Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Sikap Alex yang berubah


__ADS_3

"maaf pak membuat anda menunggu." ucap Kirana begitu masuk ke dalam mobil Dio.


"hem.. kita jalan sekarang." jawab Dio yang masih tetap datar.


sepanjang perjalanan keduanya masih sama-sama diam, kirana sesekali menoleh ke arah atasannya yang sedari tadi hanya diam dan fokus menatap jalan di depannya.


"ma..maaf pak, apa saya ada melakukan kesalahan pada pak Dio?" tanya kirana pada akhirnya setelah cukup lama berpikir.


Dio yang mendengar pernyataan kirana pun menoleh ke samping sebentar kemudian kembali lagi menatap ke depan.


"tidak ada, aku saja yang sedang banyak pikiran." jawab Dio setelah beberapa saat.


"baiklah pak." ucap kirana kemudian, dia sedikit lega karena bukan dirinya yang membuat suasana hati atasannya itu Sedang tidak bagus.


Karena jalanan sore ini cukup padat membuat perjalanan keduanya sedikit lebih lama dari biasanya.


"selamat sore kakek." sapa Kirana begitu sampai di rumah Opa hardi.


"bukankah sudah opa bilang panggil opa kirana." kata Opa Hardi mengingatkan.


"heehehe.. kirana lupa, opa apa kabar?" ucap kirana, lalu mencium punggung tangan opa hardi.


"opa baik-baik saja, oh iya kenapa kalian baru sampai?" kata Opa hardi melihat ke arah jam tangannya.

__ADS_1


"ck.. biasa macet opa, lagi pula ini juga belum waktunya makan malam." jawab Dio cuek.


"kita bisa menunggu sambil ngobrol bersama, iyakan kirana?" kata Opa Hardi tidak mau kalah.


"kalian saja, aku mau bersih-bersih dulu." setelah mengatakan itu Dio langsung pergi ke kamarnya.


"ck.. anak itu selalu saja, ayo sini nak duduk dulu sambil menunggu makan malam kita." ajak Opa hardi pada kirana.


"eh.. iya opa." jawab kira mengikuti opa Hardi duduk di sofa.


"Opa Senang sekali kamu mau menuruti permintaan opa untuk makan malam disini." kata Opa Hardi tersenyum ke arah Kirana.


"sama-sama opa, kirana ikut senang kalau opa juga senang." jawab kirana membalasnya senyum opa Hardi.


***


"sayang.." panggil Alex begitu masuk ke dalam rumah dan melihat keberadaan istrinya di ruang tengah.


papa Dirga yang ada di belakang anaknya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang berubah derastis, kalau orang-orang di kantor melihatnya mereka pasti tidak akan percaya melihat kelakukan Alex yang berubah lembut dan sedikit manja tersebut.


"mas sudah pulang." kata Ameera, kemudian menghampiri suaminya dan mencium tangan suaminya.


"tentu saja, mana mungkin aku betah berlama-lama di luar." jawab Alex yang sudah mencuri ciuman di pipi istrinya.

__ADS_1


"Ehemmm... masih ada orang disini."kata papa dirga di belakang Alex.


"mas...." ucap Ameera menahan malu diapun segera menghampiri mertuanya kemudian mencium punggung tangan papa Dirga.


"papa seperti tidak pernah muda saja, menganggu sekali." kata Alex berdecak kesal.


"mas tidak boleh begitu."kata Ameera memperingatkan.


"suami mu memang begitu nak." kata papa Dirga.


"maafkan mas Alex ya pa." kata Kirana pada mertuanya.


"tidak apa-apa nak, mungkin dia begitu karena baru sadar ." jawab papa Dirga menyindir anaknya kemudian dia pergi menuju ke kamarnya dari pada terus berdebat dengan anaknya.


mengabaikan sindiran papanya kini Alex mencari keberadaan anaknya karena biasanya jika sore begini bayi lucu itu pasti akan asik berjalan kesana kemari.


"Alea mana sayang? tumben sepi sekali biasanya dia langsung menghampiri mas." tanya Alex pada istrinya.


"itu." tunjuk Ameera ke arah karpet tempatnya tadi bermain Anaknya yang tertidur di pelukan Amel.


"kenapa mereka disitu sayang, kasian pasti tidak nyaman." kata Alex yang melihat anaknya tertidur di atas Karpet meskipun karpet bulu tetap saja dia tidak tega.


"tidak apa-apa mas dulu kita juga sudah terbiasa tidur di atas karpet. mereka pasti kelelahan bermain tadi, sebentar lagi juga mereka bangun." jawab ameera menenangkan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2