Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Rencana Pindah


__ADS_3

Setelah makan malam kini Alex dan Ameera sudah kembali ke kamarnya menemani si kecil Alea yang masih aktif bermain.


"Ra.." panggil Alex pada Istrinya.


"iya mas." jawab Ameera menatap suaminya.


"Tentang rencana mas yang ingin mengajak kalian pindah, apa kamu sudah memutuskan?" tanya Alex dengan pelan.


"Ameera ikut saja mas saja, tapi sebelumnya bicara dulu dengan mama dan papa jangan memberitahu mereka mendadak." jawab ameera.


"terimakasih ya sayang kamu sudah mau percaya pada mas." kata Alex tersenyum senang.


"kamu mau kembali ke rumah kita yang lama atau rumah yang baru sayang?" tanya Alex meminta pendapat istrinya.


"yang ada saja mas, tidak perlu yang baru itu sudah lebih dari cukup." jawab ameera.


"tapi mas takut kalau kita kembali kamu akan mengingat kenangan pahit yang lalu." kata Alex dengan sendu.


"itulah tugas kamu mas, buat Ameera melupakan semua rasa sakit itu dan ubahlah menjadi kebahagiaan untuk kita." ucap ameera dengan senyum tulusnya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, mas janji akan membuat kamu melupakan apa itu rasa sakit mulai sekarang hanya akan ada kebahagiaan untuk kamu dan anak kita." kata Alex dengan sungguh-sungguh.


"mas.. bagaimana kabar mbok Sumi sekarang?" tanya Ameera yang teringat dengan Asisten rumah tangga yang selalu menolong dirinya di rumah suaminya dulu.


"dia masih tetap disana menunggu kamu kembali sayang." jawab alex.


"benarkah.. Ameera sangat merindukannya mas." kata ameera penuh haru.


"itulah sebabnya mas masih meminta mbok Sumi disana meskipun rumah itu kosong agar sewaktu-waktu kita kembali dia bisa bertemu dengan kamu sayang." jawab Alex kini memeluk tubuh istrinya.


"Terimakasih mas, terimakasih untuk semuanya." kata Ameera yang berada di pelukan suaminya.


"aku jadi tidak sabar bertemu dengan nya mas." ucap Ameera dengan perasaan haru.


.


.


***

__ADS_1


Pagi harinya setelah sarapan Alex menyampaikan keinginannya untuk pindah kepada kedua orang tuanya.


"ma..pa, kami sudah memutuskan dalam waktu dekat ini kita akan pindah ke rumah kita sendiri." ucap Alex menatap papa Dirga dan mama Mila bergantian.


"kalian sudah memikirkannya matang-matang? tanya mama Mila.


"sudah ma, semalam alex dan Ameera sudah membicarakannya kita memutuskan untuk pindah, kita juga mau belajar mandiri ma." jawab Alex.


"kalau itu sudah menjadi keputusan kalian kita juga tidak bisa melarang." kata papa Dirga dengan bijak.


"tapi mama pasti akan merindukan kalian apalagi cucu mama ini." kata Mila yang masih berat di tinggal anak, menantu dan cucunya.


"maafkan kita ya ma, tapi mama tenang saja kita pindah nya masih minggu depan." kata Ameera pada mertuanya.


"iya ma, lagi pula jarak rumah ini dan rumah Alex tidak jauh ma, bahkan tidak sampai setengah jam mama dan papa bisa main kesana kapanpun kalian mau, kita juga berjanji akan sering-sering main kesini." kata Alex menenangkan mama Mila.


"Baiklah kalau begitu." kata mama Mila mencoba menerima pilihan dari anaknya.


Amel yang sedari tadi mendengarkan percakapan keempat orang dewasa itu mendadak murung dan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"ka..kalau kalian pindah bagaimana dengan amel kak?" tanya Amel pada Ameera dengan mata berkaca-kaca, dia takut kalau Ameera melupakan dirinya.


__ADS_2