Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 14 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

...Mogok...


Hingga sore hari mereka masih berkutat dengan tugas mereka. Zee yang melihat Allena sedang sibuk sendiri dengan laptopnya, langsung mendekati Allena.


"Allena inikan tugas kelompok, masa lo kerjainnya sendirian aja sih. Mana bisa gitu". Ucap Zee pada Allena.


Allena yang mendengar perkataan Zee seketika berbalik dan hanya mmemandainya dengan tatapan datarnya.


"Iya". Ucap Allena seketika.


Allena kemudian beranjak dari tempatnya dan menuju ke tempat dimana yang lain berkumpul. Allena lalu memberikan laptopnya pada Airin dan cewek itu langsung menerimanya.


"Ini laporan yang gua buat. Kalian tinggal tambahin atau cocokkan dengan laporan yang lainnya biar tambah terkesan baik lagi hasilnya. Terserah kalian mau gimanain. Yang penting hasilnya jangan sampe ngecewain dan simpulannya juga harus bagus. Disitu ada semuanya". Ucap Allena menerangkan dengan santainya pada mereka.


Mereka semua mendengarkan sambil menatap cengo atas arahan Allena yang dia lontarkan. Kalau dipikir-pikir, baru kali ini mereka mendengar Allena berbicara panjang lebar, dan nadanya pun terkesan tegas.


Setelah Allena berbicara seperti itu, mereka segera mengerjakan semua sesuai arahan Allena. Zee yang melihat itu tersenyum sambil memperhatikan Allena dari tempatnya. Dia harap agar Allena mau membuka diri dan tidak selalu menyendiri seperti biasa.



...******...


Pukul delapan malam mereka telah selesai dan tengah berberes.


Manaf terlihat membantu Airin mengangkat piring dan juga gelas. Dibawanya piring dan juga gelas tersebut bersama Airin menuju dapur.


"Makasih ya Manaf udah mau bantuin". Ucap Airin pada Manaf sambil tersenyum manis.


Manaf yang melihat itu seketika hatinya berdetak dengan kencang. Dia tidak kuat melihat Airin tersenyum manis padanya ditambah lesung pipi yang menghiasi wajahnya.


Ingin rasanya dia mencubit pipi Airin dengan gemas. Namun Manaf mencoba menahan rasa gemasnya itu pada Airin.


"Iya sama-sama. Kalau gitu gue ke depan duluan". Ucap Manaf segera meninggalkan Airin dengan hati yang masi berdetak kencang.


Dia tidak ingin berlama-lama dengan Airin. Entah apa yang telah terjadi pada dirinya. Tapi melihat Airin yang tersenyum manis padanya membuatnya hatinya langsung berdetak tak karuan.


Sementara Airin merasa aneh dengan Manaf yang begitu saja meninggalkan dirinya. Tapi cewe itu tidak terlalu mau memikirkannya. Airin kemudian menyusul Manaf menuju ruang tamu.


Semua terlihat sudah selesai. Mereka semua kemudian keluar dari dalam rumah Airin.


"Sebentar ya. Gue mau ke kios dulu. Kalian duduk aja dulu di kursi depan kios". Ucap Airin pada mereka semua.


Airin kemudian segera menuju kios dan masuk lewat pintu belakang yang terdapat di kios tersebut.


Sementara yang lainnya segera menuju depan kios dan duduk di kursi yang ternyata telah disediakan disana. Berupa kursi kayu panjang yang sepertinya memang sengaja dibuat.


Lima menit kemudian Airin keluar sambil terlihat membawa 5 tupperware kecil berisikan kue buatan ibunya. Lalu memberikan kepada kelima orang itu.


"Wahh makasih ya Rin. Baik banget sih kamu". Puji Zee pada Airin menerima pemberian Airin.

__ADS_1


"Iya sama-sama!". Jawab Airin dengan tersenyum. "Umm... kalian udah mau balik apa gimana?". Tanya Airin pada mereka.


"Kita disini aja dulu. Nongki-nongki sebentar gitu. Gimana yang lain mau nggak?". Tanya Zee pada mereka semua.


"Kita berdua ngikut lah". Ucap Gamma sambil menunjuk dirinya dan Manaf.


"Gue ngikut Ayang Zee gue ajalah". Ucap Alvian cengengesan sambil menaik turunkan alisnya memandangi Zee.


"Lo bisa diem nggak sih Al! Ayang ayang palamu". Omel Zee. Sementara yang menggoda tengah tertawa mendapati reaksi Zee.


"Gua mau balik". Seru Allena seketika sambil beranjak melangkahkan kakinya dari sana.


"Loh Allena, sebentar lah baliknya! Buru-buru amat". Teriak Zee pada.


Sementara Allena tetap terus berjalan tanpa mempedulikan teriakan Zee yang melarangnya untuk pulang.


Allena kemudian menuju mobilnya, lalu masuk ke dalam dan langsung tancap gas pergi meniggalkan tempat tersebut.


"Yahh Allena cepat banget sih dia pulang. Padahal kalo ada dia kan bagus". Ucap Zee memelas.


"Udah nggak usah ngurusin dia. Kan ada Babang Alvian disini". Cetus Alvian menggoda Zee.


"Dihh.. Ogah". Ucap Zee mendelik tak suka.


Sementara Allena saat ini tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Huff.. Kenapa lagi ni mobil astaga?". Gumam Allena mendesis lelah.


Cewek itu segera keluar dan menuju ke bagian depan mobil lalu membuka kap depan mobilnya. Diperhatikannya seluruh bagian dalam kap mobil tersebut.


"Duhh.. Ni gimana lagi? Mana gua nggak tau apa-apa tentang yang beginian". Gerutu Allena sambil memperhatikan bagian dalam kap mobilnya dengan keadaan benar-benar kebingungan.


"Hm.. Yaudahlah". Gumam Allena sambil kembali berjalan menuju dalam mobilnya dan mengambil ponselnya.


Setelah itu dia keluar dan berdiri seperti sedang menelpon seseorang. Dari kejauhan tampak motor sport melaju dengan sedang lalu berhenti tepat di samping mobil Allena.


"Kenapa mobil lo Allena?". Seru seorang cowok yang ternyata adalah Brayen si kakak kelas.


Allena yang ditanya seperti itu kembali diam dan hanya menatap Brayen tanpa ekspresi. Cewek itu tidak menggubris pertanyaan Brayen dan melanjutkan kegiatannya menelpon seseorang.


"Allena ini gue tanya. Bisakan lo jawab?". Seru Brayen lagi.


Allena kemudian memberhentikan kegiatannya lalu kembali memandangi Brayen datar.


"Lu nggak lihat ni mobil kenapa? Lu punya matakan?". Jawab Allena dengan nada datarnya.


"Iya iya! Yaudah, mau gue bantuin nggak?". Tanya Brayen kembali.


Allena yang ditanya seperti itu kembali menatap Brayen tanpa menjawab perkataannya. Cewek itu kemudian menghela nafas sambil terus memandangi Brayen tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Kenapa?". Tanya Brayen merasa aneh melihat Allena yang memandanginya seperti itu.


"Emang harus kalau mau bantu pake segala nanya dulu?". Cetus Allena masih dengan tampang tanpa ekspresinya.


"Ya nggak harus sih. Tapi kan-


"Kalau lu nggak mau bantuin, mending pergi sana! Tambah rusak mood gua kalau ada lu disini". Celoteh Allena sambil beranjak dari tempatnya dan kembali melihat-lihat bagian dalam kap mobilnya.


Brayen hanya tersenyum tipis melihat sikap Allena. Cowok itu membuka helmnya dan menggantungnya di stang motornya, lalu turun menghampiri Allena.


"Coba sini gue lihat!". Ucap Brayen kemudian mengecek bagian dalam kap mobil milik Allena.


Lelaki itu dengan telaten memeriksa dan melihat kondisi mobil tersebut. Beberapa menit kemudian Brayen berhenti dari kegiatannya dan menghadap Allena.


"Ini mobilnya harus dibawa ke bengkel. Soalnya olinya harus diganti. Terus akinya juga". Ucap Brayen menjelaskan.


"Ha serius! Terus gua pulang jalan kaki gitu? Duhh!!". Ringis Allena sambil memperhatikan mobilnya.


"Yaudah kalo gitu! Lo gue antar pulang aja, gimana?". Tawar Brayen.


Cewek itu kemudian menatap Brayen dengan serius. Seperti ada yang sedang dipikirkannya. Beberapa saat berpikir Allena pun menyetujuinya.


"Lu antar gua sekarang!". Ucap Allena pada Brayen sambil berjalan ke mobilnya dan mengambil tas kecilnya dari dalam mobil kemudian menuju ke arah motor Brayen.


"Yaudah cepetan! Lu tunggu apa lagi?". Teriak Allena pada Brayen yang sedang memandanginya.


"Oh oke oke! Gue ini dulu". Sahut Brayen sambil menutup kap mobil Allena.


Setelah selesai lelaki tersebut segera menghampiri Allena.


"Terus mobil lo gimana?". Tanya Brayen sambil menunjuk mobil Allena.


"Udah biarin. Lu mau ngantar apa nggak nih?". Tanya Allena dengan ekspresi datarnya.


"Iya iya gue antar sekarang, yaelahh buru-buru amat". Ucap Brayen sambil mengambil helmnya dan memakainya.


"Sini gue pakein aja helmnya". Seru Brayen mengambil helm satunya lagi dan ingin memakaikannya pada Allena.


"Nggak. Nggak usah! Gua bisa pake sendiri". Tepis Allena meraih helm yang dipegang Brayen.


Cewek itu segera memakai helmnya dan langsung naik di atas motor Brayen.


"Udah?". Tanya Brayen pada Allena.


"Umm!!". Gumam Allena.


Brayen pun segera menyalakan motornya dan pergi meniggalkan tempat tersebut bersama Allena.


__ADS_1


__ADS_2