Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Dibuat Pusing


__ADS_3

Kini ketiganya pun turun menuju ke meja makan bergabung bersama kedua orang tua Alex dan juga Amel.


"tumben wajah kamu berseri-seri Lex?" tanya Mila yang terus memperhatikan anaknya.


"perasaan mama saja kali." jawab Alex cuek, namun bibirnya terus saja tersenyum sedari tadi.


"suami kamu kenapa Ra, dia tidak salah meminum obat kan?" tanya Mila pada menantunya.


"Entahlah ma, Meera juga tidak tahu sedari bangun tidur tadi mas Alex sudah senyum-senyum sendiri." jawab Ameera mengangkat bahunya.


"tunggu... sedari bangun tidur? apa jangan-jangan kalian sudah tidur satu kamar?" tebak Mila dengan serius.


"tentu saja." jawab Alex dengan cepat.


"benarkah.. mama senang sekali mendengarnya." ucap Mila tak kalah senangnya.


"iya ma, karena semalam Alea tidak mau melepaskan papanya jadi kita tidur bertiga di kamar." kata Ameera yang kini tengah mengambilkan makanan untuk suaminya.


"lalu seterusnya?" tanya Mila lagi.


"mulai hari ini sekarang Alex akan tidur satu kamar dengan istri dan anak Alex ma." jawab Alex dengan bangga.

__ADS_1


"syukurlah." kata Mila dengan tersenyum.


papa Dirga yang mendengar percakapan ketiga orang tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya. tapi dia juga senang hubungan anak dan menantunya ada kemajuan.


"sudah.. lanjut nanti ngobrolnya sekarang kita sarapan dulu kasian Amel nanti kesiangan kalau menunggu kalian ngobrol terus." ucap Papa Dirga.


"baiklah.. ayo sayang sarapan yang banyak ya, supaya nanti lancar mengerjakan soal test nya." kata Mila pada Amel.


"siap mama." jawab Amel menganggukkan kepalanya.


.


.


.


Lain hal nya di kediaman opa Hardi, pagi ini Dio kembali di buat pusing dengan permintaan sang opa.


"ingat pesan opa tadi, nanti ajak Kirana mampir dulu kesini untuk makan malam." kata Opa Hardi mengingatkan cucunya.


"astaga opa... Kemarin kan sudah masak hari ini Dio mengajak kira makan malam disini lagi, Dio tidak enak sama ibunya kira kalau Setiap hari selalu membawa anak gadisnya pulang malam." jawab Dio mencoba mencari alasan.

__ADS_1


"nanti biar opa minta Kirana telpon ibunya, opa yang akan meminta izin." ucap Opa Hardi tidak mau kalah.


"terserah opa saja, Dio berangkat dulu opa hati-hati di rumah kalau ada apa-apa langsung hubungi Dio." pamit Dio karena tidak mau opanya meminta yang aneh-aneh lagi.


"kamu juga hati-hati. ingat jangan lupa pesan opa." jawab Opa hardi sambil terkekeh pelan melihat wajah kesal cucunya.


Sepanjang perjalanan menuju kantor Dio terus saja menggerutu. ternyata idenya kemarin tidak menyelesaikan masalah justru menambah masalah baru.


"ck.. kalau begini sama saja aku menerima perjodohan opa, karena ternyata gadis yang opa pilih adalah orang yang sama yang aku suruh bersandiwara." ucap Dio ada dirinya sendiri.


Karena suasana hati nya sedang tidak baik Dio masuk ke dalam kantor dengan wajah di tekuk tanpa memperdulikan sapaan karyawannya padahal biasanya Dio adalah atasan yang terkenal ramah pada semua orang.


"selamat pagi pak." sapa Kirana di depan ruangan Dio.


namun langsung melewati kirana tanpa menjawabnya, sebenarnya dia kesal dengan Opanya yang terus memaksa kehendak nya bukan kesal dengan gadis itu.


Dio sebenarnya juga tidak ada masalah dengan Kirana justru dia kagum dengan gadis itu sejak pertama kali bertemu karena menurutnya kirana adalah gadis pekerja keras dan apa adanya, yang jadi masalahnya adalah Dio memang belum siap untuk membuat komitmen dengan seseorang apalagi menikah dalam waktu dekat.


"kenapa pagi ini pak Dio berbeda ya." ucap kirana setelah Dio masuk ke ruangannya.


tidak mau pusing memikirkan atasannya Kirana kembali melanjutkan pekerjaannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2