Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Kebenaran


__ADS_3

"Bagus sekarang lanjutkan pekerjaanmu, hari ini aku akan lembur sebelum kembali besok. dan kamu tidak perlu menungguku lembur." kata Alex dengan memberi isyarat pada kevin untuk keluar dari ruangan.


" baik pak, kalau begitu saya permisi kalau pak Alex membutuhkan sesuatu hubungi saya pak." jawab kevin sebelum benar - benar meninggalkan ruangan Alex.


Akex baru meninggalkan kantor pukul 9 malam, dia benar - benar bekerja keras malam ini. tidak lupa sebelumnya dia sudah memesan tiket untuk kepulangan nya besok pagi.


Sesampainya di hotel alex segera membersihkan diri dan istirahat.


.


.


pagi harinya alex benar - benar mengikuti kemauan Dio untuk pulang, sesampainya di bandara dia meminta Dio untuk menjemput nya di bandara, keduanya tidak langsung menuju ke rumah alex melainkan ke perusahaan.


"Aku ini capek ingin pulang ke rumah istirahat bukan ke kantor Dio." ketus alex pada Dio yang seenaknya membawanya ke kantor.

__ADS_1


"ada yang ingin aku tunjukan padamu, setelah kamu melihat nya terserah kamu mau istirahat atau kemana aku tidak peduli." jawab Dio dengan santai.


"apa harus di kantor juga, tidak bisakah sekarang saja kamu memberi tahu padaku." ucap alex tidak sabaran.


namun Dio hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan alex sambil mengemudikan mobilnya menuju ke kantor. Melihat Dio mengacuhkan dirinya akhirnya alex memejamkan matanya sepanjang perjalanan.


Begitu sampai di kantor keduanya langsung menuju ke ruangan alex.


"tunggu disini, akun akan menunjukan kalau dugaanku selama ini benar." kata Dio lalu berjalan keluar menuju ruangannya mengambil semua bukti yang dia punya


tidak sampai lima menit Dio kembali dan langsung melempar sebuah flashdisk dan amplop tepat di hadapan alex.


"maksudmu apa hah?" tanya Alex bingung.


"lihat saja sendiri, pakai matamu itu dengan benar." jawab Dio dengan acuh.

__ADS_1


kemudian alex menyalakan laptop dan melihat isi flashdisk tersebut, tidak lama raut mukanya tampak berubah - ubah setelah selesai melihat isi laptop tersebut alex membuka isi amplop yang di lempar Dio tadi. Di dalam amplop itu berisi kehidupan Ameera dari kecil hingga dia menjadi istrinya.


Setelah selesai membaca alex meremas kertas tersebut dengan kuat, tangannya mengepal menahan emosi.


"bagaimana?" tanya Dio melihat perubahan alex setelah melihat semua bukti - bukti yang dia berikan tadi.


Alex sama sekali tidak menjawab pertanyaan Dio, dia yang masih diliputi rasa emosi tidak bisa berpikir jernih, ada rasa bersalah pada Ameera wanita lugu yang dia siksa selama ini ternyata hanyalah korban dari keegoisan banyak orang.


"ingat kata - kata ku lex, menyesal pun tidak ada gunanya sebab orang yang kamu sakiti sudah pergi tidak ada maaf lagi untukmu." kata Dio lagi karena melihat alex hanya diam, bahkan tangannya pun masih terkepal erat dengan raut muka memerah.


"satu lagi, jangan pernah meminta bantuan ku apapun itu. karena aku sudah mengingatkanmu sebelumnya.


aku pergi dulu masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan." ucap Dio sambil menepuk pundak alex, kemudian berlalu dari sana.


Dio memang sengaja belum memberitahukan tentang kehamilan ameera, karena dia ingin memberi pelajaran untuk alex, membuatnya menyadari kesalahannya satu persatu.

__ADS_1


Bohong jika Dio tidak akan membantu alex, dia pasti akan membantu mencari keberadaan Ameera tapi tanpa sepengetahuan alex.


__ADS_2