kamu ajak kesini saja teman-teman kamu, biar mereka makan bersama kita". Ajak Mommy Tiara, lalu beralih ke arah suaminya, "Nggak papa kan Pah kalau mereka semua makan bersama kita?". Tanya Mommy Tiara dengan tersenyum ke arah suaminya.
"Ya tidak apa-apa. Kalau Mamah menginginkan seperti itu, Papah tentu saja pasti mengizinkan". Jawab Papah Robert sembari membalas senyuman istri tercintanya.
"Eh, tidak usah Tan, jangan. Terima kasih! Teman-teman Aziel itu pada bar-bar kelakuannya Om, Tante. Takutnya mereka semua bisa rusakin acara makan disini. Mereka disana saja, biar Aziel yang ikut bergabung. Tidak apa-apakan Om, Tante?". Sahut Aziel dengan sopan.
"Yasudah kalau begitu. Silahkan duduk Nak!". Ucap Papah Robert mempersilahkan Aziel untuk duduk.
Aziel kemudian dengan senang hati mengambil tempat duduk di samping Allena. Jadi posisinya Allena berada di tengah-tengah antara Aziel dan Louis, berhadapan dengan Papah Robert dan Mommy Tiara yang juga duduk saling berdampingan.
Tidak lama kemudian beberapa Pelayan datang dengan sambil membawa pesanan makanan, lalu meletakan semua makanan itu di atas meja.
"Silahkan makan Nak Aziel, kebetulan Om pesan makanannya banyak tadi". Ucap Papah Robert pada Aziel.
"Baik Om, terima kasih". Sahut Aziel mengangguk sopan.
Setelah Papah Robert memerintah semua Pelayan tadi pergi, mereka berlima mulai menyantap makanan mereka.
Asal kalian tahu saja, sedari tadi Louis selalu menggerutu dalam hati karena keberadaan Aziel diantara mereka-mereka semua. Kenapa disaat-saat seperti ini juga masih harus ada Aziel yang ikut nimbrung. Kenapa juga Aziel harus datang dan menghampiri mereka semua lalu duduk di samping Allena. Hal itu benar-benar membuat Louis kesal setengah mampus.
Sedang Allena, gadis itu sedari tadi hanya diam tak berbicara apa pun. Allena hanya mulai menyantap makanannya dengan tenang dan lahap seakan tak mempedulikan keberadaan Aziel di situ.
Sekitar 10 menit Allena berhenti menyantap makanannya. Lalu meraih jus meminumnya.
"Pah, Mah, Allena mau ke toilet dulu". Seru Allena seketika berdiri dari kursi.
"Iya Sayang". Sahut Mommy Tiara mendongak, kemudian kembali melanjutkan makan.
Sementara Allena sudah melenggang pergi dari sana.
__ADS_1
Tidak lama Allena pergi, ponsel di saku jaket yang dikenakan Aziel berdering pertanda ada panggilan masuk. Segera Aziel mengambil ponselnya.
"Maaf Om, Tante, Aziel angkat telfon dulu ya, penting soalnya". Izin Aziel ke arah kedua orang tua Allena.
"Ah iya silahkan, silahkan Nak, takutnya memang penting". Sahut Papah Robert.
"Baik Om!". Aziel kemudian beranjak dari sana menjauh untuk mengangkat ponselnya.
"Halo!". Seru Aziel yang mulai menjauh.
"......"
Sementara itu Allena yang sudah berada di depan toilet segera masuk ke dalam dan duduk di atas closet duduk itu. Allena hanya diam saja disitu seperti tengah memikirkan sesuatu. Sesekali terdengar hembusan nafas yang keluar dari mulutnya.
Setelah selesai dan merasa sudah enakan, Allena berdiri lalu membuka pintu. Saat hendak keluar, tiba-tiba saja Aziel sudah ada di hadapannya, membuat Allena terkejut.
"Lu...
Belum sempat melanjutkan ucapannya, Aziel sudah membekap mulut Allena dan langsung mendorong gadis itu ke belakang bersamanya hingga kembali masuk ke dalam toilet umum itu. Dan dengan cepat Aziel menutup pintu dengan satu tangannya lalu menguncinya dari dalam.
"Sssttt.. diem!". Desis Aziel saat sudah mendorong Allena ke dinding toilet dengan masih membekap mulut gadis itu.
Tiba-tiba saja terdengar suara derupan langkah kaki seseorang, dan orang itu berhenti tepat di depan toilet yang kini ada Allena dan Aziel di dalamnya.
Aziel memandangi bayangan orang itu dari celah bawah pintu toilet. Sementara Allena mulai melirik ke arah Aziel yang begitu dekat dengannya. Allena bahkan dapat mencium aroma maskulin yang keluar dari tubuh Aziel, karena posisi Aziel yang saat ini membekapnya sambil memeluk dirinya.
Allena jadi mengingat saat dirinya dan Aziel pernah seperti ini waktu perayaan ulang tahun Alexa. Mereka berakhir di dalam toilet berdua saat Allena sendiri mencoba ingin menenangkan dirinya juga waktu itu.
"Tenang aja orangnya udah pergi". Ucap Aziel seketika menyadarkan Allena dari lamunannya.
Allena melirik sinis Aziel, dan tanpa berlama-lama Allena langsung mendorong Aziel menjauh darinya.
"Apaan sih lu? Ngapain lu ngikutin gua ampe kesini?". Sentak Allena tajam.
"Nggak papa. Gua cuman kangen aja ama lu". Jawab Aziel santai yang juga bersandar di dinding toilet sambil bersedekap dada.
"Ha? Nggak jelas lu gila!". Sinis Allena yang mulai beranjak dan ingin membuka pintu.
Namun dengan cepat Aziel menarik lengan Allena menghentikan tindakan gadis itu, "Lu mau kemana?
"Ya mau keluar lah. Lepasin tangan gua!". Sentak Allena yang dengan mudah lengannya langsung terlepas dari genggaman Aziel begitu saja.
Aziel kembali bersedekap dada, "Emang lu nggak kangen ama gua?". Tanya Aziel yang membuat Allena berbalik sembari mengerutkan alisnya menatap Aziel.
"Maksud lu?
Aziel tersenyum miring, "Ya lu kangen nggak ama gua? Gua capek Allen bertengkar terus ama lu. Gua kangen ama lu, gua pengen meluk lu". Ucapnya.
"Ha? Lu kenapa sih? Tiba-tiba gitu.
Allena sontak terkaget saat Aziel tiba-tiba memeluknya. Langsung saja gadis itu mencoba mendorong Aziel, "Lepasin!". Keluhnya.
"Bentar doang Allena". Ucap Aziel langsung mengeratkan pelukannya.
Mendengar itu Allena terdiam membiarkan Aziel memeluknya sambil memikirkan sesuatu.
"Allen!". Panggil Aziel tiba-tiba.
"Hmm". Gumam Allena.
"Gua boleh nyium lu nggak?
Allena seketika mendongakan kepalanya ke atas dan sudah mendapati Aziel yang menunduk sembari menatapnya. Mata hitam pekat itu begitu intens menatapnya.
"Kenapa minta izin dulu? Biasanya juga lu langsung nyosor kan". Ucap Allena tanpa ekspresi. Mata hazelnya membalas tatapan pria bertubuh tinggi yang memeluknya saat ini.
"Jadi boleh nih?". Tanya Aziel sembari menunjukan senyum smirk khas dirinya.
"Bukan gitu guammphh...
Sontak mata Allena membulat saat benda kenyal itu sudah menyentuh bibirnya dan langsung memberikan luma*tan lembut di bibirnya.
Tidak berselang lama Allena mulai memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Aziel di bibir ranumnya.
Bohong jika Allena tidak menyukai setiap Aziel melakukan dengan lembut padanya. Gadis itu pasti akan langsung terbawa suasana jika Aziel sudah melakukannya dengan lembut.
Aziel kemudian melepaskan ciumannya memandangi wajah Allena yang mulai membuka matanya.
"Gua bakal lakuin ini sebentar aja karena gua bakalan pergi dari sini bentar lagi. Jadi lu sabar dikit ya". Ucap Aziel kemudian dengan terus menatap intens Allena.
Allena yang mendengar itu seketika mengerutkan alisnya tak paham akan maksud Aziel.
Mengerti akan kebingungan Allena, Aziel langsung berdengus lucu.
"Maksud gua, gua bakal pergi dari restoran ini sebentar lagi. Gua datang kesini cuman mau ketemuan ama lu. Karena sebentar ini gua lagi ada urusan sama anak-anak Alcandor. Udah paham kan Allen?". Terang Aziel.
"Oh kirain lu maummpphhh...
Sementara itu...
"Ini Allena kemana sih nggak balik-balik juga dari tadi". Mommy Tiara mulai khawatir dengan Allena yang belum juga kembali. "Pah Allena Pah, anak kita belum juga balik-balik dari tadi.
"Mamah yang tenang, Allena kan izin ke toilet tadi. Bentar juga anaknya balik". Ucap Papah Robert menenangkan istrinya itu.
__ADS_1
"Gimana Mamah bisa tenang Pah, Allena dari tadi belum balik. Papah ini gimana sih?". Ucap Mommy Tiara yang mulai kesal terhadap suaminya.
"Mamah ini mikirnya gimana toh. Restoran ini kan milik keluarga kita, nggak mungkin ada yang berani macam-macam disini. Papah juga udah suruh anak-anak buah Papah buat jaga di restoran ini. Papah suruh mereka semua nyebar. Jadi tidak akan ada yang berani berbuat jahat sama keluarga kita". Jelas Papah Robert.
Mendengar itu Mommy Tiara langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh area restoran itu. Dan benar saja, disana ternyata banyak sekali anak-anak buah suruhan Papah Robert untuk berjaga-jaga.
"Tapi tetap saja dong Pah, Mamah itu khawatir. Allena juga dari tadi belum balik-balik. Kalau sampai terjadi sesuatu sama Allena gimana Pah". Ucap Mommy Tiara yang masih terus saja khawatir.
"Yasudah kalau begitu Mamah tunggu disini. Papah mau telfon anak buah Papah dulu". Papah Robert kemudian beranjak lalu berjalan menjauh sambil terlihat seperti tengah menghubungi seseorang.
"Tante, Tante yang tenang ya". Ucap Louis yang kasihan melihat kekhawatiran calon mertuanya(itupun kalau jadi ya Louis😂😂)
"Gimana Tante bisa tenang Louis. Kamu lihatkan Allena belum balik-balik juga dari tadi. Tante khawatir kalau sampai terjadi sesuatu sama Allena". Cicit Mommy Tiara.
"Kalau gitu Tante tunggu disini, biar Louis yang cari Allena". Ucap Louis yang mulai berdiri dari kursinya.
"Iya Louis, kamu juga hati-hati ya Nak.
"Iya Tante". Louis mulai berbalik.
Namun baru melangkah, Allena mulai terlihat di ujung sana berjalan mendekat ke arah mereka.
"Allena! Kemana saja kamu Nak? Kenapa lama sekali? Mamah khawatir sama kamu, Sayang". Seru Mommy Tiara kala melihat anak yang ternyata baik-baik saja.
"Allena kan udah bilang ke kamar mandi tadi". Sahut Allena kembali duduk di kursinya.
"Allena!". Seru Papah Robert yang melihat Allena, "Kemana saja kamu? Ke toilet kok lama sekali. Memangnya apa yang kamu perbuat disana sampai lama begitu? Bikin Mamah kamu khawatir kamu tau". Omel Papah Robert yang juga kembali duduk di kursinya.
Allena langsung saja bersungut sinis, "Idih apaan sih lebay amat!
"Apa kamu bilang Allena? Lebay?". Semprot Papah Robert menatap galak Allena, "Mamah kamu itu begitu karena khawatir tau. Kamu malah bilang lebay. Anak macam apa kamu ini?
"Apaan sih? Emangnya kalian lihat Allena sekarang gimana? Allena nggak kenapa-napa kan? Allena juga nggak ada luka-luka kan? Kenapa mesti diributin? Lebay amat. Allena juga sekarang udah balik kan, udah ada disini lagi". Balas Allena tak mau kalah.
"Allena, kamu...
"Udah Pah, jangan! Nggak usah diributin lagi! Malu dilihatin sama pengunjung disini". Ucap Mommy Tiara melerai perdebatan antara suami dan anaknya.
"Tapi Mah, anak ini sudah...
"Pah...". Mommy Tiara menggeleng, "Udah! Mamah nggak papa kok. Mungkin memang Mamah yang terlalu berlebihan. Jadi tidak usah diperpanjang ya Pah.
"Mamah ini gimana? Ya yang namanya seorang Ibu pasti akan selalu khawatir terhadap anaknya. Jadi Mamah nggak salah dong". Bela Papah Robert.
"Iya Pah, Mamah tau. Tapi Mamah nggak mau Papah sama Allena debat lagi. Mamah nggak mau lihat itu. Udah ya Pah". Melihat wajah istrinya yang mulai sendu akhirnya Papah Robert berhenti berdebat.
Papah Robert juga tidak ingin membuat istrinya menangis lagi jika melihat perdebatan antara dirinya dan Allena, anaknya.
"Yasudah kalau begitu!". Ucap Papah Robert akhirnya. Kemudian menoleh ke arah anaknya yang sangat batu itu.
"Kamu Allena, masih mau lanjut makan atau tidak?". Tanya Papah Robert kemudian.
"Nggak usah. Allena udah kenyang". Jawab Allena sedikit ketus.
"Terserah kamu saja". Sahut Papah Robert. Bagaimana pun Papah Robert sudah tidak ingin berdebat lagi.
Tidak berselang lama Aziel datang dari arah lain.
"Maaf lama, tadi Mamah saya nelpon". Ucap Aziel.
"Tidak apa Nak". Sahut Mommy Tiara tersenyum, "Kalau gitu kamu udah mau balik atau mau lanjut makan?
"Kayanya Aziel balik duluan deh Tan, soalnya ada urusan juga. Nggak papa kan kalau Aziel balik duluan?
"Iya, nggak papa Nak. Pasti urusan penting kan? Nggak mungkin juga Tante nahan kamu disini". Sahut Mommy Tiara dengan sedikit candaan membuat Aziel tersenyum tipis.
"Tante bisa aja". Kemudian Aziel mendekat ke arah kedua orang tua Allena, "Kalau gitu Aziel duluan ya Om, Tante". Lalu mencium punggung tangan keduanya dengan sopan.
"Iya. Hati-hati ya Aziel". Seru Mommy Tiara.
"Iya Tante makasih". Kemudian beralih ke arah Louis.
"Gua duluan ya Bro". Ucap Aziel sembari menepuk-nepuk bahu Louis dengan tersenyum membuat Louis mendongak membalas tatapan Aziel dengan datar.
Aziel berdengus dengan tatapan Louis untuknya, kemudian melirik Allena di samping sana, "Allen, gua duluan ya!". Seru Aziel sembari tersenyum penuh arti.
Sementara Allena hanya menoleh menatap Aziel tanpa ekspresi.
Aziel kemudian kembali beralih menatap Louis yang sudah memberikan tatapan menohok untuknya.
Sekali lagi Aziel kembali menepuk-nepuk bahu Louis, lalu benar-benar pergi dari sana menuju dimana anak-anak buahnya masih berada.
Sedang Allena, gadis itu terus memandang datar Aziel yang mulai berjalan menuju tempat geng Alcandor berada. Dan tidak lama anak-anak geng itu terlihat berdiri setelah Aziel memberi intruksi, lalu membubarkan diri pergi dari sana mengikuti Aziel.
...******...
Setelah makan siang selesai, menjelang sore keempat orang itu memutuskan untuk langsung pulang ke mansion. Tadi sewaktu selesai makan, Asisten Pribadi Papah Robert menelfon Papah Robert untuk segera ke kantor mengurusi masalah pekerjaan yang tidak boleh di tunda.
Akhirnya setelah tiba di mansion Papah Robert segera bersiap-siap dan langsung menuju ke perusahaan milik keluarga Albern yang berjalan di bidang elektronik dan properti.
Ya mau gimana lagi. Padahal Papah Robert sudah menghandel pekerjaannya hari ini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.
Ternyata rekan bisnis Papah Robert yang berasal dari Jerman datang hari itu juga dan meminta ingin bertemu langsung dengan Papah Robert. Akhirnya mau tidak mau Papah Robert harus memenuhi permintaan dari rekan bisnisnya yang berasal dari Jerman itu dan tidak jadi menghabiskan waktunya bersama keluarga tercinta.
__ADS_1