Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 8 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

...Hari Terakhir MOS...


Hari ini adalah hari terakhir MOS di SMA Nasional, dan semua murid-murid tersebut akan segera menjadi murid resmi di sekolah itu.


Hari ini akan ada pembagian kelas sesuai jurusan yang mereka pilih.


Para siswa saat ini tengah berkumpul di aula sekolah. Namun sebelum pembagian kelas dilaksanakan, Aziel terlebih dahulu memanggil Allena untuk maju ke depan dengan membawa barang yang dia perintahkan kemarin.


"Hari ini akan dilaksanakan pembagian kelas, namun sebelum itu saya ingin Allena segera maju ke depan dengan membawa barang yang saya minta kemarin". Ucap Aziel dengan lantang.


Allena segera maju ke depan dengan membawa barang sesuai yang di perintahkan Aziel kemarin. Allena membawa ikan hias berupa 1 ekor ikan cu*pang yang dia letakkan dalam akuarium kaca kecil berbentuk persegi.


Kelihatan indah dan bagus dengan desain akuarium yang unik. Terlihat sangat mahal. Allena segera memberikannya pada Aziel, dan lelaki itu segera meraihnya dari tangan Allena.


"Bagus. Lain kali kamu jangan terlambat lagi Allena". Ujar Aziel sambil memperhatikan barang yang ada di tangannya. Dia sedikit tersenyum.


Aziel kemudian meletakkan akuarium ikan tersebut di atas meja. Allena hanya menatap Aziel tanpa ekspresi. Sedetik kemudian Allena berlalu pergi begitu saja kembali ke barisan tempat duduknya tanpa mempedulikan tatapan tajam Aziel padanya.


"Apa-apan gadis itu?". Aziel berkata dalam hati sambil terus memandangi Allena yang berjalan dengan santainya menuju tempat duduknya.

__ADS_1


Pria itu mencoba menahan amarahnya. Dia merasa Allena sangat tidak menghargai dirinya dan benar-benar mencoba kesabarannya. Ingin rasanya dia memberi pelajaran pada gadis itu.


Pembagian kelas pun segera dimulai. Allena mengambil jurusan IPA, Manaf dan Gamma juga sama-sama mengambil jurusan IPA dan satu kelas dengan Allena. Mereka bertiga menempati kelas 10 IPA 1.


Alexa dengan 2 kawannya Hera dan Chika mengambil jurusan IPA, sama-sama menempati kelas 10 IPA 2 bersebelahan dengan kelas Allena.


Hera merupakan anak yang ayahnya adalah seorang pengusaha mebel terbesar di Indonesia yang juga merupakan ekspor terbesar bagi negara luar. Ibu hera juga adalah seorang pengusaha kuliner sekaligus chef di Indonesia.


Hera bernama lengkap Indira Hera Lila Dharma. Dia sedikit cerewet dan ceplas-ceplos jika berbicara, dengan tubuh kerdilnya dia kelihatan imut dan lucu, kulit kuning langsat, rambut panjang lurus sepinggang yang sering dikuncir kelihatan pas dengan dirinya.


Sedang Chika merupakan anak yang ayahnya adalah seorang pengusaha mebel terbesar di Indonesia dan juga ibunya yang seorang aktris dan model iklan. Ayah Chika bekerja sama dengan Ayah Hera sehingga mereka mampu menjadi pengekspor terbesar bagi dalam negri maupun luar negri.


Pembagian kelas hari itu selesai. Para siswa itupun saat ini tengah beristirahat dan akan melanjutkan kegiatan penutupan MOS hari itu juga. Mereka semua mulai berhamburan menuju kantin.


Allena segera menuju kantin. Seperti biasa, dia sendiri tanpa teman ataupun sahabat. Dia sudah biasa dengan hal itu. Allena merasa nyaman. Tiada keributan dan juga gangguan.


Gadis itu masuk ke kantin lalu memesan nasi goreng ayam pedas dan jus jeruk. Setelah memesan segera dia menuju ke tempat duduk bagian pojok yang kosong sambil membawa pesanannya. Setibanya Allena langsung duduk lalu makan dengan tenang.


Disaat Allena sedang menyantap makanannya, tidak lama kemudian masuk seorang laki-laki bersama temannya ke dalam kantin. Dia adalah Aziel dan juga sepupunya Setya.

__ADS_1


Mereka berdua segera memesan makanan dan minuman lalu menuju meja kantin. Saat Aziel sedang berjalan, pria itu tak sengaja berbalik ke arah tempat dimana Allena duduk dan saat itu juga Allena tengah mendongak sehingga dia dan juga Aziel saling bertemu pandang.


Sedetik kemudian Allena kembali menunduk dan menyantap makanannya tanpa mempedulikan Aziel yang seketika berhenti sambil memandangi dirinya.


"Woy EL, ngapain berhenti? Ayo jalan sono! Gue dah laper nih, lo nggak lapar emang?". Ucap Setya pada Aziel yang tiba-tiba berhenti.


"OH nggak apa-apa kok. Lanjut jalan!". Aziel kembali berjalan mendahului Setya tanpa menjawab pertanyaannya.


"Lahh kenapa tu anak? Kaga jelas emang". Ujar Setya menyusul Aziel yang meninggalkannya.


Seorang gadis masuk ke dalam kantin lalu memesan makan. Setelah memesan gadis itu mencoba mencari-cari tempat duduk di kantin yang kelihatan penuh itu.


Netra matanya melihat tempat duduk yang kosong, namun dia tidak berani untuk ke tempat itu. Sebab di samping kursi kosong itu ada seseorang yang juga menempatinya, yaitu Allena.


Gadis itu tidak cukup berani untuk menghampiri. Tapi bagaimanapun kantin tersebut telah penuh dan hanya tersisa kursi yang ada pada tempat Allena.


"Duhh gimana ya?


__ADS_1


__ADS_2