
"kita mampir makan dulu Kir." ucap Dio saat menghentikan mobilnya di depan restauran.
"baik pak." hanya itu yang bisa di ucapkan kirana.
Begitu sampai di dalam Dio memesan banyak makanan untuk dia dan Kirana.
"Kira apa kamu ada alergi terhadap makanan?" tanya Dio memastikan sebelum dia memesan makanan.
"tidak ada pak, saya bisa memakan apapun." jawab Kirana, dan Dio pun mengangguk memilih beberapa menu yang ada.
tidak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan pesanan Dio.
"apa pak Dio sedang janjian dengan seseorang disini?" tanya Kirana karena melihat begitu banyaknya makanan di atas mejanya.
"tidak, aku tidak memiliki janji dengan siapapun. memangnya kenapa?" tanya Dio balik.
"lalu semua ini untuk kita pak?" ucap Kirana sampai terbengong.
"jangan banyak tanya, makan saja yang ada." kata Dio yang malas berdebat.
Saat keduanya sedang asik makan, fokus kirana teralihkan dengan sosok anak kecil seperti kakak beradik berada di depan restauran sedang melihat ke dalam.
tiba-tiba hatinya terasa tercubit di depannya bahkan makanan begitu banyak sedangkan di luar sana ada anak kecil yang hanya mampu melihat saja.
"pak.. bolehkan makanan ini saya bungkus." kata kirana menunjuk beberapa makanan yang belum tersentuh.
__ADS_1
"terserah kamu saja." jawab Dio yang masih melanjutkan makannya.
setelah mendapatkan izin dari bosnya, kirana pun meminta tolong pelayan di restauran tersebut untuk membungkus beberapa makanan di mejanya.
"mbak.. bisa tolong bungkus kan makanan-makanan ini." kata kirana.
"tentu saja nona, mohon di tunggu." jawab pelayanan tersebut.
setelah kurang lebih lima menit pelayan tadi kembali lagi membawa beberapa makanan yang sudah di bungkus ke dalam box dengan rapi.
"terimakasih banyak mbak." ucap kirana setelah menerimanya.
"pak saya permisi sebentar." kata Kirana dan langsung keluar menemui dua anak kecil yang sedari tadi mengusik perhatiannya.
"dia itu mau apa sih?" tanya Dio, dan tanpa sadar dia mengikuti kirana dari belakang.
Sedangkan di luar kirana sudah berdiri di samping kedua anak kecil tadi.
"hai.. boleh kakak duduk." kata kirana pada kedua anak tersebut.
"silahkan kak." jawab anak yang sedikit lebih tinggi.
"kalian sedang apa disini?" tanya kirana setelah duduk di samping keduanya.
"kita tidak sedang apa-apa kak." jawab anak itu lagi.
__ADS_1
"boleh kakak tanya nama kalian siapa?" tanya Kirana dengan lembut.
"Reni kak, ini adik aku Rani." jawab Reni sang kakak.
"nama kalian cantik seperti orangnya." puji Kirana pada keduanya.
"Te.. terimakasih kak." kata Reni .
"tadi kakak lihat kalian dari tadi berdiri disini memangnya Kalian mau kemana?" tanya Kirana lagi.
"tadi kita dari pengepul Barang bekas kak menjual botol-botol bekas uangnya untuk membeli makan, tapi tiba-tiba uangnya di ambil preman dan sekarang kita tidak punya uang lagi untuk makan." jawab Reni dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk sang adik.
"kalian jangan sedih lagi ya, ini kakak ada makanan untuk kalian semoga kalian suka ya." ucap Kirana, memberikan makanan yang tadi dia bawa.
"kakak serius tidak bohong?" tanya Reni sang kakak.
"iya ini untuk kalian berdua." jawab Kirana menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan keduanya.
"tapi kita tidak punya uang untuk membayar nya kak." kata Reni.
"kakak ikhlas memberikannya untuk kalian." jawab Kirana dengan tersenyum.
"Terimakasih banyak kak, Terimakasih." kata mereka berdua.
"sama-sama cantik." jawab Kirana sambil mengelus pucuk kepala Rani.
__ADS_1