Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 38 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Mentari nampak muncul dari cakrawala memancarkan sinarnya. Seorang gadis terlihat masih tengah tertidur tanpa mempedulikan alarm yang masih terus berbunyi.


Hingga ketukan pintu kamar dari gadis tersebut mulai terdengar masih juga tak membangunkannya. Beberapa saat suara ketukan itu berhenti dan menjadi suara seperti orang yang tengah memutar knop pintu dan membuka pintu tersebut.


"Allena.. Bangun sayang! Udah pagi. Kamu nggak ke sekolah?". Ucap Mommy Tiara membangunkan gadis yang tengah masih tertidur itu.


"Sayang.. Ayo bangun! Nanti kamunya kesiangan loh". Seru Mommy Tiara lagi.


Tidak lama Allena kemudian bangun dan mencoba mengumpulkan nyawanya.


"Sayang kamu mandi terus siap-siap ya! Mommy tunggu dibawa. Kamu jangan kelamaan nanti kesiangan. Kalau gitu Mommy duluan ke bawah". Ucap Mommy Tiara.


Mommy Tiara kemudian berlalu keluar dari kamar Allena dan langsung turun ke bawah ke ruang makan.


Sementara Allena gadis itu duduk sebentar untuk mengumpulkan niatnya. Setelah beberapa saat Allena kemudian turun dari ranjangnya mengambil handuknya dari dalam lemari, lalu masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.


Setelah 15 menit Allena selesai dan keluar dari kamar mandi. Allena kemudian menuju lemari pakaian dan mengambil seragam sekolahnya. Allena lalu bersiap-siap dan memakai seragamnya.


Setelah selesai bersiap-siap Allena kemudian turun ke bawah menuju ruang makan dan duduk disana.


"Sayang kamu sudah selesai? Kamu sarapan dulu ya. Mommy udah siapin". Ucap Mommy Tiara sambil meletakan dimeja roti tawar yang sudah dioleskan dengan selai coklat dan segelas susu dihadapan Allena.


Allena lalu memakan sarapannya dengan tenang dan hikmat. Mommy Tiara kemudian duduk dimeja makan bersama Allena dan ikut sarapan bersama.


Tidak berapa Allena selesai sarapan dan langsung berdiri dari meja makan tanpa mempedulikan Mommy Tiara.


Allena kemudian mengambil kunci mobilnya dari dalam tas dan langsung keluar rumah menuju parkiran.


Allena lalu masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit Allena kemudian tiba di sekolah. Allena lalu masuk kedalam sekolah dan memarkirkan mobilnya. Allena lalu turun dari mobilnya dan langsung menuju ke kelasnya.


Saat tiba di kelas Allena melihat teman-temannya sedang berkumpul bersama dan tengah terlihat membicarakan sesuatu. Allena kemudian menghampiri mereka.


"Eh.. Allena! Lo udah denger belum berita tentang Kak Aziel sama si Alexa pacaran?". Seru Zee pada Allena.


Allena yang mendengar itu tak menggubris. Dia tetap melanjutkan langkahnya menuju tempat duduknya. Allena kemudian duduk disana.


"Ngapain lo nanyain hal itu ke Allena? Nggak bakal dijawab. Dia mah orangnya nggak pedulian. Berita yang kek gitu juga dia nggak bakal peduliin. Nggak penting buat dia. Iya nggak Allena?". Ucap Gamma pada Allena.


Allena tak menjawab. Gadis itu hanya menaikan kedua alisnya.


"Lihatkan. Gue juga bilang apa. Nggak bakal diurusin mah urusan yang kek gitu sama Allena". Ucap Gamma lagi.


"Iyasih. Tapi gimana ya? Menurut gue tu Kak Aziel sama Alexa nggak cocok gitu. Kaya nggak pas aja. Buta kali ya Kak Aziel bisa pacaran sama cewe yang modelannya kaya Alexa". Cibir Zee.


"Ya namanya juga suka. Mau seburuk-buruknya Alexa juga kalau Kak El udah suka mah nggak bakal dilihat tu keburukannya Alexa. Baik mulu menurut dia. Itulah yang dinamakan...". Ucap Gamma berbalik ke arah Manaf sambil menunjuk Manaf.


"Cinta Buta! Ahahaha.....!!". Ucap Gamma dan Manaf bersamaan. Mereka kemudian tertawa dengan keras.


"Tapi gue setuju ama ucapan Ayang Zee. Nggak cocok kalau mereka berdua pacaran. Aneh aja gitu gue lihatnya". Timpal Alvian.


"Nah kan. Emang bener apa gue kata". Ucap Zee.


"Kan kita berdua udah bilang kalau itu namanya Cinta Buta". Ucap Manaf tetap dengan tawanya.


"Kayanya emang udah buta sih Kak El itu. Kasian gue lihatnya". Timpal Tessa sambil menahan tawanya.


"Kalian bisa nggak, udahan bahas tentang itu? Nggak penting tau nggak. Nggak ada yang lain apa selain kalian bahas tentang hal itu? Sakit telinga gua denger itu mulu dari tadi yang kalian bahas". Ucap Allena yang mulai buka suara sambil menatap mereka datar.


"Yaampun Allena sensi amat. Santai aja kali. Kitakan lagi bahas tentang berita yang lagi panas diperbincangkan di sekolah ini". Ucap Manaf.

__ADS_1


"Iya.. Tapi yang lagi kalian bahas itu tentang hal yang nggak penting. Ngerti lu?". Ucap Allena lagi dengan tetap memasang tampang datarnya.


Airin yang merasa Allena sedang dalam keadaan tidak baik segera menghampiri gadis tersebut.


"Manaf!". Tegur Gamma pada Manaf sedikit mengecilkan suaranya sambil menggelengkan kepalanya.


Manaf yang mengerti segera berhenti berbicara dan langsung diam.


"Allena lo kenapa? Lo lagi ada masalah?". Tanya Airin lembut pada Allena.


"Gua nggak kenapa-napa". Jawab Allena sambil menatap datar Airin.


"Umm.. Yaudah! Kalau lo lagi ada masalah atau ada hal yang pengen lo ceritain.. Lo cerita aja ke gue atau sama temen-temen yang lain. Lo nggak perlu sungkan buat cerita. Karena kita teman lo. Lo boleh cerita semua masalah tentang lo. Apapun itu". Ucap Airin sambil tersenyum pada Allena.


"Tapi gua emang nggak ada masalah apa-apa". Ucap Allena tetap dengan tampang datarnya.


"Gue paham. Tapi kalau ada yang mau lo ungkapin, cerita aja. Oke!". Ucap Airin lagi dengan senyumnya.


"Iya". Ucap Allena kemudian.


Mereka kemudian lanjut mengobrol dengan membahas yang lain melupakan berita tentang Aziel dan Alexa. Mereka mengobrol hingga bel berbaris berbunyi.


"Selamat pagi anak-anak! Hari ini Bapak selaku Kepala Sekolah di sekolah ini ingin menyampaikan hal yang sangat penting untuk anak-anaku sekalian". Ucap Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri Nasional.


"Tidak lama lagi kalian semua akan menghadapi yang namanya Ulangan Akhir Semester. Jadi.. satu hal yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anaku semuanya. Tolong belajar yang rajin dan lebih giat lagi untuk menghadapi UAS ini. Jangan banyak bermain dan jangan banyak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Belajar lebih giat agar kalian semua bisa mendapatkan nilai yang sempurna". Ucap Pak Kepala Sekolah.


"Mungkin itu saja yang Bapak ingin sampaikan. Silahkan kembali ke kelas kalian masing-masing!". Ucap Bapak Kepala Sekolah mengakhiri ceramahnya.


Semua murid pun meninggalkan lapangan barisan dan kembali ke kelas mereka masing-masing.


...*****...


Jam pelajaran telah selesai. Saat ini adalah waktu jam istirahat. Terlihat Allena keluar dari dalam kelasnya dan berjalan sendirian. Allena ingin menuju kantin.


Tidak lama Aziel kembali keluar ke dalam kelas itu, akan tetapi Aziel keluar dengan bergandengan bersama Alexa. Mereka terlihat tertawa bersama.


Saat mereka keluar tak sengaja Aziel melirik Allena sekilas yang sedang memandangi mereka. Terlihat ada sedikit tarikan dari sudut bibir lelaki itu. Aziel kemudian mengalihkan pandangannya kembali tak peduli pada Allena. Aziel dan Alexa lalu berjalan menuju kantin bersama.


Sementara Allena, gadis itu hanya diam berdiri ditempatnya sambil memandang datar Aziel dan Alexa berjalan bersama sambil bergandengan. Allena kemudian menarik nafasnya. Gadis itu lalu melanjutkan langkahnya berjalan sendiri menuju kantin.


Setibanya di kantin Allena masuk kedalam dan memesan makanan. Allena lalu mengedarkan pandangannya kesekeliling kantin mencari tempat yang kosong. Tak sengaja dia bertemu pandang dengan Aziel.


Allena kemudian hanya memberikan tatapan datar pada Aziel. Gadis itu lalu dengan cepat kembali mengalihkan pandangannya. Allena kemudian berjalan menuju ke tempat kosong paling pojok dalam kantin dan duduk disana sendirian.


Gadis itu kemudian mulai makan dengan tenang tanpa menyadari Aziel yang terus menatapnya tajam dari kejauhan.


"Kenapa El?". Tanya Alexa.


"Oh! Nggak apa-apa". Jawab Aziel mengalihkan pandangannya dan mencoba untuk makan.


"Kalau gitu gue suapin lo ya". Ucap Alexa sambil mengangkat sendok ingin menyuapi Aziel.


"Nggak usah. Ngapain pake suap-suapan segala? Gua bisa makan sendiri. Mending lu makan makanan lu sendiri". Ucap Aziel menepis lengan Alexa.


"Tapi El kita kan...". Ucap Alexa terhenti.


"Kita apa?". Ucap Aziel memotong pembicaraan Alexa.


"Gua ama lu udah omongin ini. Jadi gua harap lu ngerti apa maksud gua". Ucap Aziel lagi sambil memandang datar Alexa.


"Oke oke yaudah gue ngerti. Tapi gue harap lo tepatin janji lo itu. Karna apa? Karna lo sendiri yang minta lo ama gue buat lakuin itu". Ucap Alexa.

__ADS_1


"Umm... Iya". Balas Aziel santai.


Mereka berdua lalu lanjut makan.


Ditempat lain saat ini Zee tengah berjalan ingin menemui Setya di kelasnya. Gadis itu sambil membawa kotak bekal berisi makanan untuk Setya.


Sesampainya disana Zee langsung masuk dan menghampiri Setya yang sedang berkumpul dengan teman-teman kelasnya.


"Hai Kak Setya! Zee bawain ini nih buat Kak Setya". Seru Zee sambil memberikan kotak bekal yang dibawanya untuk Setya.


Setya kemudian menoleh dan mendapati Zee yang sedang berdiri sambil menyodorkan kotak bekal dihadapannya.


"Ngapain lo disini? Sambil bawa bekal segala. Kaya anak kecil lo". Celoteh Setya.


"Kok kaya anak kecil. Inikan buat Kak Setya. Dimakan ya!". Ucap Zee sambil tersenyum.


"Buat gue? Lo kira gue bocah lo bawain gue kek ginian. Bawa balik sono! nggak mau gue". Ucap Setya menolak.


"Ko Kak Setya gitu. Kan Zee udah bawain ini buat Kak Setya". Ucap Zee memelas.


"Emang gue ada nyuruh lo buat bawain ini? Nggak kan? Udah bawa balik sana! Ngapain dah disini mulu?". Celoteh Setya.


"Tapi Kak ini enak loh. Kak Setya mau ya". Ucap Zee mendekat pada Setya dan mencoba memberikannya.


"Gue bilang gue nggak mau. Lo budek ya. Minggir sana!". Bentak Setya emosi sambil mendorong Zee sehingga kotak bekal yang dibawa Zee terjatuh.


Melihat kotak bekalnya jatuh dan makanan yang dibuatnya tumpah dan terhambur membuat Zee kaget dan sedih. Dibersihkannya makanan yang telah tumpah tersebut.


"Yaahh... Kak Setya kok gitu sih?. Tega banget. Jadi tumpahkan makanannya. Padahalkan Zee udah buat ini cape-cape buat Kak Setya. Tapi kenapa Kak Setya malah tumpahin? Kalau nggak mau kan nggak usah tumpahin juga". Ucap Zee dengan nada memelas.


"Salah lo sendiri lah. Ngapain pake sok-sokan datang kesini pake bawa kek ginian segala. Mau buat gue malu? Lo kira gue anak kecil?". Celoteh Setya tanpa merasa bersalah.


Sementara Zee, gadis itu masih memungut makanan yang telah dibuatnya. Zee kemudian berdiri dan berhadapan dengan Setya.


"Kak Setya jahat". Ucap Zee sambil berlari keluar dari dalam kelas tersebut.


"Wahh.. Parah banget lo Setya. Masa lo tumpahin makanan cewek tadi yang dia buatin untuk lo". Ucap salah satu teman didekat Setya.


"Ya biarin. Salah dia sendirilah. Ngapain coba pake acara datang kesini sambil bawa-bawa kek gituan. Dikata gue bocah kali yah". Ucap Setya tanpa merasa bersalah.


"Tapi setidaknya nggak lo tumpahin juga kan. Kasihan tu cewe jadinya. Udah cape-cape buatin buat lo, dibawain lagi ampe kesini. Tapi lo malah kaya nggak ngehargain tu cewek". Ucap orang itu lagi.


"Emang gue ada suruh dia bawain? Nggak ada kan? Yaudah. Emang gue peduli?". Ucap Setya lagi.


"Terserah lo lah! Susah emang kalau lo dikasih tau. Sama aja tuh kaya sepupu lo si Aziel. Sama-sama batu. Nggak mau dengerin saran orang". Ucap teman Setya.


"Udalah nggak usah bahas. Nggak penting juga kan. Ngapain dah malah bahas tu cewek". Ucap Setya.


Setya kemudian lanjut mengobrol bersama teman-temannya. Setya seperti tak merasa bersalah sama sekali pada Zee. Lelaki itu memang merasa tak bersalah atas perbuatannya.


Sedang Zee saat ini gadis itu tengah berlari menuju kelasnya dan tak sengaja menabrak Alvian.


"Aduuhh.. Alviaannnn!! Orang lagi sedih juga malah lo tabrak-tabrak. Bikin tambah emosi gue aja mmm.. Awas! Minggir! Gue mau lewat". Teriak Zee sambil mendorong Alvian lalu menuju kursinya dan duduk disana dengan keadaan cemberut.


Alvian yang melihat itu segera menghampiri Zee dan bertanya pada gadis itu.


"Ayang Zee ada apa sih? Kenapa mukanya cemberut gitu? Coba-coba cerita sama Babang Alvian yang ganteng ini". Ucap Alvian sambil mendekatkan wajahnya pada Zee.


"Iiiihhh... Alvian! Bukannya ngebantu malah tambah bikin emosi. Udah sono sono ah!". Celoteh Zee tetap dengan tampang cemberutnya.


"Yaudah yaudah cerita sama Babang Alvian. Siapa tau Babang Alvian bisa bantu. Kenapa sih Ayang Zee ku yang tersayang? Ada masalah apa?". Tanya Alvian.

__ADS_1


"Yaudah gue cerita nih. Tapi lo jangan ketawain gue ya? Awas lo kalau ketawain gue". Ucap Zee.


Zee kemudian mulai menceritakan awal dari dia membuat makanan untuk Setya dan membawakannya untuk Setya. Sampai dimana Zee juga menceritakan Setya yang sudah menumpahkan semua makanan yang telah dibuatnya untuk Setya. Dan Setya tidak merasa bersalah sama sekali atau hanya sekedar minta maaf pada Zee.


__ADS_2