Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 27 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Saat ini Allena dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Setibanya dia di halaman rumah, gadis itu lalu segera menuju parkiran dan memarkirkan mobilnya. Allena kemudian turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Sayang kamu sudah pulang". Seru Mommy Tiara menghampiri Allena ketika gadis itu masuk ke dalam rumah.


"Itu siapa?". Tanya Mommy Tiara pada seseorang dibelakang Allena yang sedang berdiri dipintu masuk ruang tamu.


"Hai Tante! Apa kabar". Seru orang tersebut tiba-tiba sambil membuka helem yang dikenakannya.


"Louis!!". Seru Mommy Tiara menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah Louis.


Louis adalah pria misterius yang menghampiri Allena saat di SMAN Nasional tadi.


"Kabar Tante baik. Orang tua kamu gimana?". Tanya Mommy Tiara dengan ekspresi riang.


"Mama sama Papa baik Tante. Om sama Kak Renold gimana?". Tanya Louis.


"Mereka baik. Ayo masuk-masuk!!". Ucap Mommy Tiara mempersilahkan Louis untuk masuk.


Mereka lalu berjalan masuk ke dalam ruang tamu dan duduk dikursi sofa yang ada disitu.


"Biii... Bi Ratih!!". Teriak Mommy Tiara memanggil Bi Ratih.


"Iya Bu! Ada apa?". Seru Bi Ratih sambil berjalan cepat menuju ruang tamu.


"Tolong Bi Ratih bikinin minum ya buat Louis. Bikinnya teh aja. Gulanya dikit". Ucap Mommy Tiara.


"Baik Bu". Ucap Bi Ratih. Bi Ratih kemudian berlalu menuju dapur.


"Oh iya! Allena sayang! ayo sini!". Panggil Mommy Tiara pada Allena yang sejak tadi berdiri memperhatikan mereka.


Allena tak bergeming. Gadis itu hanya diam sambil memperhatikan mereka dengan ekspresi datar yang ditunjukannya.


Setelah beberapa saat Allena kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka menuju tangga. Gadis itu lalu menaiki tangga menuju kamarnya tanpa mempedulikan Mommy Tiara dan juga Louis.


Allena kemudian masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu tanpa menguncinya. Gadis itu lalu melepaskan tasnya dan membuka seragam sekolahnya.


Allena kemudian mengambil bathrobe(jubah mandi) dari dalam lemari dan memakainya.


Setelah itu Allena berlalu ke kamar mandi dan masuk ke dalam. Gadis itu kemudian melakukan ritual mandinya.


Sekitar 20 menit Allena selesai mandi. Gadis itu kemudian meraih bathrobe dan memakainya, lalu keluar dari kamar mandi tersebut.


Saat keluar, Allena dikejutkan dengan Louis yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya sambil tengkurap.


"Lu ngapain disini? Keluar sana". Teriak Allena tiba-tiba pada Louis.


"Berani-beraninya lu masuk ke dalam kamar gua". Teriak Allena lagi.


Louis yang mendengar teriakan Allena segera berbalik ke arah Allena.


"Eh Allena! Nggak kok, gue cuman mau tiduran aja disini". Ucap Louis sambil tersenyum pada Allena.


"Siapa yang ngizinin lu tiduran disitu? Keluar sekarang". Marah Allena sambil menghampiri dan menarik lengan Louis.


"Keluar gua bilang. Gua mau pake baju". Celoteh Allena dengan tetap menarik lengan Louis.


" Ya pake aja! Gue nggak bakalan lihat kok". Ucap Louis bangun dari tidurnya sambil memandangi Allena dengan senyumnya.


"Dih.. Najis! Keluar anji*ng. Lu nggak denger. Apa mau gua tonjok?". Ucap Allena sambil menarik tangan Louis dan mendorongnya.


"Iya iya gue keluar! Galak amat sih". Ucap Louis berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Allena.


"Makanya keluar sono. Cepetan!!". Ucap Allena sambil mendorong Louis keluar dari pintu masuk. Gadis itu kemudian dengan cepat menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Huff...!! Gila aja". Celoteh Allena.


Gadis itu kemudian beranjak dari tempatnya menuju lemari pakaian. Allena lalu mengambil pakaiannya kemudian memakainya.


Allena lalu mengambil ponselnya dari atas nakas samping tempat tidurnya. Gadis itu kemudian menuju ke tempat tidur dan berbaring dikasur empuknya.


Allena berbaring sambil memainkan ponselnya. Setelah beberapa menit, mata Allena mulai mengantuk. Gadis itu kemudian memejamkan matanya dan tertidur dengan ponselnya jatuh berada diatas dadanya.


Malam harinya Allena terbangun dari tidurnya. Gadis itu lalu mengecek jam dari ponselnya. Pukul 19.45 WIB.

__ADS_1


Disaat Allena sedang mengumpulkan nyawanya. Tiba-tiba terdengar sura ketukan dari pintu kamarnya.


Tok.. tok.. tok..


"Non Allena! Non!". Teriak Bi Ratih dari luar.


"Non!". Seru Bi Ratih lagi.


Allena yang mendengar panggilan dari Bi Ratih segera bangun dan beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu kamarnya. Gadis itu kemudian membuka pintu.


"Non! Ibu nyuruh saya panggil Non Lena untuk turun kebawa buat makan malam Non". Ucap Bi Ratih.


"Iya". Jawab Allena dengan wajah datarnya.


"Kalo gitu saya duluan ya Non". Ucap Bi Ratih.


Allena tak menggubris. Gadis itu kembali menutup pintu kamarnya. Allena kemudian menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai Allena kemudian segera turun ke bawah.


Saat tiba di bawah Allena kemudian menuju ruang makan. Disana ada Mommy Tiara dan juga Louis. Gadis itu lalu menarik kursi dan duduk disana.


"Hai Allena!". Sapa Louis.


Sementara yang disapa hanya diam tak menggubris.


"Sudah! Ayo kita makan dulu!". Ucap Mommy Tiara seketika.


Mereka lalu makan dengan keadaan tenang dan hikmat.


Setelah beberapa menit, mereka kemudian selesai dari makan mereka.


"Tante ada yang Louis mau omongin. Tapi sebelum itu Louis mau minta maaf dulu". Ucap Louis membuka obrolan di meja makan.


"Oh iya nggak apa-apa. Memangnya kamu ada mau ngomong apa?". Tanya Mommy Tiara.


"Gini Tan. Louis boleh nggak ngajak Allena keluar sebentar?". Izin Louis.


"Lu ngapain sih disini? Mending lu pulang deh". Ucap Allena tiba-tiba.


"Gua nggak mau. Lu pulang sana". Usir Allena.


"Sayang kamu jangan gitu dong sama Louis. Dia kan ngajak kamu baik-baik. Mommy izinin ko". Ucap Mommy Tiara mengiyakan.


"Allena bilang Allena nggak mau. Gimana sih". Bantah Allena sambil memukul meja.


"Lu pulang sana!!". Ucap Allena marah pada Louis sambil berjalan meninggalkan meja makan.


"Nggak apa-apa Tan! Biar Louis yang bujuk Allena sendiri". Ucap Louis pada Mommy Tiara sambil menyusul Allena.


"Allena Allena!! Tunggu dong". Seru Louis menahan Allena.


"Apa lagi sih ah?". Ucap Allena menghentikan langkahnya.


"Jangan gitu dong! Temanin gue ya. Kita keluar. Jalan-jalan gitu". Ucap Louis.


"Gua nggak mau. Males!! Lu ngerti nggak sih". Ucap Allena dengan mengerutkan wajahnya malas.


"Sebentar doang kok. Mau yah! ya ya ya...!! Please!! Mau dong Allena". Paksa Louis dengan tampang pupy ayesnya.


"Ishhh... Yaudah". Ucap Allena memaksakan setuju. Gadis itu kemudian berjalan menuju ruang tamu.


"Lu mau keluar nggak?". Tanya Allena dengan ketus pada Louis sambil berbalik kebelakang menghadap Louis yang tengah memandanginya.


"Sekarang? Lo nggak ada bawa apa-apa gitu atau siap-siap, ganti pakaian apa gitu?". Tanya Louis.


"Nggak". Jawab Allena.


"Jadi pergi nggak nih? Kalo nggak yaudah". Ucap Allena ingin beranjak pergi.


"Eeehh... Iya iya! Jadi kok. Gitu banget sih lo Allena". Seru Louis menahan Allena.


"Yaudah cepetan. Lama banget sih". Ketus Allena.


"Iya iya. Yaudah ayo. Marah-marah mulu dah". Ucap Louis pada Allena.

__ADS_1


Mereka kemudian keluar menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil Louis. Mereka kemudian pergi dari rumah Allena.


Pasar Malam


Saat ini Allena dan Louis sedang berada di pasar malam yang ada di Jakarta. Disana banyak sekali pengunjung yang berdatangan. Ada juga para turis-turis dari berbagai negara.


Seperti saat ini Louis dan juga Allena jadi pusat perhatian dari para pengunjung yang ada disana. Bagaimana tidak? Mereka berdua sama-sama dari negara Amerika. Banyak sekali orang-orang yang minta berfoto bersama mereka berdua. Dan itu sungguh membuat Allena risih.


"Ck.. Kita ngapain sih disini? Gua ggak suka tau nggak". Ketus Allena.


"Nggak apa-apa kok Len. Gue pengen banget datang kesini dan cobain berbagai hal yang ada disini. Dan itu baru kesampaian sekarang. Udah kita cobain aja. Pasti seru kok". Ucap Louis.


"Huff.. Terserah lu deh". Pasrah Allena malas.


"Kalo gitu kita kesana. Gue bakalan nunjukin lo sesuatu". Ucap Louis dengan menarik lengan Allena.


Mereka berdua kemudian menuju ke salah satu penjual permen kapas.


"Nah ini nih! Lo cobain deh". Ucap Louis pada Allena.


"Apaan nih?". Tanya Allena saat melihat abang-abang sedang membuat permen kapas.


"Makanya cobain biar lo tau". Ucap Louis.


"Bang buatin 2 ya!". Seru Louis pada penjual permen kapas tersebut.


"Rasa apa Mas?". Tanya penjual tersebut.


"Yang warna pink itu Bang! Rasa stroberi kan ya?". Jawab Louis.


"Oke Siap! Ditunggu ya". Ucap penjual itu.


Penjual itu segera membuat pesanan yang Louis minta. Setelah beberapa menit, penjual itu pun selesai membuatnya. Kemudian memberikannya pada Louis.


"Makasih Bang. Berapaan Bang?". Tanya Louis.


"10 rebu Mas". Seru penjual tersebut.


"Nih Bang duitnya. Makasih ya Bang". Ucap Louis berterima kasih sambil memberikan uang pecahan 100 ribu kepada penjual tersebut.


"Ambil aja Bang. Nggak usah di kembaliin". Sambung Louis.


"Beneran Mas? Makasih banyak ya Mas". Girang penjual permen kapas itu.


"Sama-sama. Kita duluan ya Bang". Ucap Louis beranjak dari tempat tersebut bersama Allena.


"Sekali lagi makasih ya Mas". Teriak penjual tersebut dengan girangnya.


Louis kemudian memberikan 1 permen kapas itu pada Allena.


"Cobain deh!". Ucap Louis sambil memberikannya pada Allena.


"Dih.. Nggak mau gua". Tolak Allena.


"Udah cobain aja". Paksa Louis sambil memasukan permen kapas tersebut kedalam mulut Allena.


Gadis itu kemudian menelan permen kapas itu dengan ekspresi seperti menilai.


"Gimana?". Tanya Louis.


"Terlalu manis". Ucap Allena sambil meraih permen kapas tersebut ditangan Louis.


"Terlalu manis tapi diambil juga". Ejek Louis.


"Gua bilangnya terlalu manis, bukan nggak enak". Ketus Allena sambil memakan permen kapas itu.


"Iya iya. Allena mah selalu benar nggak pernah salah". Ucap Louis.


Louis kemudian mengajak Allena kesalah satu permaian yang ada didalam pasar malam tersebut. Mereka menuju ke permainan lempar kaleng. Dimana cara bermainnya, mereka harus melepar bola kecil kearah kaleng hingga kaleng tersebut jatuh. Dan jika berhasil akan mendapatkan hadiah.


Disaat Louis dan Allena sedang menuju ke permainan tersebut, Aziel yang saat itu juga sedang berada di pasar malam tersebut tanpa sengaja melihat Allena. Lelaki itu juga sedang bersama Alexa.


Aziel bisa bersama Alexa dan berada ditempat tersebut akibat paksaan dari Alexa. Gadis itu memaksa Aziel untuk ikut bersamanya. Dan jika Aziel menolak, Alexa lagi-lagi mengancam Aziel menggunakan video tersebut. Maka berakhirlah Aziel saat ini di pasar malam tersebut bersama Alexa.

__ADS_1


__ADS_2