Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 33 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

SMA Negeri Nasional pukul 08.55 WIB


"Allena.. Allena.. Bangun Allena!". Seru Bu Preti membangunkan Allena sambil menggoyang pelan tubuh Allena yang saat ini sedang tertidur, sambil melipat kedua tangannya di tas meja.


"Allena.. Bangun!!". Seru Bu Preti lagi.


Allena kemudian terbangun dan langsung duduk mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.


"Allena kamu kenapa? Apa kamu sakit?". Tanya Bu Preti.


Allena tidak menjawab. Gadis itu hanya memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Allena kalau kamu sakit, kamu boleh pulang. Nanti Ibu Guru bantu izinin sama guru lain yang juga mengajar hari ini". Ucap Bu Preti.


"Nggak usah Bu terima kasih. Saya nggak apa-apa. Saya cuman mau minta izin istirahat ke UKS sebentar. Bolehkan Bu?". Izin Allena.


"Oh yaudah. Kalo gitu kamu ke UKS sekarang. Istirahat disana". Ucap Bu Preti mengizinkan.


"Makasih ya Bu. Saya izin dulu pelajaran Ibu hari ini". Ucap Allena berterima kasih.


"Iya nggak apa-apa". Ucap Bu Preti.


"Bu Guru saya ikut antarin Allena boleh?". Seru Zee tiba-tiba.


"Nggak usah Ziva. Gua sendiri aja nggak apa-apa". Ucap Allena.


"Yahh.. Tapikan gue pengen bantuin lo Len!". Ucap Zee dengan nada memelas.


"Udah nggak apa-apa. Gua sendiri aja. Makasih udah mau bantuin". Ucap Allena lagi.


"Kalo gitu saya izin duluan ke UKS ya Bu". Ucap Allena beranjak dari tempatnya.


"Iya". Balas Bu Preti.


Allena kemudian berjalan keluar kelas dan segera menuju UKS. Setibanya di UKS Allena langsung masuk ke dalam dan menutup pintu. Di ruang UKS tersebut nampak kosong tanpa adanya petugas. Sepertinya mereka masih belajar karena jam sekarang memang masih jam pelajaran.


Allena kemudian berjalan menuju ke tempat tidur yang ada didalam ruangan tersebut dan berbaring disana.


"Sshh.. Aduhh.. Pusing banget pala gua". Ringis Allena sambil memijit kepalanya.


Allena kemudian memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Baru beberapa menit tertidur, Allena langsung terbangun karena dikagetkan dengan suara pintu yang dibuka oleh seseorang.


Allena seketika mendongak ke arah pintu dan mendapati Aziel yang tengah berdiri dihadapannya sambil memandanginya dengan ekspresi datar.


Aziel kemudian berjalan pelan ke arah Allena. Eh ralat maksudnya berjalan ke arah tempat tidur di sebelah Allena. Lelaki itu lalu menarik tirai sehingga Aziel tak dapat melihat Allena karena terhalang oleh tirai tersebut. Aziel kemudian berbaring di tempat tidur tersebut.


Sementara Allena dia tak peduli dengan adanya Aziel yang kini satu ruangan dengannya. Allena kemudian menarik selimut dan mencoba kembali memejamkan matanya. Aziel dan Allena kemudian tidur dalam satu ruangan hanya dengan tirai yang menjadi pembatas antara mereka berdua.


Sekitar 1 jam lebih Allena tertidur. Gadis itu kemudian terbangun dan mendapati tirai pembatas sudah kembali seperti semula. Namun yang membuat Allena bertanya-tanya, Aziel sudah tidak ada di tempat tidur yang di tempatinya tadi.


Allena kemudian duduk lalu melirik meja disamping tempat tidur dan Allena mendapati semangkuk bubur ayam dan juga sebotol mineral diatas meja tersebut.


Allena juga melihat sepotong kertas disana. Allena kemudian meraih dan membaca tulisan yang ada dikertas tersebut yang bertuliskan "Lu makan. Harus!!".


Setelah membaca tulisan itu, Allena lalu mencoba menebak siapa orang yang telah memberikan itu semua.


Namun Allena tidak peduli. Gadis itu sudah lapar. Allena kemudian mengambil bubur ayam tersebut dan menyantapnya dengan nikmat.


Setelah selesai menikmati bubur ayam tersebut Allena kemudian juga mengambil botol mineral dan langsung meminumnya tanpa ada rasa curiga.


Setelah merasa sudah selesai dengan urusannya, juga Allena sudah merasa baikan dan jam sudah menunjukan waktu istirahat Allena kemudian beranjak keluar, pergi dari ruang UKS tersebut kembali menuju ke kelasnya.


Setibanya Allena di kelasnya Allena dikagetkan dengan suara teriakan seseorang bagaikan bariton yang menggema seluruh kelas.


"Allenaaaaaaaa...........!!!". Teriak Tessa yang lari menghampiri Allena.


"Allena Allena lo nggak apa-apa kan.Apa yang sakit? Mana yang sakit?". Seru Tessa sambil membolak-balikan badan Allena memeriksa keadaan Allena.


"Mana yang sakit Allena? Bilang sama gue. Mana?". Ucap Tessa lagi.


"Duh.. Lu tenang aja. Gua nggak apa-apa kok". Ucap Allena mencoba menahan Tessa yang terus membolak-balikan badannya memeriksa keadaan dirinya.


"Oh.. Sori sori! Gue kira lo kenapa-napa. Gue tu khawatir banget sama lo. Nggak biasanya lo kaya gini". Ucap Tessa.


"Iya Len! Nggak biasanya lo kaya gini. Lo kenapa sih?". Tanya Zee menimpali.


"Gua nggak kenapa-napa. Gua cuman pusing aja dikit". Jawab Allena.


"Tapi lo udah baikan kan Allena?". Tanya Airin juga ikut menimpali.

__ADS_1


"Udah.. Gua nggak apa-apa kok. Kalian tenang aja". Ucap Allena sambil tersenyum pada mereka.


"Yaudah kalo gitu kita ke kantin yoo. Gue dah laper nih". Seru Manaf tiba-tiba.


"Lo juga mau ikut kita ke kantin Len?". Tanya Zee pada Allena.


"Nggak dulu. Kalian aja yang ke kantin. Gua mau di kelas aja". Jawab Allena.


"Terus lo ada yang mau dititip nggak?". Tanya Zee lagi.


"Nggak ada. Makasih". Jawab Allena.


"Umm.. Kalo gitu kita duluan ya Len". Ucap Tessa.


"Iya. Makan yang banyak". Sarkas Allena.


"Jiahh.. Allena! udah mulai dia". Seru Gamma sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Kita duluan ya Allen. Bye bestiku". Ucap Zee beranjak dari tempatnya.


Allena hanya membalas dengan senyuman. Mereka ber-6 kemudian keluar dari dalam kelas dan menuju kantin.


Sementara Allena, gadis itu segera menuju ke tempat duduknya dan berbaring disana dengan melipat kedua tangannya sebagai topangan kepalanya.


Saat Allena tengah berbaring, Brayen yang memang mencari Allena segera menghampiri Allena ketika dia melihat Allena tengah berbaring dalam kelasnya.


"Hai Allena!". Seru Brayen pada Allena.


Allena yang memang tidak tertidur, gadis itu langsung membuka matanya dan melihat Brayen dari celah lipatan tangannya.


"Hai! Kok lo nggak ke kantin. Tadi gue nggak sengaja papasan sama teman-teman lo tapi lo nya nggak ada. Terus gue tanya ama teman-teman lo dan kata mereka lo nya ada di kelas. Makanya gue datang ke sini". Jelas Brayen.


Sementara Allena, gadis itu tidak menjawab. Allena hanya tetap menatap Brayen dari celah lipatan tangannya.


Aziel yang kebetulan saat ini sedang bersama Setya dan melewati kelas Allena tak sengaja melihat Brayen dan juga Allena.


Aziel seketika berhenti dan melihat mereka berdua dari kejauhan melalui pintu kelas. Aziel yang melihat kedekatan Allena dengan Brayen seketika mengepalkan kedua tangannya. Setya yang melihat reaksi Aziel seketika tersenyum mengejek.


"El.. Ngapain berhenti? Cemburu lo ya lihat si cewek datar itu sama Brayen dekat kek gitu?". Tanya Setya tiba-tiba.


"Cih...". Decak Aziel beranjak dari tempatnya meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan marah.


Setya kemudian berlari menyusul Aziel yang pergi begitu saja meninggalkannya.


Kembali ke Allena dan Brayen.


"Lo kenapa Allena? Lo sakit ya?". Tanya Brayen.


"Gua nggak kenapa-napa". Jawab Allena mengangkat kepalanya dan duduk seperti biasa.


"Umm...!! Kalo gitu lo udah makan?". Tanya Brayen lagi.


"Udah". Jawab Allena datar sambil melirik Brayen.


"Allena! Sebenarnya gue datang kesini pengen ajak lo jalan entar malam. Lo nggak sibuk kan?". Tanya Brayen.


"Gua lihat dulu. Kalo emang gua nggak sibuk entar gua kabarin lu". Jawab Allena santai.


"Tapi lo beneran kabarin ya Allena. Jangan kaya waktu itu. Gue sampe ketemu sama orang aneh tau nggak". Ucap Brayen mengingat kejadian yang dialaminya saat dia menunggu Allena yang tak kunjung datang.


"Iya". Jawab Allena datar.


"Oke. Kalau gitu gue pergi sekarang. Jangan lupa kabarin ya Allena". Ucap Brayen beranjak dari tempatnya.


Brayen kemudian keluar dari dalam kelas tersebut dengan keadaan senang. Sementara Allena hanya memandang datar kepergian Brayen dari sana. Setelah itu Allena kemudian kembali melanjutkan baringnya.


...*****...


"El.. Gue mau nanya sesuatu sama lo". Ucap Setya pada Aziel sambil memandang Aziel seperti tatapan curiga.


Saat ini Aziel dan juga Setya berada dalam kantin sekolah.


"Apaan?". Jutek Aziel.


"Lo cemburu ya Brayen deket sama si cewek datar itu?". Tanya Setya.


"Lu apaan sih? Itu mulu yang lu tanyain. Buat apa juga gua cemburu lihat kedekatan mereka berdua. Nggak ada gunanya juga". Judes Aziel.


"Beneran? Lo nggak boong nih?". Tanya Setya lagi dengan menaikan kedua alisnya.

__ADS_1


"Ya beneran lah.. Lu kenapa sih bahas itu mulu dari tadi". Ucap Aziel dengan judesnya.


"Nggak apa-apa. Lagian gue kan cuman nanya. Gitu banget reaksi lo. Santai aja kali El!". Ucap Setya merasa lucu dengan Aziel.


"Makanya nggak usah bahas hal-hal yang nggak penting kek gitu! Mending lu makan aja dah". Ucap Aziel lagi.


"Iya iya. Ciee... Pak Ketua cemburu nih yee!!". Ejek Setya.


"Udah diem ah! Ngomong mulu lu dari tadi". Sensi Aziel.


"Cie ciee....!!". Ejek Setya lagi.


"Lu kek gitu lagi gua tonjok loh. Beneran". Ancam Aziel.


Setya yang mendengar itu langsung berhenti mengejek Aziel. Setya hanya memandangi Aziel sambil menahan tawanya akan ekspresi Aziel. Mereka kemudian melanjutkan memakan makanan yang telah mereka pesan tadi.


Malam harinya pukul 19.20 WIB Allena yang memang sudah ada janji dengan Brayen segera mengabari Brayen lewat via telfon. Allena kemudian menghubungi Brayen.


"Halo!". Ucap Allena berbicara dengan Brayen.


"......"


"Iya". Ucap Allena.


"......''


"Iya. Lu jemput aja gua dirumah. Lu udah taukan rumah gua dimana?". Tanya Allena.


"......"


"Iya. Umm!". Balas Allena lagi mengakhiri pembicaraan.


Allena kemudian memutuskan panggilan dan segera bersiap-siap. Setelah selesai Allena langsung turun ke bawah. Di bawah, Mommy Tiara yang melihat Allena dengan pakaian yang sedikit rapi bertanya pada anaknya Allena.


"Sayang kamu mau ke mana?". Tanya Mommy Tiara.


"Allena mau keluar sebentar sama teman". Jawab Allena sambil memandang datar Mommy Tiara.


"Teman? Siapa nama teman kamu itu Allena?". Tanya Mommy Tiara.


"Mama nggak perlu tau. Yang penting Mama udah tau kalo Allena mau keluar sama teman Allena itu". Jawab Allena.


Mommy Tiara yang mendengar jawaban Allena hanya bisa menarik nafas panjang.


"Mmm.. Yaudah kalo gitu kamu hati-hati ya". Ucap Mommy Tiara mengizinkan.


"Iya". Balas Allena.


Allena kemudian berlalu melewati Mommy Tiara menuju pintu dan berjalan keluar. Melihat anaknya yang bersikap seperti itu, Mommy Tiara hanya bisa menarik nafas. Setelah Allena hilang dari pandangannya, Mommy Tiara kemudian beranjak pergi menuju kamarnya.


Sementara Allena saat ini dia tengah berjalan menuju pintu gerbang rumahnya. Allena kemudian menunggu Brayen di luar gerbang tersebut.


Tidak berapa lama Brayen datang kali ini dengan bersama mobil sportnya. Brayen kemudian berhenti tepat didepan Allena yang tengah berdiri. Brayen lalu keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Allena.


"Sory Allena! Lo lama ya tungguinnya?". Tanya Brayen tidak enakan.


"Nggak". Jawab Allena.


"Umm.. Yaudah kalo gitu kita pergi sekarang. Gue mau ajak lo ke suatu tempat". Ucap Brayen.


"Iya". Ucap Allena.


Brayen kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Allena. Gadis itu kemudian masuk ke dalam mobil Brayen. Setelah itu Brayen menutup pintu mobil tersebut dan segera berlari kecil menuju kursi pengemudi. Brayen lalu menyalakan mobilnya dan pergi dari tempat tersebut bersama Allena.


Sementara Aziel yang sejak tadi ada disana dan memperhatikan Allena dan juga Brayen hati lelaki tersebut tiba-tiba memanas. Ada rasa tak terima dihatinya ketika dia melihat kedekatan Allena dan Brayen.


Aziel juga tak mengerti kenapa dia bisa berada ditempat itu. Awalnya dia hanya ingin berjalan-jalan. Namun Aziel tiba-tiba menjalankan mobilnya menuju rumah Allena


Akan tetapi ketika dia tiba di kompleks perumahan Allena, lelaki tersebut langsung disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya kesal.


"Cih..!!". Decak Aziel tiba-tiba merasa kesal.


Aziel lalu menyalakan mobilnya dan beranjak pergi dari tempat tersebut dengan perasaannya yang campur aduk.


Selama di perjalanan Aziel terus memikirkan apa yang akan dilakukan Allena dan juga Brayen.


Namun Aziel kembali mencoba menepis semua perasaanya pada Allena. Lelaki itu masih belum yakin akan perasaannya pada Allena. Dia masih dikuatkan oleh rasa gengsinya yang terlalu besar.


Apa lagi Aziel sudah berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan mendekati Allena lagi dan tidak akan mencampuri urusan Allena. Dia juga masih kurang yakin akan perasaannya tersebut. Dan Aziel memutuskan dia akan tetap seperti itu terhadap Allena.

__ADS_1


__ADS_2