
Aziel yang mendengar perkataan Allena seketika kaget. Aziel bingung dari mana Allena tau tentang semua itu.
"Apa? Kenapa lu diam? Benerkan yang gua omongin". Tukas Allena lagi.
"Lu ngomong apaan sih? Gua nggak ngerti dah. Emang gua ada ngomong apa sama Alexa? Dan juga video? Video apa sih maksud lu? Gua nggak paham apa yang lu omongin Allena". Elak Aziel membantah.
"Lu nggak usah bohong. Gua dengar semua apa yang udah lu sama Alexa omongin waktu di sekolah di ruang ganti. Lu mau ngelak tentang itu semua". Ucap Allena dengan nada tinggi. Gadis itu sudah emosi. Sedang Aziel sontak kaget mendengar hal itu.
"Gua nggak peduli ya. Gua nggak peduli tentang video itu. Gua bisa aja ilangin video itu kalau sampe Alexa nyebarin video itu". Ucap Allena.
"Tapi yang ngebuat gua nggak habis pikir kenapa lu ngomong yang kalo gua mau-mau aja lu cium dan gua nggak ngelawan. Sementara jelas-jelas lu yang maksa gua. Kenapa bisa lu ngomong kayak gitu? Lu anggap gua cewek apaan? Lo nganggap gua murahan gitu? Iya?". Ucap Allena penuh emosi.
"Nggak gitu Allena. Lu salah paham. Gua nggak...". Ucap Aziel terhenti.
"Salah paham gimana? Jelas-jelas gua dengar sendiri dari mulut lu itu". Teriak Allena.
Gadis itu sudah mulai kelelahan karena sedari tadi berbicara penuh emosi. Ditambah lagi Allena habis meminum alkohol yang dimana gadis itu baru pertama kali mencoba. Sehingga membuat dirinya sedikit dan sempoyongan jika lama-lama berdiri.
"Terus kenapa lu selalu deketin gua kalau lu nggak ada perasaan apa-apa sama gua? Lu deketin gua cuman mau nuntasin nafsu lu itukan? Lu kira lu siapa bisa berbuat seenaknya kaya gitu ama gua". Teriak Allena lagi.
"Lu kenapa sih Allena?". Ucap Aziel ingin mendekati Allena.
"Gua nggak kenapa-napa?". Ucap Allena meracau. Gadis itu mulai lemas.
"Gua mohon ama lu. Gua mohon lu jauh-jauh ama gua. Gua nggak mau lu deket-deket lagi ama gua". Ucap Allena mulai sedikit lemas suaranya.
"Gua benci banget ama lu. Gua benci dari pertama awal gua masuk ke sekolah itu. Seharusnya gua nggak pernah sekolah di sekolahan itu biar gua nggak pernah nemuin orang kaya lu". Ucap Allena sambil berdiri dihadapan Aziel dan memandang Aziel dengan mata sayunya.
Aziel yang mendengar itu hanya mampu terdiam menatap Allena. Dia tak menyangka Allena begitu membenci dirinya. Ada rasa marah dihatinya ketika dia mendengar bahwa Allena membencinya.
Sementara Allena dia mulai terduduk ke bawah akibat mulai merasa sedikit pusing.
"Uugghh.. Gua benci banget ama lu El". Gumam Allena lemas namun masih terdengar oleh Aziel.
Aziel yang mendengar itu mulai mengepalkan tangannya. Dia hendak mendekati Allena. Namun baru beberapa langkah, Aziel langsung didorong ke belakang oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah lain. Dan ternyata orang itu adalah Louis.
"Allena! Lo ngapain disini? Kenapa lo bisa kaya gini". Seru Louis mendekati Allena.
Sementara Allena dia tidak menjawab. Dia sudah begitu lemas dan ingin segera berbaring. Louis kemudian mengangkat Allena ala bride style. Sedang Allena kelihatan sudah tertidur digendongan Louis.
"Lo jangan deketin cewek gue lagi". Ucap Louis tiba-tiba sambil menatap sinis Aziel.
Louis kemudian membawa Allena dari sana menuju mobilnya. Louis lalu memasukan Allena ke dalam mobilnya lalu dia berpindah ke arah pengemudi. Louis kemudian menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut bersama Allena.
Sedang Aziel, dia hanya berdiri memandang Louis yang membawa Allena pergi. Aziel mengepalkan kedua tangannya marah. Lelaki itu merasa sangat marah dihatinya. Dia tidak tau apakah dia marah karena perkataan Louis yang mengaku bahwa Allena adalah kekasihnya atau ada hal lain. Aziel masih merasa kurang yakin akan perasaannya pada Allena.
"Oyy.. El". Seru Setya tiba-tiba menyadarkan lamunan Aziel sambil memukul pundak Aziel.
"Nggak usah ngelamun kek gitu juga kali. Entar lo kesambet". Ucap Setya.
"Tapi ngomong-ngomong tu cowok tadi siapanya si cewek datar ya?". Ucap Setya lagi.
Aziel yang mendengar pernyataan Setya seketika dia berbalik memandang Setya tanpa ekspresi.
"Wishh.. El. Kenapa?". Ucap Setya dengan tampang seperti orang mengejek.
"Jangan bilang lo cemburu ngelihat si cewek datar itu sama cowo yang tadi". Ucap Setya sambil menaikan kedua alisnya.
__ADS_1
"Cihh...!". Decak Aziel sambil beranjak meninggalkan Setya kembali menuju ke dalam club.
"Woyy El.. Tungguin ngapa. Gitu aja lo ngambek". Seru Setya meyusul Aziel.
Alexa yang sedari tadi menyaksikan perseteruan antara Aziel dan Allena seketika tersenyum puas.
"Jadi Allena tau. Hm.. Baguslah. Jadi gue nggak perlu cape-cape buat ngejauhin mereka berdua. Sekarang gue bisa lebih dekat sama Aziel tanpa adanya si Allena itu". Ucap Alexa tersenyum senang.
Alexa kemudian kembali berjalan ke dalam club. Gadis itu segera menghampiri Aziel dimeja minum. Terlihat Aziel sedang meminum minuman haram tersebut.
"El.. Gue temenenin lo minum ya?". Tanya Alexa mendekati Aziel.
"Hm.. Lu ngapain disini?. Lu pergi sana". Usir Aziel mendorong pelan Alexa.
"Tuangin lagi Mas". Ucap Aziel tiba-tiba pada waiters dihadapannya. Waiters itu pun menuangkan minuman alkohol digelas Aziel.
Aziel lalu langsung meneguk habis alkohol digelasnya. Terlihat wajahnya memerah.
"Lagi Mas". Ucap Aziel lagi pada waiters tersebut. Waiters itupun kembali menuangkan minuman alkohol tersebut dan Aziel kembali meneguk habis.
Tidak lama Aziel sudah merasakan reaksi dari minuman tersebut. Aziel sudah terlalu banyak minum. Lelaki itu lalu memegang kepalanya yang sudah mulai terasa pusing. Aziel kemudian melipat tangannya satu ke meja dan membaringkan kepalanya ke arah samping dengan tangannya sebagai bantalan.
Melihat hal itu Alexa tersenyum miring dan kembali mendekati Aziel lalu mengelus lembut rambut dan juga wajah Aziel. Gadis itu kemudian memandangi wajah Aziel. Sementara Aziel, lelaki itu hanya meracau tak jelas. Aziel kemudian sedikit membuka matanya dan menatap Alexa.
"U.. u.. ughh.. Allena". Racau Aziel sambil memandang Alexa.
Alexa yang mendengar itu seketika mengerutkan keningnya marah.
"Gue Alexa Aziel! Bukan Allena". Ucap Alexa mencoba meredamkan amarahnya dan tetap berkata lembut sambil mengelus wajah Aziel.
"Ughh.. Allena.. Allena! Shh... Aduhh.. Pusing banget kepala gua". Racau Aziel sambil memijit kepalanya pusing.
Alexa kemudian meraih lengan Aziel dan memapah tubuh Aziel. Sementara Aziel, akibat terlalu banyak minum dia seperti kehilangan kesadaran dan hanya mengikuti Alexa yang memapah tubuhnya.
"Lah.. Lex! Aziel kenapa?". Tanya Setya tiba-tiba muncul dari arah lain bersama Chika dan Hera.
"Aziel kebanyakan minum. Makanya gue mau bantuin mapah dia sampai ke mobil. Gue kira lo udah balik?". Ucap Alexa mencari alasan.
"Ooh.. Gitu. Yaudah biar gue aja. Gue juga udah mau balik". Ucap Setya meraih Aziel menggantikan Alexa memapah Aziel.
"Kalau gitu kita balik duluan ya". Ucap Setya beranjak pergi meniggalkan mereka dengan sambil memapah Aziel. Meraka berdua kemudian keluar dari club malam tersebut.
"Aagghhh.. Ganggu banget sih si Setya". Umpat Alexa dalam hati sambil melihat Setya membawa Aziel keluar dari dalam club malam tersebut.
"Lo mau ngapain ampe mau bawa pergi Aziel? Lo nggak berpikiran buat lakuin hal-hal yang enggak-enggak kan Alexa?". Tanya Chika tiba-tiba curiga pada Alexa.
"Emang gue mau bawa Aziel ngapain sih Chik? Gue kan udah bilang tadi kalau gue tu cuman mau bantuin Aziel bawa dia ke mobil. Karena gue kira Setya udah balik. Negatif mulu pikiran lo ama gue". Ucap Alexa.
"Bagus deh kalo gitu. Gue cuman takut aja lu berbuat hal yang enggak-enggak sama Aziel. Gue nggak mau lu ampe kebablasan hanya karena rasa suka lu itu sama Aziel". Ucap Chika memberitahu.
"Nggak akan. Tenang aja". Ucap Alexa.
"Buat jaga-jaga aja sih Lex. Gue kan tau sifat lo kaya gimana". Ucap Chika.
"Yaudah sih! Nggak usah bahas lagi tentang itu. Kalo gitu gimana nih? Kita balik juga atau nggak dulu?". Tanya Alexa mengalihkan pembicaraan.
"Sebentar lagi lah.. Ya? Gue masi mau disini". Ucap Hera menimpali.
__ADS_1
"Yaudah.. Kalo gitu. Apasih yang nggak buat sahabat gue yang cerewet ini". Ucap Chika sambil mencubit pipi Hera.
Mereka ber-3 pun melanjutkan aktivitas mereka di dalam club malam tersebut.
Sementara Louis yang telah tiba dirumah Allena, dia segera membawa Allena ke kamar dan membaringkan Allena ke atas tempat tidur dalam kamar Allena.
"Louis.. Allena kenapa? Kamu temuin Allena dimana?". Ucap Mommy Tiara dengan nada khawatir.
"Allena mabuk Tan! Louis tadi nemuin dia di depan club malam". Ucap Louis memberitahu.
"Apa? Mabuk?". Kaget Mommy Tiara. Beliau kemudian mendekati Allena dan menggenggam tangan Allena.
"Kenapa kamu jadi gini Sayang? Mommy minta maaf atas kesalahan Mommy. Ini salah Mommy yang membuat kamu jadi seperti ini. Sekali lagi Mommy minta maaf". Ucap Momy Tiara meneteskan air matanya sambil mengusap kepala Allena anaknya.
"Tante nggak usah nyalahin diri sendiri. Ini bukan salah Tante". Ucap Louis pada Mommy Tiara.
"Ini salah Tante Louis. Semua ini terjadi karena kesalahan Tante yang buat Allena seperti ini". Ucap Mommy Tiara sambil menangis memandangi wajah Allena yang sedang tertidur.
"Udah Tan! Jangan salahin diri sendiri terus. Nggak baik". Ucap Louis.
Mommy Tiara kemudian mengusap air matanya dan melepaskan genggamannya ditangan Allena. Mommy Tiara lalu berdiri menghadap Louis.
"Makasih ya Louis kamu udah bantuin Tante nemuin Allena. Tante terima kasih sekali sama kamu". Ucap Mommy Tiara tersenyum pada Louis.
"Iya Tante sama-sama. Yang penting Allena baik-baik aja nggak kenapa-napa". Ucap Louis sambil membalas senyuman Mommy Tiara.
"Kalau gitu kita keluar dulu aja Tante. Biar Allena bisa istirahat dan tidur dengan tenang". Ucap Louis.
"Iya Louis. Sekali lagi Tante berterima kasih sekali ya sama kamu". Ucap Mommy Tiara.
"Iya Tante. Kalau gitu kita keluar sekarang. Louis bantu". Ucap Louis sambil membantu Mommy Tiara keluar.
Sementara di apartemen Aziel, Setya segera membawa Aziel masuk kedalam kamar dan membaringkan Aziel ke atas tempat tidurnya.
"Aduhh.. Berat juga nih bocah. Bisa encok duluan nih gue lama-lama". Celoteh Setya sambil meregangkan otot-ototnya.
"Umhh.. Allena.. Umhh..". Racau Aziel tiba-tiba.
"Ha? Allena?". Kaget Setya setelah mendengar racauan Aziel.
"Hahaha... Udah gue dugakan. Pasti nih bocah suka sama si cewek datar itu. Tapi nih bocah aja yang sok nggak mau akuin. Sok gengsi sih lo. Wuhh...!". Ejek Setya pada Aziel yang sedari tadi meracau tak jelas.
"Haa.. Aziel Aziel! Nggak nyangka gue". Ucap Setya menggelengkan kepalanya tak menyangka.
Setya kemudian melihat sekeliling kamar Aziel. Matanya tertuju pada akuarium yang ada diatas meja samping sofa.
Setya kemudian melangkahkan kakinya menuju akuarium tersebut. Setya duduk disofa panjang yang ada disitu dan mengangkat akuarium kecil berisikan ikan hias. Dipandanginya akuarium tersebut.
"Lahh.. Ini kan...! Wahh.. nggak salah lagi gue. Aziel pasti udah suka ama si cewek datar itu. Dianya aja yang nggak mau ngakuin. Buktinya nih akuarium yang dibawa Allena dia simpan ampe sekarang". Ucap Setya.
"Sok-sokan bilang nggak suka, nggak sudi, kaya nggak ada cewe lain aja, apalah itulah. Padahal mah udah kecantol sama si cewek datar itu". Ucap Setya dengan nada mengejek. Lelaki itu kemudian kembali meletakan akuarium tersebut ditempatnya.
"Nih bocah gengsinya terlalu tinggi. Ngomong suka aja susah amat. Awas aja kalau sampe dia nggak lihat Allena lagi. Nangis dah lo". Sarkas Setya.
Setya kemudian kembali mendekati Aziel. Laki-laki itu lalu melepaskan sepatu Aziel. Setelah itu Setya mencuci tangannya dan berjalan keluar ke pintu apartemen dan menutup pintu tersebut.
Setya kemudian berjalan menuju parkiran. Sebelum ke parkiran Setya terlebih dahulu menelpon seseorang untuk memerintahkan mengambil motor Aziel yang masih berada di club malam.
__ADS_1
Setelah selesai Setya kembali berjalan menuju parkiran dan mengambil mobilnya. Setya kemudian masuk ke dalam mobil sportnya lalu menyalakan mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut.