
Seperti janjinya kemarin pagi ini Alex masih memakai pakaian santai saat turun untuk sarapan bersama.
"loh Lex kamu tidak ke kantor lagi?" tanya Mila saat melihat kedatangan Alex.
"Alex ke kantor nanti siang ma sekalian mengajak Ameera dan Alea juga." jawab Alex dengan santai.
"Kamu tidak punya rencana macam-macam kan lex?" tanya mamanya penuh selidik.
"tidak ada ma, Alex sengaja mengajak mereka ke kantor agar semua karyawan di kantor tahu siapa istri dan anak Alex ma." jawab Alex sedikit kesal karena mamanya selalu berpikiran buruk tentangnya.
"syukurlah mama senang dengernya lex." ucap Mila tersenyum tanpa rasa bersalah.
Setelah selesai sarapan Dirga berangkat ke kantor duluan begitu juga dengan Amel yang berangkat ke sekolah di antar oleh mila, ibu dari Alex itu begitu menikmati perannya mengantar dan menjemput Amel sekolah seolah memiliki dia anak perempuan lagi menggantikan Dira adik Alex yang sudah tidak ada.
Kini tinggallah Alex beserta Ameera dan Alea di rumah tersebut.
__ADS_1
"Ra.. apa kamu benar-benar yakin sudah siap melihat keadaan papamu." tanya Alex setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
"Siap tidak siap aku harus berusaha siap mas, tidak mungkin selamanya aku harus menghindari masa lalu." jawab Ameera dengan yakin.
"baiklah kalau kamu sudah yakin, tapi untuk sekarang aku tidak akan mempertemukan kalian secara langsung Ra, aku hanya akan mengajak kamu melihatnya dari kejauhan. aku ingin mereka benar-benar berubah dan menyesali semua perbuatannya." ucap Alex dengan serius.
"Ameera ikut apa kata mas Alex saja." balas Ameera menganggukkan kepalanya.
Setelah obrolan tadi kini mereka menghabiskan waktu bertiga saling mendekatkan diri satu sama lain.
"sayangnya papa ini kenapa cantik sekali sih hem.?" ucap Alex sambil menciumi wajah putrinya, membuat Alea tertawa karena kegelian.
"maaf..maaf Ra, habisnya aku gemas sekali dengan pipinya yang seperti bakpao ini." jawab Alex dengan wajah yang berbinar.
"Oh iya Ra, kalau mas boleh tahu nama panjangnya Alea siapa Ra? rencananya mas mau mengurus akta kelahirannya." tanya Alex kemudian.
__ADS_1
"Sebenarnya Meera baru memberi nama Alea saja mas, belum ada nama belakangnya karena dulu Meera masih bingung dan tidak kepikiran apapun." jawab Ameera dengan jujur.
"Apa boleh ada namaku di belakang nama anak kita Ra?" tanya Alex.
"Silahkan mas, kamu papa kandungan jadi kamu berhak juga memberikannya nama." jawab Ameera dengan lembut.
"terimakasih Ra, bagaimana kalau Alea putri wijaya apa kamu setuju dengan nama itu Ra?" tanya Alex meminta pendapat Ameera.
"nama yang bagus mas." jawab Ameera.
"Baiklah mulai hari ini tuan putri kita ini namanya Alea Putri Wijaya." kata Alex, kembali menciumi anaknya.
"kami lihat Ra, matanya persis seperti mu aku berharap sifatnya juga akan menurun seperti kamu." ucap Alex yang tengah memandang sang anak.
"Mas tahu, Aku yang mengandungnya 9 bulan aku yang bekerja keras untuk menghidupinya tapi wajahnya justru seperti kamu versi perempuan, hanya matanya saja yang mirip denganku." kata Ameera membalas ucapan Alex.
__ADS_1
"Maaf Ra.. kalau saja saat itu aku tidak egois dan mencari bukti terlebih dahulu kamu pasti tidak akan kesusahan bekerja dalam keadaan hamil, sekali lagi maafkan aku Ra." kata Alex yang kembali merasa bersalah mendengar ucapan Istrinya, padahal Ameera tidak berniat mengungkit masa lalunya dia hanya bercerita saja pada Alex.
"mas.. bukan maksudku mengungkit yang sudah-sudah, Ameera tadi hanya sekedar bercerita saja tidak bermaksud apa-apa." ucap Ameera lembut