
Kek awaass.." teriak seorang wanita dengan keras.
Dengan sigap wanita tersebut langsung berlari untuk menolong orang yang di panggil kakek tadi.
"kakek tidak apa-apa?" tanya wanita itu khawatir.
"tidak saya baik-baik saja, terimakasih sudah menolong saya nak." jawab kakek tersebut.
"lain kali hati-hati kek, memangnya kakek mau kemana?" tanya wanita itu lagi.
"saya bosan di rumah niatnya mau pergi ke taman." jawab kakek tersebut.
"ayo kek biar saya antar saja." tawar wanita tersebut.
"terimakasih nak, siapa nama kamu?" tanya kakek.
"perkenalkan kek saya Kirana." jawab Kirana mengulurkan tangannya.
"sekali lagi terimakasih nak Kirana." ucap kakek tersebut membalas uluran tangan kirana.
"sama-sama kek, ayo Kirana antar ke taman sekalian kirana juga mau mengambil dagangan kirana." ucap Kirana dengan tersenyum.
"baiklah ayo nak, oh iya panggil saja Opa Hardi biar sama seperti cucu Opa." kata Opa Hardi.
keduanya pun berjalan menuju taman yang tidak jauh dari tempat tersebut. sebelumnya Kirana mengambil dagangannya yang tertinggal karena berlari terlalu panik menolong kakek hardi yang hampir tertabrak mobil.
__ADS_1
"kalau begitu Kirana tinggal ya Opa, nanti pulangnya hati-hati kalau tidak minta tolong anak atau cucu opa untuk menjemput." ucap Kirana setelah mengantarkan opa Hardi di taman.
"iya nak terimakasih, ngomong-ngomong kamu jualan apa nak?" tanya Opa Hardi yang penasaran melihat keranjang yang di bawa kirana.
"oh.. ini kirana jual buah sedikit opa." jawab Kirana dengan tersenyum.
"boleh opa lihat nak?" tanya Opa Hardi.
"boleh opa, tapi tidak terlalu banyak karena kirana tidak punya modal banyak hehehe.." kata Kirana dengan tertawa kecil.
"ini semua opa beli kamu hitung saja jumlahnya berapa semua." ucap Opa Hardi.
"serius opa? tapi apa Opa kuat memakan buah ini semua seorang diri." ucap Kirana bingung.
"Baiklah terimakasih banyak opa." ucap Kirana dengan semangat.
.
.
.
"Om tante.. Dio pulang dulu ya, terimakasih untuk semuanya." ucap Dio, yang akan pulang karena sudah hampir seharian bermain dengan Alea sampai bayi lucu tersebut tertidur karena kelelahan.
"sama-sama io, lain kali jangan sungkan main-main kesini ya." jawab Mila dengan tersenyum.
__ADS_1
"siap tante, kapan-kapan kalau Tante dan Ameera membuat kue lagi jangan lupa telpon Dio ya Tante." Kata Dio dengan tertawa.
"beres pasti tante telpon kamu " ucap Mila tersenyum.
"Dio pamit ya tante.. om, titip salam untuk Alex, Ameera dan si lucu Alea." pamit Dio pada kedua orang tua Alex.
.
.
Di dalam mobilnya Dio mendapatkan telepon dari Opa Hardi untuk menjemputnya di taman dekat perempatan lampu merah.
"iya Opa." ucap dio begitu menerima panggilan dari Opanya.
"Dio tolong jemput kakek di taman biasa ya." pinta Opa Hardi.
"baik.. Opa tunggu dulu disana jangan kemana-mana, nanti Dio bingung mencarinya." kata Dio.
Dio pun memutar arah kemudinya menuju ke taman tempat Opanya berada. hingga setengah jam kemudian dia sampai di taman tersebut, matanya menatap ke segala arah mencari keberadaan sang opa.
"Opa.." panggil Dio setelah menemukan keberadaan Opa hardi.
"akhirnya kamu sampai juga, opa sudah menunggu dari tadi." ucap Opa hardi.
"ck.. Dio bahkan harus putar arah dulu untuk kesini opa." sungut Dio kesal dengan Opanya.
__ADS_1