
tanpa menghiraukan gadis di depannya, Dio langsung mengetuk pintu rumah milik Kirana.
tok...tok...tok..
"pak Dio.. kirana." ucap bu ayu.
"selamat malam bu, saya mengantar Kirana sekalian meminta maaf karena mengajak Kirana mampir Sampai malam begini." kata Dio dengan sopan.
"tidak apa-apa pak Dio." jawab bu ayu sambil tersenyum.
"dan satu lagi bu, saya minta tolong jangan panggil saya pak cukup panggil saya Dio saja. Rasanya tidak pantas kalau ibu memanggil saya dengan sebutan Bapak." kata Dio dengan sopan kepada ibu dari Kirana.
"tapi kan pak Dio ini bosnya kirana di kantor, saya malah tidak enak kalau memanggil nama saja." jawab bu ayu sungkan.
"ini permintaan saya sendiri bu, mulai sekarang panggil saya Dio saja." kata Dio dengan lembut.
"baiklah nak Dio, terimakasih ya kamu sudah mengantar pulang anak ibu lagi." ucap bu ayu pada akhirnya.
__ADS_1
"sama-sama bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu." pamit Dio kemudian.
Dio langsung pergi setelah berpamitan tanpa melihat ke arah Kirana sama sekali.
"Maksudnya apa dia begitu dengan ibu dia sopan dan lembut sekali sedangkan dengan ku sifatnya datar dan berubah-ubah." kata Kirana dalam hatinya, sambil terus memperhatikan Dio yang berjalan menuju ke arah mobilnya.
"husst.. sudah jangan di lihat terus, ayo kita masuk." kata Bu ayu mengagetkan Kirana.
"Eh i.. iya bu ayo." jawab Kirana, kemudian masuk ke dalam rumah mengikuti ibunya yang sudah masuk terlebih dahulu.
"maksud ibu apa?" tanya kirana balik.
"kamu dan nak Dio ada hubungan apa? ibu lihat dia sering sekali mengantar kamu pulang." kata Bu ayu.
"kita tidak ada hubungan apa-apa bu selain bawahan dan atasan."jawab kirana pada ibunya.
"apa kamu yakin? ibu tidak pernah melarang kamu berhubungan dengan siapapun asalkan dia mau menerima keadaan kita yang seperti ini Kir." ucap bu ayu pada anaknya.
__ADS_1
"iya bu Kirana mengerti, selama ini pak Dio mengantar kirana pulang karena Opanya pak Dio meminta kirana untuk makan malam bersama dan Opanya juga yang meminta pak Dio untuk mengantar kirana pulang bu." kata Kirana menjelaskan.
"memangnya kamu kenal dengan opanya nak Dio?" tanya bu ayu bingung.
"jadi waktu itu pak Dio pernah meminta tolong Kirana untuk menemaninya menemui opanya, dan ternyata opanya pak Dio itu Seorang kakek yang kirana tolong lalu membeli semua dagangan kirana waktu itu bu." jelas Kirana pada ibunya.
"baiklah ibu mengerti sekarang." kata bu ayu pada anaknya.
"tadi opa Hardi juga bilang katanya dia mau silahturahmi kesini bu, menurut ibu bagaimana?" tanya kirana hati-hati.
"tidak apa-apa kir, tapi ya kamu tahu sendiri keadaan rumah kita seperti ini." jawab Bu ayu.
"kirana sudah bilang begitu tadi bu, tapi dia tetap kekeh katanya ingin bertemu dengan ibu sekalian bersilahturahmi." kata Kirana.
"tidak apa-apa kalau memang niatnya baik kir. sudah sana kamu mandi dulu terus istirahat." ucap bu ayu kemudian.
"Baiklah kirana ke kamar dulu ya bu, ibu juga jangan lupa istirahat jangan tidur malam-malam tidak baik untuk kesehatan ibu." kata Kirana lalu mencium pipi ibunya sebelum pergi ke kamarnya.
__ADS_1