Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 98 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

"Allena tunggu! Gua mau ngomong bentar ama lu". Aziel meraih lengan Allena saat mereka sudah berjalan keluar kantin.


"Mau ngomongin apa?".


"Ikut gua bentar ya". Aziel kemudian menarik lengan Allena ingin membawa gadis itu untuk ikut bersamanya.


Namun dengan cepat Louis yang juga ada disana menahan Aziel agar tak bisa membawa Allena, "Mau lo bawa kemana Allena? Kenapa nggak disini aja ngomongnya?". Ucap Louis kemudian.


"Gua ada urusan sama Allena. Lepasin tangan Allena". Aziel langsung menepis tangan Louis yang memegang pergelangan Allena yang satunya.


"Yaudah ngomong disini aja. Kenapa harus lo bawa Allena pergi?". Louis kembali meraih tangan Allena. Pria itu tak akan membiarkan Aziel membawa Allena.


"Eh lu itu murid baru disini, nggak usah songong. Berani lu ama gua ha? Murid baru belagu lu". Aziel memberikan tatapan tajam pada Louis dan langsung menarik lengan Allena kearahnya membuat gadis itu terpental ketubuh tingginya.


"Kalau gue murid baru kenapa? Lo kira gua takut ama lo?". Louis juga menarik lengan Allena kearahnya.


Kedua pria itu terus menarik lengan Allena dari sisi kanan dan sisi kiri membuat gadis itu kesakitan.


Dengan perasaan kesal Allena berusaha melepas cengkraman kedua pria itu dari pergelangan tangannya.


"Lepasin tangan gua!". Allena menarik lengannya dengan kuat.


"Lu berdua apa-apaan sih?". Allena menatap kesal kearah kedua pria itu. "Lu berdua mau putusin tangan gua? Gila lu pada narik-narik tangan gua ampe sakit kaya gini". Allena mengelus-elus tangannya yang sakit dan memerah bekas cengkraman kedua pria itu.


"Eh sorry Len". Aziel meminta maaf pada Allena lalu kembali menatap Louis tajam, "Gara-gara murid baru songong ini. Ikut campur aja lu".


"Yaudah lu ikut gua sekarang ya". Aziel meminta Allena untuk mengikutinya.


"Nggak usah, lo ngomong disini aja. Kenapa Allena harus ikut lo?". Ucap Louis.


"Lu bisa diem nggak. Gua hajar juga lu lama-lama". Aziel mulai emosi dengan Louis yang terus saja melarang Allena. Pria itu mulai maju kearah Louis.


"Yaudah sini ayo. Lo kira gua takut ama lo". Balas Louis yang ikut maju.


Allena yang melihat kedua pria itu kembali berseteru segera melerai keduanya.


"Udah lu pada bisa nggak berantem nggak sih, cape gua lihatnya". Allena memasukan tangannya ketengah-tengah kedua pria itu memisahkan mereka, "Dari kantin sampai disini, masih aja lu berdua pada berantem. Udah napa". Celoteh Allena.


"Udah-udah nggak usah berantem". Allena mendorong dada kedua pria itu saling menjauh.


Allena kemudian berbalik kearah Louis, "Louis, gua kasih tau ke lu ya, lu nggak ada hak buat ngelarang gua mau ngomong sama siapapun itu, termasuk Aziel". Ucap Allena.


"Bisa nggak sih lu nggak buat masalah? Baru beberapa hari disini lu udah buat masalah". Celoteh Allena kearah pria itu.


Allena kemudian berbalik juga pada Aziel, "Lu juga, baru berhenti jadi OSIS udah mau buat masalah". Celoteh Allena, "Lu berdua mau pada gua hukum sekarang". Allena memandang kedua pria itu dengan tatapan kesalnya.


Allena kemudian menghela nafasnya, "Yaudah sekarang gua ikut lu, dan buat lu Louis mending sekarang lu ke kelas, nggak usah cari perkara. Lu masih murid baru disini, jangan buat masalah". Ucap Allena memutuskan.


Allena kemudian menarik lengan Aziel, "Yaudah ayo!". Allena lalu pergi dari sana bersama Aziel, meninggalkan Louis yang hanya bisa memandang mereka pergi.


Dan kini kedua orang itu sudah berada di taman sekolah.


"Sekarang lu mau ngomong apa sama gua? Ngomong cepetan!". Ucap Allena.


Saat ini mereka berdua duduk di kursi panjang yang ada di taman itu.


"Gua mau lu ngedate ama gua hari sabtu nanti sepulang sekolah". Jawab Aziel to the point.


"Dan lu harus mau karena itu adalah taruhan kita yang baru kesampaian sekarang". Sambungnya lagi.


"Hmm oke.. jadi cuman itu doang yang pengen lu omongin ke gua?.


"Tapi lu mau kan ngedate ama gua?". Tanya Aziel memastikan.


"Ya mau gimana lagi, itu taruhannya kan. Yaudah". Jawab Allena.


"Oke bagus". Ucap Aziel senang, "Kalau gitu gua pengen nanyain satu hal sama lu". Sambungnya.


"Apaan?.


"Gua mau nanya lu ada hubungan apa sama... siapa tadi nama murid songong yang tadi?". Tanya Aziel.


"Louis?


"Iya itu, siapalah namanya terserah gua nggak peduli. Lu ada hubungan apa sama dia? Kayanya lu dekat banget ama dia dari dulu perasaan". Ucap Aziel penasaran.


"Gua ama Louis sepupuan". Jawab Allena langsung.


"Oohh sepupuan ternyata, kirain". Aziel manggut-manggut


"Kirain apa?". Tanya Allena.


"Kirain gua, lu ama dia pacaran. Tingkahnya kaya orang cemburuan gitu sama pacarnya. Ternyata kalian sepupuan. Cih..". Decih Aziel. Pria itu cukup senang mengetahui fakta yang sebenarnya.


Et et et... no no no..!! Tapi tapi Aziel, kamu masih belum tau fakta yang sebenarnya. Gimana tuh?😆😂


"Udah selesaikan? Kalau gitu gua mau balik". Allena mulai beranjak dari duduknya.


"Wait wait wait.. Tunggu dulu dong!". Aziel dengan cepat menahan Allena.

__ADS_1


"Apa lagi sih ah.. udah selesaikan?.


"Sebelum lu pergi, ini dulu". Aziel menunjuk-nunjuk bibirnya.


"Apaan?". Allena mendelik.


"Kiss dulu dong". Ucap Aziel sekenanya.


"Dih lu gila ya.


"Why? Lagian kita juga udah sering ngelakuin itu kan". Goda Aziel sambil menaik-turunkan alisnya dihadapan Allena.


"Lu tuh emang sinting ya!


"Ya nggak apa-apa kalau gua sintingnya karena lu". Ucap Aziel dengan senyum smirk khas dirinya.


"Ayo dong Allena!! Bentar aja kok, gua udah nggak tahan nih". Paksa Aziel.


"Nggak mau, gila kali lu". Ucap Allena melototkan matanya kearah Aziel. Yakali mereka berciuman di taman sekolah. Bisa-bisa kepergok mereka nanti.


"Ck, Allena tega banget sih lu ama gua. Yaudah kalau gitu terpaksa gua...


"Terpaksa apaan?". Allena semakin melototkan matanya was-was.


"Terpaksa gua...


CUPP!!


Aziel langsung mencium pipi Allena sekilas dan langsung berlari dari sana.


Sementara Allena hanya diam mematung ditempatnya sambil mengerjab-ngerjabkan matanya.


"Sadar Len, entar kesambet loh!!". Aziel berteriak menyadarkan Allena.


Allena seketika memandang Aziel yang hanya cengengesan sambil memandang dirinya yang berdiri tak jauh dari sana.


Allena lalu mengepalkan kedua tangannya sambil menggigit bibir bawahnya dengan terus memandang Aziel yang cengengesan.


"Awas aja lu". Teriak Allena kemudian sambil terus mengepalkan kedua tangannya.


...*****...


Semenjak Louis pindah pasti Aziel dan Louis akan selalu berseteru. Mereka terus saja bertengkar karena Allena.


Setiap kali Aziel ingin mendekati Allena dan ingin berdua dengan gadis itu, Louis pasti akan selalu menghalangi dan selalu menjadi orang ketiga diantara Aziel dan Allena.


Louis benar-benar tidak membiarkan Aziel untuk berdua bersama Allena. Pasti pria itu akan datang dan mengacaunya.


Regina selalu saja membawakan bekal untuk Aziel meskipun bekal tersebut akan berakhir di tempat sampah tanpa dimakan sedikitpun oleh Aziel. Karena pasti jika Allena melihatnya, gadis itu akan membuangnya.


Dan kini Allena sedang berjalan menuju kelasnya. Gadis itu habis dari ruang Kepala Sekolah karena mengurus sesuatu.


"Hay Baby". Tiba-tiba Allena dikejutkan dengan Aziel yang muncul dari balik tembok saat dia ingin belok.


"Anji*ng!!". Umpat Allena dengan ekspresi kaget


"Kaget gua bodoh". Umpatnya sekali lagi dengan menatap tajam kearah Aziel.


"Dih mulutnya. Nggak boleh ngomong kasar, nggak baik tau". Ucap Aziel menasihati.


"Biarin! Siapa suruh lu ngagetin gua. Kalau gua jantungan gimana, mau lu gua mati sekarang". Allena melototkan matanya kearah Aziel karena kesal.


"Ya jangan dong, kalau lu mati entar gua gimana? Nggak ada lagi dong yang bisa gua nikmatin bibirnya". Goda Aziel, "Iya nggak?". Sambungnya lagi.


"Dih apaan sih?". Allena mendelik. "Lagian lu ngapain disini? Bukannya belajar malah keluyuran. Bolos lu ya?". Allena menunjuk wajah Aziel dengan telunjuknya.


"Ya maaf Len, lagian ini satu-satunya cara biar gua bisa ngomong berdua ama lu. Gara-gara si murid baru itu, gua jadi nggak bisa dekat-dekat ama lu meskipun bentaran doang. Pengacau emang tu bocah". Celoteh Aziel.


"Kenapa? Emang ada urusan lu ama gua?". Tanya Allena.


"Gini lo Baby, gua cuman pengen ingatin lu, entar pas pulang sekolah gua bakal jemput lu ke rumah. Kan kita bakal jalan hari ini". Ucap Aziel.


"Eh nggak usah-nggak usah, lu sharelock aja lokasinya. Biar gua datang sendiri.


"Loh kenapa? Masa gua nggak boleh jemput.


"Yaudah kalau gitu nggak usah". Ancam Allena.


"Oke oke gua nggak jemput oke nggak masalah. Tapi lu beneran datang ya. Awas kalau sampai lu nggak datang, gua bakalan cari lu kerumah lu". Ucap Aziel kemudian.


"Iya gua bakalan datang, tenang aja napa.


"Oke kalau gitu sampai ketemu entar sore Baby. Awas lu nggak datang". Aziel kemudian berbalik ingin pergi.


Namun tiba-tiba pria itu kembali menghadap Allena dan memandang gadis itu dengan serius.


"Kenapa?


Aziel tidak menjawab. Pria itu malah celingak celinguk kekanan kekiri seperti mencari sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa sih?". Allena malah ikutan mengedarkan pandangannya.


"Len". Seru Aziel kemudian membuat Allena menoleh kearahnya.


Tanpa Allena duga Aziel langsung saja mencium bibir Allena sekilas dan langsung berbalik berlari dari sana.


Lagi-lagi Allena dibuat mematung oleh aksi Aziel. Pria itu sangat nekat dengan mencium Allena ditempat seperti itu.


Oh Mai Aziel, bukankah kamu terlalu terobsesi dengan bibir Allena. Apa yang membuatmu seperti itu sayang🤭🤭


...*****...


Hingga sore hari sekitar pukul 15.00, kini Allena terlihat menuruni tangga dengan pakaian seadanya.


Allena hanya memakai kaos oblong yang dibalut dengan jaket hodiee dan juga celana santainya. Namun gadis itu tetap terlihat sangat cantik.


"Mau kemana?". Louis yang sedang mencuci motornya bertanya pada Allena ketika melihat gadis itu berjalan keluar rumah.


"Emang lu harus tau gua kemana?". Tanya Allena balik.


Allena tidak suka dengan Louis yang mulai berani mengatur-ngatur dirinya.


"Lain kali lu nggak usah banyak nanya. Mulai berani lu ngatur-ngatur gua? Gua aja nggak pernah ngurusin apa yang lu lakuin". Ucap Allena sinis.


Gadis itu mulai masuk kedalam mobilnya dan pergi dari sana tanpa mempedulikan Louis.


Sementara Louis hanya bisa menghela nafas dengan sikap Allena padanya.


Hingga sekitar setengah jam, kini Allena sudah berada disalah satu Mall terbesar yang ada di Kota X.


Saat Allena sedang fokus terhadap ponselnya, tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobilnya dari luar.


Allena mendongak dan mendapati Aziel dari kaca mobilnya. Dia cukup kaget karena Aziel menempelkan wajahnya dikaca mobilnya dengan ekspresi yang dibuat-buat.


Segera Allena keluar dari dalam mobilnya, "Norak lu". Cibir Allena sambil memandang Aziel.


Sementara yang dikatai hanya cengengesan sendiri.


"Ngapain kita disini?". Tanya Allena kemudian.


"Hari ini gua pengen habisin waktu gua ama lu". Jawab Aziel.


"Cih, kaya lu mau pergi kemana aja.


"Nggak usah banyak omong, lu ikut gua aja". Aziel meraih lengan Allena untuk ikut bersamanya.


Kedua orang itu kemudian segera berjalan masuk kedalam Mall.


"Kita makan dulu ya. Gua lihat muka lu itu kayak muka-muka orang yang lapar". Ucap Aziel pada Allena seraya berjalan menuju food courd yang ada dalam Mall tersebut.


"Dih sembarangan aja lu.


Sementara Aziel hanya menahan tawanya karena sudah mengejek Allena.


Kedua orang itu kemudian makan terlebih dahulu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memandangi mereka dari kejauhan dengan tatapan tajamnya. Orang itu begitu kesal melihat kedekatan Allena dan juga Aziel.


Setelah selesai makan, Aziel membawa Allena kesalah satu toko pakaian yang ada disana.


"Sekarang lu bantuin gua pilihin pakaian yang cocok buat gua". Ucap Aziel kemudian.


"Dih, ini jatohnya bukan ngedate tapi lu jadiin gua babu tau nggak". Ucap Allena ketus.


"Tenang aja, lu lakuinnya juga nggak gratis kok. Lu kalau mau tinggal ambil aja, entar gua yang bayar.


"Bener ni ya? Awas lu kalau bohong.


"Iya beneran. Apa sih yang nggak buat Allena.


"Umm.. yaudah kalau gitu, oke deal. Gua bantuin".


Allena kemudian membantu memilih-milihkan pakaian untuk Aziel sekaligus dirinya. Yaa lumayankan dibayarin.


Hari ini Allena benar-benar mengerjai Aziel. Gadis itu sangat banyak memilih pakaian dan harganya juga tidak main-main.


Tapi Aziel tidak mempermasalahkan hal itu. Toh dia juga punya banyak uang, ngapain pusing-pusing. Holang kaya, iya nggak🤙🤙


Setelah berbelanja, Allena tanpa sengaja melirik permainan capitan boneka. Gadis itu tertarik ingin mencoba mengambil boneka yang ada didalam box kaca besar itu.


Dengan segera Allena menuju kearah permainan itu. Aziel yang melihat Allena langsung menyusul Allena.


Allena sangat senang ketika berhasil mendapatkan boneka yang ada didalam box itu.


"Thank you El". Allena berterima kasih kepada Aziel yang telah membantunya. Gadis itu terus saja mengangkat-angkat bonekanya diudara sembari memandanginya sambil tersenyum.


Sedang Aziel hanya tersenyum gemas melihat Allena. Gadis itu memang susah ditebak. Sikapnya dapat berubah kapan saja. Kadang tenang, kadang bisa marah, kadang diam-diam menghanyutkan, kadang bisa bersikap dingin juga, kadang bisa lebih mendominasi dengan lawan bicaranya. Tidak ada yang tau apa saja yang bisa tiba-tiba dilakukan oleh gadis itu. Kadang Aziel susah mengartikan sikap dan juga perbuatan yang dilakukan oleh Allena.


Sepertinya Allena ini mempunyai kepribadian ganda ya😂

__ADS_1



__ADS_2