Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Alea Mode Manja


__ADS_3

sedangkan Dio kini sudah kembali di cecar oleh sang Opa menanyakan kapan dirinya akan menikah.


"Dio ini masih muda Opa, biarkan Dio bersenang-senang dulu." rengek Dio pada Opa Hardi.


"Apa masih kurang waktu bebas mu selama ini?" tanya Opa Hardi pada cucunya.


"Dio sudah bilang berkali-kali belum ada yang cocok, kenapa opa masih terus saja mendesak Dio untuk menikah." ucap Dio, mengacak kasar rambutnya.


"Opa tidak mau tahu, pokoknya tahun ini kamu harus menikah. kalau sampai tahun ini kamu belum juga mendapatkan calon biar Opa yang carikan." ucap Opa Hardi mengakhirinya Persebaya malam ini.


Saat ini Dio Sedang berbaring di ranjangnya, setelah perdebatannya dengan sang Opa tadi membuat dirinya menjadi uring-uringan.


"haiiissst... mana mungkin aku bisa mencari calon istri dalam waktu 4 bulan." ucap pada Dirinya sendiri.


"terserahlah lebih baik aku tidur saja dari pada pusing begini." ucapnya kemudian.


Sebenarnya Dio bukanlah tipe laki-laki yang cuek ataupun dingin kepada perempuan dulu dia juga memiliki pasangan, dekat dengan beberapa perempuan namun sampai sekarang belum ada yang bisa meyakinkan hatinya untuk menjadi calon istrinya.


.

__ADS_1


.


.


***


Pagi ini Amel terlihat begitu bahagia sebab semua orang rumah berjanji akan datang melihat dirinya pentas di sekolah, saking senangnya dia sampai bangun pagi-pagi sekali.


"sudah bangun mel?" tanya Mama Alex, karena biasanya Mila lah yang datang ke kamar untuk membangunkan Amel namun pagi ini berbeda ternyata anak itu sudah bangun lebih dulu.


"hehehehe... iya ma." jawab Amel sambil menunjukkan gigi putihnya.


"pasti kamu sudah tidak sabar ya untuk acara hari ini?" tebak Mila.


"mama doakan acaranya lancar ya mel, sekarang kamu mandi ya mama mau siapkan sarapan dulu." ucap Mila sebelum meninggal kamar Amel.


"siap ma." jawab Amel dengan menunjukkan jari jempolnya.


.

__ADS_1


.


satu per satu orang di rumah itu pun menuju ke meja makan untuk sarapan bersama, mereka akan menunggu jika salah satu dari mereka belum ikut bergabung kecuali ada alasan yang jelas, seperti saat ini Dirga, Mila, dan Amel sudah siap sedari tadi namun Alex dan ameera tidak kunjung bergabung.


"tumben ma Ameera telat sarapannya biasanya dia membantu mama menyiapkan sarapan kan?" tanya Dirga sambil melihat ke arah tangga.


"mama tidak tahu pa.. coba mama panggil mereka dulu ya." jawab Mila, langsung berjalan ke lantai atas.


"loh . .mama lihat kalian sudah siap kenapa masih belum turun juga papa dan Amel menunggu kalian sedari tadi." tanya Mila begitu sampai di kamar ameera pintu kamar tersebut sudah terbuka.


"ini ma.. dari tadi Alea mau menempel ke papanya tidak mau lepas." jawab Ameera yang masih mencoba membujuk anaknya.


"Alea sakit atau kenapa memangnya?" tanya Mila khawatir, lalu berjalan menuju ke cucunya.


"tidak ma, dia baik-baik saja memang kadang dia manja begitu dengan papanya." jawab Ameera.


"cucu cantik Oma ikut Oma yuk sayang." bujuk Mila pada cucunya. namun Alea hanya menatap sekilas saja lalu kembali menyembunyikan wajahnya di pundak Alex.


"Alea sama mama dulu ya sayang papa mau pakai dasi dulu nanti gendong papa lagi ya." kini Alex ikut membujuk putrinya.

__ADS_1


"pa pa.. no no pa." celoteh Alea menjawab papanya.


"Yasudah lah lex biarkan saja sekarang kita turun dulu sarapan kasian Amel nanti dia kesiangan hari ini kan dia ada acara di sekolahnya." ucap Mila pada akhirnya.


__ADS_2