Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Penolakan


__ADS_3

"nak.. ini papa nak, Alea jangan takut ya." Alex masih mencoba membujuk Anaknya.


Namun Alea masih terus menangis enggan melihat Alex dengan menyembunyikan wajahnya di dada sang mama.


"maaf tuan, mungkin Alea masih bingung karena selama ini dia tidak pernah melihat anda." kata Ameera sambil menenangkan anaknya.


"tidak apa-apa saya mengerti, bolehkan saya berbicara dengan kamu?" tanya Alex dan dijawab anggukan oleh Ameera.


"lebih baik kita bicara di dalam tuan." kata Ameera mempersilahkan Alex masuk.


Kemudian Alex mengikuti Ameera dan juga Amel masuk ke dalam rumah. Alex tampak mengamati rumah tersebut lagi-lagi hatinya kembali merasa tercubit melihat keadaan rumah tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin mereka bisa tinggal dengan keadaan seperti ini." batin Alex dengan mata berkaca-kaca.


"maaf tuan hanya seperti ini tidak ada kursi disini." kata Ameera setelah menurunkan Alea bersama Amel tidak jauh dari tempat Ameera dan Alex duduk.


"tidak masalah." jawab Alex dengan tersenyum tipis.


"ja..jadi apa yang ingin anda sampaikan tuan." tanya Ameera sambil menunduk, sebenarnya dia masih merasa sedikit takut dengan Alex dia tidak bisa percaya sepenuhnya dengan perubahan alex.


"Ameera... sekali lagi saya benar-benar minta maaf, saya menyesal telah menyakiti kamu saya juga sudah mengetahui semua kebenarannya sekali lagi maafkan saya. saya berjanji akan menebus semua dosa-dosa saya yang lalu."kata Alex dengan penuh kesungguhan.


"terimakasih Ameera terimakasih karena sudah mau memaafkan laki-laki brengsek di hadapanmu saat ini. tapi saya mohon kembali lah ke rumah, saya janji akan membahagiakan kalian saya janji ameera."ucap alex kembali meyakinkan ameera.

__ADS_1


"se.. sekali lagi ma..maaf tuan, saya tidak bisa kembali karena ini adalah tempat saya, ini adalah rumah saya sekarang." jawab Ameera tanpa berani menatap wajah Alex.


"tolong pikirkan Putri kita ameera bukankah dia membutuhkan kedua orangtuanya." kata Alex.


"selama ini kami baik-baik saja tuan meskipun tanpa kehadiran anda." jawab Ameera entah keberanian dari mana.


"baiklah.. mungkin sekarang kamu belum bisa kembali bersama saya, tapi saya harap kedepannya kamu bisa memikirkan ini baik-baik suatu saat Alea pasti akan menanyakannya keberadaan papanya dia pasti menginginkan kedua orang tua yang utuh." ucap Alex dengan serius.


"sa..saya akan pikirkan tuan, untuk saat ini mohon maaf saya sudah nyaman dengan kehidupan saya yang sekarang." kata ameera kemudian menoleh kearah anaknya yang sedang bermain bersama amel.


Alex mengikuti arah pandang istrinya, dia ikut tersenyum melihat anaknya yang sedang bermain sampai tertawa begitu keras, tiba-tiba senyum nya menghilang setelah melihat apa yang di mainkan sang anak, hanya mainan dari kardus bekas dan itu membuat hatinya menjadi sakit, apakah selama ini mereka hidup dengan keterbatasan hanya dengan mainan dari barang bekas saja anaknya sudah bisa tertawa bahagia, sungguh miris bukan, padahal dirinya adalah CEO terkenal bisa membeli apapun yang di inginkan.

__ADS_1


"maafkan papa nak.. karena keegoisan papa membuat kamu menderita. papa benar-benar minta maaf tapi papa janji papa akan membahagiakan kalian semua, doakan papa supaya bisa meluluhkan hati mama ya nak." kata Alex dalam hati tanpa di sadari air matanya menetes.


"tu.. tuan anda tidak apa-apa?" tanya Ameera yang tanpa sengaja melihat air mata alex jatuh.


__ADS_2