
"jadi ada perkembangan apa?" tanya Alex pada anak buahnya yang di tugaskan untuk mengambil alih seluruh aset kekayaan milik Harsana manjadi milik Ameera.
"sesuai rencana anda tuan, saat ini dia sedang kebingungan perusahaannya sudah diambang kehancuran dan jalan satu - satunya dia pasti akan menjual perusahaannya." jawab anak buah Alex.
"lakukan dengan cepat, aku sudah terlalu baik membiarkan mereka tenang beberapa bulan ini." ucap Alex dengan serius.
" tenang saja tuan dalam hitungan hari saya pastikan semuanya sudah atas nama nyonya." kata anak buah Alex tidak kalah serius.
"baiklah aku percayakan semuanya padamu. dan ingat satu lagi pastikan mereka semua angkat kaki dari rumah mereka." perintah Alex yang di balas anggukan oleh anak buahnya.
"dan setelahnya aku akan mengurus wanita ular itu, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadap Adik dan Istriku." ucap Alex lagi kemudian memberi isyarat pada untuk anak buahnya untuk meninggalkan ruangannya.
Setelah anak buahnya keluar, Alex berjalan ke arah jendela memandang pemandangan kota yang padat, tangannya terulur memegang kaca.
"Maafkan aku ... tolong kembalilah biarkan aku menemanimu melahirkan anak kita, tolong kembalilah aku bersedia menunggu maaf darimu selama apapun itu tapi jangan pisahkan aku dengan anakku Ameera." Alex kembali menangis, sudah berbulan - bulan dia belum menemukan keberadaan istrinya.
.
__ADS_1
.
.
***
"bagaimana pa, sudah ada info dimana menantu kita?" tanya Mila saat melihat suaminya masuk kedalam kamar.
"belum ma, entah lah kemana Ameera bersembunyi mama berdoa saja semoga mereka baik-baik saja dan kita segera menemukan mereka." lirih Dirga menghela nafas, dia juga bingung kemana sebenarnya Ameera pergi bahkan dia juga sudah menyuruh orang suruhannya untuk memantau rumah orang tua Ameera, tapi nihil Ameera sama sekali tidak pernah mengunjungi rumah orang tuanya.
"papa akan berusaha ma." kata Dirga memeluk Mila menenangkan istrinya.
"pa.." ucap Mila setelah keduanya hening beberapa saat.
"kenapa ma?" jawab Dirga menoleh kearah istrinya.
"bagaimana dengan keluarga Ameera, apa papa sudah mengurus mereka? mama tidak rela Ameera diperlakukan seperti itu pa." kata Mila pada suaminya.
__ADS_1
"mama tidak perlu memikirkan itu, anak bodoh itu sudah mengurus mereka kita hanya tinggal melihat saja." kata Dirga tersenyum ke arah istrinya.
"syukurlah pa, mama ingin menantu kita mendapatkan keadilan." kata Mila Dibalas pelukan oleh Dirga, meskipun usianya tidak lagi muda tapi keduanya masih harmonis, Sifat lembut dan penyayang yang dimiliki istrinya itulah yang membuat Dirga begitu mencintai istrinya.
.
.
.
***
Sepulang dari kantor Alex kembali menyusuri jalanan mencari keberadaan istrinya, tidak sengaja dia melihat seorang perempuan menggendong anak kecil di pinggir jalan tiba - tiba matanya memanas membayangkan bagaimana jika nasib istrinya sama seperti perempuan itu, berpanas - panasan di bawah terik matahari, berjualan di pinggir jalan sambil menggendong anaknya sungguh Alex benar - benar tidak sanggup membayangkan.
Bagaimanapun caranya dia harus segera menemukan keberadaan istrinya, Alex sudah berjanji pada dirinya sendiri akan mengganti semua penderitaan Ameera dengan limpahan kebahagiaan, dia berjanji akan melakukan apapun.
Bahkan sekarang Alex sudah meninggalkan semua kebiasaan buruknya dia tidak lagi berkumpul dengan teman - temannya kecuali ada sesuatu yang penting, dia juga tidak lagi menyentuh alkohol, karena sekarang waktunya dihabiskan untuk bekerja dan mencari istrinya.
__ADS_1