
Setibanya di rumah Allena, Aziel kemudian memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah gadis itu. Allena kemudian bergegas keluar dari dalam mobil Aziel.
"Guanya nggak diajak masuk nih?". Tanya Aziel tiba-tiba ketika Allena ingin menutup pintu mobil Aziel.
"Nggak usah. Pulang sono". Usir Allena.
"Gitu amat lu Len ama gua. Ngegas mulu, nggak ada lembut-lembutnya". Ucap Aziel.
"Ya makanya. Ngapain pake acara mau masuk kedalam segala? Lu mending pulang deh sekarang. Udah pulang sana sekarang". Ketus Allena mengusir Aziel.
"Iya yaudah gua pulang. Santai aja kali". Ucap Aziel kembali menyalakan mesin mobilnya. Lelaki itu kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
Setelah Aziel pergi, Allena kemudian berjalan masuk kedalam rumah. Setelah tiba dipintu masuk Allena lalu membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Allena sayang kamu baru pulang? Sama siapa?". Tanya Mommy Tiara yang tiba-tiba muncul dari arah lain.
"Iya. Sama teman". Jawab Allena sambil memandang datar Momy Tiara.
"Louis tadi kesini. Dia pikir kamu udah pulang duluan. Soalnya kata Louis tadi dia udah nggak sama kamu. Memangnya kamu dari mana aja sayang? Kenapa nggak kasih tau Louis dulu atau kasi tau Mommy juga. Louis sampe takut tadi pas dia datang nyariin kamu ke sini, dan kamunya juga nggak ada. Louis kira kamu hilang. Kenapa nggak bilang dulu sayang?". Ucap Mommy Tiara panjang lebar.
"Allena nggak apa-apa. Mama nggak usah sok khawatir gitu sama Allena". Ucap Allena datar sambil beranjak pergi.
"Kenapa sayang? Mommy cuman takut terjadi apa-apa...". Ucap Momy Tiara terputus.
"Bisa diam nggak sih? Allena udah bilang Allena nggak apa-apa". Ucap Allena marah sambil berbalik kembali menghadap Mommy Tiara.
"Ini kan salah Mama. Allena tadi udah nolak ajakan Louis. Tapi Mama sama Louis tetap maksa Allena buat ikut. Terus mau nyalahin Allena gitu karena nggak kasih tau dan baru pulang sekarang". Ucap Allena lagi dengan nada marah.
"Nggak gitu Allena. Mama cuma...". Ucap Mommy Tiara kembali terhenti.
"Aaaa.... Udahlah". Tukas Allena sambil kembali beranjak pergi tanpa mempedulikan Mommy Tiara.
Sementara Mommy Tiara hanya bisa memandang sedih Allena yang beranjak pergi menuju lantai 2 rumahnya.
"Mommy minta maaf Allena. Mommy cuman nggak mau kamu kenapa-napa". Ucap Momy Tiara sedih.
"Dan juga sampai kapan kamu akan terus seperti itu sama Mommy Nak?". Ucap Mommy Tiara lagi sambil menangis.
Sedangkan Bi Ratih yang sedari tadi melihat kejadian itu, segera menghampiri majikannya yang sedang menangis.
"Nyonya! Nyonya nggak apa-apa?". Ucap Bi Ratih kepada Mommy Tiara.
"Bi Ratih! Ooh nggak apa-apa kok Bi". Jawab Mommy Tiara sambil mengelap air matanya.
"Kalo gitu Nyonya duduk dulu. Mari saya bantu". Ucap Bi Ratih menuntun Mommy Tiara untuk duduk.
"Iya Bi. Makasih ya". Ucap Mommy Tiara.
"Sama-sama Nyonya. Kalo gitu saya bikinin minum ya Nyonya?". Tawar Bi Ratih.
"Iya. Bikin teh aja ya Bi". Ucap Mommy Tiara.
"Baik Nyonya. Saya ke dapur dulu". Ucap Bi Ratih berlalu menuju dapur.
Sementara Allena saat ini dia tengah berbaring di atas kasur empuknya. Gadis itu berbaring sambil memandang langit-langit atap kamarnya.
Allena kemudian mengingat kejadian tadi saat dia bersama Aziel. Diingatnya Allena saat dia tidak sengaja memeluk Aziel karena kaget saat di rumah hantu, pasar malam tadi.
"Aaagghhh.. Ngapain juga sih gua pake meluk dia segala. Kalo dia kegeeran gimana? Hish.. Males banget dah gua". Umpat Allena kesal.
Gadis itu kemudian kembali mengingat kejadian saat di sekolah dimana Aziel mencium bibirnya. Allena kemudian mencoba meraba bibirnya.
"Aagghhh.. First kiss gua. Kesel banget gua ama tu cowok. Kenapa harus dia sih?". Marah Allena lagi mengingat semua kejadian itu.
Allena kemudian mencoba tenang lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Gadis itu kemudian menetralkan pikirannya.
Setelah merasa tenang, Allena lalu mencoba memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian Allena mulai terlelap dan tertidur tanpa membersihkan dirinya dahulu.
SMA Negeri Nasional
__ADS_1
Pagi hari, Allena saat ini sedang berjalan menuju toilet sekolah. Saat Allena berjalan dan melewati ruang ganti, tanpa sengaja dia mendengar samar-samar suara orang yang sedang bertengkar.
Sebenarnya Allena tidak peduli akan hal itu, tetapi saat dia mengenali suara tersebut Allena mulai ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di ruang ganti itu.
"Lo semalam kemana aja sih El? Kenapa lo malah ninggalin gue?". Tanya Alexa pada Aziel.
Mereka berdua ternyata saat ini tengah berada dalam ruang ganti tersebut. Dan tidak ada orang sekalipun disana, hanya ada mereka berdua(Eeh ralat. Kan sudah ada Allena lagi ngupingin pembicaraan mereka. Jadi 3 deh sekarang😅).
"Gua nggak kemana-mana kok". Jawab Aziel santai.
"Nggak kemana-mana apanya? Lo ninggalin gue semalam. Dan gue nyariin lo. Lo mikir nggak, gue nyariin lo ampe semalaman. Kalo gue kenapa-napa gimana?". Ucap Alexa marah pada Aziel.
"Terus apa urusannya ama gua. Itukan masalah lu sendiri. Ngapain pake nyariin gua segala". Ucap Aziel tak peduli.
"Lagian gua kan udah bilang kalo gua tu nggak mau lu ajak semalem. Tapi lu tetap maksa. Yaudah". Ucap Aziel lagi.
"Yaudah apa maksud lo? Jadi lo emang udah ada niatan buat ninggalin gue. Gitu?". Tanya Alexa emosi.
"Ya gitu deh". Jawab Aziel tanpa merasa bersalah.
"Ha? Lo..". Ucap Alexa terhenti.
"Lo denger ya Aziel! Kalo sampai lo macem-macem ama gue, gue nggak bakal segan-segan nyebarin video itu. Lo nggak lupakan kalau gua tu masih punya video lo ama si Allena". Ancam Alexa.
"Video apa? Video gua ama Allena ciuman". Ucap Aziel santai.
"Hedehh...! Alexa Alexa. Gini ya gua kasih tau ke lu. Mau lu nyebarin tu video mau lu apainlah gua nggak peduli". Ucap Aziel santai.
"Lagian gua cium si Allena juga nggak sengaja. Ya nggak apa-apalah orang gua cuman cium bibirnya doang. Allena juga pasti nggak permasalahin. Semua cewek juga pasti suka kalau gua gituin. Iyakan? Dia juga pasti suka gua gituin. Buktinya Allena diam aja tuh waktu gua cium, nggak ngelawan". Ucap Aziel panjang lebar.
Sementara Allena sedari tadi dia mendengar percakapan Aziel dan juga Alexa. Gadis itu tak menyangka dengan perkataan yang keluar dari mulut Aziel.
"Gua justru bingung sama lu Lex. Katanya lu suka ama gua tapi lu malah nyimpen video itu. Emang lu nggak sakit hati gitu lihat video gue ama Allena ciuman". Ucap Aziel lagi dengan tampang soknya.
"Yaa.. Tapi terserah lu sih. Lu mau nyimpen juga nggak apa-apa. Lu mau nyebarin juga silahkan. Gua nggak permasalahin". Sambung Aziel.
"Kalo gitu gua mau nanya satu hal. Lo nggak suka kan sama si Allena itu?". Tanya Alexa.
"Terus kenapa bisa lo cium dia kalo lo nggak suka?". Tanya Alexa lagi.
"Kan gua udah bilang kalo gua nggak sengaja. Emang kalo gua lakuin hal kek gitu harus ada rasa suka". Ucap Aziel.
"Oke. Baguslah kalo emang lo nggak suka sama Allena. Tapi kalo sampe lo dekat-dekat ama dia atau sampe ada rasa sama Allena. Awas aja lo". Ancam Alexa.
"Gue bakalan bikin dia menderita. Gue bakalan bikin dia nggak hidup tenang. Ngerti lo". Ancam Alexa lagi.
"Lu apa-apaan sih Lex? Gua pernah bilang ama lu kalo gua tu nggak suka dan nggak mau ama lu. Kenapa lu maksa". Ucap Aziel frustasi dengan tingkah Alexa terhadap dirinya.
"Pake ancam-ancam gua segala. Lu pikir, bakal gua apain kalo lu berani ancam gua kek gitu? Mending lu nggak usah cari masalah ama gua. Lu harusnya merasa beruntung karena gua masih baik ama lu". Sambung Aziel. Lelaki itu kemudian mendekati Alexa dan menatap tajam Alexa.
"Kalo sampe lu berbuat yang macam-macam. Lu bakalan lihat apa yang akan gua lakuin ke lu termasuk ke keluarga lu. Lu paham kan maksud gua. Jadi lu jangan coba-coba beraninya ama gua". Ancam Aziel. Lelaki itu lalu kembali mundur ke belakang dan bersedekap dada.
"Dan gua bilangin satu kali lagi ke lu. Kalo gua tu nggak ada perasaan apa-apa sama Allena dan nggak bakalan pernah ada. Lu udah ngerti kan". Ucap Aziel.
"Kalo gitu mending lu keluar sekarang. Jangan sampe gua pake cara kekerasan ama lu. Keluar sekarang!!". Sambung Aziel sambil menatap Alexa datar.
Allena yang saat itu masih berada ditempatnya dan tengah menguping segera pergi dari sana dengan cepat sebelum Alexa melihatnya.
Sementara Alexa, gadis itu kemudian dengan segera beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang menahan amarah.
Saat ini Allena sudah berada dalam kamar mandi. Gadis itu kemudian segera menuju wastafel yang terpapang dengan cermin besar yang ditempelkan ketembok.
Allena kemudian melihat bayangan dirinya. Diingatnya kejadian tadi saat dia tak sengaja mendengar pembicaraan Aziel dan juga Alexa di ruang ganti.
Allena sangat marah dengan perkataan Aziel. Gadis itu beranggapan bahwa Aziel telah menganggap dirinya adalah wanita murahan yang dengan mau-maunya dicium. Allena yang mendengar perkataan itu dari Aziel tambah membenci Aziel.
Dicengkramnya Allena sisi kanan dan kiri wastafel sambil menahan kekesalannya. Gadis itu kemudian menyalakan kran air dan membasuh mukanya. Allena lalu mematikan kran air dan keluar dari kamar mandi tersebut.
Saat perjalanan menuju kelas, tidak lama ponsel Allena berdering. Dilihatnya panggilan masuk. Namun yang membuatnya bingung nomor yang tak dikenal yang menelfonnya. Allena lalu mengangkat panggilan tersebut.
__ADS_1
"Halo". Ucap Allena.
"Ha?". Ucap Allena lagi dengan alis mengkerut kebingungan.
Allena lalu tiba-tiba mematikan ponselnya. Gadis itu kemudian segera berlari menuju gerbang sekolah. Setibanya disana Allena mendapati Louis yang sedang bertengkar dengan Satpam sekolah tersebut. Gadis itu kemudian dengan segera berlari menghampiri kedua orang tersebut.
"Aduhh.. Pak Pak! Saya mau masuk. Masa nggak dibolehin sih Pak". Ucap Louis sambil mencoba menerobos masuk ke dalam sekolah.
"Nggak bisa to Dik. Adik bukan dari sekolahan sini. Jadi nggak boleh masuk sembarangan". Ucap Pak Satpam melarang.
"Saya mau ketemu sama orang disini Pak. Ayolah Pak! Boleh ya". Ucap Louis dengan tetap ingin menerobos masuk.
"Emang Adik udah minta izin sama pihak sekolah ini? Belum kan. Kalo belum tetap nggak bisa masuk ke dalam". Ucap Pak Satpam menahan Louis.
"Iya sih Pak. Tapi kan saya mau ketemu sama..". Ucap Louis.
"Tetap nggak bisa Dik. Harus izin dulu". Ucap Pak Satpam.
Louis dan Pak Satpam pun saling berseteru. Yang satu coba menerobos yang satu lagi menahan untuk masuk ke dalam sekolah.
"Ee.. ee eeh!! Udah udah! Pak udah Pak! Pak Satpam udah". Ucap Allena melerai.
"Lu juga udah! Berhenti!". Ucap Allena sambil melototkan matanya pada Louis.
Pak Satpam dan Louis pun berhenti.
"Ini ada apaan sih Pak sebenarnya?". Tanya Allena pada Pak Satpam.
"Gini Neng. Adik ini paksa buat masuk ke dalam sekolah. Padahal saya udah larang. Tapi Adik ini malah menerobos masuk kedalam sekolah". Ucap Pak Satpam.
"Lu ngapain sih disini?". Tanya Allena pada Louis.
"Ya gue nyariin elo". Ucap Louis.
"Bikin masalah aja lu". Umpat Allena dihadapan Louis.
"Yaudah gini aja Pak. Kalo boleh saya izin mau ngomong dulu sama orang ini sebentar. Bolehkan Pak?". Izin Allena.
"Yasudah Neng, boleh. Tapi jangan lama-lama ya. Nanti saya yang dimarahi". Ucap Pak Satpam mengizinkan.
"Kalo gitu makasih Pak". Ucap Allena.
"Iya sama-sama. Kalo gitu saya duluan". Ucap Pak Satpam sambil berlalu pergi.
"Iya Pak". Ucap Allena. Gadis itu lalu memandangi Louis.
"Lu ngapain sih? Bikin masalah tau nggak". Ucap Allena kesal pada Louis.
"Ya gue datang nyariin lo". Ucap Louis.
"Nyariin gua? Ngapain? Emang ada masalah apa lu ama gua?". Ketus Allena.
"Kita duduk disana dulu. Cape kaki gue berdiri mulu disini dari tadi". Ucap Louis menunjuk kursi panjang di depan pos Satpam sekolah.
Louis kemudian menarik lengan Allena menuju kursi tersebut. Mereka berdua lalu duduk disana.
Aziel yang kebetulan ingin ke parkiran tanpa sengaja melihat Allena dan juga Louis. Aziel lalu menghentikan langkahnya dan memperhatikan mereka berdua.
"Ngapain lu disini?". Tanya Allena pada Louis.
"Lu nyariin gua buat apa? Mending lu cepetan ngomong deh. Kalo nggak gua bakal pergi sekarang". Ucap Allena sinis.
"Iya iya yaampun. Santai aja napa. Galak amat sih". Ucap Louis.
"Yaudah gua mau nanya sama lo. Kenapa semalem lu tiba-tiba ninggalin gue? Gue kira lo ilang tau nggak. Gue khawatir banget". Ucap Louis lagi.
"Gue pikir lo di culik. Terus diapa-apain. Pas gue balik ke rumah lo nya juga nggak ada. Bikin panik tau nggak. Untung pas Tante nelfon lo angkat. Lo kemana aja sih semalem Allena?". Ucap Louis lagi panjang lebar.
"Udah? Udah ngomongnya?". Tanya Allena pada Louis.
__ADS_1
Louis kemudian memandang Allena heran. Lelaki itu tak habis pikir dengan Allena. Apa Allena tak mengira betapa khawatirnya dia saat tak mendapati Allena sudah tak bersama dirinya semalam.