Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 35 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

SMAN Nasional


Pagi hari, saat ini Allena dan ketiga temannya Airin, Zee, dan juga Tessa sedang berada dalam kantin sekolah.


Disana juga ada Alexa dan kedua temannya Hera dan Chika. Terlihat Alexa tengah membagikan sesuatu pada murid-murid lainnya yang juga ada di kantin tersebut dibantu oleh Chika dan juga Hera.


"Datang yaa..! Kalian datang semuanya. Ini undangannya. Kalian harus datang! Oke". Ucap Alexa sambil menyebar undangan.


"Kalian semua datang yaa..!!". Ucap Alexa lagi.


Terlihat Alexa tengah memberikan semua undangan pada murid-murid yang ada di kantin sekolah itu. Alexa lalu melirik ke arah meja Allena. Gadis itu kemudian berjalan ke arah tempat Allena dan yang lainnya berkumpul.


"Hai semuanya!!". Sapa Alexa sok akrab pada mereka semua.


"Kalian mau nggak gue undang ke ulang tahun gue?". Tanya Alexa dengan nada sok nya.


"Tapi kayanya kalian nggak harus gue undang sih yaa.. Karena kalian semua itu kan nggak penting. Iya kan?". Cibir Alexa.


"Bener tu. Ngapain juga mereka diundang? Bikin rusak acara aja. Apa lagi si cewek bar-bar itu. Nggak banget deh". Ucap Hera menimpali.


"Heh.. cewe kecentilan! Maksud lo apa ngomong kek gitu. Nyari ribut lo ama gue? Sini gue ladenin". Bentak Zee berdiri dari kursinya.


"Ayo sini! Siapa takut? Lo kira gue takut ama lo? Ngapain juga gue takut sama cewek bar-bar kaya lo itu?". Balas Hera melangkah ingin mendekati Zee.


"Udah Hera! Ngapain malah pada ribut sih? Kita disini itu buat bantuin Alexa nyebarin undangan. Bukan buat nyari ribut ama mereka". Ucap Chika seketika sambil menahan Hera.


"Zee ngapain ribut aelahh.. Lagian kalo si Alexa ini nggak mau undang kita ya nggak usah. Nggak penting juga kan buat kita". Ucap Tessa pada Zee.


"Maksud lo apaan ngomong kek git...". Ucap Alexa terhenti.


"Hai Allena! Hai semuanya". Seru Brayen tiba-tiba menghampiri mereka semua.


"Ada apa nih?". Tanya Brayen.


"Oh hai Brayen! Lo datang ya ke pesta ulang tahun gue entar malam". Seru Alexa pada Brayen sambil memberikan undangan pada Brayen.


"Mm.. Pesta ulang tahun?". Ucap Brayen sambil memperhatikan undangan yang diberikan Alexa.


"Mereka semua, lo undang juga?". Tanya Brayen sambil menunjuk Allena dan ke-3 kawannya.


"Nggak sih. Kenapa emang?". Tanya Alexa.


"Kalau gitu gue nggak bakal pergi ke ultah lo". Ucap Brayen sambil mencoba kembali memberikan undangannya pada Alexa.


"Lah... Kok gitu? Kenapa?". Tanya Alexa bingung.


"Ya karena mereka semua nggak lo undang. Jadi gue nggak bakalan pergi juga". Jawab Brayen santai.


"Ha? Yaudah oke oke! Gua undang mereka semua juga". Ucap Alexa terpaksa.


"Ini ini. Kalian semua harus datang". Ucap Alexa sambil memberikan undangannya kepada Allena dan yang lainnya. Mereka semua kemudian menerima undangan dari Alexa.


"Udah itu semua. Puas lo". Ucap Alexa pada Brayen.


"Karena gue udah undang kalian semua jadi kalian harus datang". Ucap Alexa.


"Kita pergi sekarang. Masih banyak yang harus kita bagiin". Ucap Alexa pada Chika dan Hera.


Mereka ber-3 kemudian beranjak pergi dari tempat itu.


"Dih.. Apa-apaan sih itu si Alexa?. Kaga jelas tu cewek". Cibir Zee.


"Udah udah.. Mending kita makan. Emang kalian nggak lapar?". Ucap Brayen.


Mereka semua kemudian kembali melanjutkan makan mereka dengan tenang.


...*****...


"Oyy.. Kalian ber-4 diundang juga ke ultahnya si Alexa?". Tanya Gamma pada Allena, Zee, Airin, dan juga Tessa.


Saat ini mereka semua sudah berada dalam kelas mereka.


"Tadinya sih nggak. Tapi karena Kak Brayen bilang kalo Alexa nggak ngundang kita-kita Kak Brayen nggak bakalan datang. Akhirnya Alexa ngundang kita ber-4 juga deh. Kaga jelas tu cewek emang". Cicit Zee.


"Emang kalian itu ada masalah apa sih sama Alexa?". Tanya Manaf menimpali.


"Nggak tau tu cewek alay satu. Tiba-tiba kaya nggak suka aja gitu sama kita". Jawab Zee.


"Jadi males gue buat datang ke ultahnya dia". Sambung Zee.


"Udalah Zee nggak apa-apa. Lagian Alexa kan udah kasih ini ke kita. Jadi kita harus ngehargain Alexa yang udah undang kita". Ucap Airin menasihati.


"Ngehargain dia? Dia aja nggak pernah ngehargain lo Rin. Lo lupa kejadian di kamar mandi waktu itu. Masi aja lo respec ama Alexa. Nggak habis pikir gue ama lo. Kelewat baiknya sih lo". Ucap Zee heran pada Airin.

__ADS_1


"Udah nggak apa-apa. Lagian kalo ada orang yang berbuat jahat ama kita, kita nggak boleh jahatin balik. Kalau kita berbuat jahat balik kan sama aja kita kaya orang itu. Jadi ada baiknya kita balas dengan kebaikan. Biar orang itu sadar". Nasehat Airin.


"Terserah lo lah Rin. Susah emang kalo ngomong sama orang yang baiknya tu ya kelewat baik. Nggak bakal ngelawan kalau di jahatin". Ucap Zee pasrah.


"Kita datang aja. Kita hargain Alexa yang udah undang kita semua". Ucap Airin sambil tersenyum.


"Gimana ama lo Len? Lo mau datang nggak?". Tanya Zee pada Allena.


Allena yang ditanya hanya memandang Zee, gadis itu kemudian melirik Airin sebentar. Allena kemudian mengangguk pelan.


"Nggak apa-apa kita datang aja". Jawab Allena.


"Kalo gitu gue ikut Allena sama Airin". Ucap Tessa.


"Iya bener Zee! Kita harus ngehargain Alexa yang udah undang kita". Ucap Tessa lagi.


"Huuff... Yaudah deh! Emang baik bener teman gue yang satu ini". Ucap Zee pada Airin sambil memeluknya.


"Gue ikutan pelukan boleh?". Ucap Alvian ingin menghampiri Zee dan Airin.


"Eeett... Mau ngapain lo?". Tanya Zee sambil memandang tajam Alvian.


"Mau ikut pelukan". Ucap Alvian dengan nada sok polosnya.


"Yee... Yakali! Kaga-kaga! Awas aja lo". Celoteh Zee.


"Ayang Zee kok gitu sih sama Babang Alvian". Ucap Alvian dengan nada manja yang dibuat-buat.


"Yiii.. Apaan sih lo Alvian? Jijay tau nggak". Ucap Zee merasa jijik pada Alvian.


Sementara yang lain mereka hanya tertawa melihat tingkah Zee dan juga Alvian.


"Umm.. Airin entar malam gue jemput lo ya?". Ucap Manaf tiba-tiba.


"Hm? Oke". Ucap Airin sambil tersenyum pada Manaf.


"Ayang Zee mau Babang Alvian jemput juga nggak?". Tanya Alvian.


"Nggak usah. Gue bisa sendiri". Ucap Zee sensi.


"Gamma.. Gue ama lo ya! Lagi males gue bawa kendaraan". Seru Tessa pada Gamma.


"Hmm.. Yaudah! Nyusahin mulu lo". Jutek Gamma.


"Baru juga sekali. Gitu amat lo ama gue". Ucap Tessa.


Jam pelajaran telah usai anak-anak SMAN Nasional mulai berhamburan keluar kelas.


"Gue ke toilet dulu ya. Kalian pulang aja duluan". Ucap Zee tiba-tiba pada ke-3 temannya.


"Yaudah kalo gitu kita duluan ya Zee". Ucap Tessa.


"Iya hati-hati". Ucap Zee.


"Oke. Bye!". Ucap Tessa lagi.


Zee kemudian segera beranjak pergi menuju toilet. Setibanya disana Zee kemudian masuk lalu menutup pintu dan menuntaskan kegiatannya. Setelah selesai dia kemudian keluar dari toilet dan berjalan menuju parkiran.


Saat tiba diparkiran Zee melihat Setya sendiri ada disana. Zee kemudian menghampiri Setya.


"Hai Kak Setya!". Sapa Zee pada Setya.


Setya yang mendengar seperti ada yang menyapanya, lelaki itu segera membalikan badannya ke belakang dan Setya mendapati Zee yang sedang berdiri dibelakangnya.


"Oh Hai! Lo ternyata. Ada apa?". Ucap Setya sambil berdiri dihadapan Zee.


"Iya. Gue boleh nanya sesuatu ama Kak Setya?". Tanya Zee.


"Nanya apa?". Tanya Setya balik.


"Kak Setya diundang juga nggak sama Alexa buat datang ke ultahnya dia?". Tanya Zee.


"Iya diundang. Kenapa?". Tanya Setya.


"Kak Setya bakal berangkat ama siapa?". Tanya Zee balik.


"Sendiri mungkin". Jawab Setya.


"Kak Setya mau nggak berangkat sama-sama ama Zee?". Tanya Zee.


"Berangkat ama lo?". Tanya Setya.


"Iya. Kak Setya nggak mau ya?". Tanya Zee.

__ADS_1


"Cih.. PD banget lo ngajakin gue buat berangkat ama lo ke pesta ultahnya Alexa". Sinis Setya tiba-tiba.


"Kenapa?". Tanya Zee bingung.


"Baru juga kita ngomong sekali lo udah berlebihan gitu tanggepinnya". Ucap Setya.


"Maksud Kak Setya apa ya?". Tanya Zee bingung.


"Asal lo tau ya gua mau ngomong dan deket sama lo itu cuman buat ngalihin Hera supaya dia jauh-jauh sama gue dan nggak terus-terusan ganggu gue". Ucap Setya.


"Maksud Kak Setya apa?? Zee nggak ngerti". Ucap Zee yang merasa bingung akan sikap Setya.


"Ya itu maksud gue. Lo nggak ingat waktu gue ajakin lo ngomong pas lo mau ke kantin. Gue mau ngomong sama lo itu cuman biar Hera berhenti ngedeketin gue. Nggak ganggu gue lagi". Jelas Setya.


"Tapi lo malah anggap kita berdua deket ampe lo berani nggajak gue buat sama-sama pergi ke pesta ultahnya Alexa. Lo ke-PD an banget sih. Malas gue deket-deket cewe modelan kaya lo. Sama aja kaya si Hera itu tau nggak. Udah sana minggir". Sambung Setya sambil mendorong Zee menjauh dari dirinya dan masuk ke dalam mobilnya.


Setya kemudian pergi meninggalkan Zee yang berdiri kebingungan atas sikap dan ucapannya.


"Kak Setya kenapa ya? Kok tiba-tiba ngomongnya kek gitu ya ama gue". Ucap Zee bingung.


"Tapi nggak apa-apa sih. Menurut gue Kak Setya itu tetap jadi cowok idaman gue. Hihi!!". Ucap Zee girang.


Zee kemudian berlari kembali menuju ke mobilnya dan masuk kedalam. Gadis itu lalu menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah tersebut.


...*****...


Allena saat ini dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Sekitar 20 menit gadis itu tiba dan segera memarkirkan mobilnya.


Saat Allena keluar dari dalam mobilnya. Terdengar suara klason dari motor seseorang yang berjalan masuk ke arah parkiran rumahnya, dan orang tersebut segera memarkirkan motornya.


Allena yang sudah mengetahui siapa pemilik kendaraan bermotor tersebut hanya menarik nafas saat melihat orang itu yang ternyata adalah Louis.


"Hai Allena! Apa kabar?". Tanya Louis turun dari motornya dan menghampiri Allena.


"Ngapain lu disini?". Tanya Allena datar.


"Gue cuman datang aja. Emang nggak boleh ya?". Ucap Louis.


"Ngomong-ngomong Tante mana?". Sambung Louis.


Sedang Allena, gadis itu tidak menjawab. Dia hanya memandang datar Louis yang berdiri dihadapannya. Selang beberapa saat kemudian Allena langsung saja meninggalkan Louis tanpa menggubris Louis.


Gadis itu lalu berjalan masuk kedalam rumah. Sementara Louis dia segera menyusul Allena masuk kedalam rumah.


Saat tiba di ruang tamu mereka ber-2 langsung disambut oleh Mommy Tiara yang muncul dari arah lain.


"Sayang kamu sudah pulang? Ada Louis juga disini ternyata. Kapan kamu tiba Louis?". Tanya Mommy Tiara dengan tersenyum.


"Barusan Tante!". Jawab Louis sambil bersalaman dengan mencium tangan Mommy Tiara.


"Yasudah kalo gitu kalian duduk dulu. Sayang duduk dulu yu". Ucap Mommy Tiara pada Allena.


Allena yang mendengar itu menatap Mommy Tiara sebentar. Allena kemudian berjalan menuju sofa dan duduk disana. Mommy Tiara yang melihat itu seketika heran dengan reaksi Allena. Pasalnya Allena selama ini sangat susah mendengarkan perkataannya.


Tapi Mommy Tiara sedikit bersyukur. Setidaknya Allena sudah mau sedikit mendengarkannya. Mereka bertiga kemudian duduk disofa di ruang tamu rumah tersebut.


"Gimana sekolah kalian hari ini? Baik-baik aja kan?". Tanya Mommy Tiara membuka obrolan.


"Kalau Louis baik Tante. Tapi nggak seru, soalnya di sekolah Louis kan nggak ada ceweknya". Canda Louis.


"Bisa aja kamu Louis". Ucap Mommy Tiara sambil tertawa.


"Allena kamu gimana? Sekolah kamu baik-baik aja kan?". Tanya Mommy Tiara pada Allena.


Allena tidak menjawab. Gadis itu hanya memandang datar Mommy nya. Allena kemudian membuka tasnya dan menunjukan kartu undangan pada Mommy nya.


"Malam nanti Allena mau ke pesta ulang tahun". Ucap Allena datar memperlihatkan kartu undangan tersebut.


"Widihh.. Party ultah ya? Mana sini coba gue lihat". Ucap Louis tiba-tiba meraih kartu undangan ditangan Allena.


"Wihh.. Boleh juga nih. Gue boleh ikut nggak Allena. Temanin lo gitu. Iyakan Tante?". Ucap Louis beralih pada Mommy Tiara.


"Iya Allena. Selama ini kamu kan nggak pernah ada mau pergi acara kaya ginian. Kalaupun ada kamu pasti nggak datang. Kalau kamu emang mau pergi kan bagus ditemani sama Louis". Saran Mommy Tiara.


"Tuh dengerin Allena. Kan bagus kalau lo perginya ama gue. Jadi gue boleh ikut ya?". Tanya Louis yang saat ini sangat girang karena mendapat persetujuan Mommy Tiara.


"Umm.. Terserah". Jawab Allena.


"Yashh.. Gitu dong. Kalo gitu kita cari hadiahnya sekarang aja gimana. Kan acaranya entar malam nih". Saran Louis.


"Kalian makan aja dulu. Bersih-bersih. Terus cari hadiahnya sama-sama". Ucap Mommy Tiara.


"Yaudah deh Tan. Kita makan dulu. Louis juga dah laper nih. Hehe!". Ucap Louis.

__ADS_1


"Kalo gitu kita ke meja makan. Tante udah masakin makanan yang enak-enak buat kalian". Ucap Mommy Tiara lagi sambil beranjak dari duduknya mengajak Allena dan juga Louis.


Mereka ber-3 kemudian berjalan menuju ke ruang makan dan melakukan rutinitas yang memang dikerjakan disana.


__ADS_2