Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Titik Terang


__ADS_3

Malam harinya Ameera benar-benar menepati janjinya, dia mengajak Amel beserta Alea pergi ke pasar malam.


mereka berjalan dengan wajah yang ceria.


"terima kasih kak." ucap Amel saat sudah mendekati tujuan.


"sama-sama mel, kalau kamu senang kaka juga senang." jawab Ameera yang kini tengah menggendong Alea.


Mereka bertiga menikmati permainan yang ada di pasar malam tersebut, begitu juga si kecil Alea yang tampak begitu penasaran dengan apa yang dia lihat.


Puas mereka bermain-main akhirnya Ameera mengajak Amel untuk pulang karena besok Amel harus sekolah, tidak baik juga angin malam untuk Alea.


Tanpa mereka ketahui ada dua orang yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga, bahkan orang tersebut membututi ameera sampai ke rumah.


.


.


.


Entah mengapa pagi ini Alea begitu rewel dia selalu ingin di gendong oleh Ameera, padahal hari ini pekerjaannya sangat menumpuk tapi anaknya tidak mau di tinggal sama sekali. tidurpun harus ada Ameera di sampingnya.

__ADS_1


"sayang.. kenapa hari ini kamu rewel sekali hem?" ucap ameera yang kini tengah menyusui anaknya.


"Alea kan anak pintarnya mama sekarang Alea bobok ya." kata ameera lagi sambil mengelus punggung anaknya.


namun bayi gembul itu justru tersenyum mendengar ucapan mamanya, mata yang tadinya sayu kini kembali jernih lagi.


"ma.. mma." oceh bayi satu tahun itu.


"iyaa.. sayangnya mama hari ini manja sekali hem.." Ameera menoel hidung Alea.


Mau tidak mau seharian ini Ameera benar-benar menemani Alea bermain, bayi itu seolah tidak ada capeknya apalagi sekarang Alea sedang aktif-aktifnya belajar berjalan.


Apapun yang di lakukan harus ada Ameera disisinya kalau tidak bayi gembul itu akan menangis.


"halo juga kakak Amel." jawab ameera menirukan suara anak kecil, sedangkan Alea hanya tertawa melihat Amel.


"kebetulan mel kamu sudah pulang, tolong jaga Alea sebentar ya dari pagi dia tidak mau di tinggal sama sekali." kata Ameera pada amel.


"siap kak." jawab Amel.


"yasudah kamu ganti baju dan makan dulu seadanya ya, karena kakak tidak sempat masak Alea sedari tadi rewel mel." kata Ameera.

__ADS_1


"iya kak, Amel kan tidak pernah pilih-pilih makanan kak." kata. Amel kemudian mengikuti arahan ameera mengganti baju dan segera makan.


.


.


.


***


"apa kamu yakin kalau itu benar-benar istriku?" tanya Alex pada seseorang di telepon.


"......."


"oke, kalian awasi terus jangan sampai dia tahu kalau sedang di awasi dan pastikan keadaanya baik-baik saja, kalian paham kan." perintah alex pada seseorang itu.


"......"


"terus laporkan apapun yang kalian lihat, aku akan kembali ke tanah air saat ini juga." ucap Alex, saat ini dirinya memang sedang berada di luar negeri untuk perjalanan bisnis namun karena mendapat kabar tentang keberadaan istrinya, alex langsung memesan tiket saat itu juga dia tidak mau kehilangan jejak Ameera untuk kedua kalinya.


"tunggu aku... aku akan menjemputmu dan anak kita, aku janji akan menebus semua dosa-dosa ku yang dahulu." kata Alex dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku siap menerima semua hukuman dari mu, aku terima asal kamu mau memaafkan aku." lagi-lagi Alex berucap dalam hatinya.


"sayangnya papa... sebentar lagi kita bertemu nak, sudah sebesar apa kamu nak. apa kamu laki-laki atau perempuan?" tanya Alex pada dirinya sendiri sambil memandangi foto USG anaknya yang sampai saat ini selalu di bawa kemana-mana, untuk mengobati rasa rindunya.


__ADS_2