
"Sehat nak, maaf ya membuat kamu menunggu karena dia lama sekali dandan seperti anak gadis saja." jawab opa, lalu melirik ke arah Dio.
"tidak kok Opa, Kirana dan ibu juga belum lama kok menunggu." kata Kirana dengan tersenyum.
"oh.. iya bu ini ada sedikit kue untuk ibu dan Kirana." kata Dio, memberikan dua bungkus plastik tadi.
"Terimakasih ya nak dio, repot-repot segala." jawab bu ayu menerima pemberian Dio.
"sama-sama bu." jawab Dio.
"eh.. ibu sampai lupa, mari masuk pak, nak Dio." ajak bu ayu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di atas karpet karena di rumahnya Kirana tidak memiliki ruang tamu yang ada kursi dan mejanya.
"maaf ya pak, begini keadaan rumah kami." kata bu ayu yang dudu di samping kirana.
"tidak apa-apa."jawab opa hardi.
__ADS_1
"Mari pak , nak Dio kita makan dulu tadi ibu dan Kirana sudah masak banyak meskipun menunya sederhana semoga kalian suka ya." aja bu ayu, lalu membuka tudung saji.
Mereka berempat pun makan bersama, terlihat Opa hardi dan Dio begitu menikmati makanan tersebut.
"masakan ibu enak sekali." puji Dio pada bu ayu.
"terimakasih, ibu senang kalau kamu suka nak." jawab Bu ayu.
"pantas saja kirana sering membawa bekal ternyata masakan ibu seenak ini." kata Dio setelah selesai makan.
"iya benar kata Dio bu, masakan anda memang enak." sambung Opa hardi.
"boleh bu, kalau ibu tidak keberatan." jawab Dio dengan senang.
Setelah makan malam, kini mereka Saling berbincang-bincang bersama.
"bu... sebenarnya kedatangan saya kemari ada yang ingin saya sampaikan." kata Opa Hardi pada bu ayu.
__ADS_1
"maksud bapak?" tanya bu ayu.
"Begini bu tujuan saya kesini untuk meminta kirana menjadi pasangan Dio, karena saya rasa kirana adalah gadis yang tepat untuk mendampingi cucu saya."ucap Opa hardi mengutarakan maksudnya.
"apa bapak yakin, kirana ini hanya anak orang miskin sedangkan nak Dio sendiri.." kata bu ayu.
"saya tida pernah melihat orang dari status sosialnya bu, saya sudah yakin dengan kirana kalau dia itu gadis yang baik. Tidak perlu terburu-buru mereka bisa saling mengenal lebih dekat dulu satu Sama lain." sambung opa Hardi sebelum bu Ayu menyelesikan ucapannya.
"saya serahkan semua pada kirana pak, karena dia yang akan menjalaninya." kata bu ayu, apapun pilihan anaknya dia akan mendukungnya.
"bagaimana nak.. apa kamu mau?" tanya opa hardi pada Kirana.
"Kirana tidak tahu opa.. bolehkan kirana berpikir dulu." jawab Kirana dengan menunduk, dia tidak pernah berpikir sejauh ini.
Sedangkan Dio sedari tadi hanya diam menunggu jawaban dari kirana, sebenarnya dia sudah tahu tujuan Opanya datang kesini, mungkin dulu dia akan menolak namun sejak apa yang dia lihat kemarin di restauran membuat nya berubah pikiran dan mengikuti kemauan opanya.
"baiklah.. opa juga tidak akan memaksa kamu nak, pikirkan saja dulu baik-baik opa pasti menerima keputusan kamu." kata opa Hardi dengan bijak.
__ADS_1
"Terimakasih opa, maaf karena belum bisa memberikan jawaban." ucap kirana, yang merasa tidak enak.
"tidak apa-apa nak, kalau kamu sudah memiliki jawaban beritahu opa atau Dio ya." jawab opa hardi dengan tersenyum.