
Kakak.. Adek Alea..!!! Amel pulang." teriak Amel dari arah luar.
"ka... eh ada om yang kemarin?" ucap Amel saat mengetahui keberadaan Alex.
"Iya mel kenalkan dia om Alex papanya Alea, sana Amel salim dulu." kata Ameera menghampiri Amel.
"Halo om, aku Amel." ucap Amel kemudian mencium punggung tangan Alex.
"Halo juga Amel, terimakasih ya selama ini kamu selalu menjaga Alea dengan baik." jawab Alex tersenyum.
"sama-sama om." balas Amel.
"Yasudah sana mel kamu ganti baju dulu nanti kita makan bersama-sama." perintah Ameera dan di balas dengan Amel dengan jempol tangannya.
.
.
Sekarang mereka berkumpul untuk makan siang bersama diatas tikar dengan menu sederhana.
"maaf tuan, hanya seadanya jika tuan tidak berkenan tidak apa-apa." kata Ameera yang melihat Alex hanya diam mematung.
"tidak masalah, kalian makan saja saya masih kenyang." balas Alex dengan tersenyum.
Sebenarnya Alex merasa tidak tega melihat pemandangan di depannya tidak ada meja ataupun kursi makan hanya beralaskan tikar usang yang sudah tipis dan lauk yang sangat seadanya.
__ADS_1
"apa gizi mereka tercukupi hanya dengan menu makanan seperti ini?" tanya Alex dalam hatinya, karena melihat Ameera dan Amel makan siang dengan kerupuk dan sayur bayam saja, bahkan anaknya hanya makan dengan nasi dan kuah sayur saja.
"mmmt.. Ameera a..apa setiap hari kalian makan dengan lauk seperti ini?" tanya Alex hati-hati takut jika istrinya tersinggung.
"tidak pasti tuan, tergantung rezeki yang kami dapat, jika kami mempunyai uang lebih kami juga makan dengan telur tuan." jawab Ameera dengan tersenyum.
"te..telur saja tidak ada ayam atau daging?" tanya Alex lagi.
Ameera hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan makannya sambil sesekali menyuapi anaknya.
Alex terenyuh melihat putrinya yang begitu lahap makan meskipun hanya dengan kuah sayur, Alex sadar ini semua karena keegoisan dirinya, kalau saja dia mencari tahu dulu kebenarannya pasti istri dan anaknya tidak akan mengalami kesusahan seperti ini.
"Maafkan saya." lirih Alex dengan meneteskan air matanya.
Sebenarnya Ameera mendengar ucapan alex barusan namun dia diam saja dan tetap melanjutkan makan siangnya.
.
.
"pa..pa..papapa." ucap Alea sambil memegang wajah Alex.
"iya sayang besok papa main lagi, doakan papa ya agar mama segera menerima papa lagi dan kita bisa bersama-sama terus." kata Alex menciumi seluruh wajah anaknya kemudian memberikan Alea ke gendongan ameera.
"terimakasih Ameera sudah mengijinkan saya kemari, saya pamit dulu tolong pikirkan baik-baik permintaan saya dan mama tadi." pamit Alex pada Ameera.
__ADS_1
"beri saya waktu 3 hari lagi tuan, karena ini keputusan yang sulit bagi saya." jawab Ameera.
"baiklah saya akan menunggu hari itu, dan kamu Amel om pamit dulu ya om titip Alea ya." kata Alex sambil mengusap ujung kepala amel.
"tentu saja om karena Amel sayang Adek Alea banyak-banyak."jawab amel sambil memperlihatkan gigi putihnya.
.
.
.
***
"jadi Alex sudah bertemu dengan Ameera tante?" tanya Dio pada mamanya alex, setelah mendapat kabar dari kedua orangtua alex tentang keberadaan Ameera, Dio langsung menuju ke rumah orang tua Alex.
"tentu saja bahkan tante sudah melihat cucu tante, dia sangat cantik Dio." ucap mama alex dengan antusias.
"benarkah tante?" tanya Dio.
"iya..masa tante bohong sama kamu sih." jawab Mila.
"lalu dimana keberadaan Ameera sekarang tante?" tanya Dio penasaran.
"kita tunggu saja Di, Alex pasti akan segera membawa anak dan istrinya kembali kesini." kata Mila yang mengetahui tujuan dari pertanyaan Dio.
__ADS_1
"Tapi Dio belum tenang kalau tidak memastikan sendiri tante." kata Dio yang masih penasaran keberadaan Ameera.
"percaya sama tante Di, Alex sudah berubah dia tidak akan menyakiti istrinya." ucap Mama alex meyakinkan Dio.