
"tadi kakak jadi periksa ke puskesmas?" tanya Amel pada Ameera keduanya kini sedang menikmati makan siang.
"jadi mel, tidak lama setelah kami berangkat sekolah kakak juga langsung pergi." jawab Ameera.
"apa adek bayinya baik - baik saja kak?" tanya Amel dengan mulut penuh dengan makanan.
"iya mel, adek bayi nya sehat bahkan sangat aktif di dalam perut kakak." kata Ameera tersenyum melihat Amel yang tampak lucu dengan pipinya yang menggembung.
Keduanya melanjutkan makan siangnya dengan tenang, setelah istirahat sebentar keduanya berangkat mengumpul kan botol - botol bekas, kalau saja hasil jualannya bisa mencukupi semua kebutuhan dirinya juga Amel pasti Ameera tidak akan mencari botol - botol bekas lagi.
Tapi karena dia berjualan belum lama hasilnya pun tidak seberapa mau tidak mau dia masih harus mencari sumber rejeki yang lain.
.
.
.
__ADS_1
"kalau kakak capek, biar Amel sendiri saja kak yang pergi." kata Amel khawatir melihat perut Ameera yang sudah membuncit masih harus berpanas - panasan.
"tidak apa - apa mel sekalian olahraga kan, sudah ayo kita berangkat nanti keburu sore." kata Ameera, dia juga tidak tega membiarkan anak sekecil Amel pergi seorang diri.
Keduanya pergi bersama mengumpulkan botol - botol bekas di dekat taman, terkadang mereka juga mengumpul kardus - kardus bekas jika ada lumayan hasil penjualan barang - barang bekas tersebut bisa mereka gunakan untuk mengisi perut lapar mereka.
"kalau capek istirahat dulu mel, jangan memaksakan diri." kata ameera yang melihat Amel sedari tadi berjalan sepanjang taman.
"Tenang saja kak, Amel masih kuat kakak tunggu di sana saja nanti Amel menyusul." kata Amel sambil memperlihatkan otot lengan kecil nya.
Ameera benar - benar merasa bersyukur di pertemukan dengan anak sebaik dan mandiri seperti Amel. Selama ini dia merasa kalau dirinyalah orang yang paling menderita ternyata dia salah, dia bisa melihat sendiri anak sekecil Amel sudah menanggung beban yang begitu berat.
"Amel haus kak." kata Amel membuyarkan lamunan Ameera.
"kan sudah kakak bilang istirahat dulu kamu ngeyel anaknya, ini minum dulu." kata Ameera menyodorkan botol minum kepada Amel.
Amel menerima botol tersebut lalu meneguk nya hingga tandas. Ameera sampai tertawa melihat tingkah Amel yang menurutnya menggemaskan.
__ADS_1
"pelan - pelan saja minumnya mel, kakak masih ada satu lagi kok." kata ameera sambil mengelap keringat di wajah Amel.
"leganya kak, setelah ini kita langsung pulang atau ke tempat biasa kak?" tanya Amel setelah menghabiskan minumannya.
"pulang saja mel, takutnya nanti kita kehujanan." kata Ameera karena melihat langit yang mendung.
"ayo kak, kita pulang Amel sudah lapar lagi hehehe.." kata Amel sambil tertawa sendiri.
"Baiklah tuan putri ayo kita pulang, nanti kakak buatkan masakan yang spesial untuk mu." kata Ameera mencubit hidung Amel.
Keduanya pulang dengan bergandengan tangan sambil sesekali saling bercanda satu sama lain, sebelum pulang mereka mampir ke tempat pengepul untuk setor barang - barang bekas tadi.
Sesampainya di rumah Ameera segera membersihkan diri dan langsung memasak untuk makan malam mereka, sedangkan Amel baru membersihkan diri setelah Ameera.
"wah.. harum sekali kak, cacing - cacing di perut Amel sudah berjoget kak." kata Amel sambil mengelus perutnya.
"kamu ini ada - ada saja mel, tolong bantu kakak ambil piring dan gelas kemari ya." Ameera sampai tertawa melihat tingkah Amel.
__ADS_1