Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Ketakutan Amel


__ADS_3

"tidak perlu tahu yang penting jawab saja pertanyaan mama, apa kamu sudah bertemu dengan mereka." ucap Mila dengan penasaran.


"iyaa sudah, Alex sudah bertemu mereka." jawab Alex pelan, niatnya dia ingin memberi kejutan kepada orangtuanya dengan membawa istri dan anaknya pulang tapi mama dan papanya sudah tahu lebih dulu.


"jadi kapan kamu membawa mereka kesini lex?" tanya Mila dengan antusias.


"kalau sekarang belum bisa ma, Ameera menolak untuk pulang." jawab Alex dengan lesu.


"ck.. payah sekali sih kamu ini lex, mencari anak dan istri saja sampai setahun lebih lamanya dan sekarang sudah ketemu tidak bisa membawa mereka pulang. anak siapa sih kamu ini sebenarnya." Mila memarahi anaknya karena gagal membawa menantu dan cucunya.


"mama bisa tidak jangan membuat Alex semakin pusing, Ameera memang sudah memaafkan Alex ma, tapi dia tidak mau alex bawa pulang tapi Alex akan terus berusaha meyakinkan mereka untuk kembali bersama Alex." jawab Alex yang tidak terima di marahi oleh mamanya.


"oke.. mama tunggu kabar baik dari kamu, kalau sampai dalam satu bulan kamu tidak bisa membawa mereka biar mama sendiri yang menjemput mereka dan jangan harap kamu bisa menemui mereka lagi." ancam Mila pada anaknya.


"ma.. Aku ini anak mama kan kenapa mama tega sekali denganku." Alex sangat kesal mendengar mamanya akan kembali memisahkan dirinya dan anak istrinya.


"siapa suruh lambat jadi lelaki." kata Mila kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Aaarrrghhhh.... mama apa-apan sih, semoga saja Ameera bisa secepatnya menerimaku kembali." ucap Alex pada dirinya sendiri.

__ADS_1


.


.


.


"kak, om-om tadi siapa?" tanya Amel setelah Alex pulang dari sana.


"dia papanya Alea mel." jawab Ameera jujur.


"ja..jadi dia papa nya Adek Alea kak?" Amel tampak terkejut.


"apa kakak dan adek akan kembali bersama om itu dan meninggalkan Amel sendirian disini."tanya Amel dengan mata berkaca-kaca.


"kenapa amel berbicara seperti itu sayang?" ucap Ameera yang kini memeluk Amel.


"bu...bukankah om tadi datang ingin menjemput kakak dan adek Alea hiks...hiks..." Amel menangis di pelukan Ameera, dia merasa takut akan di tinggalkan Ameera dan hidup sebatang kara lagi.


"hussst... apa kamu lupa kalau kita akan selalu bersama apapun keadaannya, kakak tidak akan meninggalkan kamu sayang." kata Ameera mengelus punggung Amel yang bergetar.

__ADS_1


"apa kakak janji tidak akan pergi meninggalkan Amel?" gadis kecil itu mendongakkan kepalanya menatap bola mata Ameera.


"tentu saja, Amel akan selalu bersama kakak dimanapun dan kapanpun karena kita adalah keluarga." kata Ameera menghapus air mata Amel.


"Amel sayang kakak banyak-banyak sayang adek Alea juga." Amel kembali memeluk Ameera dengan erat.


"sudah.. ayo sekarang kita makan dulu, kamu belum makan kan?" Ameera mengalihkan pembicaraan agar Amel tidak sedih lagi.


"Iya Amel lapar kak, ayo kita makan. lalu Adek Alea bagaimana kak dia ketiduran tadi saat bermain apa amel bangunkan?" tanya Amel melihat ke arah Alea yang tertidur di kasur lantai.


"tidak perlu mel, kamu makan saja Alea sudah kakak suapi tadi sebelum kamu pulang sekolah." jawab Ameera.


.


.


.


Sedangkan Alex kini sudah sampai di tempat penginapan, dia segera membersihkan diri kemudian menghubungi orang suruhannya untuk membelikan beberapa mainan untuk anaknya, rencananya besok pagi dia akan kembali mengunjungi Ameera dan membawakan anaknya mainan berharap semoga Alea senang dan tidak takut lagi dengan dirinya.

__ADS_1


"rasanya aku sudah rindu lagi dengan putriku." kata Alex yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur.


__ADS_2