Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 36 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Malam Hari Birday Party


Malam ini para tamu undangan terlihat hadir memenuhi ruangan pesta perayaan ulang tahun Alexa yang diadakan disebuah hotel mewah berbintang lima di sebuah kawasan elit.


Para tamu berdatangan mengucapkan selamat pada Alexa yang terlihat cantik bak model luar negeri dengan warna kulit eksotis yang dimilikinya, dipadu-padakan dengan gaun yang sangat pas dengan kulitnya. Alexa malam ini terlihat elegan dan cantik.


Saat ini Alexa berdiri dengan kedua orang tuanya diatas panggung acara. Ayah Alexa kemudian maju kedepan dan naik ke atas mimbar.


"Selamat malam semuanya. Salam sejahtra untuk kalian semua. Terima kasih karena kalian semua, teman-teman sekolah anak saya dan para tamu lainnya telah datang ke acara ini untuk mau mengucapkan selamat kepada anak tercinta saya ini". Ucap Ayah Alexa membuka acara.


"Saya selaku orang tua sangat-sangat berterima kasih kepada kalian semua karena kalian bisa menyempatkan waktu untuk ikut merayakan hari kelahiran putri saya tercinta Alexa Maelarin Adhipura". Ucap Ayah Alexa lagi.


Para tamu undangan yang datang kemudian bertepuk tangan dengan meriah.


"Terima kasih! Dan sebentar lagi kita akan memulai acara pemotongan kue. Jadi silahkan kalian menikmati acaranya". Ucap Ayah Alexa mengakhiri pidatonya diakhiri tepuk tangan dari para tamu undangan.


"Duhh.. Ini Allena mana sih? Lama banget datangnya. Acara udah mau dimulai nih". Ucap Zee.


"Tenang aja Zee. Dia pasti datang kok. Tadi gue udah hubungin dia, dan Allena bilang dia masih di jalan. Bentar lagi dia tiba. Lo tenang aja ya". Ucap Airin memberi tahu.


"Tapi ini acaranya udah mau mulai. Lama banget Allena datangnya. Kalau nggak ada dia kan nggak lengkap banget tu rasanya". Ucap Zee memelas.


"Iya sih. Tapi kan Airin udah bilang tadi kalau Allena udah di jalan. Berarti bentar lagi Allena bakalan datang. Kita tunggu aja". Timpal Tessa.


Saat ini mereka berkumpul dalam satu tempat. Ditambah lagi ke-3 lelakinya Gamma, Manaf, dan juga Alvian. Mereka berkumpul dan saling mengobrol.


Tidak lama datang Alexa menghampiri mereka ber-6.


"Kalian datang juga. Kirain gue kalian nggak bakalan datang". Ucap Alexa dengan sok nya.


"Cewe sok kecantikan itu mana? Kok dari tadi gue nggak lihat dia. Yang adanya malah si miskin ini". Sinis Alexa menatap Airin.


"Datang juga lo? Dapat duit dari mana lo ampe bisa datang ke pesta yang kek ginian? Jual harta ortu lo yang nggak seberapa itu ya?". Cibir Alexa sambil menatap sinis Airin.


"Alexa..!". Seru Brayen yang tiba-tiba muncul dari arah lain. Brayen kemudian menghampiri mereka semua.


"Lex.. Hari ini adalah hari buat lo. Jadi tolong lo bersikap baik hari ini. Jangan sampe lo sendiri yang ngerusak hari baik lo ini. Lo ngerti kan maksud gue apa?". Ucap Brayen dihadapan Alexa.


Alexa yang mendengar itu hanya menatap Brayen sengit tanpa berniat membalas perkataan Brayen. Selang beberapa saat, Alexa kemudian beranjak dari tempatnya meninggalkan mereka semua.


"Tuh kan gue bilang juga apa. Alexa itu nggak bakal pernah ngehargain orang. Kita udah susah-susah mau datang ke acaranya dia, ehh.. si malampir itu malah kek gitu ke kita. Pake ngatain Airin lagi. Nggak tau diri tu cewek. Kurang ajar emang". Emosi Zee.


"Udah Zee nggak apa-apa". Ucap Airin berusaha menenangkan Zee.


"Nggak apa-apa gimana Rin? Lo nggak lihat gayanya itu? Dia juga ngehina lo, terus lo diam aja gitu. Bisa nggak lo jadi jahat sebentar aja. Baik mulu sih lo. Emosi gue". Ucap Zee tetap emosi.


"Zee mending lo tenang. Nggak mungkin juga kan lo buat keributan diacaranya Alexa". Timpal Brayen.


"Emosi gue Kak emosi! Itu si Alexa malampir satu nggak bisa di filter bahasanya. Ngehina orang mulu kerjaanya". Celoteh Zee.


"Udah lo tenang oke! Tapi ngomong-ngomong Allena mana? Kok dari tadi dia nggak kelihatan". Tanya Brayen mengalihkan pembicaraan agar Zee tak terbawa emosi.


"Lahh.. Iya iya. Allena kok dari tadi belum nyampe-nyampe juga ya. Rin kata lo tadi Allena udah di jalan. Tapi kok dia belum kelihatan juga dari tadi". Ucap Zee was-was.

__ADS_1


"Kata Allena tadi dia udah di jalan kok. Tapi iya sih. Dia kan harusnya udah nyampe ya?". Ucap Airin yang mulai khawatir.


"Jadi gimana nih? Acara udah mau dimulai". Ucap Zee lagi.


"Lahh.. Itu Allena! Tapi dia sama siapa ya? Kok kaya nggak asing ya mukanya". Seru Tessa tiba-tiba sambil menunjuk ke arah Allena yang datang bersama Louis.


Allena yang datang bersama Louis tiba-tiba menjadi sorotan dari para tamu undangan yang ada disana. Pasalnya mereka terlihat sangat mencolok dengan wajah mereka yang blasteran. Ditambah lagi dengan pakaian yang mereka kenakan membuat mereka terihat serasi layaknya pasangan.


Riasan make-up natural di wajah Allena membuat dia sangat cantik dengan gaya rambut curly nya yang dia ikat menambah kesan elegan tampilannya. Benar-benar mengalahkan Alexa yang ingin jadi ratu semalam.


Louis dengan gaya rambutnya membuat dia kelihatan tampan dengan semua yang dimilikinya. Wajah dan juga tubuh tingginya menambah kesan gagahnya Louis.


Mereka berdua benar-benar menjadi sorotan saat ini. Para tamu undangan menganggap mereka adalah pasangan yang sangat cocok dan serasi.


Aziel yang melihat Allena datang bersama Louis seketika mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Aziel memandangi Allena dan Louis secara bergantian dari kejauhan.


Setya yang saat ini bersama Aziel seketika menahan tawanya ketika melihat reaksi Aziel yang seperti sedang menahan amarah.


"El..! Lo cemburu ya lihat Allena sama cowo lain lagi kali ini bukan lagi sama Brayen?". Ucap Setya pada Aziel.


"Gue akuin sih si cewek datar itu emang cantik meskipun nggak pernah gue lihat dia senyum. Tapi itu nggak nutupin kalo dia itu emang cantik. Makanya banyak cowo yang deketin dia". Ucap Setya lagi.


"Termasuk lo yang suka ama dia. Benerkan El?". Ucap Setya sambil menaikan kedua alisnya.


"Maksud lu apa ngomong kaya gitu? Lu kira gua suka ama Allena. Ngapain gua suka cewek modelan kaya Allena? Kaya nggak ada cewek lain". Ketus Aziel.


"El.. El! Lo kira gue nggak tau lo nyimpen akuarium yang pernah di bawa ama Allena. Kalau lo nggak suka buat apa lo nyimpen tu akuarium dah lama banget". Ucap Setya.


"Lah.. Emang salah kalau gua nyimpen aja. Akuarium doang lu jadiin patokan gue suka ama Allena apa enggak. Aneh lu Setya". Ketus Aziel.


Sementara Alexa, gadis itu seketika merasa sakit hati ketika melihat Allena yang menjadi sorotan para tamu undangan. Seharusnya malam ini menjadi malam untuknya. Seharusnya dia yang menjadi perhatian. Tapi Allena yang seorang tamu malah mengambil semua perhatian itu darinya. Alexa benar-benar merasa kesal telah mengundang Allena.


Ingin sekali Alexa mengusir Allena dari acara ulang tahunnya. Tapi Alexa tidak ingin membuat semua acara menjadi kacau. Alexa tidak ingin membuat orang tuanya malu. Alexa tidak ingin merusak acaranya yang sudah dia kemas baik-baik. Gadis itu kemudian hanya bisa menahan sakit hati melihat itu semua.


"Allena ayo sini!!". Seru Tessa memanggil Allena.


Allena yang mendengar ada yang memanggilnya, gadis itu kemudian menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Tessa yang sedang melambaikan tangannya dan sedang bersama teman-temannya yang lain.


Allena kemudian menghampiri teman-temannya dengan Louis mengikuti Allena dari belakang.


Seketika mereka semua jadi pusat perhatian yang ada disana. Bagaimana tidak? Semua keluarga terpandang berkumpul disana dalam satu tempat.


Ditambah lagi Allena dan Louis yang ikut berkumpul disana menambah kesan yang sangat wahh..!!. Apa lagi Allena yang berasal dari keluarga terkenal akan kekayaannya.


"Allenaa.. Gue kira lo nggak datang. Lama banget sih lo datangnya". Seru Zee tiba-tiba.


"Sori". Ucap Allena.


"Ini siapa? Kok kaya nggak asing ya mukanya. Kaya pernah lihat gitu. Tapi dimana ya?". Timpal Tessa mengingat-ingat.


"Oh iya! cowo yang waktu di pertandingan basket itu kan. Cowo yang tanding sama sekolah kita waktu itu". Ucap Tessa mengingat.


"Iya. Perkenalkan nama gue Louis". Ucap Louis pada mereka.

__ADS_1


Mereka semua kemudian berjabat tangan dan berkenalan dengan Louis. Saat Louis berjabat tangan dengan Brayen, lelaki itu seperti memberikan tatapan sengit pada Louis, dan Louis dapat merasakan hal itu.


"Louis ganteng banget dah. Silau mata gue waktu lo datang sama Allena". Goda Tessa.


"Mmm... Mulai mulai! Lihat cowok ganteng aja mulai kumat deh centilnya". Cibir Gamma.


"Suka-suka gue dong. Kenapa emang? Masalah ya buat lo?". Balas Tessa.


Tidak berapa lama acarapun dimulai. Alexa segera berdiri dihadapan kue besarnya yang diletakkan di atas meja kaca besar. Para tamu undangan mulai berkumpul dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Alexa.


Setelah selesai bernyanyi Alexa kemudian meniup lilin dan memotong kue besarnya. Alexa langsung memberikan potongan pertama kepada Ibunya dan potongan kedua untuk Ayahnya. Alexa kemudian memotong potongan ketiga.


"Potongan ke-3 ini gue mau kasiin ke orang yang juga gue sayangin setelah kedua orang tua gue. Gue mau ucapin terima kasih karena orang itu udah mau datang ke acara ultah gue". Ucap Alexa antusias.


"Gue mau Aziel datang ke sini dan mau makan potongan ke-3 kue ini". Ucap Alexa menyebut nama Aziel sambil tersenyum.


Para tamu undangan seketika menoleh ke arah Aziel.


Aziel yang mendengar itu seketika kaget ketika Alexa menyebut namanya. Ingin rasanya dia pergi dari tempat tersebut. Sebab Aziel tak menyukai cara Alexa yang seperti itu.


"Nak Aziel mohon terima permintaan putri saya Alexa. Sebab Om akan sangat berterima kasih jika Nak Aziel mau mengikuti permintaan Alexa". Ucap Ayah Alexa tiba-tiba.


Aziel yang mendengar perkataan Ayah Alexa langsung saja maju ke depan menerima permintaan Alexa.


Aziel tidak ingin merusak acara dan membuat orang tua Alexa tersinggung jika dia tidak mengikuti permintaan Alexa. Maka dengan terpaksa Aziel maju ke depan dan memakan potongan kue tersebut dengan disuapi oleh Alexa.


Para tamu undangan kemudian bertepuk tangan dengan meriah. Sementara Setya yang melihat ekspresi Aziel hanya menahan tawanya sambil menutup mulutnya melihat Aziel.


Aziel yang mengetahui Setya menertawakannya seketika menatap tajam Setya. Sementara Setya terus mencoba menahan tawanya.


Aziel kemudian mengalihkan pandangannya dan tak sengaja bertemu pandang dengan Allena. Mereka saling beradu pandang dengan Allena yang menatap Aziel datar namun begitu mencekam dan Aziel yang tak mau kalah menatap Allena dengan sedikit menunjukan senyum smirknya. Sementara Allena tetap memasang tampang datarnya.


Louis yang merasa Allena dan Aziel seperti ada sesuatu seketika mendekatkan dirinya disamping Allena dan bertanya pada Allena.


"Cowok itu siapanya lo Len?". Tanya Louis sambil memperhatikan Aziel dari kejauhan.


"Bukan siapa-siapa". Jawab Allena mengalihkan pandangannya pada Louis dan menatap datar Louis.


"Oohh.. Oke!". Ucap Louis manggut-manggut.


Acara pemotongan kue pun selesai. Kini tiba saatnya acara yang di tunggu-tunggu terutama oleh Alexa. Gadis itu benar-benar menunggu waktu acara yang akan dimulai ini.


Namun sebelum itu Alexa meminta izin terlebih dahulu kepada Ayahnya untuk mengambil alih maju ke atas mimbar acara. Setelah meminta izin Alexa kemudian naik ke atas mimbar.


"Halo! Selamat malam semuanya! Berdirinya saya disini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kalian para tamu undangan terutama teman-teman sekolah saya dari SMA Negeri Nasional. Saya sangat-sangat berterima kasih kepada kalian semua karena kalian telah hadir ke acara Birday Party saya Alexa Maelarin Adhipura". Pidato Alexa.


"Terima kasih karena telah menyempatkan waktu kalian untuk menghadiri acara saya. Dan saya akhiri pidato saya dengan mari kita sama-sama memulai acara selanjutnya yaitu acara dansa bersama". Ucap Alexa lagi dengan lantangnya diatas mimbar.


"Dih.. Alexa ini bermuka dua banget ya. Males gue lihat mukanya tu maklampir. Kalau tau gitu gue nggak datang deh". Cibir Zee sambil memandangi Alexa dari kejauhan.


"Zee nggak boleh gitu. Kita nggak boleh ngejelekin orang disaat orang itu lagi itu bahagia. Nggak baik. Biar Alexa berbahagia dengan acaranya malam ini.". Ucap Airin menasihati.


"Haaahh....!! Iya Airin ku sayang yang cantik yang baik hatinya bagaikan permata suci. Susah emang kalau ngomong tu didekat orang yang baiknya melebihi batas. Bakal dinasihatin mulu". Pasrah Zee. Gadis itu tak akan banyak bicara jika sudah didekat Airin. Diceramahin mulu.

__ADS_1


Acara pun dimulai. Tampak para tamu undangan mulai mencari pasangan mereka untuk menemani mereka berdansa.


Sementara Aziel, lelaki itu sudah tak tahan lagi melihat Allena selalu di dekat Louis. Ingin rasanya dia membawa pergi jauh Allena dari lelaki tersebut. Aziel kemudian dengan rasa kesal yang tak bisa dibendung lagi, lelaki itu kemudian berjalan cepat menghampiri Allena.


__ADS_2