Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 51 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Alexa terus memandangi Brayen yang sedari tadi hanya diam tak bergeming. Alexa berpikir bahwa sepertinya Kakak kelasnya itu ingin sendiri dan tidak ingin diganggu. Apa lagi dengan ekspresi memelas yang dipancarkan oleh wajah Brayen saat ini.


"Hah.. Terserah lo deh Brayen. Kayanya lo emang lagi pengen sendiri sekarang". Ucap Alexa tiba-tiba sambil berdiri dari duduknya ingin meninggalkan Brayen.


Alexa tidak ingin mengganggu Brayen jika keadaannya sangat tidak memungkinkan lelaki itu untuk diajak bercanda.


Namun baru selangkah Alexa berjalan lengan gadis itu langsung ditahan oleh Brayen.


"Lo mau kemana?". Seru Brayen sambil menengadahkan kepalanya menatap Alexa.


"Ya gue mau pergilah. Males gue disini". Ucap Alexa.


"Lo jangan pergi dulu. Temanin gue disini". Pinta Brayen dengan tetap memegang lengan Alexa.


"Aish.. Nggak mau gue ah. Males. Orang lo sendirikan yang nyuruh gue buat pergi. Ya gue mau pergi nih sekarang". Ucap Alexa.


"Lo jangan pergi dulu lahh. Gue minta maaf. Temenin gue disini ya. Sebentar aja. Ayolah". Desis Brayen dengan ekspresi memelas yang ditujukannya pada Alexa.


Alexa yang melihat itu seketika merasa jijay dengan ekspresi Brayen. Tetapi Alexa juga merasa kasihan terhadap Kakak kelasnya itu. Dia memutuskan untuk menemani Brayen saat ini.


"Huff.. Yaudah gue temenin. Tapi lo jangan pasang tampang ekspresi kaya gitu. Jijay gue lihatnya". Cibir Alexa.


"Nah gitu dong. Yaudah balik duduk sekarang". Ucap Brayen menarik lengan Alexa dan mendudukan kembali gadis itu disampingnya.


"Terus kita ngapain nih? Duduk aja gitu diam nggak ngapa-ngapain?". Tanya Alexa menoleh ke arah Brayen.


"Emang lo maunya kita ngapain. Hmm?". Ucap Brayen menatap Alexa.


"Dih. Ngapain lo liatin gue kaya gitu. Dasar cowo mesum. Emang cocok gue panggil lo si cowo mesum". Cibir Alexa yang merasa aneh akan tatapan Brayen dihadapannya saat ini.


"Bisa-bisanya lo ya panggil gue cowo mesum. Berhenti nggak lo ngasih gue julukan kaya gitu. Orang ganteng gini juga lo bilangin mesum". Ucap Brayen tak terima.


Dua orang itu saat ini tengah terlihat adu monyong di Taman Kota Jakarta yang hampir terlihat sepi itu. Meskipun mereka berdua dalam satu kursi. Akan tetapi, Brayen dan Alexa tetap ingin berseteru satu sama lain.


"PD aja lo ganteng. Nggak banget deh. Lihat tampang lo itu kaya orang mesum tau nggak. Nggak sadar apa lo". Cibir Alexa.


"Udah bagus tadi lo nggak banyak ngomong. Sekarang lo udah mulai kumat lagi. Emang nggak pantes lo jadi cowok cool. Lo itu pantesnya emang jadi cowo mesum". Sambung Alexa.


"Lo itu yang duluan kali. Ngomong mulu lo dari tadi. Malah nyalahin gue lo. Dasar cewe gesrek. Cewe tengil. Ngerocos mulu nggak berhenti-berhenti". Balas Brayen tak mau kalah.


"Apa lo bilang? Lo itu yang bawel. Dasar cowo mesum. Si cowo mesum. Brayen mesum. Kakak kelas mesum. Pokoknya mesum semua yang ada sama lo". Cibir Alexa tak terima akan perkataan Brayen.


"Lo..". Ucap Brayen terputus.

__ADS_1


Laki-laki itu langsung saja meraih kedua pergelangan tangan Alexa dan menariknya dengan kuat sehingga membuat gadis itu langsung terpental kehadapannya.


"Lo itu ya gue bilangin. Kalau sampe lo masih juga nggak berhenti bicara, gue nggak bakal segan-segan buat cium lo sekarang. Biar lo tau gimana mesumnya gue. Lo pengen lihatkan gue mesum". Ucap Brayen dengan smirknya sambil menatap Alexa yang saat ini diam mematung dihadapannya.


Alexa yang tadinya mematung seketika tersadar dan mendorong Brayen sekuat tenaga dan menjauh.


"Iihh.. Lo apa-apaan sih kaya gitu. Gila lo ya". Teriak Alexa mencoba menetralkan dirinya yang kaget akan perlakuan Brayen tadi.


"Makanya gue bilang. Berhenti lo ngasih gue julukan kaya tadi. Kalau sampai lo tetap ngejek gue kaya gitu, awas aja lo. Gue bakal lakuin beneran sama lo". Ancam Brayen.


Alexa yang mendengar itu seketika merasa aneh dengan pikirannya. Pikirannya sudah berkelana kemana-mana.


"Bisa nggak sih lo berhenti ngomong kaya gitu. Aneh tau nggak gue dengernya. Hii..!! Cicit Alexa geli.


Brayen yang melihat reaksi Alexa hanya mampu menahan tawanya. Berhasil juga dia mengerjai Alexa. Ingin sekali Brayen mengerjai Alexa terus.


"Udah ah gue mau pulang. Malas gue lama-lama sama lo disini. Mending gue balik aja dari tadi". Ucap Alexa tiba-tiba sambil beranjak dari duduknya ingin meninggalkan tempat tersebut.


"Eh eh.. Tunggu dulu dong. Gitu aja kok ngambek". Seru Brayen dengan cepat mencegat Alexa.


"Apa lagi sih? Gue itu mau pulang tau nggak". Tepis Alexa.


"Iya iya gue tau. Sabar napa". Ucap Brayen dengan tetap menahan Alexa yang ingin pergi.


"Yang bilang pagi siapa? Orang juga tau kali ini udah malem". Balas Brayen.


"Terus lo mau apa lagi emang? Gue mau pulang nih". Jutek Alexa.


"Bentar lagi lah. Kan lo sendiri yang bilang mau nemenin gue. Masa lo udah mau pulang aja". Ucap Brayen.


"Terus kita diem disini aja gitu. Duduk doang. Entar dikiranya kita pacaran lagi. Dikiranya kita ngapa-ngapain gitu. Dih.. Nggak mau gue". Celoteh Alexa panjang lebar.


"Aishh.. Bawel banget sih lo jadi cewe. Udah ngapa ngomongnya. Gue juga nggak mau kali dikiranya orang-orang gue pacaran sama cewe bawel kaya lo. Apa kata dunia". Cibir Brayen tak mau kalah.


"Nih cowok ya songong amat. Terus lo pikir gue mau gitu dikiranya pacaran sama cowo mesum kaya lo. Gue juga nggak mau kali. Nggak sudi gue. Lo pikir lo cakep? Nggak ya. Lo nggak ada cakep-cakepnya sama sekali. Lo itu cuman cowo mesum yang nggak tau diri. Dasar kakak kelas nggak ada akhlak. Kakak kelas mes...". Ucap Alexa terputus.


"Ya astagaa.. Lo nggak cape apa ngomong mulu dari tadi. Bisa gila gue lama-lama sama lo disini. Berhenti ngomong nggak lo!!". Perintah Brayen seketika yang langsung menutup mulut Alexa dengan telapak tangannya.


Brayen benar-benar kehabisan tenaga kali ini meladeni Alexa yang terus berbicara dari tadi. Gadis itu benar-benar cerewet tiada habisnya. Brayen kali ini menyadari sisi Alexa yang lainnya.


"Iih.. Lo apa-apaan sih nyumpal mulut gue pake tangan lo yang jelek itu". Cicit Alexa dengan melepas tangan Brayen dari bibirnya yang menyumpalnya.


"Makanya berhenti ngomong. Nggak habis-habis lo ngerocos mulu". Ucap Brayen tak habis pikir akan sifat Alexa.

__ADS_1


"Ya suka-suka gue dong. Mulut-mulut gue. Terserah dong gue mau ngapain aja. Mulut itu gunanya untuk ngomong untuk berbic...". Ucap Alexa kembali terputus.


"Alexaaa... Yaampun. Haishh.. bawel banget sih lo. Udah ngomongnya napa. Sakit kuping gue Alexaaa..!!". Ucap Brayen gemes pada Alexa menahan emosinya terhadap gadis itu dengan kembali menutup bibirnya menggunakan tangannya.


"Bisa gila gue tau nggak denger lo yang cerewet kaya gini". Sambungnnya.


Saat ini posisi Brayen berada dibelakang Alexa dengan menyumpal bibir gadis tersebut. Brayen benar-benar merasa gemas dengan tingkah Alexa yang cerewet itu.


Ingin sekali dia meninggalkan Alexa saat ini juga. Tapi Brayen butuh seseorang untuk menghalau rasa galaunya yang dirasakannya saat ini. Meskipun Alexa begitu sangat cerewet. Tapi setidaknya itu bisa membuat Brayen sedikit menghilangkan rasa kegalaunnya. Sepertinya seorang Alexa yang sangat cerewet tidak masalah bagi Brayen untuk saat ini.


"Sekarang lo ikut gue. Daripada lo ngerocos mulu. Bisa-bisa pecah gendang telinga gue dengar lo ngomong". Ucap Brayen tiba-tiba sambil membawa Alexa bersamanya dengan tetap menutup bibir gadis tersebut.


Sementara Alexa dengan terpaksa mengikuti Brayen sebab gadis tersebut sudah berjanji akan menemani laki-laki tersebut.


Brayen kemudian berjalan ke arah mobilnya dan membukakan pintu untuk Alexa dan memasukan gadis itu kedalam mobilnya. Setelah selesai, Brayen lalu memutari mobilnya dan berjalan masuk kearah pengemudi.


Saat sudah dikursi pengemudi, Brayen menoleh ke arah Alexa dan mendapati tatapan tajam dari gadis tersebut.


"Kenapa? Gitu amat lo liatin gue". Ucap Brayen dengan santainya.


"Pake nanya lagi lo. Kalau lo mau ngebawa gue santai aja dong nggak usah maksa, sakit nih bibir gue lo sumpal-sumpal". Celoteh Alexa sambil menatap ketus Brayen.


"Terus mobil gue gimana? Masa dibiarin gitu aja". Sambung Alexa.


"Udah biarin aja. Nggak bakal ada yang ambil juga tu mobil butut lo". Ucap Brayen santai.


"Enak aja lo ngatain mobil gue butut. Mahal tu harganya. Lebih mahal dari harga mobil lo ini pastinya". Ucap Alexa tak terima.


"Alexa... Bisa nggak lo berhenti ngomong. Lo nggak cape ngomong mulu dari tadi nggak berhenti-berhenti". Ucap Brayen lembut mencoba menahan emosinya.


"Kalau lo nggak berhenti ngomong juga gue bakal sumpal bibir lo pake bibir gue. Mau lo kaya gitu". Ancam Brayen.


Alexa yang mendengar perkataan Brayen seketika kaget dan membulatkan matanya.


"Iihh.. Dasar Brayen gila". Cicit Alexa.


"Ya makanya lo diem. Berhenti ngomong. Kalau nggak, ya jangan salahin gue...". Ucap Brayen terhenti.


"Aggh.. Udah-udah! Lo mending jalan deh sekarang. Berhenti lo ngomong kaya gituan. Eneg gue dengernya". Desis Alexa tak tahan akan perkataan Brayen yang terkesan fulgar baginya.


Brayen yang melihat ekspresi Alexa hanya mampu menahan tawanya. Dia benar-benar puas mengerjai Alexa dengan kata-katanya.


Brayen kemudian menjalankan mobilnya dan pergi dari Taman Kota tersebut bersama Alexa.

__ADS_1


__ADS_2