
Sejak saat itu alex benar - benar menunjukan perubahan nya, yang di lakukan setiap harinya hanyalah bekerja dan mencari keberadaan Ameera bahkan sampai sekarang Alex tidak lagi menghubungi Dio karena dia sudah menyadari memang dirinya lah yang bersalah. seolah rasa lelah di tubuhnya tidak dirasakan olehnya, setiap pagi alex akan berangkat pagi - pagi sekali untuk mencari Ameera sebelum berangkat ke kantor dan setelah selesai bekerja pun dia selalu menyempatkan untuk mencari istrinya.
.
.
.
***
"Apa kakak yakin mau ikut Amel?" tanya gadis kecil itu kesekian kalinya.
"kamu sudah bertanya lebih dari sepuluh kali mel, tentu saja kakak yakin bukankah lebih bagus kalau kita pergi berdua akan semakin banyak botol bekas yang kita kumpulkan." Ameera benar - benar di buat gemas oleh gadis kecil yang sudah dianggap adiknya sendiri itu.
"Amel takut kakak dan dedek bayi di perut kakak kecapekan." lirih Amel sambil mengusap lembut perut Ameera.
__ADS_1
"Tenang saja kakak dan adek bayi akan baik - baik saja, lagi pula mana kakak tega membiarkan kamu bekerja sendirian di luar sedangkan kakak hanya duduk di rumah mel, bukankah sekarang kita ini keluarga." ucap Ameera sambil menarik gemas hidung Amel.
Hal itu membuat amel mengerucut kan bibirnya sambil mengelus hidungnya membuat Ameera tertawa melihat wajah amel yang terlihat semakin menggemaskan.
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang." ajak Ameera menuntun tangan Amel.
.
.
" kenapa Amel harus ikut pulang kak? Amel bisa istirahat di tempat biasa lebih baik kakak saja yang pulang duluan." rengek Amel di sepanjang jalan membuat Ameera menggelengkan kepalanya.
"jangan memaksakan diri mel, kamu masih terlalu kecil." ucap Ameera dengan lembut.
"tapi kak semakin banyak botol bekas yang kita dapat maka semakin banyak juga uangnya kak." kata Amel mendongak menatap Ameera.
__ADS_1
"rezeki sudah ada yang mengatur sayang semua tidak akan tertukar. jadi Amel menurut apa kata kakak ya, nanti setelah setelah kita istirahat kita bisa kembali mencari botol bekas lagi." Ameera memberikan pengertian kepada Amel selembut mungkin.
"Baiklah kakak ku yang paling cantik adik Amel yang lucu ini akan patuh padamu." ucap Amel dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
Ameera pun ikut tersenyum sambil mengelus rambut panjang milik Amel. kini keduanya kembali berjalan sesekali mereka tertawa bersama.
Begitu sampai di rumah keduanya langsung membersihkan diri sebelum makan siang bersama, meskipun hanya makan sepiring berdua dengan lauk tempe saja sudah membuat keduanya bersyukur.
"maaf ya mel, gara - gara kakak di sini kamu makanan kamu jadi berkurang." kata Ameera setelah menyuapkan makanan ke mulutnya.
"kenapa kakak minta maaf bukankah tadi kakak bilang kita ini keluarga sudah seharusnya kita saling berbagi bukan." jawab Amel menghentikan makannya.
"kamu memang anak yang baik, setelah ini kakak janji akan rajin bekerja untuk kita, doakan kakak punya rejeki supaya kamu juga bisa melanjutkan sekolah lagi." kata Ameera yang terharu dengan Amel, anak sekecil ini sudah bisa berpikir dewasa.
"Amel akan selalu mendoakan kakak, tapi amel tidak apa - apa kok kak tidak melanjutkan sekolah, Amel sudah ikhlas dengan semua nya. ada kakak di samping Amel sekarang ini pun Amel sudah sangat bersyukur sekali." Kata Amel dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Ameera menjadi terharu dia pun tidak kalah bersyukur di pertemukan dengan anak sebaik Amel, meskipun usianya baru 7 tahun tapi pemikiran nya benar - benar melebihi anak di usianya. Tidak bisa Ameera bayangkan bagaimana kehidupan Amel yang selama ini hidup sendiri tanpa keluarga. meskipun Ameera tidak di perlakukan baik tapi setidaknya dia masih tinggal dengan orang tuanya.