
...Airin Silvana Mahendra...
Seorang perempuan saat ini tengah berdiri memandangi kursi kosong yang ingin di dudukinya. Namun dia tidak cukup berani. Disamping kursi itu terdapat seorang perempuan. Dia cukup tau tentang siapa perempuan itu. Dia adalah Allena.
Perempuan itu tidak ingin berurusan dengan seorang Allena. Dia tidak ingin berurusan dengan keluarga Albern yang bisa saja membuatnya dalam masalah jika mengganggu salah satu keluarga Albern. Apa lagi jika itu adalah anak dari keluarga Albern. Bisa digantung dia nanti pikirnya.
Tapi tidak mungkin dia makan sambil berdiri. Akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekati Allena. Perempuan tersebut berdoa semoga Allena tidak membuatnya dalam masalah hanya karena kursi. Gadis itu pun mencoba menghampiri Allena dengan keberanian yang dimilikinya.
"Ha-hhai! A-an-anu begini. Mm.. boleh gue duduk disini? Soalnya tempat yang lain udah pada penuh". Tanya perempuan itu pada Allena dengan gugupnya. Dia cukup deg-degan dengan hal itu. Badannya panas dingin. Apakah Allena akan marah pikirnya.
Allena mendongak dan menatap perempuan itu. Kemudian berbalik memandangi keadaan sekitar kantin. Selang beberapa detik kemudian Allena kembali menunduk menyantap makanannya.
Mendapati reaksi Allena seperti itu, perempuan tersebut meneguk ludah. Ada perasaan takut di dirinya. Allena pasti sudah marah pikirnya.
'Yaampun mati nih gue fix. Astaga gue bego banget sih. Kenapa gue musti berani banget kesini?'. Gadis itu membatin dengan penuh ketakutan. Jantungnya mulai dag dig dug darr saking takutnya.
__ADS_1
"Duduk aja disitu". Ucap Allena seketika masih dengan menyantap makanannya.
Perempuan tersebut kaget. Allena tidak marah, malah mengizinkan untuk duduk bersama dengannya.
Dengan segera gadis itu duduk dan meletakkan makanannya. Perempuan tersebut lalu makan dengan gugup.
Allena kemudian mendongak dan memperhatikan perempuan itu. Merasa diperhatikan, perempuan itu juga mendongak dan mendapati Allena yang sedang memperhatikannya. Dia takut dengan Allena yang menatapnya seperti itu.
"Lu cuman makan yang begituan?". Tanya Allena pada perempuan tersebut.
"Nggak. Lanjutin aja makannya". Ucap Allena pada perempuan itu dengan datarnya. Allena kemudian kembali menyantap makanannya.
Perempuan tadi juga kembali menunduk dan menyantap makanannya dengan perasaan aneh pada Allena. Dia menganggap Allena sangat sulit untuk ditebak dengan sikap seperti itu.
Beberapa menit kemudian Allena telah selesai dari makannya, gadis itu segera berdiri lalu menuju meja kasir untuk membayar makanannya. Selesai membayar Allena kemudian keluar dan pergi meninggalkan kantin tersebut.
__ADS_1
Mendapati Allena yang pergi begitu saja membuat perempuan tadi kaget setengah mati. Gadis itu berpikir jangan-jangan Allena sudah marah padanya. Dia berdoa agar tak terjadi masalah padanya.
Perempuan tersebut terus melanjutkan makannya. Beberapa menit kemudian gadis itu selesai dan berdiri lalu melangkah ke meja kasir untuk membayar makanannya. Selesai membayar perempuan itu juga keluar dan meninggalkan kantin tersebut.
Airin Silvana Mahendra nama perempuan itu. Ayahnya adalah seorang pekerja buruh bangunan dan ibunya hanya seorang penjual kue. Airin mempunyai 1 adik laki-laki yang saat ini bersekolah di sekolah dasar kelas 5.
Mereka juga mempunyai kios kecil yang ada di depan rumah mereka. Ibu Airin biasanya akan menitipkan sebagian kue-kuenya pada pedagang yang ada di pasar, dan sebagian lagi di kios yang mereka miliki sambil beliau menjaga kios tersebut. Setiap pulang sekolah Airin dan adiknya akan menggantikan ibunya menjaga kios.
Airin bisa bersekolah di SMA Negeri Nasional karena mendapatkan beasiswa dan juga bantuan dari sekolah itu. Dia termasuk anak yang cerdas dan juga pandai.
Gadis itu selalu belajar agar bisa masuk SMA impiannya tersebut. Perempuan itu juga berharap dengan dia bersekolah di SMA tersebut, dia bisa lulus dan kuliah di universitas impiannya.
Gadis itu mempunyai kepribadian yang pendiam dan terkesan malu-malu. Dia selalu menghabiskan waktunya dengan membantu ibunya dan terus belajar dan belajar. Perempuan itu cantik dengan tubuh ramping, kulit putih, namun mempunyai pipi cuby dan lesung pipit yang terdapat di sebelah kanan pipinya. Dia kelihatan terkesan manis dengan lesung pipit yang dimilikinya.
__ADS_1