
Disaat mereka semua keluar dari ruang UKS, Pak Trisno yang kebetulan ingin melihat keadaan Allena segera menghampiri mereka ketika melihat meraka keluar dari ruang UKS.
"Gimana keadaan Allena anak-anak? Allena bagaimana keadaan kamu?". Tanya Pak Trisno sambil beralih ke Allena.
"Allena harus ke dokter Pak! Meriksain pinggangnya". Jelas Manaf.
"Yasudah kalo gitu Allena dibawa saja sekarang biar cepat diperiksa". Ucap Pak Trisno.
"Kalau gitu kita-kita izin ya Pak. Mau nemenin Allena juga". Ucap Manaf izin.
"Iya iya. Kalian pergi sekarang. Kasihan Allena". Ucap Pak Trisno mengizinkan.
"Makasih ya Pak". Ucap Brayen segera pergi dari situ sambil menggendong Allena.
"Kita pergi sekarang ya Pak. Makasih!". Ucap mereka semua dan pergi menyusul Brayen dan Allena.
Mereka semua pun segera berjalan menuju parkiran. Mereka kemudian menuju mobil Allena. Brayen segera memasukkan Allena kedalam mobil dengan berhati-hati.
Lalu Zee dan yang lainnya menyusul masuk ke dalam mobil Allena. Mereka semua kemudian bergegas pergi menuju rumah sakit.
Aziel yang melihat ketika Brayen dan Allena begitu dekat, apa lagi saat dia melihat Allena digendong oleh Brayen perasaannya menjadi campur aduk. Ada perasaan tak menentu yang di rasakan oleh lelaki itu.
"Hai Aziel! Lo ngapain disini?". Tanya Alexa pada Aziel yang tiba-tiba muncul dari arah lain.
Mendapati Alexa disampingnya, Aziel tidak menggubris sama sekali gadis itu. Aziel kemudian berlalu pergi begitu saja meninggalkan Alexa.
"Aziel tunggu! Lo kenapa sih suka banget ninggalin gue?". Seru Alexa menyusul Aziel.
"Aziel tunggu". Teriak Alexa dengan nada manja yang dibuat-buat.
Aziel yang mendengar itu seketika merasa risih dengan Alexa. Lelaki itu kemudian menghentikan langkahnya.
"Lu bisa nggak sih nggak manggil-manggil gua kaya gitu? Risih gua. Jijik tau nggak". Celoteh Aziel.
"Lo gitu amat sih ama gue El. Emang gue ada salah apa ama lo. Ampe segitunya banget". Pungkas Alexa dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat. Jangan lupa nada manja yang juga dibuat-buat.
"Lu nggak ada salah ama gua. Tapi gua cuman nggak suka cewe murahan kaya lu deket-deket ama gua". Ucap Aziel santai.
"Lo suka ya ama si Allena itu?". Tanya Alexa tiba-tiba.
"Cih.. Maksud lu apaan ngomong kaya gitu?". Tanya Aziel dengan menatap datar Alexa.
"Udalah El! Lo ngaku aja. Gue udah tau semuanya. Gue juga tau apa yang udah lo ama Allena lakuin berdua". Ucap Alexa sinis.
"Emang lu tau apa?". Tanya Aziel dengan memasang gaya cool nya.
"Lo perlu bukti? Okey gue bakal tunjukin". Ucap Alexa sambil mengeluarkan ponselnya.
Gadis itu kemudian terlihat sedang mengutak-atik ponselnya. Alexa lalu menunjukan putaran video yang terpampang jelas dilayar ponselnya pada Aziel.
Terlihat di video itu dua orang yang ternyata Aziel dan juga Allena sedang berciuman. Pada video itu terlihat jelas apa yang dilakukan oleh Aziel dan Allena.
"Jadi gimana? Di video itu terlihat jelas apa yang udah kalian berdua lakuin". Ucap Alexa dengan senyuman sinis.
__ADS_1
"Lo mau ngelak apa lagi Aziel? Itu udah jelas banget". Ucap Alexa lagi.
Aziel yang melihat itu tetap tenang dan tidak terpancing. Laki-laki itu terlihat sangat santai dengan memasang gaya cool nya.
"Terus. Apa yang bakal lu lakuin dengan video itu Alexa? Dua orang saling berciuman. Apa yang salah dengan itu? Bukankah sudah jadi hal lumarah jika sepasang kekasih saling berciuman?". Ucap Aziel dengan santainya.
"Jadi lo ama Allena beneran pacaran?". Tanya Alexa kaget.
"Nggak". Jawab Aziel.
"Tapi coba lu pikirin. Kalau lu sampai nyebarin tu video, pasti orang-orang bakal berpikiran gua sama Allena adalah sepasang kekasih. Dan apa yang gua lakuin di video itu sudah menjadi hal yang lumrah karena orang-orang akan berpikirnya kita berdua pacaran. Dan pastinya orang-orang juga akan berpikir kita berdua lakuin itu karena atas dasar suka sama suka". Jelas Aziel panjang lebar.
"Lu ngerti kan maksud gua?". Ucap Aziel lagi.
Alexa yang mendengar itu hanya tersenyum miring.
"Aziel Aziel.. Gue nggak ada bilang buat nyebarin nih video". Ucap Alexa.
"Lah terus buat apa kalo gitu? Lu mau simpan? Jadiin pajangan diponsel lu sendiri". Tanya Aziel bingung.
"Coba lo pikir! Kalo sampe orang tua lo lihat video ini. Ataupun media masa lihat nih video. Gimana nanti nasib keluarga lo ataupun keluarga si Allena itu?". Ucap Alexa sinis.
"Gimana kalo sampe berita tersebar tentang seorang siswa dari keluarga Albern dan keluarga Rajasa saling melakukan perbuatan tidak senonoh di sekolah? Apalagi di sekolah terkenal kaya gini. Coba lo pikirin apa yang bakalan terjadi?". Ucap Alexa panjang lebar.
Aziel yang mendengar itu mulai emosi. Alexa dengan beraninya mengancam Aziel. Lelaki itu kemudian menghampiri Alexa dan mencengkram pergelangan tangan Alexa dengan keras. Aziel kemudian mendekatkan wajahnya dihadapan Alexa.
"Coba aja lu sebarin! Kalau sampe lu berani lakuin hal itu. Lu bakalan lihat apa yang bakal gua lakuin ke lu terutama keluarga lu. Ngerti lu". Ancam Aziel sambil menghepas pergelangan tangan Alexa dengan keras.
Lelaki itu kemudian beranjak pergi meniggalkan tempat tersebut. Sementara Alexa hanya tersenyum sinis sambil memandangi Aziel pergi. Gadis itu juga kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Saat ini Brayen tengah menemani Allena di ruang dokter. Sementara Zee dan juga yang lain sedang menunggu diluar.
"Ada keluhan apa kalian sampai datang kemari?". Tanya Bu Dokter.
"Gini Dok. Teman saya ini tadi sempat jatuh di sekolah, dan dia ada cedera dibagian kaki dan pinggangnya. Jadi kami datang kesini biar diperiksa lebih lanjut lagi Dok". Ucap Brayen menjelaskan.
"Ohh Begitu! Yasudah kalo gitu silahkan ke tempat tidur dulu biar lebih rileks, saya siapkan dulu peralatan pemeriksaannya". Ucap Bu Dokter.
"Baik Dok". Ucap Brayen.
Lelaki itu kemudian membantu Allena beranjak menuju ke tempat tidur. Setelah itu Brayen membantu Allena berbaring.
"Kenapa beberapa hari ini lu kaya ngehindar dari gua?". Tanya Allena to the point.
Brayen yang mendengar itu kemudian memandangi Allena dengan tampang sok sedihnya yang dibuat-buat.
"Habisnya lo boongin gue. Katanya lo mau datang malam itu buat ngedate ama gue. Tapi gue tungguin, lo nggak datang-datang. Mana berjam-jam lagi gue tungguin. Ampe gue ketemu sama orang gila tau nggak lo". Celoteh Brayen panjang lebar.
"Oh itu! Gua ketiduran soalnya". Jawab Allena santai.
"Iya nggak apa-apa. Lagian udah berlalu juga kok". Ucap Brayen.
Bu Dokter pun segera menghampiri mereka berdua sambil membawa stetoskopnya.
__ADS_1
"Saya periksa denyut jantungnya dulu ya". Ucap Bu Dokter.
"Untuk pacarnya boleh keluar dulu". Ucap Bu Dokter lagi.
"Dia bukan pacar saya Bu Dokter. Saya nggak pacaran". Ucap Allena menepis perkataan Bu Dokter.
Brayen segera berdiri dan beranjak dari duduknya. Sebelum keluar dia berbicara terlebih dahulu.
"Iya Bu Dokter. Tapi doain semoga jadi pacar dia beneran Dok. Hehe!!". Sarkas Brayen. Dia kemudian berjalan kepintu keluar dan keluar dari ruangan tersebut.
Sementara Bu Dokter yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Kita mulai pemeriksaannya sekarang ya". Ucap Bu Dokter seketika.
"Iya Dok". Balas Allena.
Bu Dokter pun segera melakukan pemeriksaannya pada Allena.
"Gimana Kak?". Tanya Zee ketika melihat Brayen keluar.
"Lagi diperiksa. Kita tunggu aja". Jawab Brayen.
"Semoga Allena nggak parah". Ucap Zee lagi.
"Iya doain aja". Ucap Gamma menimpali.
Mereka semua kemudian menunggu Allena melakukan pemeriksaannya. Sekitar 1 jam lebih mereka menunggu. Tidak lama Allena keluar dengan secara perlahan. Brayen yang melihat Allena segera menghampiri Allena dan membantu gadis itu berjalan.
"Gimana Len?". Tanya Zee.
"Udah nggak apa-apa kok. Kata dokternya cuman sedikit cedera aja. 1 bulan 2 bulan gua bakal sembuh. Sama pinggangnya dikasi obat dan pinggangnya diperban. Itu doang". Ucap Allena menjelaskan.
"Itu doang? Itu mah bukan doang lagi Allena". Ucap Alvian.
"Iya. Kita nggak bakal latihan lagi deeh! ". Ucap Zee sedih.
"Udah nggak apa-apa". Ucap Allena.
"Yaudah kalo gitu kita pulang sekarang". Ucap Allena lagi.
Mereka semua pun segera keluar dari rumah sakit itu. Namun sebelum itu, mereka terlebih dahulu mengambil kursi roda untuk membantu Allena keluar. Mereka semua kemudian masuk ke dalam mobil Allena dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
SMA Negeri Nasional
"Haa...! Gimana ya sekarang keadaan Allena?". Ucap Alexa yang saat ini tengah dalam kamar mandi.
"Apa dia sekarang pincang? Atau nggak bisa jalan? Aduhh..! Kasian banget sih lo Allena". Ucap Alexa dengan ekspresi bahagia.
"Makanya jangan main-main sama seorang Alexa. Lagian sok banget jadi orang. Gue lihat gayanya aja pengen muntah gue". Ejek Alexa.
"Gue nggak bakal biarin lo rebut Aziel dari gue. Karena Aziel itu cuman milik gue". Ucap Alexa.
"Aagghhh...!! Gue ingat itu tambah benci gue sama si Allena". Marah Alexa ketika dia mengingat Aziel dan Allena saling berciuman.
__ADS_1
"Gue harap keadaan si Allena itu parah. Kalo perlu nggak bisa jalan aja selamanya. Benci banget gue ama dia. Aagghhh...!!". Celoteh Alexa penuh emosi.
Gadis itu kemudian mencoba menetralkan dirinya. Melihat pantulan bayangan dirinya dari dalam cermin besar itu, dan merapihkan dirinya. Alexa kemudian menarik nafas panjang. Setelah itu dia keluar dari dalam kamar mandi tersebut.