
Aziel terus memandangi wajah Allena. Lelaki itu kemudian beralih menatap bibir manis Allena.
"Gua nggak bisa nahan lagi Allena. Gua suka banget ama bibir lu". Ucap Aziel sambil terus menatap Allena.
"Ha? Apaan sih? Jauh-jauh sana. Najis tau nggak". Umpat Allena sambil mendorong keras Aziel menjauh darinya.
"Lu gila ya. Lu kenapa sih cium gua mulu? Gua tu nggak suka. Berani banget lu nyium bibir gua. Nggak ada akhlak lu emang". Cibir Allena sambil memegang bibirnya.
"Iisshhh.. Benci banget gua ama lu". Umpat Allena memandang sinis Aziel.
Gadis itu kemudian berlalu beranjak dari tempatnya menuju pintu dan membuka pintu kelas tersebut. Setelah berhasil Allena kemudian berlari keluar ingin ke parkiran.
Sementara Aziel dia segera berlari menyusul Allena dan mencegat Allena.
"Allena tunggu! Lu belum jawab pertanyaan gua tadi. Cowok yang sama lu tadi siapa? Pacar lu ha?". Tanya Aziel sambil mencengkram keras lengan Allena.
"Aww.. Sakit tau tangan gua. Lepasin". Ringis Allena sambil mencoba melepaskan cengkraman Aziel di lengannya.
Akan tetapi Aziel semakin mencengkram lengan Allena kuat.
"Aahh.. Sakit. Lepasin. Tangan gua sakit bego. Aww... Lu kenapa sih?". Ringis Allena mulai merasakan kesakitan dilengannya akibat cengkraman Aziel yang begitu kuat.
"Gua tanya sekali lagi. Cowo yang sama lu tadi siapa? Jawab Allena". Ucap Aziel sambil memandang datar Allena namun seakan mencekam bagi Allena.
"Urusannya ama lu apa sih? Emang kenapa kalo gua dekat ama tu cowo? Terserah gua lah mau dekat sama siapa aja. Nggak ada urusannya ya ama lu". Celoteh Allena.
"Sekarang lepasin nggak tangan gua. Sakit tau dari tadi lu gituin". Ucap Allena berusaha melepaskan cengkraman Aziel.
"Lu tu ya gua bilangin juga". Tukas Aziel sambil menarik lengan Allena kuat ke hadapannya.
Aziel lalu kembali memagut bibir Allena. Ditekannya tengkuk Allena dengan kuat. Lalu dengan cepat Aziel menahan pergerakan Allena dengan memeluk erat perempuan itu. Didekatkannya Aziel tubuh Allena ke tubuhnya. Aziel kemudian melu*mat bibir Allena dengan lahap.
"Um.. Umhh.. Ummhh..". Desis Allena disela-sela Aziel terus mencumbu bibirnya.
Aziel terus melu*mat bibir Allena hingga beberapa saat. Setelah puas Aziel kemudian melepaskan pagutannya. Dipandanginya wajah Allena dengan intens tanpa berniat melepaskan pelukannya dipinggang Allena. Sementara Allena, gadis itu terus berusaha menarik nafas panjang.
"Lu dengar ya Allena. Gua udah bilang ama lu kalau gua itu suka ama bibir lu. Jadi kalau lu nggak nurut sama perkataan gua, jangan salahin gua kalo sampe bibir lu yang manis ini abis ama gua". Ucap Aziel menatap Allena.
"Dan satu lagi. Jangan sampe gua lihat ataupun tau ada yang berani nyentuh bibir lu selain gua. Kalo ada yang berani lakuin hal itu gua bakal cari orang itu. Termasuk laki-laki yang sama lu tadi. Ngerti kan lu Allena". Ucap Aziel tajam sambil memegang pinggir bibir Allena dengan jempolnya.
Setelah mengucapkan itu, Aziel lalu melepaskan pelukannya pada Allena. Lelaki itu kemudian beranjak dari tempatnya meninggalkan Allena menuju parkiran dan mengambil mobilnya. Setelah itu Aziel menyalakan mobilnya dan meninggalkan Allena yang tengah masi berdiri ditempatnya.
Sementara Allena dia tiba-tiba tersadar dari apa yang telah terjadi. Allena kemudian meraba-raba bibirnya sambil mengingat apa yang telah dilakukan oleh Aziel kepadanya.
"Aagghh.. Emang gila tu cowok". Umpat Allena sambil mengelap bibirnya menggunakan tangannya.
Allena kemudian segera berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil sportnya. Allena lalu mengambil beberapa tisu yang dia letakkan di depan kaca mobilnya. Gadis itu kemudian mengelap bibirnya menggunakan tisu tersebut dengan kuat.
"Benci banget gua sama tu cowok. Dia udah ngejelekin gua tapi malah cium gua ampe kek gini". Kesal Allena pada Aziel.
"Terus maksud dia ngomong kek gitu apa sih? Pake ngelarang-larang gua segala. Dikata suami gua kali ya". Umpat Allena lagi.
"Hiii... Kesel banget gua ah". Ucap Allena emosi.
Allena kemudian menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah tersebut dalam keadaan kesal.
Sementara Aziel, saat ini dia tengah menuju perjalanan menuju apartemennya. Sekitar 20 menit Aziel tiba. Lelaki itu kemudian memarkirkan mobilnya digarasi apartemen. Setelah memarkirkan mobilnya, Aziel lalu keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam apartemen miliknya.
Setelah masuk, Aziel kemudian berjalan menuju kamarnya. Lelaki itu lalu duduk dan meletakan tasnya di kursi sofa panjang yang ada didalam kamarnya. Aziel kemudian menyenderkan kepalanya dikursi sofa tersebut.
Diliriknya Aziel akuarium kecil berisikan ikan hias yang pernah dibawah oleh Allena sewaktu Aziel memberikan hukuman pada Allena karena terlambat(Part 8😅).
Aziel meletakan akuarium ikan tersebut diatas meja samping sofa yang saat ini didudukinya.
__ADS_1
Aziel lalu kembali mengangkat kepalanya dan mendekati akuarium ikan tersebut. Dipandanginya Aziel akuarium tersebut. Tiba-tiba terlintas dibenaknya wajah Allena.
Lelaki itu kemudian mengingat kejadian dimana dia telah beberapa kali merasakan bibir Allena yang menurutnya sangat seksi dan menggoda. Dan itu membuat Aziel ingin selalu merasakan bibir manis Allena.
Apalagi Aziel mengetahui bahwa Allena baru pertama kali berciuman. Yang berarti bahwa dialah yang telah berhasil mendapatkan first kiss Allena. Lelaki itu kemudian kembali menyandarkan kepalanya sambil menutup matanya menggunakan telapak tangannya.
"Haa.. Pasti gua udah gila mikirin Allena mulu". Ucap Aziel sambil menurunkan tangannya meraba bibirnya.
"Ughh.. Bibirnya itu loh. Gua nggak tahan buat nggak cium dia". Umpat Aziel bingung dengan perasaannya.
"Gua nggak tau. Apa gua beneran suka sama Allena atau hanya nafsu belaka". Gumam Aziel sambil memijit pelipisnya.
"Tapi gua pengen banget dia didekat gua terus. Meluk dia. Dan bibirnya...". Ucap Aziel lagi terhenti.
"Aaaghhh.. Nggak taulah. Mending gua mandi dah nyegarin nih pikiran. Bisa stres gua lama-lama pikirin perasaan gua sama Allena". Ucap Aziel sambil mengacak-acak rambutnya.
Aziel kemudian berdiri melepaskan seragam sekolahnya dan menghamburkannya ke segala arah. Aziel lalu menuju lemari dan mengambil bathrobe. Lelaki itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang ada dikamarnya dan langsung melakukan ritual mandinya.
...*****...
Jam menunjukan waktu pukul 19.45 WIB. Terlihat Aziel keluar dari dalam apartemennya. Aziel kemudian menuju ke arah parkiran dan mengambil motor sportnya. Aziel lalu menyalakan motornya dan pergi dari sana.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Aziel kini berhenti tepat disalah satu club malam. Aziel lalu memarkirkan motor sportnya dan langsung masuk ke dalam club tersebut.
Setibanya di dalam club tersebut, Aziel menjajakan matanya mengelilingi sekitar club seperti mencari seseorang. Namun karena situasi yang begitu riuh, Aziel memutuskan untuk menelfon orang tersebut.
"Halo! Lu dimana sih?". Ucap Aziel dengan sedikit mengeraskan suaranya.
"......"
"Kalo gitu gua kesana sekarang. Gua udah nyampe nih". Ucap Aziel pada seseorang dari sebrang sana.
"....."
"Oke". Ucap Aziel mengakhiri percakapan tersebut.
Setelah yakin yang dihadapannya adalah orang yang dia cari, Aziel langsung menghampiri orang tersebut.
"Woyy Ya. Dari tadi lu disini?". Seru Aziel sambil memukul pundak orang tersebut yang ternyata adalah Setya sepupunya.
"Wehh El! Nggak juga. Gue baru nyampe kok". Ucap Setya pada Aziel.
"Kenapa nih? Kok lo tiba-tiba nyuruh gue buat datang ke sini?". Tanya Setya.
"Nggak ada lah. Gua cuman mau minta lu temenin gua aja. Bosen gua di apartemen mulu". Tukas Aziel.
"Emang Om sama Tante kemana El? Kok lo udah tinggal di apartemen aja. Udah berapa lama lo tinggal disana?". Tanya Setya.
"Bokap lagi di luar negeri. Kalau nyokap masih disini nemenin adik gua juga". Jawab Aziel.
"Gua udah seminggu lebih di apartemen. Cape gua ama Bokap. Maksa gua mulu buat belajar tentang bisnis keluarga. Gua kan belum kepikiran buat itu. Yaudah gua milih tinggal di apartemen dulu". Ucap Aziel menjelaskan.
"Jadi ceritanya ngehindar nih. El El! Gue kasih tau ya ama lo. Kalo bukan lo yang nerusin bisnis keluarga lo ya siapa lagi? Adik lo juga kan masih kecil. Masa dia yang bantuin Bokap lo buat ngurusin semuanya. Kan belum bisa El". Ucap Setya menasihati.
"Gua bukannya nggak mau bantu nerusin Setya. Gua maksudnya belum mau belajar tentang bisnis usaha itu. Gua belum kepikiran lah intinya. Tapi Bokap gua malah maksa mulu". Ucap Aziel.
"Ya mungkin Om mau lo mulai dari sekarang belajarnya. Kan bagus kalau lo nya mulai dari sekarang". Nasihat Setya.
"Udalah kita nggak usah bahas tentang itu. Gua disini niatnya mau cari hiburan bukan buat debat dan bahas tentang hal yang begituan". Celoteh Aziel.
"Terserah lo lah El. Percuma juga kasih tau lo. Nggak bakal lo dengerin nasihat orang". Pasrah Setya. Percuma jika dia menasihati seorang Aziel.
Mereka kemudian lanjut mengobrol. Tanpa mereka sadar sedari tadi ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Orang tersebut kemudian menghampiri mereka. Lebih tepatnya menghampiri Aziel.
__ADS_1
"Hai El! Ternyata lo disini juga. Gue kira tadi siapa". Ucap orang tersebut sambil memegang pundak Aziel yang ternyata orang itu adalah Alexa.
"Hai Alexa! Lo disini ya. Sama siapa?". Tanya Setya pada Alexa.
"Oh.. Hai Setya! Gue sama Chika sama Hera juga disini". Jawab Alexa sambil tersenyum.
"Terus mereka dimana? Kok nggak kelihatan". Tanya Setya sambil celingak celinguk.
"Ohh.. Mereka ada di...". Ucap Alexa terputus oleh teriakan seseorang.
"Ha.. Ada Kak Setya? Hai Kak Setya! Kak Setya dari kapan disini?". Seru Hera menghampiri Setya dan menggandeng lengan lelaki tersebut.
"Gue udah dari tadi disini". Jawab Setya sambil melepaskan gandengan Hera dilengannya.
"Lu bisa nggak sih nggak usah terlalu dekat kek gitu ama gua. Risih tau guanya". Celoteh Aziel tiba-tiba sambil melepaskan rangkulan Alexa dipundaknya.
Mereka kemudian mengobrol bersama. Namun berbeda dengan Aziel. Lelaki itu hanya menjadi pendengar tanpa ikut menimpali. Nampak ekspresi malas di wajah Aziel. Lelaki itu tidak suka akan keberadaan Alexa didekatnya. Tapi mau bagaimana lagi? Itu adalah tempat umum. Siapapun berhak berada di club malam tersebut. Tidak mungkin Aziel mengusir Alexa dari situ.
"Lahh.. Itu bukannya si cewek datar itu ya? Kalo nggak salah namanya Allena". Seru Setya tiba-tiba sambil menunjuk seorang perempuan di belakang Aziel yang ternyata adalah Allena.
Gadis itu duduk jaraknya tak jauh dari mereka berkumpul sekarang.
Aziel yang mendengar itu segera membalikan badannya ke belakang. Dan benar saja, dihadapannya saat ini adalah Allena yang sedang duduk. Diperhatikannya lagi Allena oleh Aziel.
"Widihh.. Dia bisa datang ketempat kaya gini juga. Sendirian lagi". Ucap Setya dengan nada heran. Pasalnya Setya tidak mengira perempuan seperti Allena akan datang ke tempat-tempat seperti club malam.
Aziel yang melihat Allena kemudian berdiri dari duduknya dan segera menghampiri Allena.
"Allena lu ngapain disini? Lu datang sama siapa?". Tanya Aziel sambil memandang Allena.
"Ha? Lu? Lu ngapain disini?. Awas sana! Ngapain sih lu deket-deket ama gua?". Ucap Allena sambil mendorong Aziel pelan.
Allena saat ini tengah mabuk. Namun gadis itu hanya sedikit mabuk dan masih sadar. Allena hanya baru 2 gelas meminum alkohol. Hingga membuat dirinya sedikit mabuk.
"Lu mabok ya Allena? Ngapa lu minum sih?". Celoteh Aziel sambil memegang kedua pundak Allena dan memandangi wajah Allena.
"Apa urusannya ama lu? Mending lu pergi deh. Nggak suka gua lu ada dimana-mana". Ucap Allena sambil mendorong Aziel kembali.
"Pergi gua bilang. Lu nggak denger ya?". Celoteh Allena dengan nada sedikit mabuk.
"Satu gelas lagi Mas!!". Seru Allena pada waiters dihadapannya.
"Jangan Mas. Kalau sampe Mas kasi minum dia lagi, jangan salahin saya kalo malam ini Masnya dipecat". Ancam Aziel pada waiters laki-laki tersebut.
Waiters itu pun tidak jadi memberikan apa yang diminta oleh Allena. Waiters itu tak ingin dirinya dipecat.
"Aduuhh.. Lu ngapain sih? Ganggu gua mulu dah. Muak gua lihat muka lu". Umpat Allena.
"Mending gua pergi dah dari sini. Malas gua ada lu disini". Celoteh Allena beranjak dari duduknya dan segera berjalan ingin pergi dari tempatnya.
Allena kemudian berjalan keluar dari club malam tersebut. Sedang Aziel segera menyusul Allena mengejar gadis tersebut.
Setibanya diluar club tersebut Allena kemudian berjalan menuju mobilnya. Namun baru beberapa langkah, Aziel segera mencegat Allena.
Dilihatnya Allena siapa yang telah mencegatnya, dan dia mendapati Aziel yang tengah berdiri dihadapannya.
Allena tidak mempedulikannya. Allena lalu kembali melanjutkan langkahnya melewati Aziel tanpa mempedulikan laki-laki tersebut.
"Allena tunggu! Lu mau pulang dalam keadaan kek gini? Kalau lu kenapa-napa gimana?". Ucap Aziel sambil menarik lengan Allena.
"Terus urusannya sama lu apa?". Ucap Allena sambil menepis tangan Aziel keras.
"Lu kenapa sih selalu ikut campur sama urusan gua? Kita itu nggak ada hubungan apa-apa dan lu malah selalu ikut campur. Mau lu apa sih sebenarnya?". Ucap Allena marah.
__ADS_1
"Asal lu tau ya gua tuh udah tau semuanya. Gua udah tau rahasia lu ama si Alexa itu. Dan gua juga tau apa yang lu ama Alexa omongin tentang gua". Ucap Allena dengan nada tinggi.
"Gua tau kalo Alexa punya video gua ama lu ciuman. Gua udah tau semuanya. Dan yang paling buat gua nggak suka, lu anggap gua kaya cewe murahan yang mau-mau aja dicium. Maksud lu apa ngomong kaya gitu ke Alexa?". Ucap Allena yang mulai emosi.