
Tok...tok..tok..
"Ameera... " panggil bu Rini setelah mengetuk pintu.
"eh.. iya buk maaf ameera dari kamar mandi." jawab Ameera begitu membukakan pintu.
"justru ibu yang minta maaf menganggu kamu pagi - pagi." kata bu Rini sambil tersenyum.
"ibu ini bisa saja, ada apa ibu mencari Ameera?" tanya Ameera.
"boleh ibu masuk dulu ada yang ingin ibu bicarakan." kata bu Rini.
"oh iya silahkan buk duduk dulu ameera buatkan minum dulu ya." ucap Ameera mempersilahkan bu Rini duduk di dalam.
"tidak perlu ibu hanya sebentar kok, begini Ameera ternyata lowongan yang saya bilang kemarin sudah di isi oleh orang lain." kata bu Rini dengan pelan.
"ya tidak apa - apa buk, mungkin belum rejeki ameera." jawab Ameera dengan tersenyum.
"apa kamu benar - benar membutuhkan pekerjaan? kalau mau kamu bisa bantu - bantu ibu menyetrika pakaian milik ibu." kata bu Rini menawarkan.
"Ameera mau buk kerja apa saja yang terpenting ameera punya penghasilan."jawab ameera dengan antusias.
"besok kamu bisa ambil baju - bajunya di rumah, nanti saya bantu bilang ke tetangga sekitar siapa tahu ada yang mau menakai jasa kamu." kata bu Rini lagi.
"terima kasih banyak buk." kata Ameera dengan wajah bahagia meskipun hanya menjadi buruh setrika setidaknya dia bisa menghidupi dirinya dan calon anaknya.
" sama - sama, yasudah ibu pamit dulu ya."pamit bu Rini pada ameera.
__ADS_1
.
.
.
.
***
Hari ini Dio di sibukkan dengan banyak pekerjaan, pencarian Ameera terpaksa ia tunda berharap anak buah arsen memberi kabar baik untuk nya.
Sepertinya selama seminggu kedepan dirinya tidak bisa meninggalkan kantor mengingat alex yang saat ini sedang di luar kota.
"lex aku tidak mau tahu pokoknya tidak lebih dari seminggu titik." ucap Dio melalui sambungan telepon.
"berusaha dong!! selesai tidak selesai dalam seminggu kamu harus kembali ke kantor, aku memiliki kejutan untuk mu." kata Dio tidak mau tahu, setelah mengatakan itu dia mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari alex.
"kalau saja dia bukan sepupu ku sudah lama aku resign dari sini, dasar sepupu laknat." gerutu Dio setelah mematikan teleponnya.
tok..tok..tok..
"permisi pak Dio, di luar ada yang ingin bertemu dengan bapak." kata ika sekretaris Dio.
"siapa?" tanya Dio dengan dahi berkerut karena seingatnya hari ini tidak ada pertemuan apapun.
"tadi dia bilang namanya Arsen, katanya teman pak Dio." jawab ika.
__ADS_1
"suruh masuk saja, oh iya tolong kamu minta pada sekretaris alex jadwal pertemuan dengan client selama seminggu ini." kata Dio pada sekretaris nya tersebut.
setelah sekretaris nya keluar, arsen masuk dan langsung duduk di sofa ruangan dio.
"apa ada perkembangan?" tanya Dio sambil memeriksa beberapa berkas.
"sepertinya dia berada di kota x, tapi aku tidak tahu pasti keberadaannya."jawab Arsen dengan mata terpejam.
"maksudmu?" ucap Dio langsung beranjak dari kursinya menuju sofa di samping arsen.
"informasi terakhir yang aku dapat Ameera berada di terminal kota x, tapi setelah nya anak buahku belum mendapat informasi apa - apa lagi." kata arsen menjelaskan.
"mencari satu orang saja tidak mampu." cibir Dio berjalan kembali ke meja kerjanya.
"dasar kamu saja yang tidak sabaran, ngomong - ngomong apa alex sudah tahu kebenaran nya?" tanya Arsen berpindah duduk di depan meja kerja Dio.
"belum. si brengsek itu sudah lebih dulu pergi keluar kota sebelum aku memberikan bukti - bukti itu, bahkan sekarang semua pekerjaan nya di limpahkan padaku.
.
.
.
***
Sedangkan alex sangat kesal dengan kelakuan Dio sesuka hatinya mematikan telepon apa dia lupa siapa yang atasan disini.
__ADS_1
"ck.. sialan si Dio sebenarnya yang jadi bosnya itu aku atau dia kenapa dia yang mengatur ku." ucap alex tidak terima sambil melihat handphone nya.