Allena And Friend'S

Allena And Friend'S
PART 54 ~ Allena and Friend's


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu, namun hingga sekarang Allena tak kunjung ada kabar sekalipun. Teman-temannya pun sudah tidak tau harus berbuat apalagi hanya untuk mendapat kabar dari gadis cantik blasteran itu.


Allena benar-benar tidak ada kabar. Gadis itu benar-benar tidak menghubungi teman-temannya sekalipun untuk diketahui keadaannya. Allena juga sangat sulit untuk dihubungi.


Semenjak itu pula Alexa terus berusaha untuk mendapatkan hati Aziel. Gadis itu benar-benar tidak ingin kehilangan kesempatan dengan tidak munculnya lagi Allena dikehidupan Aziel.


Berbagai macam cara Alexa lakukan untuk mendapatkan perhatian Aziel. Mulai dari memberikan perhatian-perhatian kecil terhadap Aziel, sampai rela terlambat dan sering bolos agar Aziel yang memang sebagai Ketua OSIS yang akan selalu menanganinya jika ada murid yang melanggar aturan dan tata tertib sekolah. Dan Alexa rela melakukan itu semua agar selalu mendapatkan perhatian Aziel.


Hingga Aziel sangat sudah lelah dengan semua apa yang telah diperbuat Alexa. Pria itu benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis itu.


...*****...


Bel upacara telah berbunyi. Semua murid SMA Negeri Nasional mulai berbaris dilapangan sekolah yang begitu luas itu. Upacara dimulai. Terlihat Pak Kepala Sekolah memberi amanat untuk semua murid.


Sekitar 1 jam upacara selesai. Semua murid mulai membubarkan diri seraya menuju kelas dan juga ada yang menuju kantin sekedar untuk menghilangkan rasa lelah dan juga haus.


Nampak di kelas tengah berkumpul Gamma dan ke-5 temannya. Mereka terlihat tengah berbincang-bincang.


"Gimana, udah ada kabar tentang Allena?". Tanya Zee pada Alvian.


"Nggak ada. Kak Brayen juga nggak dapat kabar apa-apa". Jawab Alvian.


"Hah.. terus gimana nih? Uda satu bulan loh ini. Allena juga nggak ada kabar sampai sekarang. Gue nyerah dah". Timpal Tessa frustasi.


Sampai saat ini teman-teman Allena masih juga mencari kabar dan keberadaan Allena dimana. Mereka ingin tahu mengapa Allena hilang kontak begitu saja. Memang sangat susah bagi mereka untuk mencari tahu tentang orang dan seperti apa Allena.


"Iya nih. Gue ikutan nyerah aja udah. Allena kayanya emang nggak bakal balik lagi, seperti apa yang pernah dia bilang sebelumnya". Ucap Zee dengan muka memelasnya.


"Udalah guyss. Kita berhenti aja sampai disini. Ikhlasin aja Allena. Lagi pula Amerika tuh luas, bakal susah juga kalau kita mau nyusul dia kesana". Manaf kali ini yang berbicara.


"Huff.. Udalah". Ucap Zee pasrah.


Sementara Airin, gadis itu hanya diam sambil memikirkan Allena yang tiba-tiba hilang tanpa kabar. Gadis itu merasa hilang sesosok teman yang berharga dalam hidupnya.


Allena sangat baik kepadanya selama dia berteman dengan gadis itu. Allena adalah teman pertamanya yang Airin temui di SMAN Nasional ini. Allena tak memandang dirinya yang berasal dari kelas bawah. Bahkan Allena lah yang memintanya menjadi temannya terlebih dahulu.


Saat itu Airin sangat kaget akan permintaan Allena. Airin menyangka dia tidak akan bisa sedekat itu dengan Allena yang terkesan datar dan cuek pada orang lain. Bahkan Allena yang membuat Alexa tak lagi mengganggunya. Meskipun Alexa masih sangat sinis ketika melihat Airin. Tetapi Alexa tak lagi mengganggunya dalam keadaan fisik seperti dulu.


Tetapi sekarang Allena hilang begitu saja, dan Airin merasa kehilangan orang yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri.


Saat mereka sedang dalam pikiran masing-masing, bel pelajaran pertama berbunyi. Tidak lama Bu Preti datang dan masuk kedalam kelas mereka kelas 10 IPA 1.


Murid-murid didalam kelas itu seketika memasang tampang kebingungan melihat Bu Preti masuk. Pasalnya pelajaran pertama bukanlah pelajaran biologi melainkan pelajaran fisika yang pasti gurunya juga berbeda.


"Selamat pagi anak-anak!! Kalian semua mungkin bertanya-tanya mengapa Bu Guru yang masuk sekarang, kenapa bukan Pak Razak guru fisika kalian". Ucap Bu Preti membuka suara di depan kelas.


"Sebentar Pak Razak akan masuk dan mengajar. Namun sebelum itu Bu Guru akan memberi tahu alasan kepada kalian semua, kenapa Bu Guru bisa ada disini sekarang". Sambung Bu Preti.


Nampak ekspresi antusias dari para murid setelah mendengar perkataan Bu Preti. Mereka ingin tahu dengan apa yang dikatakan oleh Wali Kelas mereka itu.


"Hari ini salah satu teman kalian yang sempat tidak masuk sekolah beberapa minggu yang lalu sudah kembali dan mulai bersekolah lagi hari ini. Ibu Guru harap kalian semua tetap bersikap baik seperti biasanya kepada murid tersebut". Ucap Bu Preti menjelaskan.

__ADS_1


Sontak saja murid-murid yang ada di kelas tersebut dibuat kaget dan antusias setelah mendengar perkataan dari Wali Kelas mereka.


Hal itu tak luput dari Zee dan ke-5 temannya. Tampak ekspresi tak sabar dari mereka semua. Mereka kemudian saling melirik satu sama lain. Ada rasa tak percaya dari tampang mereka.


Tidak membutuhkan waktu lama Bu Preti berjalan ke arah pintu dan mempersilahkan murid tersebut untuk masuk.


"Silahkan masuk Nak, dan selamat kamu sudah kembali lagi di sekolah ini". Ucap Bu Preti dengan mempersilahkan masuk murid tersebut.


Murid tersebut kemudian berjalan masuk dengan santai kedalam kelas tersebut tanpa mempedulikan tatapan dan juga ekspresi murid-murid lainnya yang ada di kelas itu.


Ada rasa kaget dari ekspresi mereka setelah melihat siswi itu berjalan masuk.


"ALLENA!!". Teriak Zee yang tak bisa mengontrol rasa kagetnya dan langsung berdiri dari duduknya ketika melihat murid yang dimaksud oleh Bu Preti. Sontak saja teriakannya itu membuat heboh satu kelas.


Sementara ke-5 orang itu Tessa, Airin, dan juga Manaf, Gamma, serta Alvian mereka hanya menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang ini.


Tampak seorang gadis dengan tatapan datarnya berdiri dihadapan mereka. Namun tak memungkiri gadis blasteran itu bertambah sangat cantik dengan rambut curly panjangnya yang dia ikat kebelakang.


"Zee kenapa kamu berteriak? Duduk kamu". Tegur Bu Preti.


"Eh.. M-ma-maaf Bu. Tadi saya reflek, nggak sengaja". Cengir Zee kembali duduk dan menatap Allena yang sudah lama ini tak ada kabarnya.


"Yasudah. Allena, apa ada yang kamu ingin sampaikan kepada teman-teman kamu?". Tanya Bu Preti seraya mendekat pada Allena.


Allena yang mendengar itu hanya menatap keseluruh penjuru kelas dan seketika...


"Halo semuanya!!". Sapa Allena kepada mereka semua. Namun kali ini terdengar sangat datar dan dingin. Matanya hanya dia gunakan untuk melihat kesekitar kelas dengan wajah datarnya.


Allena hanya mengangguk kemudian gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat duduk yang pernah dia tempati dulu. Setibanya disana Allena duduk dengan santainya.


Sementara ke-6 orang tadi hanya memandangi Allena dengan tatapan membulatkan mata tak percaya. Mereka tak menyangka didekat mereka saat ini adalah seseorang yang telah membuat mereka khawatir akan keberadaannya. Tetapi orang tersebut tiba-tiba muncul tanpa diduga.


"Baik anak-anak, Ibu kira semua sudah selesai. Kalian tetap berada dalam kelas dan tunggu Pak Razak datang. Ibu keluar sekarang dan tetap ingat pesan Ibu Guru tadi. Bersikap baik seperti biasanya". Pesan Bu Preti seraya melangkahkan kakinya dan berjalan keluar dari dalam kelas tersebut.


Kelas yang tadinya hening tiba-tiba mendadak langsung heboh akan kedatangan Allena yang sudah satu bulan lebih tak ada kabar.


"Allena selamat datang kembali ya. Gue jadi bertambah semangat nih lo udah datang lagi aja". Seru salah satu siswa yang bernama Adrian yang duduknya paling pojok.


"Iya nih. Allena tambah cantik aja lo sekarang. Kemana aja selama ini? Aa Gerald kangen banget loh sama Neng Lena". Goda Gerald yang berada disebelah Adrian.


Mereka semua yang berada di kelas itu seketika tertawa lucu mendengar godaan dua orang laki-laki bandel yang jadi langganan Guru BK itu. Mereka tak merasa malu setelah menggoda Allena. Sementara yang digoda hanya memandang tanpa ekspresi kepada dua pria tersebut.


"Woyy lo pada diem nggak. Geli tau dengar rayuan dari monyong jelek kalian itu. Nggak bermutu sama sekali tau". Tegur Tessa tak suka akan rayuan dua orang pria tadi pada Allena.


"Weh weh. Kenapa lo yang sewot laki? Kita kan ngomong sama Allena bukan sama lo". Balas Adrian sewot.


"Nggak tau tuh cewe jadi-jadian. Kenapa emang? Lo kepengen juga buat kita rayu. Tapi kayanya nggak usah sih, lo kan laki. Gue masih normal kali". Cibir Gerald tak mau kalah dari pojok sana.


"Ngomong apa kalian tadi? Coba ulang. Awas aja lo berdua ya, habis lo dua orang ditangan gue sekarang". Emosi Tessa tak terima. Gadis itu ingin segera menghampiri dua pria tadi.


"Udah Sa, nggak usah diladenin. Nggak penting. Sekarang tuh fokus kita sama tu bocah satu yang udah hilang 1 bulan lebih ini". Ucap Gamma dengan segera menahan Tessa.

__ADS_1


Tessa yang mendengar itu segera berhenti dan menatap tajam dua orang pria tadi yang mengejeknya, kemudian beralih menatap kearah Allena yang masih duduk santai ditempatnya.


"Awas aja lo berdua ya. Urusan gue sama lo dua orang belum selesai. Habis kalian nanti". Ancam Tessa seraya memeragakan menyembili kepala dengan tangannya.


"Kita nggak takut". Seru Adrian yang seketika sukses mendapat tatapan tajam oleh Tessa.


Sementara kini Zee langsung menghampiri Allena dengan hebohnya.


"Allena yaampun.. ini lo beneran? Gue nggak mimpikan, ini beneran lo kan? Tolong siapapun cubit gue sekarang. Gue nggak mau kalau ini cuman mimpi doang. Cubit gue sekarang". Seru Zee sambil memeriksa Allena dengan hebohnya kesana-kemari.


"Auww.. sakit Alvian. Kok lo malah nyubit gue sih? Sakit nih lo cubit". Kesal Zee pada Alvian yang mencubitnya.


"Kan lo minta dicubit ya gue cubit. Salah ya?". Tanya Alvian santai.


"Iih.. tapi nggak sesakit itu juga kali". Ketus Zee.


"Ya maaf kalau gitu. Coba gue lihat mana yang sakit". Ucap Alvian ingin memeriksa.


"Nggak usah. Gue mau ngomong sama Allena dulu". Tolak Zee dan kembali beralih ke arah Allena.


Zee kemudian menghadap Allena dan memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah.


"Yaampun Allena ini lo beneran kan. Kirain gue lo nggak bakal balik lagi kesini seperti apa yang lo udah bilang ke kita-kita. Setidaknya kalau lo emang nggak balik lagi kabarin kek apa kek. Ini lo malah nggak ada kabar. Kita kira lo ada kenapa-napa Allena. Kenapa nggak kasih kabar?". Tanya Zee sambil menatap Allena serius. Ingin rasanya dia memukul kepala Allena sampai lupa ingatan.


"Iya Allena. Lo kenapa nggak ada kabarin kita selama sebulan lebih ini? Apa kita ada buat salah ama lo?". Timpal Airin kali ini. Gadis itu tak menyangka dapat melihat kembali teman yang sudah dia anggap saudara perempuannya itu.


"Hai Allena! Lo tambah cakep dah sekarang. Sebulan lebih ini lo kemana aja sih? Ilang gitu aja nggak ada kabar". Timpal Manaf duduk diatas meja Allena.


Seperti biasa Manaf bersama dengan gaya tengilnya. Dan itu berhasil membuat Allena beralih menatapnya dengan tatapan datar namun mencekam bagi yang melihatnya.


Menyadari tatapan Allena, pria itu segera berdiri dari meja Allena dengan cengirnya.


Allena yang ingin menjawab pertanyaan dari teman-temannya seketika diurungkan saat Pak Razak sudah berjalan masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak!!". Sapa Pak Razak seraya tersenyum.


Murid-murid yang ada disana kemudian membalas sapaan Pak Razak dan mulai duduk dengan tenang dikursi mereka masing-masing. Lalu Pak Razak memulai pelajarannya.


...*****...


Bel istirahat telah berbunyi. Semua para siswa mulai berhamburan keluar kelas. Ada yang menuju kantin, lapangan, ruang aula, dan ada juga yang melakukan aktivitas lainnya.


Berbeda dengan Allena dan ke-6 temannya yang baru dia ketemui hari ini. Mereka sedang istirahat didepan kelas mereka. Lebih tepatnya teras depan kelas mereka. Terlihat mereka sedang mengobrol-mengobrol, dengan sedikit candaan dari ke-3 lelaki itu Gamma, Manaf,dan Alvian.


Sesekali Tessa dan Airin tertawa dan ikut menimbrung. Berbeda dengan Allena yang hanya menjadi pendengar saja.


Mereka mengetahui bahwa Allena selama ini tak ada kabar karena Allena yang sudah mengganti ponselnya dan juga kartu SIM nya. Sehingga teman-teman Allena tak dapat menghubunginya.


Allena juga mengatakan bahwa dia sibuk untuk membantu Mommy Tiara dalam menjalankan bisnis restorannya yang ada di Amerika. Maka dari itu Allena tak ada kabar sama sekali dan juga tak mengabari teman-temannya.


Itulah alasan yang Allena katakan kepada teman-temannya. Mengganti ponsel serta kartu dan membantu Mommy Tiara.

__ADS_1


__ADS_2