Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 13 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

...Kerja Kelompok...


Saat ini di pagi hari pukul 09.45 Zee, Alvian, dan juga 2 sekawan Gamma dan Manaf tengah berkumpul dan mereka sudah dihadapkan dengan 1 rumah sederhana yang terdapat kios kecil di depan rumah tersebut.


"Ini rumahnya Airin?". Tanya Zee pada mereka semua yang ada disitu.


"Iya bener. Nih lokasinya! Sesuai yang dikirimin sama Airin sendiri". Sahut Alvian sambil menunjukkan ponselnya yang terpampang layar lokasi yang dikirim Airin.


"Nggak nyangka gue". Gumam Zee memperhatikan rumah tersebut, "Yaudah kalo gitu kita masuk aja sekarang". Seru Zee mulai melangkahkan kakinya.


"Ee ehh, tunggu dulu kita musti tungguin Bu Ketua dulu". Seru Gamma seketika, "Ini si Allena mana sih. Lama banget. Apa dia kesasar ya?". Desisnya.


"Nggak mungkinlah dia kesasar. Orang lokasinya udah dikirimin jelas kok. Kita tunggu aja, sebentar lagi nyampe dia". Sahut Alvian menimpali.


Flashback On


Dalam kelas Zee menghampiri Airin yang saat ini tengah membaca buku ditempat duduknya.


"Airin! Tugas kan kita kerjainnya dirumah lo. Nahh..! Karena gue nggak tau rumah lo dimana, jadi gue minta nomor lo biar sekalian nanti lo sharelock aja lokasi rumah lo". Seru Zee menghampiri Airin dikursinya.


"O-o-oh iya iya". Desis Airin tergagap.


Cewe itu kemudian memberikan ponselnya pada Zee dan Zee segera meraih ponsel tersebut dari tangan Airin.


Setelah itu Zee mencari aplikasi kontak dan menambahkan nomornya diponsel Airin dan nomor Airin di ponselnya sendiri. Setelah selesai Zee kemudian mengembalikan ponsel Airin.


"Oke sudah selesai. Makasih ya. Kalo gitu gue tinggal bikin grub WA kita, terus gua tinggal tambahin yang lain". Jelas Zee sambil terlihat memainkan ponselnya membuat grub WA dan menambahkan kontak Airin dalam grub yang telah dibuatnya.


"Yaudah Airin gue ke teman-teman yang lain ya. Mau minta nomor mereka juga. Kalau gue udah masukin mereka semua ke grub, lo langsung sharelock aja nanti. Oke!!". Jelas Zee memberi tahu Airin.


"I-iy-iya nanti gue sharelock". Jawab Airin yang sedikit canggung.


Sementara Zee mulai beranjak menuju ke tempat Gamma dan Manaf untuk meminta kontak mereka lalu memasukkan mereka ke dalam grub WA. Lalu itu Zee juga menuju ke tempat Alvian.


"Hei Alvian! Gue minta nomor kontak lo dong". Seru Zee pada Alvian.


"Buat apa hmm?? Mau kirim surat cinta ya?". Goda Alvian sambil senyam-senyum penuh arti ke arah Zee.


"Dih.. Apaan sih? Udah mana sini kontaknya. Gue cuman mau masukin lo ke grub WA kita aja. Mana sini cepetan! Gue tonjok lo ya". Ancam Zee sambil menggebrak meja yang ditempati oleh Alvian.


"Iya iya sabar. Galak amat sih Neng Zee". Alvian berdiri dari kursinya dan langsung mencolek dagu Zee.


"Alviaaaaaaan.....!". Teriak Zee tak terima dengan perlakuan Alvian padanya.


"Apa sayang! Hmm?". Alvian malah cengengesan karena berhasil menggoda Zee.

__ADS_1


"Iish.. Apaan sih? Yaudah nggak usah kalau gitu". Gerutu Zee langsung berlalu pergi dari tempat Alvian.


Sedang Alvian masih terus tertawa renyah di tempatnya karena sudah berhasil meggoda Zee. Menurutnya Zee memang sangat lucu jika marah-marah, atau ngomel-ngomel gitu. Imut katanya🤣🤣


Tanpa mempedulikan Zee yang kesal padanya, segera cowok itu menyusul Zee yang terlihat berjalan menghampiri tempat Allena.


"Allena gua minta kontak lo dong. Gue mau nambahin lo ke grub WA kita. Buat kerja kelompok nanti". Seru Zee pada Allena yang terlihat sedang memainkan ponselnya di kursinya.


Allena sontak mendongakan kepalanya dan kini melihat Zee tengah tersenyum padanya. Beberapa detik memandang datar Zee, cewe itu lalu memberikan ponsel miliknya pada Zee.


Zee langsung mengambil ponsel Allena dan terlihat mengutak-atik ponsel tersebut mencari kontak Allena.


Setelah menemukannya, Zee segera menambahkan dan memasukkannya ke dalam grub WA mereka. "Oke udah! Makasih ya Allen..". Ucap Zee mengembalikan ponsel Allena.


Allena langsung mengambil ponselnya dari tangan Zee dan memasukkannya ke dalam laci. Cewek itu kemudian melipat kedua tangannya di atas meja lalu meletakkan kepalanya dengan topangan kedua tangannya tersebut, tanpa menggubris perkataan Zee.


Zee yang mendapat balasan seperti itu hanya tersenyum kecut atas sikap Allena padanya. Dia sudah memaklumi sikap Allena yang seperti itu.


Saat tengah memandangi Allena, tiba-tiba ada yang meraih pinggang Zee dari arah belakang. Cewek itu kaget dan ingin menonjok seseorang tersebut namun tertahan oleh tangan orang tersebut yang ternyata adalah Alvian.


"Alvian. Lo ngapain sih ha? Gue kaget tau". Sentak Zee yang kaget.


"Katanya tadi minta nomor telpon. Ya gue mau kasih ini". Sahut Alvian sambil cengengesan meresa tak bersalah karena sudah mengagetkan Zee.


"Nggak usah! Huh!". Zee langsung saja mendorong Alvian menjauh darinya kemudian melangkahkan kakinya.


Ditempatnya, Allena mulai mengangkat kepalanya dan memperhatikan Zee juga Alvian dari kejauhan. Ada ekspresi yang tak bisa ditebak yang terpancar dari pandangan cewe itu.


Flashback Off


Tidak berapa lama kemudian sebuah mobil sport datang lalu berhenti tepat di pekarangan rumah yang tidak terlalu besar itu. Berjejeran dengan mobil-mobil keempat orang yang sudah berada disana itu.


Terlihat seorang cewek cantik blasteran keluar dari dalam mobil sport itu yang kita sudah pasti ketahui sendiri bahwa cewek itu adalah Allena.


"Allena, lo lama amat dah. Kita tungguin tau dari tadi. Ampe lumutan kita disini". Celoteh Manaf pada Allena yang terlihat berjalan mendekat.


Allena hanya diam memandangi Manaf dengan datarnya. Beberapa detik memandangi, Allena langsung pergi saja menuju rumah yang ada di depannya tanpa mempedulikan Manaf yang tengah memandanginya heran.


Setelah sampai tepat di depan teras rumah tersebut Allena segera mengeluarkan ponselnya dan tengah kelihatan seperti menelpon seseorang.


"Hallo!". Seru Allena pada seseorang dari sebrang telpon.


"......"


"Iya". Balas Allena lagi.

__ADS_1


Kemudian Allena kembali meletakkan ponselnya dalam tas kecil yang dibawanya.


Tidak lama terdengar suara pintu seperti dibuka dan keluarlah seorang perempuan dari dalam rumah tersebut. Airin.


"Maaf ya lama. Tadi gue lagi bantuin Nyokap gue masak. Jadi nggak tau kalau kalian udah pada dateng". Seru Airin yang merasa tak enakan karena sudah membuat kelima orang itu menunggu di luar.


"Iya nggak papa kok. Kita juga baru sampai". Cetus Alvian.


"Iya". Sahut Airin tersenyum canggung, "Kalau gitu silahkan masuk ke dalam". Sambungnya.


Mereka semua pun segera masuk dan duduk di ruang tamu.


"Kalian tunggu disini dulu ya. Gue mau buatin minum dulu". Ucap Airin ke arah mereka semua yang sudah duduk di kursi kayu bercorak khas itu.


Airin kemudian beranjak dari tempatnya untuk menuju ke arah dapur.


Tidak lama, datang Ibu Airin sambil membawakan 2 piring berisikan kue-kue buatannya dan diletakannya di atas meja di ruang tamu tersebut.


"Maaf atuh hidangannya cuman ini saja. Soalnya Ibu belum sempat ke pasar". Ucap Ibu Airin pada mereka semua.


"Nggak apa-apa dong Tante. Kuenya enak kok! Manaf suka". Sahut Manaf yang sudah memakan kue tersebut dengan lahap.


"Iya Tan. Enak banget. Ma'nyuss lah pokoknya!!". Seru Gamma menimpali, juga sudah memakan kue buatan Ibunya Airin tersebut.


Maklum nggak pernah makan makanan yang begituan mereka. Selama ini mereka makan selalu diperhatikan dan dijaga kebersihannya. Padahal kue buatan Ibunya Airin ini selain enak, juga proses pembuatannya sangat bersih.


Soalnya Ibunya Airin juga sangat pembersih. Terbukti dari pekarangan rumahnya saja tadi sampai di dalam rumah itu sangat bersih dan tertata rapi. Meskipun rumah itu dibangun dengan menggunakan kayu, tapi keadaan di dalam rumah itu sangat nyaman dan sejuk.


Sungguh membuat mata menjadi ikutan nyaman bila melihatnya.


Beberapa menit kemudian Airin kembali datang sambil membawakan minuman.


"Maaf ya kalau disini cuman ada ini aja. Gue jadi nggak enak sama kalian". Ucap Airin canggung sembari meletakan minumannya tadi di atas meja.


"Loh kenapa? Ini enak banget malah. Gue suka". Ucap Manaf pada Airin dengan tersenyum.


Sedang Ibunya Airin terlihat mulai berdiri.


"Yasudah! Kalo begitu Ibu ke belakang dulu ya. Mau lanjutin bikin kuenya". Ucap Ibu Airin dengan senyuman yang begitu teduh.


Pantas saja Airin terlihat cantik dan juga sangat tenang jika berbicara dengannya atau berdekatan dengannya. Ternyata itu adalah pembawaan yang juga berasal dari Ibunya.


"Oke! Kalau gitu kita kerjain tugasnya sekarang. Biar cepat kelar". Seru Zee dengan mengeluarkan laptop dari dalam tas miliknya dan meletakkannya di atas meja.


Mereka pun mulai berdiskusi dan mengerjakan tugas kelompok mereka.

__ADS_1


Sementara Allena juga mulai menyibukan dirinya mengutak-atik laptopnya sendiri tanpa mempedulikan mereka yang tengah berdiskusi.



__ADS_2