
Selang 15 menit setelah dia berbicara dengan ibunya, Kirana melihat Dio berjalan ke arah rumahnya.
" saya tidak memaksa bapak untuk menjemput saya, kalau memang itu memberatkan anda pak Dio " ucap Kirana kesal, karena menunggu bosnya tersebut sudah di pastikan dia terlambat masuk ke kantor. Meskipun bosnya sendiri penyebab dirinya telat, dia tetap merasa tidak enak dengan karyawan lainnya.
"maaf Kira.. aku tidak sengaja." jawab Dio pelan, dirinya memang salah sebab dia lupa kalau sudah berjanji akan menjemput kirana berangkat ke kantor.
"sudah ayo kita berangkat pak, lain kali tidak perlu menjemput saya lagi." kata Kirana dengan ketus, dan meninggalkan Dio begitu saja.
Akhirnya Dio mengikuti kirana berjalan ke arah mobilnya.
di sepanjang perjalanan Kirana hanya diam saja, tanpa ada niatan Bertanya alasan mengapa bosnya bisa telat datang.
"Kira.. sekali lagi maaf aku benar-benar tidak sengaja." kata Dio karena sedari tadi Kirana hanya diam saja bahkan terkesan membuang muka ke arah lain.
"iya pak." jawab kirana singkat tanpa menoleh ke arah Dio.
"aku janji kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi kira." kata Dio masih mencoba membujuk kirana.
__ADS_1
"tidak perlu berjanji pak, setelah ini biar saya berangkat sendiri seperti biasanya." ucap Kirana dengan nada ketusnya.
"kamu tidak suka aku jemput? lagi pula aku tidak mempermasalahkan kalaupun kamu telat Kira." tanya Dio.
"Bukan masalah bapak marah atau mempersalahkan saya telat pak, tapi saya tidak nyaman pak dengan pandangan orang-orang yang menilai saya seolah saya ini semaunya sendiri. Mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentang saya karyawan baru sudah datang terlambat apalagi saya datang bersama anda satu mobil." jawab Kirana menjelaskan pada Dio.
"iya .. aku mengaku salah sekali lagi aku minta maaf." kata Dio mengalah pada akhirnya.
"hemm... saya maafkan pak." ucap Kirana yang kini menyenderkan badannya di kurus penumpang.
"nanti sore Opa ingin bertemu dengan mu." kata Dio, setelah memastikan Kirana sedikit tenang.
Kini keduanya sudah sampai di parkiran kantor, Kirana tidak langsung turun dia memastikan terlebih dahulu keadaan diluar, setelah memastikan keadaan sepi dia baru keluar dan mengucapakan terimakasih pada Dio.
Sedangkan Dio yang masih berada di dalam mobil menggelengkan kepalanya melihat kirana yang berlari setelah turun dari mobilnya.
"Dia kalau sedang marah lucu juga." kata Dio dengan senyum samar di bibirnya.
__ADS_1
Kini dia pun segera turun dari mobil dan berjalan memasuki kantor, sepanjang jalan banyak karyawan yang menyapanya dan dia jawab dengan anggukan dan senyum tipisnya. Dio bukan tipe bos yang dingin atupun galak terhadap karyawannya, tidak heran jika dia selalu membalas sapaan dari orang-orang di kantor nya.
"Pak Dio benar-benar calon idaman." celetuk salah satu karyawan perempuan di kantor.
"benar apalagi sikapnya yang humble pada orang-orang, pasti beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkan nya nanti." jawab salah satu temannya.
"iya.. sepertinya aku harus lebih rajin berdoa siapa tahu pak Dio jodoh ku." ucap salah satu dari mereka dengan wajah penuh harap.
"hahahahah... bangun woy jangan bermimpi tinggi-tinggi hahahahah." jawabnya menertawakan teman mereka.
.
.
.
***
__ADS_1
"Terimakasih banyak nak, sudah mengantar papa pulang." kata papa harsana, sebelum turun dari mobil menantunya.
"sama-sama pa, tidak perlu sungkan.. Alex ini juga anak papa sekarang jadi kalau ada apa-apa jangan ragu hubungi alex Ataupun Ameera pa." jawab Alex dengan tersenyum pada mertuanya.