
Seharian ini mereka menghabiskan waktu di rumah, apalagi sekarang ada Alea dan Amel yang membuat rumah tersebut menjadi ramai.
"sepertinya Alea sudah mengantuk nak, lebih baik kamu bawa saja kamar." ucap Dirga pada Ameera.
"iya pa. Ayo sayang ikut mama kasian opa capek, nanti main lagi sama opa ya." kata Ameera membujuk anaknya.
"ma..papa.." kata Alea menatap Ameera dan Alex bergantian.
"Alea mau di gendong siapa sayang? papa atau mama." tanya Alex yang duduk di samping istrinya.
"Papa..pa.papa.." ucap Alea merentangkan tangannya ke arah alex.
"hahahaha... baiklah ayo papa gedong cantik." Alex mengambil Alea ke dalam gendongannya dengan semangat.
"ma..pa kami pamit dulu ke kamar dulu ya, Amel kakak duluan ya jangan lupa belajar dan istirahat." pamit Ameera pada mereka semua.
"iya nak." jawab Dirga dan istrinya bersamaan.
__ADS_1
"siap kak." jawab Amel juga.
Ameera menuju ke kamarnya menyusul suami dan anaknya.
begitu sampai di kamar Ameera melihat Alex dengan telaten mengganti baju anaknya karena tadi Alea bermain di taman pasti bajunya kotor dan terkena keringat.
"biar Meera saja mas." kata Ameera yang sudah berada di belakang Alex.
"tidak apa-apa Ra, aku juga papanya aku ingin dia menjadi dekat dengan ku ketimbang opanya." jawab Alex sambil memasangkan baju alea.
Ameera hanya diam memperhatikan keduanya, secara wajah alea memang lebih duplikat dari Alex. Sebelumnya Ameera tidak pernah membayangkan jika dia akan kembali bersama Alex dan Alea bisa merasakan kasih sayang papa kandungnya , tanpa sadar Ameera meneteskan air mata dulu dia berpikir nasib anaknya akan sama seperti dirinya tidak pernah merasakan kasih sayang dari papanya.
"ti..tidak mas tidak melakukan apa-apa." jawab Ameera sambil menghapus air mata di pipinya.
"kalau begitu kenapa kamu menangis? Atau ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman? tolong beri tahu aku Ra." kata Alex yang khawatir dengan ameera.
"Meera hanya tidak menyangka kalau mas Alex akan menerima Alea sebagai anak mas. Ameera pikir nasibnya akan sama seperti Meera yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Ameera hanya terharu mas, Alea tidak akan merasakan apa yang selama ini Meera rasakan." jawab Ameera yang masih terisak.
__ADS_1
"Alea darah dagingku Ra, tentu saja aku menyayanginya. aku juga minta maaf karena aku sudah menambah luka di hatimu begitu dalam. tapi kamu tenang saja aku sudah membalas apa yang mereka perbuat terhadap kamu."jawab Alex sambil merengkuh tubuh mungil istrinya ke dalam pelukannya.
"maksudnya mas?" tanya ameera, sambil melepas pelukan Alex karena dia masih trauma jika berdekatan dengan Alex sedekat ini.
"maafkan aku Ra, aku hanya berniat menenangkan kamu." ucap Alex karena tidak sengaja memeluk Ameera.
"maksud mas Alex tadi apa? maksudnya membalas, membalas apa dan siapa mas?" tanya Ameera penasaran.
"Orang-orang yang membuat kamu menderita Ra, mereka semua sudah menerima balasan atas perbuatannya.
" jawab Alex.
"jangan sakiti papa mas, meskipun dia membenci Meera tapi dia satu-satunya keluarga yang Ameera punya setelah mama pergi. meskipun Papa tidak pernah menyayangi Meera tapi dia tetap Ayah kandung ku." ucap Ameera dengan mata berkaca-kaca.
"kamu tenang saja Ra, aku hanya membuat mereka menyesal atas perbuatannya dulu. kalau kamu mau besok aku akan mengantar kamu melihat mereka." kata alex menenangkan istrinya.
"sungguh?" tanya Ameera yang kini menatap Alex mencoba mencari kebenaran.
__ADS_1
"tentu, lebih baik sekarang kamu istirahat dulu temani Alea, nanti setelah makan malam kita bahas lagi ya." kata Alex sebelum pergi ke kamar sebelah.