Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 62 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Airin kepada mereka semua, ke-6 orang itu hanya bisa kaget seakan tak menyangka dengan apa yang dialami oleh Airin dan juga keluarganya. Terlebih lagi Ayah Airin yang sampai masuk rumah sakit dan tak sadarkan diri hingga saat ini.


"Gue nggak nyangka Bokapnya Manaf sampai ngelakuin hal sejahat itu ke keluarga lo Rin. Sampai Om masuk rumah sakit loh.


"Gue juga nggak habis pikir Bokapnya Manaf bisa sampai ngebuat Bokapnya Airin nggak bisa kerja lagi. Nggak bisa dapatin kerja malah. Kok Om Irfan bisa sampai segitu jahatnya". Ucap Gamma.


"Untuk sekarang ini lebih baik lo jauhin Manaf dulu Rin. Gue takut Bokapnya Manaf ngelakuin hal yang lebih dari ini. Yang sekarang ini aja udah kelewatan banget loh. Gimana yang kedepannya nanti". Timpal Zee.


"Tapi gue jadi kasihan sama sahabat gue itu". Ucap Gamma.


"Kenapa?". Tanya Alvian menoleh kearah Gamma.


"Pasti dilemah banget tuh bocah. Secara dia kan suka sama Airin". Ucap Gamma seketika yang membuat mereka kaget tak menyangka.


Airin yang mendengar perkataan Gamma seketika kaget dengan apa yang didengarnya. Manaf menyukai dirinya? Sejak kapan?.


Secara Manaf tak pernah mengatakan kepada dirinya secara gamblang. Tapi memang sih sebelum ada masalah ini, Manaf sangat perhatian pada dirinya dan sering membantunya dan juga keluarganya.


"Wah yang bener lo Gam? Manaf suka sama Airin? Sejak kapan? Kok gue nggak tau ya". Kaget Alvian.


Mereka yang ada disana tentu saja kaget tak menyangka. Allena yang mengetahuinya mencoba untuk mendengar sedetail mungkin dari Gamma. Gadis itu hanya diam menyimak.


"Yaiyalah.. gue kan sahabatnya. Apapun tentang dia pasti gue tau". Ucap Gamma.


"Tapi masalah yang ini aja lo nggak taukan". Cibir Tessa dengan cepat.


"I-i-iya sih hehe". Ucap Gamma cengengesan.


"Tapi gimana ya? Manaf juga nggak cerita soal masalah sebesar ini. Apalagi ada sangkut pautnya sama orang yang dia suka. Apa Manaf coba nutupin masalah ini ya dari kita-kita?". Ucap Gamma bingung.


"Kalau itu kita tanya aja sama orangnya langsung.


"Kita tanya Manaf besok di sekolah. Siapa tau dia juga bakalan masuk". Sambung Alvian ikut menimpali.


Merekapun setuju akan menanyai masalah ini dari orangnya langsung biar lebih jelas. Mereka berharap besok Manaf akan datang ke sekolah.


Malam ini Allena memutuskan akan membawa Airin untuk menginap di rumahnya. Mereka takut akan terjadi apa-apa kepada Airin dengan keadaan rumahnya saat ini.


...*****...


Saat ini Allena dan Airin sudah berada dalam mobil Allena. Gadis itu akan membawa Airin untuk menginap dirumahnya malam ini.


Namun tak hanya Airin, ternyata kedua wanita yang hampir kembar itu yang tak lain adalah Zee dan Tessa juga ingin ikut menginap dirumah Allena.


Kedua gadis itu tentu saja tak ingin kehilangan kesempatan mengunjungi rumah seorang Allena.


Sekitar 20 menit mereka telah sampai didepan rumah besar Allena. Dari luar ke-3 gadis itu tentu saja tau bagaimana mewahnya bangunan rumah tersebut.


Pak Satpam yang berjaga disana langsung membukakan pintu gerbang setelah melihat mobil Nonanya yang ingin masuk.


Setelah memarkirkan kendaraan mereka langsung berjalan masuk kedalam rumah mewah tersebut. Nampak Airin yang belum terbiasa selalu berjalan tunduk karena merasa canggung dengan situasinya.


"Ayo Rin!". Ajak Allena menggandeng tangan Airin yang terlihat malu-malu.


"Kita nggak diajak nih?". Sarkas Zee dengan cengengesan.


"Cih.. Kalian berdua mah masuk aja, nggak usah sok malu-malu gitu. Kaliankan malu-maluin". Sarkas Allena tiba-tiba yang membuat ke-3 sahabatnya menatap kaget.


"Apa?". Tanya Allena akan tatapan ke-3 sahabatnya itu.


"Dih Allena, lo ya udah mulai-mulai sekarang". Ucap Zee tak percaya.


"Kan gua diajarin sama kalian berdua". Sarkas Allena seraya berjalan dengan membawa Airin.


Sementara Zee dan Tessa seketika saling melirik satu sama lain dan langsung berlari menyusul Allena dan Airin.


"Iih.. Allena awas lo ya. Mulai rada-rada lo sekarang". Teriak Zee dengan tidak malunya.


Saat ini ke-4 gadis cantik itu sudah berada dalam ruang tamu.


Mommy Tiara yang kebetulan ada di ruang tamu segera menghampiri ketika melihat Allena dan sahabat-sahabatnya.


"Allena sayang, kamu sudah pulang? Ini semua teman-teman kamu ya?". Sapa Mommy Tiara dengan tersenyum.


"Iya". Jawab Allena yang kembali datar ketika ada Mommy Tiara.


"Hai Tante! Tante maminya Allena ya?". Sapa Zee sambil tersenyum ramah.


"Iya, Tante Mommynya Allena. Kalian teman-temannya Allena kan. Duhh kalian ini cantik-cantik ya". Puji Mommy Tiara.

__ADS_1


"Makasih Tante. Tante juga cantik banget kok". Balas Tessa.


"Aduhh kalian ini, Tante jadi malu. Soalnya kan Tante udah tua udah nggak muda lagi kaya kalian. Wajah Tante pasti udah keriputan sekarang". Ucap Mommy Tiara yang masih tersenyum akan kehadiran teman-teman Allena.


"Tante bisa aja". Ucap Zee tertawa bersama Tessa dan Mommy Tiara.


Sementara Airin gadis itu hanya tersenyum canggung dengan situasi yang dialaminya. Berbeda dengan Allena, gadis itu hanya diam melihat interaksi sahabat-sahabatnya dengan Mommy Tiara.


"Yasudah ayo-ayo kalian masuk dulu. Allena ayo bawa teman-teman kamu kedalam". Ucap Mommy Tiara menyuruh mereka masuk dan menuju ruang tamu.


Mereka kemudian duduk disana.


Segera Mommy Tiara memanggil Bi Ratih untuk menyiapkan minuman dan membawakan beberapa cemilan kepada teman-teman Allena.


"Jadi kalian ini ini teman-temannya Allena". Ucap Mommy Tiara membuka obrolan.


"Allena selama ini nggak pernah loh ngajakin teman-temannya buat main kesini selama ini. Baru kali ini dia bawa teman-temannya main". Ucap Mommy Tiara tersenyum.


Mommy Tiara saat ini sangat senang karena kedatangan teman-teman Allena. Pasalnya selama ini Allena tak pernah sekalipun membawa teman-temannya untuk datang berkunjung kerumah.


Selama ini Allena akan hanya selalu menghabiskan waktunya di kamar sendirian. Sesekali gadis itu juga akan keluar berjalan-jalan sendirian tanpa seorang teman ataupun kenalan.


Tapi kali ini Allena datang dengan membawa teman-temannya. Membuat Mommy Tiara sangat senang sekaligus bersyukur dengan Allena yang mulai berbaur dan mau berteman.


Tidak lama muncul Papah Robert dan juga Louis menghampiri mereka yang ada di ruang tamu tersebut.


"Ada apa ramai-ramai begini? Sayang ada apa ini, dan siapa mereka?". Tanya Papah Robert seketika pada istrinya dan ikut duduk disamping Mommy Tiara.


Ke-3 gadis itupun memandangi Papah Robert dengan sedikit takut dan menunduk. Pasalnya aura wajah Papah Robert saat ini sangat mengintimidasi bagi mereka. Begitu tegas dan sedikit menohok.


"Papah, ini teman-temannya Allena, Pah. Mereka datang berkunjung kesini". Ucap Mommy Tiara tersenyum kearah Papah Robert.


"Teman-temann Allena?". Ucap Papah Robert beralih menatap ke-3 gadis yang saat ini ada dihadapannya.


Mereka semakin dibuat kikuk dan canggung akan tatapan Papah Robert yang begitu serius melihat mereka.


"H-h-hai Om!". Sapa Tessa mengangguk sopan.


Papah Robert semakin menatap intens melihat ke-3 gadis itu. Sementara mereka hanya tersenyum canggung deg-degan.


"Kalian temannya Allena?". Tanya Papah Robert.


"I-i-iya Om". Jawab Zee gugup.


Kemudian beralih menatap datar Louis yang duduk tak jauh dari mereka. Lalu kembali mengalihkan pandangannya tak peduli.


"Kalau begitu kalian bersenang-senanglah disini. Om mau ke ruangan kerja Om dulu. Anggap saja seperti rumah sendiri". Ucap Papah Robert seketika ramah, sontak membuat ke-3 gadis itu menoleh kearah Papah Robert dengan tatapan tak percaya.


Terlihat Papah Robert tersenyum ramah kearah mereka.


"Kalau begitu Om duluan ya". Ucap Papah Robert lagi seraya berdiri dari duduknya.


"Sayang kamu temani mereka disini dulu kalau begitu. Aku ke ruangan kerja dulu, ada urusan". Ucap Papah Robert lembut pada Mommy Tiara.


Mommy Tiara mengangguk.


"Satu lagi. Kalian tidak usah canggung seperti itu. Kalian tidak usah sungkan-sungkan berada disini. Om senang kalian mau berkunjung disini". Ucap Papah Robert lagi diangguki ke-3 teman Allena. Kemudian beliau berlalu pergi dari sana.


Setelah Papah Robert pergi, mereka kembali melanjutkan obrolan mereka lagi. Terlihat Allena hanya menjadi pendengar mereka, tak berniat ikut nimbrung.


"Cowo itu ngapain ada disini Tante?". Tanya Tessa seketika yang membuat mereka langsung menoleh kearah Louis yang sedari tadi ada disana duduk dengan diam.


"Oh itu. Itu Louis, cantik. Dia sepupunya Allena". Jawab Mommy Tiara dengan senyuman.


Sementara Louis hanya diam ditempatnya menatap mereka tanpa ekspresi.


"Oh jadi Louis sepupunya Allena Tan?". Tanya Tessa lagi.


"Iya. Kalian sudah saling kenal sama Louis?". Tanya Mommy Tiara melihat mereka secara bergantian.


"Udah sih Tan. Tapi kita baru tau kalau Louis itu sepupuan sama Allena". Timpal Zee.


Allena yang sudah mulai malas segera menarik lengan Airin untuk pergi dari sana.


"Udah? Udah ceritanyakan? Kalian kalau masih mau cerita, disini aja dulu". Ucap Allena seketika sambil membawa Airin.


"Allena sayang. Mau kemana kamu?". Tanya Mommy Tiara lembut pada Allena.


"Kamar.

__ADS_1


"Mamah nggak usah sok akrab gitu sama teman-teman Allena". Sambung Allena ketus.


"Kenapa sayang? Mommy cuman mau menyambut teman-teman kamu yang datang kesini. Selama ini kamu kan nggak pernah...".


"Nggak usah. Teman-teman Allena nggak butuh sambutan dari Mamah. Mamah nggak usah sok akrab sama mereka". Potong Allena dengan muka judesnya.


Ke-3 teman Allena yang ada disitu hanya diam menyaksikan perdebatan Anak dan Ibu itu. Mereka tak berani ikut campur.


Allena kemudian menarik Airin kembali untuk mengikutinya. Kedua teman Allena tadipun juga segera berdiri dari duduknya untuk mengikuti Allena.


"Len, lo kenapa sih ngomong dengan nada seperti itu sama Mommy lo? Nggak baik tau nggak". Tegur Louis berdiri dari duduknya pada Allena yang ingin lewat.


Allena dengan segera menatap tajam Louis yang kini berdiri dihadapannya.


"Nggak usah ikut campur lu! Udah bagus gua nggak ngusir lu dari sini. Mending lu diem aja". Balas Allena ketus.


Dengan segera Allena menarik Airin dan pergi dari sana menuju tangga. Airin yang bingung hanya diam mengikuti Allena sambil menatap canggung Mommy Tiara.


Kedua teman Allena juga segera bergegas mengikuti Allena.


"Kalau gitu kita berdua nyusul Allena dulu ya Tante. Maaf sebelumnya". Ucap Zee diangguki oleh Mommy Tiara.


"Iya nggakpapa. Kalian naik aja keatas ya". Ucap Mommy Tiara sendu tapi tetap mencoba tersenyum.


Kedua gadis itupun menyusul Allena menuju kamar Allena.


Saat ini ke-4 gadis itu sudah berada dalam kamar Allena. Mereka terlihat canggung karena kejadian tadi.


"Kalian mandi aja duluan. Entar gua nyusul". Ucap Allena seketika sambil memasukan tasnya kedalam lemari dan menguncinya.


"Gue nggak ada baju ganti Len, gimana dong?". Ucap Zee dengan tampang yang dibuat-buat.


"Nggak usah pasang tampang kek gitu. Geli gua lihatnya". Cibir Allena.


"Iih.. Allena, mulai lo yah. Jahat banget sih lo ama gue". Ucap Zee memelas.


"Udah sana lu mandi. Nanti pake baju gua aja". Balas Allena.


"Handuk? Mana handuk?". Tanya Zee dengan menengadahkan tangannya.


"Ck. Ambil aja dilemari sana". Jawab Allena berdecak malas.


Zee kemudian berjalan kearah lemari untuk mengambil handuk.


"Iih.. Allena.. Lemarinya kekunci ini. Gimana ambil handuknya?". Seru Zee yang tak bisa membuka lemari.


"Disebelahnya Ziva. Ck, nyusahin banget sih lu". Decak Allena kesal menghampiri Zee.


Allena kemudian menuju kesalah satu lemari disebelah lemari yang dia kunci tadi. Gadis itu kemudian mengambilkan handuk untuk Zee.


"Gue juga Len. Masa lo nggak ambilin gue juga sih". Seru Tessa yang saat ini duduk disofa bersama Airin.


"Kalian berdua ini nyusahin gua tau nggak. Gua kan cuman ngajak Airin tadi. Kenapa kalian berdua malah pada ikut?". Ucap Allena seraya melemparkan handuk kearah Tessa.


"Allena, udah mulai lo ya. Jahat banget sih lo Len ama kita. Kita berduakan juga sahabat lo. Nggak setia kawan banget". Desis Tessa.


Allena yang mendengar itu hanya menarik nafasnya perlahan.


"Yaudah sana-sana mandi.


"Tess, lu mandi dibawah kamar mandi tamu aja. Nanti lu tanya sama pembantu yang ada disini". Ucap Allena.


"Loh kenapa? Disini ajalah gue mandinya". Ucap Tessa keberatan.


"Udalah Sa, biar cepet. Lo kan berani, masa cuman nanyain kamar mandi doang takut". Timpal Zee.


"Yaudah iya-iya. Gue nggak takut kali. Gue pergi nih sekarang". Ucap Tessa cemberut sambil berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar Allena.


"Kalau gitu lu juga sana pergi. Ngapain masih diam disini?". Ucap Allena pada Zee.


"Yaampun Allena. Sabar napa.


"Gue baru tau sisi lain dari seorang Allena. Ternyata selain galak lo juga sedikit cerewet ya". Ejek Zee sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Allena tak menjawab. Gadis itu hanya diam tak berniat menjawab. Malas berdebat.


"Allena". Panggil Airin yang masih diam duduk disofa.


Allena menoleh. Kemudian menaikan kedua alisnya lalu berjalan menghampiri Airin.

__ADS_1


"Kenapa?". Tanya Allena tersenyum kearah Airin dan duduk disamping gadis itu.


Baru kali ini Allena tersenyum, dan senyumnya sangat tulus sekali saat ini.


__ADS_2