Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 89 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

"Lo berdua ngapain sih lama amat bukain pintu? Lagi nge*we lu pada". Celetuk Setya dengan sembarangan.


"Nih makanannya". Sambung Setya sambil meletakan makanan diatas meja.


Aziel menjitak kepala Setya, "Yang ada tu elu yang lama, nyari makanan doang ampe berjam-jam". Celoteh Aziel.


"Lagian kalau gua ampe nge*we sama Allena pun kaga ada urusannya ama lu". Balas Aziel dengan santainya.


Allena yang tentu saja mendengar pembicaraan kedua pria itu sontak saja menatap tajam mereka, "Woyy lu berdua ngomong apaan kek gitu!? Mau gua tonjok lu berdua sekarang ha". Gertak Allena.


"Yaelah cewek datar, orang gue cuman bercanda doang sensi amat lo jadi orang". Balas Setya.


"Eh iya gue bawain juga lo makanan tuh, tapi nggak tahu lu suka apa nggak". Sambungnya lagi.


"Eh asal lu tau ya apa aja dimakan tuh ama dia". Timpal Aziel sambil menahan tawa melihat Allena.


" Diem lu pada," Sensi Alena kepada kedua pria itu, "Mana sini makanannya. Gua juga udah laper dari tadi". Sambungnya lagi sambil meraih sekotak pizza yang ada diatas meja dan mulai memakan pizza tersebut dengan lahap.


"Nahkan lu sendiri lihatkan. Dia itu emang rakus, makanya gua kasih julukan si cewek rakus". Cibir Aziel geleng-geleng melihat tingkah gadisnya itu.


"Lu berdua makan apa nggak nih? Kalau nggak, gua aja kalau gitu yang abisin makanannya sendiri". Ucap Allena kemudian dengan mulut yang masih penuh makanan.


Setya yang melihat itu hanya menatap Allena tak percaya. Matanya melongo melihat tangan Allena yang tak berhenti mengambil pizza dan terus makan. Gadis itu ternyata memiliki sisi lainnya yang baru diketahui olehnya.


Sementara Aziel hanya memandang Allena dengan gemas. Pipi Allena menggembul karena saking banyaknya dia mengunyah tak berhenti. Sepertinya saat ini Allena benar-benar sangat lapar.


"Gua ambilin minum cewe gua dulu". Ucap Aziel kemudian sambil berjalan kearah dapur. Namun sebelum itu dia terlebih dahulu mengacak rambut Allena karena saking gemasnya pada Allena.


"Azieeell.... Gua lagi makan tau". Gerutu Allena kesal.


Aziel kemudian dengan segera menghampiri Allena, " Eh iya iya..maap maap! Abisnya lu gemesin sih". Ucap Aziel sambil merapikan rambut Allena. Setelah itu dia mencium puncak kepala Allena sebentar, lalu memainkan pipi gadis itu yang terlihat menggembul karena makanan.


"Gua lagi makan Azieeell... Jangan ganggu". Ucap Allena yang merasa terganggu akan Aziel padanya.


Gadis itu tidak marah. Dia hanya menggerutu karena Aziel yang terus mengganggu aktifitas makannya.


Sementara Setya yang sedari tadi disana hanya memasang tampang gelinya melihat kedua orang itu. Muka julidnya sangat kentara saat ini saking gelinya. Mata jomblonya terasa ternodai.


"Lo berdua pacaran aja dah kalau gitu. Aneh gue lihat kalian mesra-mesra kaya gitu tapi nggak ada hubungan". Ucap Setya sewot.


Mendengar itu Aziel berhenti memainkan pipi Allena, pria itu kemudian memiringkan kepalanya kesamping wajah Allena, "Boleh juga, lu mau nggak Len pacaran ama gua?". Ucap Aziel spontan seperti tak ada beban.


Allena langsung saja menoleh kearah Aziel menatap pria itu sambil terus mengunyah makanan, "Katanya tadi lu mau ambilin gua minum, yaudah ambilin, gua udah haus banget nih". Allena malah mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya gua lupa, tunggu bentar gua ambilin dulu". Ucap Aziel kemudian menjauhkan dirinya dari Allena lalu berjalan menuju dapur.


...*****...


Setelah acara makan yang penuh drama itu selesai, kini Allena sudah akan mau pergi dari apartemen Aziel.


"Gua balik duluan". Ucap Allena seketika sambil berdiri dari sofa.


"Udah mau pulang?". Tanya Aziel dengan ekspresi seperti tak mengizinkan Allena pergi.


"Umm". Gumam Allena, "Udah gua mau balik sekarang". Allena sudah mulai melangkah, namun Aziel dengan cepat beranjak dan meraih lengan gadis itu menahannya


"Kalau gua gitu gua antar". Ucap Aziel kemudian.


Allena menggeleng, "Nggak usah, gua bawa mobil sendiri". Jawab Allena.


"Hm? Yaudah kalau gitu gua antar sampai ke parkiran". Balas Aziel.


"Nggak usah.. Biar lu disini aja, nggak usah keluar, nggak usah kemana-mana". Allena tak mengizinkan.

__ADS_1


"Gua antar titik". Aziel bersikukuh tetap ingin mengantar Allena, "Gua ambil baju gua dulu, tunggu disini dan jangan kemana-mana". Aziel kemudian dengan cepat berjalan menuju kamarnya mengambil baju kaosnya dalam lemari, lalu memakainya dengan sambil berjalan kembali menuju ruang depan tadi.


"Gua antar ke parkiran sekarang", Aziel kemudian menoleh kearah Setya, "Setya, lu tunggu disini". Ucap Aziel kemudian.


"Oke, sipp!". Jawab Setya tanpa mengalihkan pandangannya, pria itu sedang berbaring disofa sambil bermain game diponselnya.


Aziel kemudian menarik lengan Allena keluar dari apartemen. Selama diperjalanan, dari apartemen hingga sampai lobi parkiran, Aziel tak berniat melepaskan gandengannya dilengan Allena. Gadis itu juga membiarkan Aziel menggandengnya dengan leluasa.


"Len". Panggil Aziel.


Allena menoleh kearah Aziel yang memanggilnya. Sontak Aziel menarik lengan Allena dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.


"Sebenarnya gua nggak mau lu balik, tapi gua sadar gua nggak ada hak untuk ngelarang lu. Tapi gua juga berharap, setelah ini lu nggak ngejauh dari gua lagi. Gua minta maaf". Desis Aziel tetap dengan memeluk Allena.


"Hmm". Hanya itu yang keluar dari mulut Allena membiarkan Aziel terus memeluknya dengan nyaman.


Aziel kemudian melepaskan pelukannya, "Yaudah, hati-hati ya". Ucap Aziel lagi sambil memandangi Allena. Pria itu kemudian memajukan kepalanya mencium puncak kepala Allena dengan lembut. Aziel kemudian menjauhkan dirinya dari Allena dan memandang wanita itu yang juga hanya menatapnya tanpa ekspresi.


Allena kemudian berbalik lalu masuk kedalam mobilnya menyalakan mesin. Allena melirik Aziel yang masih berdiri ditempatnya dari balik kaca spion mobilnya. Allena seketika menghela nafas panjang.


Gadis itu kemudian pergi dari sana meninggalkan lobi parkiran bersama mobilnya.


...*****...


Setelah kejadian kemarin, pagi ini Allena sudah berada di SMAN Nasional. Hari ini di sekolah itu akan ada penerimaan raport yang harusnya sudah terjadi waktu acara pensi minggu lalu.


Tetapi karena insiden tak terduga yang terjadi, maka sesi penerimaan raport ditunda hingga hari ini.


Terlihat para murid-murid sudah berbaris di lapangan untuk terlebih dahulu mendengarkan pidato dari Kepala Sekolah SMA Negeri Nasional.


"Hari ini adalah hari dimana kita akan diadakannya pembagian raport bagi semua kelas, sekaligus untuk pengumuman kelulusan bagi kelas 12, yang dimana awalnya kita ketahui sendiri bahwa seharusnya kegiatan tersebut sudah terjadi minggu lalu pada acara pensi sekolah!". Kepala Sekolah mulai berbicara menggunakan alat pengeras suara.


"Tetapi karena ada sesuatu hal yang terjadi yang membuat semuanya harus tertunda, dan itu baru bisa dilaksanakan hari ini.


"Bapak sangat menyesali kejadian tersebut karena perbuatan dari salah satu oknum yang membuat kekacauan menjadikan salah satu siswa kita harus sampai dilarikan ke rumah sakit karena kejadian tersebut.


"Alexa Maelarin Adipura". Seru Kepala Sekolah yang langsung membuat seisi lapangan menoleh kearah siswi itu yang tengah berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


"Bapak harap kamu tidak lagi membuat masalah. Ini pertama dan terakhir kalinya kamu membuat masalah yang bisa membahayakan nyawa orang lain. Kita harusnya patut bersyukur karena kedua orang tua Aziel masih bisa memaafkan kamu dan juga tidak menuntut kamu sekaligus tidak menuntut sekolah ini". Kepala Sekolah kembali berbicara.


Murid-murid semua yang ada di lapangan seketika berseru memenuhi lapangan. Ekspresi mereka langsung berubah drastis menatap Alexa dengan tatapan jengkel sekaligus ngeri.


"OOOHHH JADI ALEXA PELAKUNYA... WAH WAH WAH BISA-BISANYA TUH CEWE NGELAKUIN HAL KAYA GITU". Teriak Adrian dari sebrang kelasnya.


"JADI TUH CEWE BERNIAT NGECELAKAIN BEBEB ALLENA GUE, NGGAK BISA DIBIARIN TUH. KITA HARUS KASIH PELAJARAN KE ALEXA". Timpal Gerald yang ikut-ikutan.


Semua murid-murid langsung menyoraki Alexa dengan keras.


WOOO... WOOO.. WOO....


DASAR CEWE NGGAK TAU MALU


MASIH BERANI DIA DATANG KE SEKOLAH


HUUU.....!!


Semua murid terus menyoraki Alexa dengan keras. Bahkan tak andil teman-teman sekelasnya ikut menyoraki Alexa dari dekat.


Chika dan Hera berusaha membuat orang-orang itu untuk berhenti menyoraki Alexa. Mereka tak kuat sahabat mereka dipojokan padahal bukan Alexa pelakunya. Chika dan Hera tentu saja tau itu.


Sementara Alexa hanya diam berdiri ditempatnya sambil terus mengepal kuat kedua tangannya, 'Buka gue pelakunya'. Alexa membantin terus memandangi murid-murid yang tak berhenti menyorakinya.


Dibarisan lain, Regina terlihat tersenyum miring dengan apa yang terjadi. Rencananya ternyata telah berjalan sempurna sesuai keinginannya.

__ADS_1


"SUDAH SUDAH.. BERHENTI KALIAN SEMUA.. DIAM.. JANGAN ADA LAGI YANG BERBICARA.


"SUDAH.. BERHENTI..!" Kepala Sekola mulai mengeraskan suaranya yang membuat seluruh lapangan menggema.


Murid-murid yang mendengar suara Kepala Sekolah mulai berhenti menyoraki Alexa, meskipun masih ada beberapa murid yang masih mengeluarkan suara belum puas.


"Bapak hanya ingin tekankan kepada kalian semua. Jangan ada lagi murid-murid diantara kalian semua yang membuat masalah. Jika ada diantara kalian yang masih seperti itu lagi, kalian akan langsung dikeluarkan dari sekolah. Paham kalian semua". Ucap Kepala Sekolah dengan tegasnya.


"PAHAM PAAAKK..!!". Jawab murid-murid bersamaan.


"Baiklah, kalau begitu silahkan kembali ke kelas kalian masing-masing dan tunggu Wali Kelas kalian untuk membagikan raport kalian". Ucap Kepala Sekolah.


Semua murid SMAN Nasional mulai membubarkan diri menuju kelas mereka masing-masing. Kecuali Alexa yang masih tengah berdiri di lapangan mengingat hal kejadian tadi. Disana juga ada Chika dan Hera.


"Udah Lex, nggak usah mikirin hal tadi. Lagian lo emang nggak salahkan. Kita balik ke kelas sekarang". Ucap Chika menenangkan Alexa.


"Iya Lex, lo nggak usah mikirin hal yang bahkan nggak lo lakuin. Biarin tu manusia-manusia sok tau berbicara sembarangan. Orang bukan lo kok pelakunya, dan kita percaya itu". Timpal Hera.


"Tapi sekarang semua anak-anak pada nyalahin gue. Lo pada nggak lihat tadi gimana reaksi mereka ke gue. Gue kaya dianggap pembunuh tau nggak". Ucap Alexa yang merasa pusing dengan masalah yang dihadapinya.


"Tapi emang bukan lo kan pelakunya?". Ucap Hera.


"Ya bukanlah. Kalian kan lihat sendiri waktu kejadian itu, gue sama kalian terus nggak kemana-mana, gimana bisa gue jatuhin tuh lampu. Kalian berdua juga taukan gue takut sama yang namanya ketinggian". Ucap Alexa dengan frustasi.


"Iya Alexa, kita percaya kok sama lo. Lo juga kan udah nyeritain semuanya. Jadi lo nggak usah mikirin hal itu lagi. Selagi lo nggak salah, selagi lo nggak berbuat seperti apa yang dikatakan Kepala Sekolah tadi, lo nggak usah ngedengerin omongan anak-anak yang mojokin lo. Orang mereka yang nggak tau apa-apakan". Ucap Chika yang menasihati.


"Gue itu nggak peduli sama omongan anak-anak. Gue cuman lagi mikirin siapa yang udah ngefitnah gue kaya gini". Alexa tak terima dengan berita yang seakan memojokan dirinya sekaligus menyalahkan dirinya.


Kali ini dia akan mencari tau siapa orang yang telah berani menyalahkan dirinya dan menjadikan dirinya tersangka dalam kejadian pada Pentas Seni minggu lalu.


...*****...


"Jangan Sa, udah nggak usah ribut. Lagian Allena juga udah minta kita buat nggak perpanjang masalahnya kan". Cegah Airin menahan Tessa.


Saat ini Tessa dan Zee ingin melabrak Alexa. Kedua wanita itu dalam mode marah sekarang, setelah mengetahui dari Kepala Sekolah bahwa yang menjadi dalang waktu acara pensi adalah Alexa. Mereka tak terima dengan niat Alexa yang ingin mencelakai sahabat mereka Allena apalagi ada Alvian juga disana.


"Nggak bisa Rin, ini udah benar-benar nggak bisa ditolerin lagi. Alexa udah keterlaluan sama Allena. Udah berapa kali tuh cewe berbuat jahat sama Allena". Ucap Tessa yang sudah emosi


"Ayo Zee kita datengin tuh cewek, biar kita kasih dia pelajaran supaya nggak semena-mena sama kita". Sambung Tessa yang mengajak Zee.


Zee mengangguk dengan pasti. Kedua wanita itu melewati Airin yang mencoba menahan mereka berdua. Dengan segera mereka berjalan cepat menuju kelas Alexa.


"Duhh.. Gimana nih". Desis Airin yang terlihat khawatir.


Airin kemudian melirik Alvian dan Gamma yang terlihat santai dikursi mereka.


"Alvian, Gamma.. Kok lo berdua pada diem aja sih. Bantuin gue ngehalangin Zee sama Tessa dong, mereka mau ngelabrak Alexa". Seru Airin kepada kedua pria itu.


"Udah biarin aja Rin, biar mereka kasih pelajaran ke Alexa. Alexa tuh emang udah keterlaluan banget". Balas Alvian tak peduli.


Sementara disana tak ada Allena, karena gadis itu sedang pergi bersama Aziel. Pria itu memaksa Allena untuk ikut dengannya.


"Iih lo berdua itu nggak bisa diandelin banget sih". Gerutu Airin kearah kedua pria itu.


Airin kemudian berbalik dan segera menyusul Tessa dan Zee.


Sementara Tessa dan Zee terlihat menghampiri Alexa yang sedang berada di kelasnya bersama kedua sahabatnya.


BRAK...!!


"Heh, maksud lo apa mau ngecelakain Allena ha". Bentak Tessa dihadapan Alexa sambil menggebrak meja dengan kuat.


Murid-murid yang ada dalam kelas itu seketika menoleh kearah mereka.

__ADS_1


"Lo itu ya nggak ada henti-hentinya cari masalah sama Allena". Sambung Tessa lagi menatap tajam kearah Alexa.



__ADS_2