Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Tunggu 3 Tahun


__ADS_3

"mas.." panggil ameera pada suaminya.


"iya Ra, ada apa?" tanya Alex menoleh sebentar ke samping.


"Meera sudah memikirkan ucapan mama waktu itu tentang adik untuk Alea dan ameera tidak masalah mas kalau memang mas juga ingin adik untuk Alea." ucap ameera pelan.


" Aku rasa adik untuk Alea kita tunggu sampai dia paling tidak umur 3 tahun dulu sayang, aku masih mau memberikan semua kasih sayang ku untuk dia." kata alex pada ameera.


"Tapi mas.."


" Tidak ada tapi-tapian sayang, kalau untuk kewajiban kamu tetap bisa melayani mas kok, besok kita ke dokter dulu untuk konsultasi ya." potong Alex sebelum Ameera menyelesaikan ucapannya.


"baiklah kalau itu keputusan mas, ameera menurut saja." ucap ameera kemudian.


" kamu tahu Ra? dulu aku sama sekali tidak pernah berpikir bisa merasakan hal seperti ini." ucap Alex sambil menatap lurus ke jalanan.

__ADS_1


"maksudnya mas?" tanya Ameera tidak mengerti.


"iya.. dulu mas sama sekali tidak pernah berpikir bisa menjadi seorang suami apalagi menjadi seorang ayah dari putri yang cantik, Mungkin kalau mas tidak bertemu dengan kamu mas tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Terimakasih ya istriku karena sudah hadir dalam hidupku." ucap Alex menggenggam tangan istrinya dengan salah satu tangannya.


"Ameera juga sama bahagianya mas, Terimakasih juga sudah mau menerima Meera menjadi istri mas Alex." kata ameera ikut menggenggam tangan suaminya.


"Jangan pernah berkata terimakasih sayang, karena selamanya mas yang harus berterimakasih untuk semuanya." ucap Alex.


Begitu sampai di rumah Ameera segera membawa anaknya untuk bersih-bersih sebelum si kecil Alea ketiduran, setelah selesai menggantikan baju untuk anaknya begitu juga dengan dirinya sendiri yang sudah selesai bersih-bersih kini ameera langsung menidurkan Alea dengan mengusap lembut punggung anaknya.


ceklek...


" terimakasih sayang." jawab Alex, langsung menuju ke kamar mandi.


Saat Alex keluar dari kamar mandi dia melihat anak dan istrinya sudah tertidur saling memeluk, Alex tersenyum hangat melihat pemandangan di depannya.

__ADS_1


"Selama tidur cantik-cantik nya papa." ucap Alex setelah selesai memakai baju yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Tidak lupa Alex memberikan kecupan kepada anak dan istrinya secara bergantian setelah itu dia menyusul anak dan istrinya tidur di samping alea dengan alea dia tengah-tengah keduanya.


.


.


Sedangkan di tempat acara pertunangan Dio dan Kirana masih terlihat beberapa tamu undangan menikmati acara tersebut, sebagian besar tamu yang hadir adalah rekan bisnis dan karyawan Dio di kantor.


" Beruntung sekali si Kirana, padahal dia baru masuk belum ada satu bulan sudah bisa mendapatkan pak Dio." ucap salah satu tamu undangan.


"iya juga ya.. padahal kita sudah sering menarik perhatian pak Dio tapi dia tetap saja cuek." jawab salah satu temannya.


" Aku juga sempat berpikir seperti itu." kata temannya Yang lain.

__ADS_1


"sudah jangan bicara macam-macam kalau pak Dio mendengar ucapan kalian tadi bisa-bisa Kalian langsung di pecat, memangnya kalian mau." ucap salah satu dari mereka yang sedari tadi hanya diam saja.


" ck.. ini lagi ikut-ikutan saja, sudah ayo kita pergi saja." kata perempuan yang pertama memulai percakapan tadi dengan nada kesal.


__ADS_2