Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Cucu Kakek


__ADS_3

Keduanya larut dalam suasana haru, Alex pun ikut tersenyum melihat kebahagian istrinya. hingga panggilan dari bayi gembul itu membuat sepasang anak dan ayah itu melepas pelukannya.


"mama..mam..mama." panggil Alea sambil mengarahkannya tangannya pada Ameera karena sedari tadi bayi itu merasa di abaikan oleh mamanya.


"sayang.. maafkan mama ya, saking bahagianya mama sampai lupa mengenalkan kamu pada kakek." ucap Ameera kemudian mengulurkan tangannya mengambil Alea ke gendongannya.


"Apa ini cucu papa nak?" tanya Harsana dengan mata berkaca-kaca.


"iya pa.. kenalkan cucu papa namanya Alea usianya sudah satu tahun pa." jawab Ameera dengan tersenyum.


"Halo cantiknya kakek..." ucap Harsana, mengelus kepala Alea dengan sayang. dia masih tidak menyangka kalau dirinya sudah menjadi seorang kakek sekarang.


"Alex.. Terimakasih banyak karena sudah membahagiakan Ameera, papa tidak tahu harus membalasnya dengan apa." kata Harsana dengan tulus.


"sudah menjadi kewajiban Alex pa menjaga mereka, kita berdua sama-sama mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan kita di masa lalu." Jawab Alex dengan bijak.

__ADS_1


Harsana dapat tersenyum lega sekarang, dia sudah bisa melihat putrinya bahagia di tangan orang yang tepat, yang lebih membuatnya bahagia adalah dia sudah mendapatkan maaf dari putrinya.


"nak.. bagaimana kalau besok pagi kita ke makam mama, apa kamu mau?" tanya Harsana pada anaknya.


"tentu saja Ameera mau pa.. sekalian Meera mau mengenalkan alea dan mas Alex pada mama. apa mas Alex mau ikut? " jawab Ameera dengan antusias.


"pasti Ra, mas pasti ikut apalagi aku belum pernah berkenalan dengan mama mertua." jawab Alex dengan tersenyum. Dia senang melihat Ameera sudah mulai bisa mengekspresikan dirinya.


"Baiklah kalau begitu papa tidak bisa lama-lama, besok kita langsung bertemu di sana saja ya nak." pamit Harsana pada Alex dan Ameera karena dia tidak bisa pergi terlalu lama takut jika istrinya di rumah mengetahui kalau dia bertemu dengan Ameera, Harsana takut kalau istrinya berbuat yang tidak-tidak pada ameera.


"papa naik apa kesini?" tanya Ameera.


"lebih baik papa ikut bersama kita saja, kita juga sudah mau pulang. iya kan mas?" ucap Ameera menatap suaminya.


"iya pa.. biar kita Antar saja." kata Alex melanjutkan ucapan istrinya.

__ADS_1


"tidak perlu nak, papa masih ada urusan lagi setelah ini. sampai bertemu besok nak." pamit Harsana pada anak dan menantunya, sebelum pergi Harsana menyempatkan untuk mencium kening anak dan cucunya.


.


.


"apa kamu senang Ra?" tanya Alex pada Ameera saat mereka sudah berada di dalam mobi.


"senang sekali mas, terimakasih banyak mas Meera tidak tahu harus membalasnya dengan apa." jawab Ameera dengan raut wajah yang berbinar.


"sudah kewajiban suami membahagiakan istrinya bukan, jadi kamu tidak perlu berterimakasih ataupun melakukan apapun melihat kamu bahagia seperti ini saja sudah lebih dari cukup Ra." jelas Alex pada Ameera.


Ameera yang mendengar kata-kata manis dari suaminya pun dibuat salah tingkah bahkan kini pipinya sudah seperti tomat.


"kenapa aku baru menyadari kalau ternyata aku memiliki istri yang menggemaskan." batin Alex gemas, melihat Ameera yang tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Apa ada tempat yang ingin kamu datangi lagi Ra? atau kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Alex kemudian.


"tidak ada mas, kita langsung pulang saja kasian Alea pasti kecapekan." jawab Ameera.


__ADS_2