
2 bulan kemudian..
Alex saat ini tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata bahkan dia tidak segan untuk terus mentlakson kendaraan di depannya meskipun dalam keadaan lampu lalu lintas berwarna merah.
Tadi saat di kantor dia di telpon oleh mbok Sumi kalau istrinya di bawa ke rumah sakit karena akan melahirkan, tanpa pikir panjang Alex langsung menuju ke rumah sakit menyusul istrinya. Meskipun di sana sudah ada mbok Sumi dan papa mertuanya tetap saja Alex tidak bisa tenang sebelum melihat sendiri bagaimana keadaan istrinya.
Brakk...
Alex langsung membanting pintu begitu sampai di rumah sakit, dia langsung berlari menuju ke ruangan istrinya saat ini.
"Pa.. Bagaimana keadaan istri Alex pa?" tanya Alex pada papa Harsana begitu sampai di depan ruangan istrinya.
" Dokter Sedang memeriksa nya nak, kamu berdoa saja ya semoga mereka baik-baik saja." jawab papa Harsana menepuk pundak menantunya, kemudian papa Harsana mengajak Alex untuk duduk.
" mbok.. Bukannya tadi pagi ameera masih baik-baik saja ya?" kini Alex beralih Bertanya ada asisten rumah tangganya.
"iya tuan.. Tadi neng ameera minta di buatkan bubur waktu mbok ke dapur tiba-tiba neng meera mengeluh sakit perut nya tuan, dan kebetulan bapaknya Neng meera tadi berkunjung ke rumah." jawab mbok sumi.
__ADS_1
" Kamu tenang saja nak, istri kamu itu wanita yang kuat ameera dan bayi kalian pasti baik-baik saja yang terpenting kamu terus mendoakan mereka." ucap papa Harsana menenangkan menantunya.
"iya pa, tapi Alea dimana pa? Mbok?" tanya Alex menoleh ke arah mertua dan asisten rumah tangganya.
"non Alea di rumah tuan, saya khawatir kalau membawa nona kecil ke rumah sakit jadi tadi saya meminta tolong bik nana untuk menjaga nona kecil di rumah tuan." jawab mbok sumi. Bik nana adalah orang yang di bayar oleh Alex untuk membersihkan rumah mertuanya, bik nana tidak menginap hanya akan datang pagi hari dan pulang di sore hari, begitu juga dengan suaminya yang bertugas menjaga kebersihan taman,kolam dan halaman.
"baiklah.. Terimakasih banyak mbok." ucap Alex, kini menyandarkan kepalanya di tembok.
"Apa kamu sudah mengabari orangtua mu?" tanya papa Harsana.
"belum pa, Alex sampai lupa." jawab Alex lirih.
Alex pun mengangguk menyetujui.
Seorang suster keluar dari ruangan dan langsung di sambut oleh Alex dengan cepat.
"keadaan istri saya bagaiman suster?" tanya Alex pada suster tersebut.
__ADS_1
"apa bapak Suaminya bu ameera?" tanya suster balik.
"iya sus saya suaminya." jawab Alex dengan cepat.
"bapak silahkan masuk ke dalam untuk mendampingi istri anda melahirkan." kata suster tersebut pada Alex.
Alex pun langsung mengikuti suster tersebut masuk ke dalam.
"Sayang.." panggil Alex pada istrinya.
"kamu disini mas?" tanya Ameera dengan pelan.
"iya sayang..mas disini untuk kamu dan bayi kita jadi kamu harus semangat ya." ucap Alex mencium kening istrinya.
"masss... Sakiit." ucap ameera sambil meremas tangan suaminya.
"iya sayang..mas yakin kamu pasti kuat, ada mas disini sayang." kata Alex dengan air mata yang sudah turun, dia benar-benar tidak tega melihat istrinya kesakitan.
__ADS_1
" Apa dulu saat kamu melahirkan Alea juga seperti ini Sayang? Maafkan mas karena sudah membuat kamu melewati kesulitan seperti ini sendirian." batin Alex yang teringat saat kehamilan pertama istrinya.