Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Orang Tua Alex


__ADS_3

3 bulan sudah Ameera tinggal bersama Amel, meskipun hidup serba kekurangan mereka tetap bahagia keduanya selalu berbagi apa saja. Bahkan kini Amel kembali bersekolah di bangku sekolah Dasar atas paksaan dari Ameera awalnya Amel menolak bersekolah dengan alasan lebih baik uangnya di tabung untuk biaya Ameera melahirkan, tapi Ameera meyakinkan jika rejeki sudah ada yang mengatur semua pasti ada jalannya.


Sekarang setiap pagi Ameera berjualan nasi uduk di depan gang untuk menambah penghasilan mereka, siang harinya Ameera masih mencari botol bekas begitu juga dengan Amel setelah pulang sekolah hingga sore hari.


"Apa jualan hari ini laris kak?" tanya Amel setelah keduanya menyelesaikan makan malam.


"Alhamdulillah mel, kalau kamu sendiri bagaimana sekolahnya?" Ameera mengusap ujung kepala amel dengan lembut, keduanya memang sudah terbiasa saling berbagi cerita tentang apa saja yang mereka lalui seharian.


"Aman kak, Amel janji akan rajin belajar biar bisa menjadi orang sukses dan membanggakan kakak." kata Amel dengan semangat membuat Ameera tersenyum.


"Benar, Amel harus menjadi orang yang sukses." Ameera memeluk tubuh gadis kecil itu dengan sayang.


"kak, kira - kira kapan adek bayi di perut kakak lahir?" tanya Amel sambil mengelus perut Ameera yang sudah membuncit.


"apa kamu sudah tidak sabar bertemu dengan adek bayi, hemmm?" ucap Ameera tersenyum.

__ADS_1


Amel mengangguk dengan antusias sebagai jawaban.


"Amel sudah tidak sabar bermain dengannya kak, pasti akan sangat lucu. kira - kira nanti Amel di panggil kakak atau aunty ya?" kata Amel dengan meletakkan jari telunjuknya di dagu seolah - olah sedang berpikir.


"tunggu 3 bulan lagi baru kita akan bertemu adek bayi sayang. kalau kakak terserah Amel mau di panggil kakak arau aunty sama saja yang penting kalian berdua nanti saling menyayangi." ucap Ameera dengan tersenyum.


.


.


.


***


Rutinitas nya setiap hari hanyalah mencari Ameera dan pergi ke kantor apalagi sejak Dio mengundurkan diri kesibukan Alex semakin bertambah. Alex memang tidak berniat mencari pengganti Dio karena Alex tipe orang yang tidak mudah berinteraksi dengan orang baru.

__ADS_1


Setiap malam Alex selalu menghabiskan waktunya di balkon kamarnya, dia selalu memandang ke arah kolam karena itu selalu mengingatkan dirinya pada Ameera, meskipun yang ada di dalam ingatan nya hanyalah semua kesakitan Ameera.


Hal itu membuat mbok sumi merasa prihatin dengan Alex, terkadang wanita paruh baya itu melihat Alex menangis di dalam kamar Ameera. mbok Sumi juga tidak bisa berbuat apa - apa karena dia juga tidak tahu kemana Ameera pergi padahal dia sudah berniat akan mengundurkan diri dan menyusul Ameera ke kampung, namun ternyata ameera sudah lebih dulu pergi dari sana.


.


.


.


***


Tidak jauh beda dengan Dio, sampai sekarang dia juga masih berusaha mencari keberadaan Ameera. setelah mengundurkan diri dari kantor Alex, dia melanjutkan usaha keluarganya. Sebenarnya dia juga tidak lepas tangan begitu saja sesekali dia masih memantau Alex dari kejauhan, Dio hanya ingin memberi Alex pelajaran agar kedepannya Alex bisa lebih dewasa menghadapi masalah apapun itu.


Dio juga sudah memberi tahu semua yang terjadi kepada orang tua Alex yang berada di luar negeri. awalnya mereka begitu kaget mendengar cerita Dio, mereka tidak percaya Anaknya bisa melakukan hal sejahat itu pada seorang wanita. namun setelah Dio memperlihatkan semua bukti yang dia punya akhirnya mereka setuju pada Dio untuk memberi alex pelajaran bahkan orang tua Alex juga mengirim Anak buah untuk ikut membantu Dio mencari Ameera.

__ADS_1


Sampai saat ini kedua orang tua Dio masih berpura - pura tidak mengetahui apa yang terjadi sampai Alex sendiri yang akan jujur pada mereka berdua.


__ADS_2