
Saat ini mereka sudah berada di rumah orangtua alex, mama Mila tampak sangat bahagia sekali menyambut kedatangan cucu cantiknya.
"Akhirnya kalian sampai juga, mama sudah menunggu kalian dari tadi." kata mama Mila setelah menyambut kedatangan mereka.
" mama..mama.. bahkan ini masih sangat pagi, bagaimana mungkin mama menunggu sedari tadi." ucap Alex menggelengkan Kepalanya melihat tingkah mamanya yang terlalu berlebihan.
"ya suka-suka mama lah, kan mama sudah kangen dengan cucu mama." balas mama Mila.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, setelah itu baru mereka berkumpul di taman belakang rumah yang lengkap dengan bermainnya yang sengaja di siapkan untuk Amel dan alea.
"sejak kapan mama menyiapkan ini semua?" tanya Alex penasaran.
"sudah lumayan lama, ini semua ide papa kamu." jawab mama Mila menunjuk ke arah Suaminya.
"Terimakasih banyak ma.. pa.." ucap ameera pada kedua mertuanya.
"sama-sama sayang." kata mama Mila tersenyum.
.
__ADS_1
.
Sedangkan untuk hubungannya Dio dan Kirana semakin hari keduanya semakin dekat, sejak acara pertunangan mereka waktu itu kirana sudah tidak malu-malu lagi jika pergi ataupun berjalan berdampingan dengan Dio saat berada di kantor.
" besok jangan lupa jemput ya mas.. awas kalau sampai telat lagi." kata kirana pada Dio, karena besok siang keduanya akan melakukannya fitting baju pengantin.
setelah berunding bersama mereka memutuskan untuk segeralah meresmikan hubungan keduanya ke jenjang pernikahan, acaranya pun akan di laksanakan 2 bulan lagi.
"iya ... bawel banget." ucap Dio tersenyum ke arah kirana.
"jangan iya iya saja, buktinya setiap jemput kamu selalu telat bahkan tidak hanya satu dua kali lo mas." kata kirana lagi dengan mengerucut bibirnya.
" kenapa cepat sekali." kata kirana pelan sambil melihat ke arah luar namun masih bisa di dengar oleh Dio.
"tentu saja karena selama perjalanan tadi kamu sibuk marah-marah." kata Dio tersenyum tipis, lalu mengajak Kirana untuk turun.
Dio dan Kirana berjalan berjalan berdampingan menuju ke rumah kirana.
"aku tidak pernah menyangka kalau kita akan menjadi pasangan yang sesungguhnya kira." ucap Dio memecah keheningan.
__ADS_1
" berarti benar mas kalau ucapan adalah Doa." kata Kirana dengan tersenyum, sebenarnya dirinya juga masih merasa antara percaya dan tidak percaya bisa menjadi pendamping dari seorang Dio.
"calon pengantin sudah sampai rupanya." kata bu ayu menyambut keduanya begitu sampai di teras rumah.
Dio pun tersenyum mendengar perkataan bu ayu, sedangkan kirana hanya diam saja karena sudah terbiasa dengan ibunya yang sering menggoda nya.
"kir.. ajak nak Dio masuk ke dalam. ibu sudah menyiapkan makan untuk kita." perintah bu ayu untuk anaknya.
Kirana menurut apa yang ibunya katakan dia mengajak Dio masuk ke dalam sedangkan dirinya sendiri langsung menuju ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
"loh.. kok nak Dio sendirian? kirana kemana?" tanya bu ayu begitu masuk ke dalam rumah.
"Kirana katanya mau mandi dulu Bu." jawab Dio.
"Dasar anak itu, bukannya membuat minum dulu untuk calon suaminya." gerutu bu ayu sambil menggelengkan kepalanya.
"tidak apa-apa bu." kata Dio pada calon ibu mertuanya.
"yasudah.. kalau begitu ibu tinggal sebentar ya, " pamit bu ayu pada menantunya.
__ADS_1