
Siang harinya Alex mengajak Ameera juga Alea mendatangi tempat tinggal Harsana.
"apa kamu sudah siap Ra?" tanya Alex begitu masuk ke dalam mobil.
"iya mas." jawab Ameera dengan yakin.
"baiklah kita berangkat sekarang ya." kata Alex, kemudian menjalankan mobilnya menuju rumah papanya Ameera.
Setelah satu jam perjalanan mereka sampai di depan gang tempat Harsana tinggal. Alex memang sengaja memberhentikan mobilnya agak jauh dari kediaman Harsana agar tidak membuat Harsana curiga.
"apa kita sudah sampai mas, lalu di mana rumah papa mas?" tanya Ameera saat Alex memberhentikan mobilnya.
"rumah papa kamu di depan sana Ra, rumah nomor tiga dari sini aku sengaja berhenti disini agar papa kamu tidak curiga Ra, kita tunggu saja sebentar lagi pasti dia keluar." kata Alex menjelaskan pada istrinya.
"Apa mas yakin ini tempat tinggal papa?" tanya ameera tidak percaya karena melihat rumah petak yang tampak kecil dan sederhana.
"benar Ra, bahkan sekarang papamu mengandalkan warung kelontong kecil di depan rumah itu untuk kebutuhan makan Ra." jawab Alex dengan tenang.
"maksudnya mas? sebenarnya apa yang terjadi dengan papa sampai kehidupannya jadi seperti itu mas?" tanya Ameera yang masih penasaran.
"Mereka sudah menerima balasan dari apa yang mereka lakukan kepada kamu Ra, harta yang mereka bangga-bangga kan sekarang sudah habis tidak tersisa." jawab Alex memandang istrinya.
__ADS_1
"jangan bilang ini semua ulah mas Alex?" tanya Ameera penuh selidik.
"Aku melakukannya demi kamu Ra, karena merekalah kamu menderita kalau saja papamu tidak mengarang cerita kalau kamu yang mengendarai mobil saat kecelakaan itu semua kesalahpahaman ini tidak akan terjadi Ra, dia sengaja mengorbankan kamu demi anak wanita itu." ucap Alex dengan serius.
"mas tidak perlu melakukan itu semua." kata ameera, meskipun ayahnya tidak pernah berbuat baik padanya tapi dia juga tidak tega melihat ayahnya hidup serba kekurangannya seperti itu.
"mereka pantas mendapatkannya Ra, dan satu lagi rumah papamu juga sudah aku pindah nama menjadi nama mu, karena itu hak kamu Ra, aku tidak mungkin membiarkan wanita licik itu menguasai semua harta milik kedua orang tuamu." kata Alex meyakinkan istrinya.
"Terimakasih mas, tapi sungguh mas Alex tidak perlu melakukan hal sejauh itu." kata Ameera, yang merasa terharu.
"bukankah aku sudah pernah berjanji kalau kamu dan Alea yang utama sekarang." kata Alex penuh keyakinan.
Sedangkan Ameera hanya bisa tersenyum dan bersyukur melihat perubahan suaminya.
"itu papa kamu Ra." tunjuk Alex ke arah depan.
"papa.." lirih Ameera tanpa di sadari air matanya menetes, dia merasakan rindu dan kecewa menjadi satu.
.
.
__ADS_1
.
***
Setelah dari tempat Harsana kini Alex melakukan mobilnya ke arah kantor sesuai perkataannya kemarin dia akan mengenalkan Ameera dan Alea sebagai anak dan istrinya.
Begitu sampai di kantor Alex langsung mengajak Ameera dan Alea masuk ke ruangan miliknya menghiraukan tatapan para karyawannya, sebagian dari mereka sudah mengetahui Alea karena waktu itu Dirga pernah mengajak cucunya datang ke kantor, berbeda dengan Ameera yang baru sekali ini datang banyak dari mereka yang menduga-duga siapa wanita yang bersama anak dari bos mereka.
Alex langsung memanggil sekretarisnya untuk mengumpulkan karyawannya, untuk memberikan informasi penting.
"Selamat siang semuanya, siang ini saya sengaja mengumpulkan kalian disini karena saya ingin memperkenalkan wanita di samping saya ini, dia adalah istri saya dan ini putri kami, saya harap kalian bisa menghormatinya dan jangan pernah kalian mempersulit istri saya jika dia datang berkunjung ke kantor ini." ucap Alex, menjelaskan kepada seluruh karyawannya.
Mereka semua serentak mengangguk dan mematuhi peringatan dari bos mereka.
.
.
.
... *** Selamat Hari Raya Idul Fitri ***...
__ADS_1
...*** mohon maaf lahir batin semuanya ***...