
"Ameera percaya sama pilihan mama, jadi mama saja yang pilih ya." ucap Ameera melihat mertuanya sibuk memilih baju.
"sepertinya ini cocok untuk kamu, sekarang kamu coba ini Ra." kata Mila menyerahkan gaun berwarna biru muda kepada menantunya.
"Meera coba dulu ya ma." jawab Ameera mengambil gaun tersebut.
Ameera pun memperlihatkan gaun yang sudah di pakainya kepada Mila.
"bagaimana ma?" tanya Ameera memutar badannya.
"wah.. cocok sekali Ra, kamu semakin cantik dengan gaun ini." ucap Mila terpesona melihat menantunya.
"mama terlalu berlebihan." kata Ameera malu-malu.
"mama serius Ra Cantik sekali, tunggu sebentar sepertinya kurang satu lagi." ucap Mila memilih kalung yang pas untuk menantunya.
"nah kalau begini kan sempurna." kata Mila melihat penampilan akhir dari Ameera.
"Terimakasih ya ma, Ameera jadi cantik seperti ini." kata ameera.
"sama-sama sayang, memang kamu sudah cantik dari sananya mama hanya menambah sedikit saja riasan di wajah kamu." jawab Mila tersenyum.
"ayo kita turun pasti suami dan anak kamu sudah menunggu." ajak Mila kemudian.
Mila turun ke lantai bawah dengan Ameera berjalan di belakangnya.
__ADS_1
"sudah selesai ma?" tanya Alex melihat kedatangan Mamanya.
"sudah dong, sini Ra jangan berdiri di belakang mama." ucap Mila menggeser badannya.
"Ra.. kamu cantik sekali." puji Alex yang terpesona melihat penampilan istrinya.
"te.. terimakasih mas." jawab Ameera malu-malu.
"gimana mama jago kan." ucap Mila membanggakan dirinya.
"iya mama jago, tapi jangan salah itu juga karena istri Alex memang sudah cantik dari sananya." kata Alex menjawab ucapan mamanya.
"mas.. jangan seperti itu, kalau bukan bantuan mama tidak mungkin Meera bisa seperti ini." ucap Ameera menasehati suaminya.
"iya.. iya ayo kita berangkat sekarang." jawab alex patuh.
.
.
.
***
"sudahlah opa kita pulang saja gadis itu juga tidak muncul juga sampai sekarang." ucap Dio dengan wajah yang sudah di tekuk.
__ADS_1
"Sebentar io, opa juga bingung kenapa dia tidak lewat disini lagi ya." jawab opa Hardi memperhatikan sekitar.
"siapa tahu memang kemarin dia hanya kebetulan lewat sini Opa." kata Dio.
"tidak mungkin, opa tahu dia itu berjualan buah keliling pasti gadis akan lewat lagi disini." kekeh Opa Hardi.
"lalu kita masih harus menunggu disini lagi Opa? Dio masih ada urusan lain opa." kata Dio mencoba bersabar.
"yasudah kita pulang saja, besok kita kesini lagi siapa tahu besok dia lewat disini." ucap opa Hardi kemudian.
"Dari tadi kek Opa." kata Dio.
keduanya pun pulang dengan tangan kosong karena tidak berhasil menemukan Kirana gadis yang menolong Opa Hardi kemarin.
"kenapa Opa semangat sekali mencari gadis itu?" tanya Dio saat keduanya dalam perjalanan pulang.
"karena Opa tahu dia gadis yang baik dan tulus, jadi Opa ingin membalas kebaikannya." jawab Opa Hardi.
"dengan memberinya uang?" tanya Dio memastikan.
"entahlah, yang terpenting sekarang opa bisa menemukannya." jawab Opa Hardi menatap ke jalanan.
"tapi Opa pikir dia gadis yang cukup baik untuk kamu io." ucap Opa hardi kemudian.
"jangan bilang Opa..."
__ADS_1
"kenapa tidak, sampai sekarang bahkan kamu belum membawa calon untuk di kenalkan pada opa kan."ucap opa hardi memotong ucapan Dio.
"ck.. opa bisa seyakin itu padahal opa baru sekali bertemu." kata Dio sedikit ketus l.