Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Bertemu sahabat lama


__ADS_3

"mulai sekarang ini tempat tinggal kita yang baru, papa harap mama bisa beradaptasi disini." kata Harsana setelah membuka pintu rumah.


"papa tidak salah, mama tidak mau ya pa tinggal di tempat sempit dan pengap seperti ini." omel Nisa pada Harsana karena tidak terima.


"ini jauh lebih baik dari pada kita tidur di pinggir jalan." kata Harsana menahan emosinya.


"pa, kita menginap di hotel saja ya mama masih punya beberapa perhiasan dan tas mewah, kita jual saja untuk biayanya." Nisa memberikan ide pada suaminya.


"apa kamu tidak berpikir kalau semua barang - barangmu itu dijual hanya mampu menampung kita berapa lama di hotel? Setelah apa yang terjadi sekarang ini harusnya kamu bisa berpikir secara bijak, dari pada di pakai menginap di hotel yang mahal lebih baik kita gunakan untuk modal usaha kedepannya." Harsana tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya.


"terserah papa." Nisa melenggang masuk meninggalkan Harsana di luar.


"papa juga sudah menghubungi Alvaro, mungkin minggu depan dia akan kemari." kata Harsana menyusul istrinya ke dalam rumah.


Alvaro adalah anak dari Harsana dan juga Nisa, anak laki - laki Harsana itu lebih memilih bersekolah di luar kota yang ada asramanya alasannya agar dia bisa lebih mandiri. Padahal yang sebenarnya dia tidak tega melihat Ameera, kakaknya yang setiap hari mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari orang - orang rumahnya karena dia sadar diri dirinya masih terlalu kecil dan tidak memiliki kuasa apapun untuk ikut campur ataupun membela Ameera.


"Terserah papa, lagi pula apapun yang mama katakan juga tidak akan papa dengar. Ingat pa mama tidak mau hidup sengsara begini terlalu lama, kamu harus segera mengembalikan keadaan." Kata Nisa kemudian menuju ke kamar dan membanting pintu kamarnya.


Harsana hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan istrinya, bukannya mendukung dirinya disaat jatuh seperti ini justru malah semakin memojokkan dirinya.


Saat ini Harsana benar - benar dibuat pusing sisa uang di tabungannya tinggal 20 juta, semakin hari uang tersebut pasti akan habis kalau dia tidak punya pemasukan lagi. kalaupun untuk modal usaha masih sangat kurang.


.

__ADS_1


.


.


Dua minggu sudah Harsana tinggal di kontrakannya, semakin hari sikap istrinya semakin menjadi.


"Bisa tidak mama sehari saja tidak marah - marah aku juga pusing ma, bahkan sampai sekarang papa belum mendapatkan pekerjaan." kata Harsana sambil menjambak sendiri.


"aku bosan pa, aku tidak sanggup hidup begini terus - terusan." balas Nisa dengan nada bicara meninggi.


Brak..


Harsana membanting pintu dan pergi keluar, kepalanya bertambah pusing mendengar ocehan istrinya setiap saat.


bunyi handphone disakunya menyadarkan Harsana dari lamunannya.


"Halo Kris." kata Harsana setelah menerima panggilan teleponnya.


"halo Har, hari ini jadwalku kosong bagaimana kalau kita bertemu sekarang." kata Kris di sebrang sana.


"baiklah Kris, aku jalan sekarang." balas Harsana, setelah memastikan teleponnya, ayah Ameera menuju ke tempat janjian.


.

__ADS_1


.


.


"sudah lama Har?" sapa Kris yang baru saja sampai.


"santai, belum 5 menit kris." jawab Harsa tersenyum.


"jadi apa yang bisa aku bantu?" tanya Kris kemudian setelah duduk di samping Harsana.


"kamu tahu Kris, sekarang hidupku hancur aku tidak punya apa - apa lagi semua ini karena keegoisanku kris." Harsana menjeda ucapannya karena tidak sanggup menceritakan semuanya bahkan air matanya sudah menetes.


"apa kamu butuh pekerjaan?" tanya Kris yang menangkap ucapan sahabatnya kalau Harsana membutuhkan pekerjaan


"bukan itu kris, apa kamu bisa membantuku mencari keberadaan Putriku Ameera." lirih Harsana menundukkan kepalanya.


"maksudnya?" tanya Kris memastikan.


Setelah menghentikan tangisnya Harsana menceritakan semua yang terjadi pada Ameera, semua perlakuannya selama ini, tidak ada yang di tambah atau di kurangi dia menceritakan semua sampai pada akhirnya Ameera menikah dan sekarang pergi tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.


"tolong aku Kris, bantu aku hiks... hikss.. aku benar - benar menyesal." tangis Harsana kembali pecah.


"aku tidak tahu harus berkata apa har, hanya mendengar ceritamu saja dadaku menjadi sesak. Sebagai sahabatmu aku akan menyebar orang - orang kepercayaan ku untuk mencari Ameera." kata Kris menenangkan sambil menepuk punggung Harsana

__ADS_1


Dia memang kecewa pada sahabat nya tapi semua sudah terjadi, sekalipun dia marah itu juga tidak akan membuat Ameera kembali. jadi yang bisa dia lakukan saat ini hanya mendukung dan membantu sebisanya.


__ADS_2