Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Istriku


__ADS_3

Alex dan Dio masih terus berdebat keduanya sama-sama mencari perhatian Ameera dan Alea.


"ck.. sana jauh-jauh dari putriku!! apa sekarang kamu sudah menjadi pengangguran." kata Alex dengan sinis.


"terserah.. Ameera saja tidak keberatan, aku kesini ingin bertemu dengan Ameera dan Alea bukan kamu." jawab Dio tidak mau kalah.


"Alea sayang..kita main di kamar saja yuk sayang disini tidak aman." bujuk Alex pada anaknya yang kini tengah asik bermain di ruang tengah.


"mas.." peringat Ameera pada suaminya.


"iya..iya." jawab Alex dengan terpaksa.


Dio menahan tawa melihat hal tersebut, Alex yang dulu sangat Arogan dan tidak pernah mau mendengarkan ucapan orang lain sekarang menjadi pria yang begitu penurut.


"jangan menertawakan ku, atau ku usir kamu dari sini." ucap Alex dengan sinis.


"Meera.. Apa benar yang ada di hadapanku saat ini adalah seorang Alex Wijaya yang arogan itu?" tanya Dio dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Kak Dio.. sudah kalian ini dari tadi berantem terus, bagaimana kalau di dengar oleh Alea." ucap Ameera.


.


.


Seharian ini Alex benar-benar di buat jengkel oleh tingkah Dio yang selalu memanas-manasi dirinya. bahkan dia rela menunda jadwal meeting hanya karena tidak rela meninggalkan Ameera bersama dengan Dio, apalagi melihat dari interaksi keduanya terlihat begitu dekat.


"Akhirnya pengganggu itu pergi juga." ucap Alex setelah memastikan mobil Dio melewati pagar.


"memang benar Ra.. tapi aku tidak suka melihat dia dekat-dekat dan mencari perhatian kamu dan Alea." jawab Alex dengan kesal.


"kamu terlalu berlebihan mas, apa Ameera boleh minta tolong?" kata Ameera pada Alex.


"minta tolong apa Ra? tentu saja apapun selagi aku bisa pasti aku lakukan." jawab Alex dengan yakin.


"tolong suapi Alea dulu ya mas karena ini sudah jam makan siangnya, meera mau ke kamar mandi dulu." ucap Ameera kemudian menyerahkan makan siang anaknya pada Alex.

__ADS_1


"dengan senang hati Ra, kamu serahkan saja padaku." jawab Alex dengan semangat.


Alex benar-benar menyuapi anaknya dengan telaten, bahkan dia begitu sabar saat Alea berjalan kesana kemari.


Alex begitu menikmati perannya sebagai ayah saat ini, dia bersyukur meskipun dia tidak bisa mendampingi Ameera di saat-saat kehamilannya tapi setidaknya dia masih bisa menyaksikan tumbuh kembang anaknya.


"pintarnya anak papa..makan yang banyak ya sayang supaya pipi kamu semakin gembul." kata Alex sesekali membersihkan bekas makanan yang menempel di bibir anaknya.


Bahkan saat Ameera sudah turun dan bergabung di ruang tengah Alex tetap kekeh ingin menyuapi anaknya, Ameera pun membiarkannya dan memperhatikan interaksi keduanya dia melihat bagaimana sabarnya alex dan Alea yang makan begitu lahap.


"nah sudah selesai pintarnya anak papa." puji Alex karena anaknya menghabiskan makan siangnya.


"kamu jaga Alea dulu Ra, aku mau menaruh ini di dapur dulu." ucap Alex.


"biar Meera saja mas, mas Alex temani Alea saja disini Sekalian meera buatkan kopi untuk mas Alex." jawab Ameera.


"baiklah.., terimakasih istriku." jawab Alex dengan senyum di wajahnya. Ameera yang mendengar Alex memanggilnya dengan sebutan istri pun dibuat salah tingkah dia menyembunyikan pipinya yang merah dengan menunduk, jujur dia masih malu dan belum terbiasa dengan sikap manis yang di berikan Alex padanya.

__ADS_1


__ADS_2